
Di malam itu juga Rey langsung bergegas untuk berangkat ke Surabaya. Sudah hampir tengah malam ketika ia tiba di Surabaya.
Ia segera mencari penginapan yang tidak jauh dari rumah Fika bersama 5 orang anak buahnya. Rey sudah menjadi orang kepercayaan Rendra selama puluhan tahun.
Rey adalah pria matang yang berusia 37 tahun, ia orang yang terkenal dingin dan kejam di kalangannya.
Semua orang yang mengenalnya selalu takut pada perangainya. Apalagi jika ia turun tangan sendiri untuk menyelesaikan misinya.
Ayah dari Rendra yaitu tuan Lukman adalah orang yang telah memungutnya dari jalanan ketika ia masih kecil.
Tuan Lukman mendidiknya dengan keras untuk menjadikannya seseorang yang bisa di andalkan oleh putranya suatu hari nanti.
Karena jasa tuan Lukman lah Rey masih bisa hidup sampai saat ini, maka dari itu ia sudah bersumpah jika selama hidupnya Rey akan mengabdikan hidupnya untuk tuan Lukman dan juga putranya.
Selama ini, Rey lah yang selalu ada di balik layar untuk mempermudah segala urusan tuan Rendra termasuk melakukan pekerjaan kotor untuknya.
Rey lah yang punya andil besar untuk membuat kerajaan bisnis dari keluarga Hirawan menjadi semakin berjaya.
Dan ketika Rendra sendiri yang memintanya melakukan suatu misi, maka ia akan melakukannya dengan baik tanpa cacat.
Pagi harinya Fika di jemput oleh Radit untuk pergi ke cafe. Dan sudah menunggunya sejak pagi buta untuk mengawasinya terlebih dahulu.
Ia sudah menyusun rencana yang matang untuk bisa membawa Fika tanpa ada orang lain yang tahu.
Radit pun mendapatkan pemberitahuan dari orang kepercayaannya jika tiba-tiba saja Rendra Hutama membuat sebuah pergerakan setelah beberapa lama hanya diam dan mengawasi saja.
Radit meningkatkan kewaspadaannya untuk lebih menjaga Fika. Selama perjalanan menuju cafe, Radit lebih banyak diam.
Hatinya menjadi sangat gelisah mengetahui bahkan orang-orang Rendra Hutama sudah berada di kota ini. Ia tidak boleh lengah dan bisa membuat celah bagi Rey untuk mendekati Fika.
__ADS_1
Awalnya Radit sangat terkejut ketika mengetahui jika Rey sendiri yang datang langsung ke Surabaya, jika hanya sekedar untuk mengawasi saja itu tidaklah mungkin pikir Radit.
Rendra Hutama pasti sudah merencanakan sesuatu yang buruk untuk Fika. Radit pernah mendengar dari papanya jika Rey adalah tangan kanan Rendra yang terkenal kekejamannya.
Karena itu sejak awal Randi mewanti-wanti Radit untuk lebih berhati-hati karena ia curiga, suatu hari Rendra akan kembali mengusik kehidupan Fika dan tidak membiarkannya hidup tenang begitu saja.
"Mas Radit! Hey, mas Radit !" teriak Fika sambil merebut kendali setir dan membantingnya ke samping.
Radit pun tersadar dari lamunannya dan langsung menginjak rem untuk menghentikan laju mobilnya. Beruntungnya tidak ada yang terluka, mereka berdua baik-baik saja.
BRUGG !!
"Aaww..." pekik Fika membuat Radit menoleh ke arah Fika untuk mengecek keadaannya.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Radit panik mendengar jeritan Fika dan mulai memeriksa tubuh Fika karena takut jika Fika terluka.
"Gak apa-apa mas Radit, untung aja mas Radit pas banget injek remnya. Kalau gak, gak tahu lah kita bakal jadi apa? Lagian mas Radit kenapa sih melamun sedari tadi?" Cecar Fika merasa curiga dengan perubahan sikap Radit yang tidak seperti biasanya.
"Mas Radit gak kayak biasa deh, aneh tahu nggak?" cebik Fika kesal dengan sikap Radit yang terasa seperti dulu.
"Kenapa lagi ini si gunung es muncul tiba-tiba, kirain melelehnya udah permanen." gumam Fika dalam hati.
Setelah 10 menit berkendara akhirnya mereka sampai di cafe, sementara Leo memarkirkan mobilnya tidak jauh dari cafe.
Sebelum turun dari mobil Radit tampak memperhatikan sekelilingnya untuk mengetahui apakah Rey mengawasinya sendiri atau bersama anak buahnya.
Radit meminta Fika untuk lebih dulu masuk ke dalam cafe, sementara ia akan memarkirkan mobilnya dan menelpon seseorang sebentar mengenai pekerjaan.
"Kamu masuk duluan ya, aku mau parkir terus nelpon sekretaris aku dulu." ucap Radit sambil mengusap lembut pipi Fika sambil tersenyum.
__ADS_1
"I..iyaa ya udah aku duluan ya." jawab Fika merasa sedikit gugup dengan sikap Radit yang tiba-tiba menjadi sangat lembut padanya.
Fika bergegas keluar dari mobil Radit tanpa menoleh sedikitpun pada Radit. Jantungnya terasa berdetak semakin tak karuan ketika Radit bersikap lembut padanya.
Rasanya, Radit menjadi laki-laki yang berbeda dalam sekejap ketika ia bisa bersikap manis.
Sementara Radit langsung menelpon orang kepercayaannya untuk mencari info terbaru.
"Ada informasi apa lagi?" tanya Radit to the point.
"Semalam Rey datang ke Surabaya membawa 5 orang anak buah tuan muda, dan ia menginap di sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari rumah nona Fika." lapor Sandy sang asisten.
"Cepat cari tahu apa rencana mereka, dan perintahkan hacker dan orang-orang kita untuk mengumpulkan bukti kejahatan yang telah di lakukan oleh Rendra Hutama sebanyak mungkin." perintah Radit.
Ketika menelpon Radit tidak sengaja melihat mobil yang terparkir tidak jauh di belakangnya sedikit mencurigakan. Itu pasti Rey atau mungkin orang-orang suruhannya, pikir Radit.
"Saya ingin kamu mengirimkan beberapa orang terbaik untuk berjaga di sekitar cafe. Sepertinya Rey disini dan sedang mengawasi kami." ujar Radit sambil mengawasi gerak-gerik orang-orang yang tampak sedang berdiri di sekitar sebuah mobil Jeep berwarna hitam.
"Baik, tuan muda. Mereka akan sampai dalam 10 menit kebetulan lokasi kami berada tidak terlalu jauh." jawab Sandy dan Radit pun langsung keluar dari mobilnya untuk masuk ke dalam.
Radit berpura-pura tidak mencurigai orang-orang yang tengah berada disana sebagai musuh. Ia bersikap santai seperti hari-hari biasa ketika Rey tidak ada disana.
Ia ingin membuat gerakan halus tanpa membuat pihak musuh curiga. Ia akan berpura-pura menjadi pria biasa tanpa kekuatan apapun untuk melawan mereka.
Di tambah lagi, sejauh yang ia ketahui kalau Rendra sama sekali tidak mengetahui tentang kedekatannya dengan Fika karena dia hanya fokus pada putranya saja.
Tentu saja hal tersebut menjadi sebuah keuntungan untuknya. Dimana Rendra pasti akan lengah karena mengetahui gadis yang akan ia singkirkan adalah gadis lemah tanpa kekuatan di sisinya.
Ia berpikir tidak akan ada yang menolong Fika , jika ia sekalipun mau melenyapkan Fika dari dunia ini. Bagi seorang Rendra, melenyapkan seseorang untuk mempermudah langkahnya adalah hal yang biasa.
__ADS_1
Toh, dia tidak perlu mengotori tangannya sendiri dengan darah orang lain. Akan ada Rey yang melakukan apapun yang ia mau dan membuat tangannya tetap bersih dari darah musuh-musuhnya.