
Akmal POV
Malam itu kami memutuskan untuk pergi ke bioskop, sudah lama rasanya aku tidak menonton film dengannya seperti ini. Fika sangat perhatian, bahkan ia bersikukuh kalau harus ia yang mengemudi malam itu.
Kami pun memilih film genre komedi romantis yang saat itu memang tengah booming. Tepat sebelum film di mulai, ada sepasang kekasih yang datang dan duduk di sebelah kami.
Awalnya aku tidak menyadari siapa mereka, karena aku tidak terlalu memperhatikan dan lampu telah di matikan sehingga keadaan cukup gelap. Sepanjang film di putar entah kenapa Fika terus mengobrol dengan perempuan di sebelahnya seakan mereka saling mengenal.
Ketika aku bertanya ia malah menjawab kalau mereka tidak saling mengenal.
"Aneh sekali" gumamku dalam hati
Dan akhirnya film pun telah selesai di putar, lampu-lampu kembali di nyalakan kami pun bersiap untuk keluar.
Degg,
Ternyata Risa yang sejak tadi asyik mengobrol dengan Fika, membuatku ku tersentak kaget. Namun tiba-tiba saja Risa menghampiri dan menyapaku, bahkan ia mencium pipi kanan dan kiri ku tanpa permisi.
Sesaat aku terdiam karena masih terkejut, dan ketika aku menoleh Fika sudah memasang wajah tergarangnya. Sungguh, saat itu aku punya firasat tidak cukup baik.
Kami pun berlalu pulang setelah berpamitan dengan Risa, ya dia adalah mantan pacarku ketika aku SMA. Pacar pertamaku, dia begitu spesial tapi itu dulu dan kini semua telah berlalu.
Entah kebetulan atau memang takdir yang mengharuskan kami untuk bertemu kembali.
Dan benar saja firasatku, Fika benar-benar marah besar kali ini. Bahkan ia akan turun dari mobil ketika kami sedang bicara.
Tapi tidak mungkin aku akan membiarkannya. Fika sepertinya sangat cemburu, di satu sisi aku sangat senang tapi di sisi lain aku juga sedikit khawatir. Karena tidak pernah Fika bersikap seperti ini.
Kami hampir tidak pernah bertengkar, hubungan kami selalu berjalan dengan baik selama beberapa bulan ini. Aku tetap mengantarkan Fika pulang ke rumahnya, namun ia tetap bungkam sepanjang perjalanan.
Fika hanya marah dan mendiamiku, aku masih beruntung. Jika posisinya yang di balik, aku pasti sudah menghajar habis-habisan mantan pacarnya yang dengan berani
__ADS_1
mencium Fika di hadapanku.
Beruntungnya ia tidak punya mantan pacar. Dan aku adalah pacar pertamanya dan semoga setelah ini aku bisa juga menjadi suaminya. Aku sangat serius menjalani hubungan kami dan entah kenapa Fika terlihat berbeda dari semua mantan pacarku sebelumnya.
Aku sangat takut jika aku akan kehilangan dia, bagaimana jika dia mengetahui tentang masa laluku yang dulu kerap bergonta-ganti pacar sebelumnya. Bagaimana jika nanti Fika kembali bertemu mereka satu persatu.
"Aaarrgghh shit!" batinku
Fika langsung masuk ke rumahnya begitu kami sampai bahkan tanpa sekalipun menoleh padaku. Aku benar-benar menyesal pernah menjadi seorang laki-laki brengsek yang kerap menyakiti hati perempuan.
Cukup lama aku menunggu di depan rumah Fika berharap ia mau keluar lagi menemui ku. Aku menelponnya beberapa kali tapi ia tidak mengangkatnya sama sekali. Aku rasa dia benar-benar marah kali ini, dan akhirnya aku pun memutuskan untuk pulang ke apartemenku.
Aku pun menelpon bang Akhtar agar ia bisa datang ke tempatku, dan setelah itu aku pun melajukan kembali mobilku untuk pulang.
Tidak sampai 1 jam aku pun sampai, dan bang Akhtar pun tak lama kemudian datang.
"Kenapa lu? tumben banget tuh muka lecek banget kayak belum di setrika aja." celetuknya sambil melepas jas dan menaruh tas kerjanya di meja
"Kenapa lu? Berantem sama Fika?" tanyanya lagi sambil mendudukan tubuhnya di sofa
"Ya gitu lah ."jawabku malas
"Kenapa lagi udah pada gede berantem, macam bocah aja lu tuh ."jawabnya santai
"Ya, lagian siapa juga yang mau berantem sih? Fika nya yang ngambek sama gue bang ih!" jawabku kesal
"Ya kan gak mungkin juga anak orang ngambek tiba-tiba tanpa alasan. Paling lu nya masih jelalatan liat cewek. Atau jangan-jangan ketahuan selingkuh lu ya?" Tuduh bang Akhtar sekenanya
"Enak aja kalau ngomong ya lu bang, gue tuh suruh lu kesini pengen minta solusi. Eh malah bikin kepala gue tambah pusing lu ah !" jawabku kesal sambil melemparkan bantal sofa padanya
Bang Akhtar semakin tergelak menertawakan ku yang sedang di selimuti kegalauan.
__ADS_1
"Yasudah, serius deh gue sekarang. Lu ada masalah apa memang sama Fika sampai bisa ngambek tuh anak orang lu buat?" tanyanya mulai serius
"Ya, tadi tuh kita abis jalan bang nonton. Trus tiba-tiba yang duduk di sebelah Fika tuh ternyata Risa bang. Mantan pacar gue waktu SMA dulu." ceritaku
"lah, terus masalahnya dimana? Toh Fika kan gak tahu kan Risa mantan lu ?" tanyanya lagi
"Itu dia masalahnya, tiba-tiba tuh si Risa nyamperin gue bang pakai cipika-cipiki segala lagi. Ya, awalnya emang gak tahu dia tapi kan jadi curiga. Terus yang lebih parah si Risa nyamperin Fika terus ngenalin diri sebagai mantan gue." jelasku lagi
"Ahh, gila ! ya pantes aja lah si Fika ngambek juga. Gimana kalau dia ketemu mantan-mantan lu yang lain ya? Fix lu pasti di putusin langsung ama dia kalau tahu lu suka gonta-ganti pacar !" jawab bang Akhtar santai membuatku takut
"Bang, lu tuh abang gue bukan sih? Kok malah nakut-nakutin sih?" Seru ku
"Ye, jadi lu takut di putusin si Fika? Beneran serius lu ama dia?" ucap bang Akhtar meledek
"Ya serius lah bang, ngapain gue kenali ke elu dan bunda kalau gue gak serius. Fika tuh bener-bener cewek yang beda buat gue." jawabku meyakinkan
"Lagian lu sih tadinya sok-soan banyakin mantan dimana-mana. Sekarang aja giliran lu serius ama cewek, mana percaya dia kalau tahu lu dulu gimana?" ucap bang Akhtar
"Yang udah tuh udah ngapa bang, gak usah di ungkit-ungkit lagi. Sekarang tuh tinggal kasih tahu gue gimana solusinya? Pusing nih kepala gue." tanyaku meminta nasihat darinya
"Mending lu diemin aja dulu sekarang, percuma lu baikin sekarang dia nya pasti masih emosi. Lu telpon juga gak bakal dia angkat, besok pagi seperti biasa aja lu jemput dia. Jangan lupa bawain bunga kesukaan dia, lu minta maaf sama dia." ucap bang Akhtar memberikan nasihat kepadaku
"Iya, sih bang. Hp nya gak aktif gue telpon dari tadi juga. Yaudah besok gue bakal bawain dia bunga sekaligus minta maaf." ucapku
"Eh, tapi lu ada baiknya bilang sama dia nanti kalau dia udah gak marah soal mantan-mantan lu ." ucapnya lagi
"Ah, gue ngeri ah takut dia marah lagi ntar ." keluhku
"Lebih marah mana kalau dia tahu dari orang lain atau kejadian kayak Risa tadi keulang lagi. Abis lu, tamat riwayat lu sama dia ." jelas bang Akhtar lagi
"Iya, sih. ya udah nanti gue coba pikirin buat masalah itu. Thanks ya bang, sekarang gue bisa sedikit lebih tenang." ucapku berterimakasih padanya
__ADS_1