
Sore hari pun tiba dan jam kantor telah selesai, tapi aku masih mengerjakan pekerjaanku yang tinggal sedikit lagi akan selesai. Mas dafa dan mbak Alana sudah lebih dulu pulang Sepuluh menit yang lalu. Hanya tinggal aku dan radit yang masih di ruangan kerja tim 1 .
"mas radit, belum selesai ya? " tanyaku ragu
"sebentar lagi selesai... " ucapnya tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya padaku.
“ia selalu saja seperti itu.. "ucapku sebal dalam hati
Setelah hampir 30 menit berlalu pekerjaanku pun selesai, aku langsung merapikan semua berkasku di atas meja yang berserakan tak beraturan. Ku lirik ke arah mas radit ia masih tampak serius mengerjakan sesuatu di laptopnya. Akhirnya setelah selesai berkemas aku pun mencoba untuk berpamitan dengannya.
"mas radit, aku duluan yaa.. "
Radit tidak menjawab hanya mengangguk pelan sambil masih terfokus dengan layar laptopnya. Aku pun segera melenggang keluar dari ruangan ku menuju lift untuk langsung turun ke basement dimana mobilku sudah terparkir.
Sudah hampir jam 5 sore, saat di lift aku pun mengeluarkan ponsel ku dari tas. Sudah banyak pesan chat dan panggilan masuk tak terjawab tertera.akupun langsung membalas pesan chat dari akmal yang sudah tidak hentinya ia kirim.
"maaf, aku sedikit terlambat pulang karena ada pekerjaan yang baru ku selesaikan. " balasku
"syukurlah kamu bales chat aku sekarang, tadinya aku udah mau ke kantor kamu atau ke rumah kamu nyariin kamu yang gada kabar dari setelah makan siang tadi. “ balasnya
“kamu tuh baru gitu juga, gimana kalau aku gak ngabarinnya sebulan. " balasku terkekeh geli
"jangan sebulan, 3 hari kamu gak kasih kabar aku sama sekali dan gak bisa di hubungi aku pastiin jakarta bakal aku obrak-abrik buat nyari kamu." balasnya
“wow, yasudah sebentar aku mau jalan pulang nanti kalau udah sampe rumah aku chat kamu lagi. okay.? " balasku
"yasudah, hati-hati sweetheart.. ❤“
" ya ampuun, dia semakin menunjukan perasaannya. ah sudahlah aku harus konsentrasi lebih dulu untuk mengemudi. " ucapku dalam hati
Aku pun telah sampai di parkiran basement gedung kantor ini, segera aku bergegas memasuki mobilku untuk segera pulang ke rumah. Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan .
Selama hampir 1 jam berkendara akhirnya aku pun sampai di halaman rumah kedua orang tuaku. Setelah memarkirkan mobilku di garasi aku bergegas masuk ke dalam rumah. Tampak ayah, ibu dan adikku sedang bercengkrama di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Assalamu'alaikum." ucapku
“waalaikumsalam. " jawab ketiganya serempak
"kamu pulang telat lagi fik, masih banyak kerjaannya memang? belum selesai yang kemarin? " tanya ibu
Aku pun segera menghampiri mereka di ruang keluarga lalu ku cium tangan ibu dan ayahku secara bergantian. Mereka sedang menonton suatu acara talkshow di televisi sambil menikmati macam-macam buah-buahan yang telah di kupas dan di potong-potong oleh ibuku.
Ini sudah menjadi kebiasaan kami sejak kecil, ketika menonton televisi atau sekedar berkumpul bercengkrama bersama ibu akan menyiapkan potongan berbagai macam buah untuk kami nikmati.
Kebetulan aku dan adikku memang sangat menyukai buah-buahan. Setelah mengobrol sebentar aku pun langsung pergi ke kamarku yang ada di lantai 2 rumah ini. Rasanya tubuhku sudah sangat lengket, dan aku ingin segera membersihkan diriku dan beristirahat sejenak.
__ADS_1
Setelah menaruh tasku di atas meja rias dan membersihkan make up di wajahku, aku pun segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian aku pun sudah berganti pakaian dan bersiap untuk tidur.
Ketika aku mulai mencoba untuk merebahkan tubuhku di atas ranjangku, tiba-tiba ponselku kembali bergetar ternyata akmal menghubungiku dengan panggilan video call .
Drrrrrttt, Drrrrrttt..
“hay, fik. kamu udah di rumah? “ tanya akmal
"iyaaa, aku baru selesai mandi nih. “ jawabku
“kamu lagi dimana? " tanyaku
"di rumah, kenapa fik? " tanya akmal
"gapapa, itu kamar kamu? " tanyaku penasaran
"iyaaa, kenapa? berantakan ya? " sahut akmal
"ahh nggak kok, cuma unik aja banyak muralnya. bikin sendiri? “ ucapku terkagum melihat seluruh dinding kamar akmal yang berhiaskan mural
" iyaah dulu iseng-iseng aja, sekarang sih udah nggak.. “ sahutnya
“itu keren tau, aku dulu sempet suka waktu jaman kuliah.. “ ceritaku
“sekarang? “ tanyanya
"oia aku capek banget hari ini gak apa-apa yaa kalau aku tidur duluan." sambung ku lagi
“gak apa-apa, yaudah kamu istirahat. goodnight beauty.“ ucapnya
“i love you." ucapnya lembut dengan tatapan penuh kehangatan
Blussshh,
Wajahku kian merah merona mendengar kalimat pengakuan cintanya. Sungguh akmal sudah sangat sering mengucapkannya namun tetap saja aku tak pernah bisa berhenti menunjukan kegugupan ku di depannya.
Aku pun langsung memutuskan sambungan video call kami karena aku sangat sudah kehabisan cara untuk menghadapinya.
Dia sangat sering mengirimkan banyak pesan chat setiap hari dengan penuh perhatian, dan aku pun merasa cukup senang seiring berjalannya waktu dengan kedekatan kami.
Namun aku terlalu bingung untuk memulai sebuah hubungan apalagi dengan usianya yang lebih muda dariku. Aku merasa tak cukup percaya diri untuk menjadi kekasihnya.
Akmal pun kemudian mengirimkan pesan chat setelah aku memutus sambungan video call nya. Dengan perlahan aku pun membuka pesan chat darinya.
"beauty, can't you believe me? " tanyanya
__ADS_1
“ I'm just not sure . “ balas ku
“what about? " tanyanya
"to be yours.“ balas ku
" why? " tanyanya
"i’m not confident.. it is first for me.." balas ku
"how about your heart? " tanyanya
"i’m dissapointed, if there is no message from you. and i miss u, when we don't meet in one day.. "
“it's enough.. i love you so much.. 😘" balasnya
“i love you too.“ balas ku dengan hati yang sangat bahagia
“Seperti inikah jatuh cinta? rasanya seperti jutaan balon meledak bersamaan. " gumamku pelan
Lalu aku pu mulai memejamkan mataku untuk segera memasuki dunia mimpi. Tubuhku terasa sudah sangat lelah hingga rasanya malam ini aku ingin segera tidur cepat setelah melihat ranjang tidurku yang menjadi tempat ternyaman untukku.
POV AKMAL
Malam ini seperti malam biasanya, aku pun terus mengirimkan banyak pesan singkat kepada Fika. Sesungguhnya, aku sudah sangat tidak sabar untuk bisa mengetahui perasaannya terhadapku. Ini bukan yang pertama aku menyukai seorang gadis.
Namun ketika pertama melihatnya lagi secara langsung di pesta itu, aku tidak pernah bisa berhenti berpikir tentangnya.
Dulu, kami sudah saling bertemu ketika kami masih kuliah. Karena kami kuliah di tempat yang sama dan mengikuti club olahraga yang sama yaitu basket. Karena itu kami sering bertemu di lapangan ketika tengah sama-sama latihan.
Dulu, ia berpenampilan sangat tomboy namun karena kemampuannya dalam bermain basket sangat bagus sehingga aku pun mulai mengaguminya.
Dan aku pun sangat tau, dia adalah kakak tingkatku di kampus. Dia sangat pendiam dan acuh, bahkan ia mungkin takkan pernah menyadarinya sampai hari ini. Jika kami pernah saling mengenal jauh lebih lama dari itu.
Namun karena terjadi permasalahan dalam keluargaku, aku pun memutuskan untuk keluar dari kampus dan dari jakarta untuk sementara waktu. Tapi sejak lama aku pun terkadang masih mencari tahu tentangnnya dengan mengikuti beberapa akun social media yang ia punya .
Fika hampir tidak pernah memposting fotonya di social media. itu sebabnya, ketika di pesta ia memposting foto terbarunya aku sangat terkejut melihat perubahan yang sangat drastis darinya.
Ia terlihat sangat cantik dan elegan, hatiku semakin berdebar kencang ketika ku mencoba untuk menemuinya secara langsung di pesta itu.
"Ahh, rasanya aku jatuh cinta kembali dengannya.. " gumamku dalam hati
Setelah menulis komentar di postingan fotonya aku pun memberanikan diriku sepenuhnya mencoba untuk memulai kisah kami yang tertunda karena kepergianku.
Dulu pun aku pernah mencoba untuk dekat dengannya tapi ia tidak pernah sekalipun menatap wajahku ketika aku menyapanya.
__ADS_1
Dan ketika Tuhan memberiku kesempatan untuk menemuinya lagi, itu artinya Tuhan mungkin tengah membuka 1 jalan untukku bisa memilikinya.