My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Sebuah akhir


__ADS_3

Setelah melewati malam panjang ya indah itu hubungan mereka mulai mencair dan menghangat setiap waktu. Fika tidak lagi mempermasalahkan hatinya yang entah sudah atau belum mencintai pasangannya itu.


Yang ia tahu saat ini, hidupnya mulai berubah perlahan di penuhi kebahagiaan yang setiap waktu semakin bertambah. Menghabiskan 1 Minggu penuh dengan berbulan madu di pulau yang indah itu membuat keduanya semakin dekat.


Tidak ada kata canggung lagi di antara mereka tentang hal apapun. Hingga di hari terakhir mereka berada di pulau tersebut membuat mereka enggan untuk pulang. Banyak kenangan manis yang mereka ciptakan disana.


Terlebih untuk Fika yang begitu mencintai pantai. Dan menikmati keindahan alam bawah laut yang memanjakan mata sejauh mata memandang.


Tepat Sabtu malam mereka akhirnya kembali sampai di Jakarta. Dan mereka langsung menempati apartemen Radit yang kini sudah selesai di renovasi.


Fika begitu terkejut begitu melihat tampilan apartemen Radit yang kini berubah 190°. Yang dimana ketika ia datang setiap desain interior di sudut ruangan di penuhi unsur dark maskulin.


Radit sengaja memerintahkan Sandy untuk mengganti semua desain interior bahkan semua barang-barangnya untuk di jadikan hunian yang nyaman untuknya dan istrinya.


Sampai mereka memiliki anak suatu hari nanti, Radit pikir lebih nyaman untuk mereka tinggal di apartemen. Papa Randi dan mama Sarah pun hanya bisa mendukung keputusan dan keinginan putranya itu.


Walaupun sebenarnya mereka berharap jika Radit dan Fika bisa tinggal selama beberapa bulan terlebih dahulu di rumah mereka. Tapi setidaknya hubungan di antara keluarga mereka menjadi semakin baik.


Sebagai gantinya Devan lah yang akan menetap di rumah. Ia sudah memutuskan jika dirinya akan stay di Jakarta dan berhenti untuk bepergian ke luar negeri. Walaupun ia sendiri tidak tahu sampai kapan ia akan tahan.


Keluarga Fika segera kembali ke Surabaya di hari yang sama dengan Fika dan Radit berangkat untuk berbulan madu. Kini usaha yang Fika mulai dari nol tersebut akan di kelola oleh Icha.


Reyhan juga sudah melamar Icha dan dalam waktu 2 bulan mereka akan segera bertunangan. Ayah dan ibu begitu bahagia mendapati kedua putrinya akhirnya jatuh pada laki-laki yang baik.


Sementara Akmal kini sedang berada di Bandara internasional dan sedang bersiap menunggu penerbangannya. Ia akan melanjutkan sekolahnya di luar negeri.

__ADS_1


Sambil memandangi sebuah foto yang ia ambil di dompetnya ia tersenyum getir mengingat wajah gadis yang telah mengikat hatinya begitu kuat. Dadanya mendadak nyeri dan sesak bersamaan ketika ia lihati Fika tengah berjalan bersama Radit di Bandara.


Dalam kegetiran ia tetap berusaha tersenyum memandangi cinta pertamanya yang sedang tersenyum cerah. Setidaknya ia cukup bahagia mengetahui jika Fika memilih laki-laki yang benar-benar mencintainya.


Akmal berangkat di hari dimana Fika dan Radit usai berbulan madu. Dari kejauhan tuhan tetap memperlihatkannya wajah yang begitu ia rindukan selama ini.


"Bahagia rasanya melihat kamu sebagai orang terakhir yang aku lihat sebelum aku pergi. Teruslah tersenyum seperti itu, supaya aku tidak banyak menyesali kehilangan ini. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu, walaupun itu untuk kamu bersama orang lain." gumam Akmal sembari menatap bayangan Fika dan Radit yang mulai menghilang dari pandangannya.


Akmal pun teringat di hari pesta pernikahan Radit dan Fika yang sebenarnya ia hadiri juga. Diam-diam ia datang ke pesta tersebut untuk melihat gadis yang ia cintai itu menjadi seorang pengantin wanita yang begitu cantik dan menawan.


Ia sudah memimpikan hari tersebut untuk dirinya sendiri. Dan sebaliknya, yang terjadi adalah ia benar-benar melihat Fika menjadi seorang pengantin yang cantik dan mempesona walaupun dengan orang lain sebagai pendampingnya.


Ia tidak punya keberanian untuk menghadapi Fika secara langsung. Ia tidak ingin mengacaukan suasana pesta tersebut jika Fika mengetahui keberadaannya. Namun ia sempat menemui Radit.


"Selamat bro, akhirnya lo bisa jadi mempelai pria dari pengantin impian gue ini." candanya membuka obrolan membuat Radit tertawa kecil.


"Thanks bro, gue juga terimakasih banget karena Lo udah jagain Fika selama ini." ujar Radit membuat Akmal tertegun sesaat.


"Maksud Lo?" tanya Akmal tidak mengerti.


"Gue tahu kok sebenarnya orang-orangnya bokap Lo masih berusaha buat celakain Fika, dan selama ini Lo nyiapin orang kan buat diem-diem jagain dia." ujar Radit membuat senyum kecil tersungging di bibirnya.


"Karena waktu itu, belum ada yang jagain dia. Lagi pula gue sendiri yang jadi awal dari semua masalah ini berasal. Karena keegoisan dan keserakahan bokap gue." ujar Akmal penuh kegetiran.


"Tapi Lo tenang aja, gue udah pastiin kalau bokap gak akan pernah gangguin elo dan Fika lagi." sambungnya membuat Radit menoleh seketika.

__ADS_1


"Maksud Lo?" tanya Radit sedikit penasaran.


"Sebelum kesini gue udah nemuin bokap dan dia udah janji kalau dia gak bakal gangguin kalian lagi. Lagi pula bokap lo juga gencar banget tuh bikin bokap gak berkutik. Beberapa bisnisnya hancur dibikinnya, dan abang gue Akhtar pasti bakal ngawasin gerak gerik bokap gue kok, kalau sampai dia mau macem-macem." jelas Akmal lebih terlihat santai berbicara dengan Radit.


Mereka pun tertawa bersama dan bisa saling bercanda satu sama lain pada akhirnya. Sampai akhirnya Akmal berpamitan dan menitipkan pesan agar Radit menjaga Fika dengan baik.


Karena jika tidak, ia akan datang kembali dan merebut perempuan yang kini sudah berstatus menjadi istri Radit itu. Mendengar penuturan Akmal seperti itu tidak membuat Radit marah atau pun kesal. Justru ia berterima kasih karena Akmal sudah membiarkannya memiliki kesempatan untuk memiliki Fika di dalam hidupnya.


"Lo gak mau ketemu Fika dulu?" ujar Radit membuat senyuman di wajah Akmal menyurut.


"Enggak perlu, gue udah cukup seneng lihat dia dari kejauhan. Jaga dia baik-baik, gue cabut sekarang." ujar Akmal.


"Pasti, thanks bro. Good luck, apapun jalan yang Lo pilih sekarang gue doain yang terbaik buat Lo." timpal Radit kemudian mereka pun berpelukan dan saling menepuk punggung satu sama lain.


Seperti itulah bagaimana Akmal mengakhiri kisah cintanya dengan gadis yang pertama kali ia cintai. Gadis yang membuat dunianya berubah dalam sekejap.


"Semoga kalian selalu bahagia." batin Akmal seiring bayangan kedua orang yang ia lihat sejak tadi menghilang.


Ia pun tersadar dari lamunannya saat mendengar jadwal keberangkatan pesawat yang akan ia tumpangi telah di umumkan.


Sambil memakai kacamata hitamnya, ia menggeret paksa sebuah koper berwarna hitam untuk ia masukkan ke dalam bagasi. Kisah cintanya begitu manis untuk di lupakan, karena itu ia akan menyimpannya di salah satu sudut hatinya yang terdalam.


Baginya Fika akan mempunyai ruang tersendiri di hatinya yang tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun.


The end

__ADS_1


__ADS_2