
Hari itu aku tidak merasakan lelah sedikitpun meski terus berjalan mengelilingi taman bunga itu.
Kami sempat mengambil beberapa foto bersama di tiap beberapa spot yang menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto.
Setelah itu akhirnya kami memutuskan untuk menuju menara pandang yang terletak tidak jauh dari taman labirin.
Akmal mengajak ku mencoba untuk menjelajahi taman labirin, namun aku tidak mau karena aku takut tidak bisa keluar dari sana .
Sebuah pemikiran yang kekanak-kanakan bukan? tapi aku bersikeras untuk menikmati landscape keseluruhan taman bunga ini di atas menara pandang saja.
Menara pandang ini memiliki 5 lantai dengan ketinggian 29 meter, dan berada di tempat paling tinggi di seluruh kawasan taman bunga.
Hatiku dibuat tak bisa terhenti untuk berdecak kagum melihat keseluruhan pemandangan seluruh kawasan yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi destinasi wisata terbesar di kota tersebut.
Rasa lelah ku terbayar lunas ketika aku bisa melihat keseluruhan taman bunga ini yang memiliki luas 35 hektar.
"Andai tak lelah, aku ingin menjelajahi setiap jengkal dan sudut tempat yang di penuhi keindahan ini." ucapku sambil menatap kagum pemandangan seluruh taman.
"Tentu, kita bisa menjelajahi semua tempat yang kamu inginkan." ucap Akmal meyakinkan.
"Ahh sudahlah, 3 jam berjalan disini saja membuat ku cukup lelah bagaimana mungkin aku bisa mengelilingi semuanya dengan berjalan kaki." ucapku membantah.
"T?entu saja tidak sekarang, kita bisa kesini lagi kapan pun kamu mau dan menjelajahi bagian manapun yang kamu inginkan." ucapnya sambil memegang kedua tanganku.
"Apa ini bisa di sebut kencan? " tanyaku dengan terus terang.
"Hei, kenapa kau masih bertanya? tentu saja beauty, ini kencan pertama kita." ucapnya tersenyum hangat.
Hampir 1 jam berlalu dan kami masih berada di atas menara pandang, Akmal pun mengajak ku untuk turun. menuju sebuah cafe yang ada ditaman itu untuk makan siang.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore dan kami baru bisa merasakan lapar karena terhanyut dengan suasana indah dan romantis disana.
Setelahnya, kami memesan beberapa makanan dan minuman dingin untuk makan siang kami. Dan tak menunggu lama pesanan pun datang.
"Abis dari sini kita mau kemana? kalau langsung pulang sekitar 2 jam lebih ya kalau lancar sore kita bisa sampai di jakarta sebelum malam." ucap Akmal menjelaskan
"Sayang sekali, sebenarnya aku masih ingin menikmati pemandangan alam disini. Hanya saja mungkin lebih baik untuk kita kembali karena, besok aku harus masuk kerja kembali." ucapku lemas menundukkan kepalaku sedikit bersedih.
"Tenang saja, aku akan ajak kamu kesini lagi kapanpun kamu mau. Kemanapun kamu mau pergi pasti akan aku antar." ucapnya terdengar sungguh-sungguh.
__ADS_1
Aku hanya bisa tersenyum simpul mendengar semua yang Akmal katakan. Jauh di lubuk hatiku, rasanya aku sangat bahagia hari itu.
“Jadi seperti ini rasanya kencan. "gumamku sangat pelan hampir tidak terdengar.
Akmal pun mengernyitkan kedua pangkal alisnya mendengar apa yang spontan saja aku ucapkan dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"Apa ini kencan pertama kamu? " tanyanya terlihat begitu penasaran membuatku terdiam cukup lama.
"Ya," jawabku singkat dengan hati yang sudah menahan malu setengah mati.
"Benarkah? Sungguh?" tanyanya lagi dengan menampilkan deretan gigi putihnya yang terlihat rapi.
"IYA " ucapku lagi dengan penuh penekanan.
"Ya tuhan bagaimana ini, hatiku sekarang rasanya sudah seperti akan meledak saja ." ujarku dalam hati.
"Jadi aku laki-laki pertama yang menjadi teman kencanmu?" tanyanya lagi dengan antusias.
"Astaghfirullah, nanya sekali lagi kamu aku kasih sendok ya." ucapku berpura-pura kesal.
"Baiklah, tapi 1 pertanyaan lagi please." ucapnya sedikit memelas.
*D*egg,
Hatiku terasa seperti akan berhenti berdetak mendengar pertanyaannya.
"Ya Allah kenapa dia harus seterus terang ini." ujarku dalam hati dengan penuh kebimbangan.
"Kenapa gak di jawab? " tanya nya lagi
"Lihat nanti saja ya, lagipula kita baru saling kenal. Sepertinya terlalu cepat untuk membahas sebuah hubungan seperti ini. “ ucapku mencoba memberinya pengertian.
"Tidak butuh waktu lama Fika, untuk jatuh cinta. Seperti aku jatuh cinta padamu." ucapnya dengan menatap mataku dalam.
Mendengarnya membuat ku tersentak kaget, tak tahu harus kalimat apa yang harus aku ucapkan untuk membuatnya puas dan diam.
"Aku udah selesai, mari kita pulang. " ucapku mencoba mengalihkan
Terlihat sedikit raut kekecewaan terpancar dari wajahnya mendengar jawabanku yang mencoba mengalihkan pembicaraan kami.
__ADS_1
Akmal pun segera menuju kasir untuk membayar semua tagihan makan siang kami.
Kami pun berjalan keluar dari taman bunga menuju parkiran dengan santai .
"*A*hh , suatu saat aku harus kembali kesini. " gumamku dalam hati
Anehnya akmal terlihat tidak terlalu bersemangat seperti tadi. Mungkin karena aku selalu mengalihkan pembicaraan tentang hubungan kami. Kami juga sudah tidak berpegangan tangan ketika berjalan seperti tadi.
Dia lebih banyak diam dan sesekali tersenyum, terlihat sekali dengan jelas ia memaksakan bibirnya untuk tersenyum .
Aku pun mengerti mungkin akmal merasa kecewa dengan respon yang ku berikan. Sesampainya di mobil, ia tetap membukakan pintu untukku lalu ketika hendak memakai seatbelt ia pun membantuku.
Sesungguhnya dia orang yang sangat perhatian. Tapi tetap saja untuk berkomitmen dan berpacaran rasanya masih terlalu cepat .
Akmal pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan hanya hening tersisa di antara kami. aku pun berusaha untuk memberanikan diri untuk memecahkan suasana.
“Akmal“ panggilku
"Hemm. " jawabnya singkat
“Aku belum pernah berpacaran seumur hidupku, dan kencan denganmu hari ini adalah yang pertama bagiku." ucapku perlahan
Akmal pun mulai bereaksi, ia tampak berpikir lalu ia pun menepikan mobilnya terlebih dahulu.
"Jadi kamu serius kalau ini kencan pertama kamu? " tanyanya
"Ya, dan kamu tau artinya itu? “ tanyaku,
Akmal hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“Usiaku saat ini sudah 24tahun , dan ibuku ingin aku segera mencari seseorang yang bisa aku jadikan seorang pasangan hidup. Karena itulah aku sangat berhati-hati untuk memulai menjalani hubungan dengan seseorang. Aku tidak ingin memulai suatu hubungan yang tidak serius, karena aku tidak ingin mengecewakan ibuku. Aku mempunyai adik perempuan yang sudah duduk di bangku kuliah, dan dia sudah mempunyai pacar. Ibuku sangat takut jika adikku pada akhirnya nanti menikah lebih dulu dariku karena aku yang belum pernah berpacaran sampai saat ini. Jadi apa kamu mengerti maksud ku? “ tanyaku perlahan setelah menjelaskan dengan detail
Akmal tampak sedang berpikir dan mencerna setiap kata yang aku ucapkan.
"Jadi jangan terlalu terburu-buru, aku ingin kamu meyakinkan diri kamu terlebih dahulu apa kamu memang berniat untuk serius kepadaku atau tidak. Jika kau serius kita bisa melanjutkannya dengan perlahan, jika tidak aku rasa kita tidak perlu untuk melanjutkannya. okay?" jelasku panjang lebar
" Fik, aku benar-benar serius ingin menjalani hubungan ini sama kamu. Hanya saja aku tidak terlalu percaya diri dengan diriku saat ini. Aku keluar dari kampus tanpa menyelesaikan kuliahku. Sekarang, aku masih bekerja sebagai komikus pendapatanku masih bergantung dengan seberapa banyak karya yang aku ciptakan. Apa kamu mau menerima aku apa adanya, dan menungguku sampai aku benar-benar mapan dan pantas bersanding denganmu? " ucapnya menjelaskan situasinya dan meminta kesediaanku.
“Tentu, masih banyak waktu mengejar masa depan. Aku akan selalu mendukung kamu dalam pekerjaan kamu.“ ucapku sambil tersenyum lembut
__ADS_1
Akhirnya kami sepakat untuk saling mendukung terlebih dahulu dalam hubungan kami dan mencoba untuk lebih saling mengenal satu sama lain.