My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Pernikahan part 2


__ADS_3

Setelah perjalanan panjang kisah cintaku yang begitu pelik, akhirnya tiba saatnya aku harus membuka hatiku kembali dan dengan setia berusaha untuk selalu mencintainya.


Tidak pernah terbayangkan aku akan bersanding dengannya dalam sebuah pernikahan. Tapi inilah takdir, tuhan menuntunku pada sebuah cerita yang berbeda.


Sesuatu yang tidak pernah terpikir olehku untuk menikahi seorang laki-laki seperti dia. Ku rasakan debaran jantungku semakin kencang ketika ayah menuntunnya mengucapkan ijab qobul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Afika Sasi Kirana binti bapak Angga dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."


"Sah." di lanjutkan dengan pembacaan doa .


Hatiku tiba-tiba saja merasa sejuk mendengar lantunan doa yang di ucapkan oleh pak penghulu. Hingga tanpa sadar air mata haru2 yang sejak tadi ku tahan tak bisa terbendung lagi.


Ku lihat ayahku tampak menitikkan air mata juga sambil sesekali menghapusnya. Ku lihat lamat wajahnya yang mungkin akan selalu aku rindukan setelah ini.


Setelah do'a selesai di bacakan, kami pun di arahkan untuk bertukar cincin. Kulit tangannya benar-benar terasa dingin ketika tak sengaja bersentuhan.


Ku lihat wajahnya yang sejak tadi benar-benar kaku terlihat sudah berubah. Tatapannya begitu hangat dan juga memancarkan kebahagiaan.


Ku cium punggung tangannya yang dingin itu dan dibalas dengan kecupan hangat di puncak kepalaku cukup lama.


Entahlah apa yang sebenarnya kurasakan saat ini. Aku tidak pernah merasakan jantungku yang berpacu sekencang ini dengan perasaan yang begitu membuncah walau dengan Akmal sekalipun.


Begini kah rasanya mempunyai kekasih halal. Walaupun aku belum bisa mencintai laki-laki yang ada di samping ku ini, namun ketika kami telah sah menjadi suami istri rasanya benar-benar berbeda.


Acara berlangsung dengan lancar, dan juga intim. Karena dalam acara pernikahanku ini hanya di hadiri oleh kerabat dan sahabat terdekat saja.


Setelah prosesi akad nikah selesai, aku dan mas Radit di sandingkan di sebuah pelaminan yang terlihat indah dan di penuhi oleh bunga-bunga mawar putih dan beberapa bunga lainnya yang terlihat memanjakan mata.


Nayla, mbak Alana dan mas Dafa yang menghampiri ku terlebih dahulu untuk mengucapkan selamat.


"Congratulation Fika..! Akhirnya lo nikah juga." ujar Nayla begitu antusias sambil memelukku.


"Thanks Nay, lo juga udah dateng jauh-jauh kesini nyempetin." balas Fika penuh rasa haru.


Persahabatan kami selama bertahun-tahun tentu bukanlah sebuah ikatan yang biasa saja. Nayla adalah salah satu orang terpenting yang aku harapkan untuk datang di hari bahagia ini.


Begitu juga mbak Alana dan mas Dafa. Mereka berdua memberikan kami ucapan selamat serta doa untuk pernikahan kami.


Setelah itu kami berfoto bersama, bergantian dengan para sahabat maupun keluarga dari pihak masing-masing. Hanya ada riuh suara canda tawa di pernikahan kami yang begitu menggema di telingaku.


Semua orang terlibat tampak bahagia, selain menikmati beberapa hidangan spesial yang telah di siapkan, para tamu juga merasa terhibur dengan kehadiran seorang penyanyi papan atas Indonesia.


Ia datang khusus untuk mengisi acara dalam pernikahan kami, dan tentunya ini adalah kado pernikahan spesial yang di berikan oleh saudara ipar ku itu.

__ADS_1


Ya, dia adalah Devan. Penyanyi wanita tersebut adalah teman dekatnya. Devan sengaja memintanya untuk mengisi acara dalam pernikahan kami.


Namun ada 1 hal yang lebih mengejutkan ku di hari itu. Yaitu, ketika mas Radit naik ke atas panggung untuk memainkan sebuah lagu menggunakan piano sebagai kado pernikahan kami.


Aku benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini. Lagu yang ia mainkan terdengar begitu tulus dan juga indah.


Mas Radit menyanyikan sendiri lagi tersebut sambil memainkan sebuah piano. Ia membawakan lagu Shane Filan yang berjudul beautiful in white dengan begitu merdu.


"Special gift for my beautiful wife." ucapnya yang sudah duduk menghadap sebuah piano.


Not sure if you know this


But when we first met..


I got so nervous, I couldn't speak..


In that very moment


I found the one and..


My life had found, its missing piece..


So as long as I live I love you


Will have and hold you..


And from now 'til my very last breath..


This day I'll cherish


Tonight..


What we have is timeless


My love is endless..


And with this ring


I say to the world..


You're my every reason


You're all that I believe in..

__ADS_1


With all my heart


I mean every word..


So as long as I live I love you


Will haven and hold you..


And from now 'til my very last breath..


This day I'll cherish


Tonight..


Na na na na


So beautiful in white…


Aku benar-benar menyukainya. Aku tidak pernah tahu jika ternyata suamiku bisa bermain alat musik apalagi piano.


Tapi ternyata, ia sudah bermain piano sejak kecil, karena itu ia terlihat sangat mahir. Devan bilang dulu Radit sangat menyukai musik, namun setelah mereka kuliah tiba-tiba saja Radit berhenti bermain musik.


"Keren kan suami kamu?" ujar Devan yang tiba-tiba saja entah sejak kapan berdiri di samping ku.


Aku hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan kecil sambil tersenyum menatap ke arah mas Radit yang masih berada di atas panggung.


"Dari kecil, Radit suka banget sama musik, apalagi musik jazz atau klasik sih. Dia jago banget main piano, gitar juga bisa." celotehnya lagi membuatku menatap ke arahnya.


"Tapi kenapa saya baru lihat mas Radit main piano hari ini?" tanyaku .


"Ya karena, setelah lulus SMA dia sadar kalau dia harus nerusin bisnis bokap jadi gak mungkin ngambil jurusan lain selain bisnis." jelasnya lagi membuatku hanya bisa mengangguk mengerti.


"Dia sayang banget sama kamu Fik, saya harap kalian selalu bahagia." ucap Devan terdengar tulus.


Ia terus menatap lurus ke arah Radit dengan senyuman yang hangat. Aku tidak mengerti dengan hubungan mereka berdua yang terlihat jauh namun terasa hangat.


Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Nayla sempat bilang jika ia juga mengenal Devan, karena dulu Radit dan Devan terlihat sangat dekat.


"mungkin nanti aku bisa bertanya pada mas Radit." batinku sembari melihat mas Radit yang baru saja selesai bernyanyi dan kembali menuju pelaminan.


Acara berlangsung hanya sekitar 4 jam saja. Setelah puas berfoto dengan para tamu yang tak lain adalah para sahabat dan kerabat dekat kami, akhirnya acara pun selesai.


Setelah ini, hidupku benar-benar berubah total. Aku akan menjalani hidup ku yang baru sebagai seorang istri. Aku sudah berjanji pada ayah, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku.

__ADS_1


__ADS_2