
"Sayang, hapus dulu make up kamu." ucapnya tiba-tiba bak Guntur di siang hari yang menggelegar
"ke..kenapa emang?" tanyaku sedikit kesal
"Sejak turun dari mobil, banyak laki-laki yang menatap kamu penuh minat. Aku gak suka, pokoknya kamu cuma boleh keliatan cantik depan aku aja. No complain ! atau kita pulang sekarang!"
"sial." batinku
"iya, iya aku hapus! sebentar aku ke toilet" ucapku dengan menahan kesal yang di ubun-ubun
"menyebalkan!" gerutu ku pelan sambil melangkah mencari toilet untuk menghapus make up ku
Aku pun mengikuti perintah Sultan untuk menghapus make up ku yang sebenarnya tidak berlebihan sedikit pun. Aku hanya akan menggunakan lip tint dengan warna merah muda nanti agar wajahku tidak terlihat pucat.
"loh mbak kenapa make up-nya di hapus? padahal mbak udah perfect Lo make up nya?" tiba-tiba seorang perempuan di sampingku bicara
Ia sedang merapikan make up-nya, kelihatan sekali ia lebih muda beberapa tahun dariku. Wajahnya sangat cantik, dan ia juga terlihat ramah.
"hemm, ya gini deh kalau punya pacar posesif dan pencemburu. Mau tampil cantik di depan umum aja susahnya minta ampun." jawabku sambil terus menghapus make up di wajahku sedikit demi sedikit
"Woow, sepertinya dia tipe pria idamanku. " serunya terkekeh menanggapi alasanku
"Kalau aku sih sedikit kurang nyaman sebenarnya sama sikap posesif dia, tapi kalau cinta ya gimana ?" jawabku tertawa kecil sambil mengoleskan lip tint di bibirku
"Ya sudah, duluan yaa." ucapku pamit hendak keluar yang di jawab senyuman manis darinya
Setelah selesai, aku pun kembali menghampiri Akmal yang sedang menungguku sambil bermain ponsel .
"Sudah, yang." ucapku berbisik pelan di telinganya sengaja mengejutkannya
"udah tahu." jawabnya cuek membuatku mencebik karena kesal dan berdiri membelakanginya
Ia pun tertawa gemas melihatku yang kesal. Akmal langsung memutar tubuhku kembali menghadapnya, tapi aku masih kesal aku dan aku tidak ingin menatap wajahnya saat ini.
Akmal mengangkat daguku agar aku dapat melihat wajahnya, Ia menatap ku dengan wajah cerahnya .
"Sorry." ucapnya kemudian menggenggam lembut tanganku dan mengajakku untuk segera masuk ke dalam
Kami duduk di bangku paling ujung di barisan tengah, Karena ini weekend banyak pasangan lain di sekeliling kami yang juga menghabiskan waktunya untuk menonton film di bioskop.
Dan tak lama kemudian perempuan yang mengobrol denganku ketika di toilet pun datang. Ia menyapaku dengan sangat ramah, ia datang dengan seorang laki-laki yang terlihat cukup dewasa.
"hai, ketemu lagi ternyata." ucapnya ramah sambil duduk di sebelah ku
"oh hai, kamu nonton film ini juga ?" tanyaku sekedar basa basi
"Iya nih mbak, udah lama baru sempat !" jawabnya lagi
"Kamu ngobrol sama siapa ? kamu kenal?" tanya Akmal berbisik pelan
__ADS_1
Aku menggeleng pelan sambil tersenyum kemudian berbisik di telinganya.
"baru ketemu disini kok yang." jelasku
Akmal pun hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti. Film yang kami tonton hari ini adalah film yang bergenre komedi romantis.
Sepanjang menonton film, kami dibuat kerap tertawa karena kekonyolan ceritanya dan tersenyum-senyum karena merasa terkesan dengan setiap adegan romantisnya .
Kurang lebih selama 2 jam, film di putar dan akhirnya selesai. Begitu lampu dinyalakan , aku dan Akmal bersiap untuk keluar dan Akmal terlihat terkejut melihat perempuan yang sejak tadi duduk di sebelahku.
Mungkin tadi karena keadaan gelap, dan ia tidak terlalu memperhatikan jadi ia tidak melihat perempuan itu dengan jelas . Entah ada apa dengan Akmal membuatku sangat penasaran.
Sesaat perempuan di sebelahku dan Akmal saling bertatapan penuh keterkejutan.
Mungkin mereka pernah bertemu, atau memang saling mengenal. Aku hanya bisa menebak-nebak dalam hatiku.
"Oh, hai. " sapa perempuan yang duduk di samping ku tadi berjalan melewatiku
Ia dengan berani mengulurkan tangannya dan segera menggapai tangan Akmal yang sejak tadi diam saja tercengang. Dengan gerakan tiba-tiba perempuan itu mencium pipi kanan dan kiri Akmal santai sambil tersenyum begitu sumringah.
Dan lihatlah, laki-laki yang datang bersamanya hanya cuek saja melihat apa yang dilakukan pasangannya itu. Walaupun mereka sudah saling kenal, rasanya mereka tidak perlu berlebihan seperti itu membuatku kesal dalam hati.
Aku berusaha membuat perasaanku senetral mungkin, Walaupun hatiku sudah panas dan kesal di bakar api cemburu yang sudah berkobar sejak tadi.
"Kalian saling kenal?" tanyaku menengahi percakapan mereka yang sedang berbasa basi berdua tanpa memperdulikan aku dan kekasih dari perempuan itu
"huh.. bahkan aku tidak tahu apakah itu kekasihnya atau bukan?" batinku kesal
"Sayang, emh aku." ucapan Akmal langsung di potong olehnya
"Kenalin mbak, aku Risa. " ucapnya mengulurkan tangannya padaku dengan senyum lebar
"Fika." jawabku singkat
"Jadi , pacar mbak tuh Akmal. "ucapnya dengan senyum seakan mengejekku
"Iyaa. " jawabku tersenyum memaksakan
"Kita udah kenal lama loh mbak, dari SMA ." ucapnya santai dengan senang memamerkan hubungan mereka
"Oh teman SMA "jawabku santai mencoba untuk tidak terbawa emosi
"Iyaa mbak, Aku pacar pertamanya dulu loh. Lucu kan kita bisa ketemu kaya gini?" ucapnya sok asik membuatku semakin jengkel
"Sayang, kita pulang sekarang yuk kita makan malam di rumah kamu aja. aku udah kangen masakan ibu ." ucapnya mencoba mengalihkan
Aku pun hanya menganggukkan kepalaku sebagai tanda setuju. Lagipula situasinya sudah membuatku kegerahan setengah mati disana. Belum sempat Risa bicara, Akmal langsung menarik tanganku meninggalkan bioskop dengan sangat terburu-buru.
Aku bisa merasakan ketakutan dan kegugupan Akmal saat itu, karena pertemuan yang tidak di sengaja itu membuat rencana kami berubah total. Akmal langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari mall tersebut.
__ADS_1
Aku sangat kesal dan rasanya benar-benar menjengkelkan ketika bertemu dengan mantan pacar dari pasangan kita . Dan yang lebih membuat ku sebal karena perempuan itu terlihat lebih dulu muda, lebih cantik, dan lebih menarik dariku.
Bahkan dia memperkenalkan dirinya sebagai mantan pacarnya padaku tanpa tahu malu. Kepercayaan dirinya betul-betul sangat tinggi, ia bahkan tidak malu mencium mantan pacarnya di tempat umum, apalagi ada aku dan pasangannya sendiri disana.
"*aku rasa dia udah kurang waras cium pacar orang di depan pacarnya sendiri. Dan bodohnya cowok itu memilih bersikap acuh dan biasa-biasa saja. sangaaat mirip dengan seseorang" pikirku
"Ah yaa si manusia kulkas."gumam ku dalam hati*
"Sayang, kamu mau kita pergi kemana lagi sekarang?" tanya Akmal membuyarkan lamunanku
"Kamu bilang tadi mau pulang aja ke rumah dan makan malam di rumah aku. gimana sih?" jawabku ketus
"Yang, aku gak serius tadi. Sekarang kamu mau kita makan dimana ? Kita cari tempat yang bagus yuk?" tanyanya bersikap manis padaku seolah tak ada yang terjadi
Sikapnya membuat kekesalan ku bertambah 2 kali lipat. Mulutku seakan terkunci rapat enggan mengeluarkan suara apapun. Biarlah, dia bahkan tidak meminta maaf padaku dan tidak merasa bersalah telah bermesraan dengan perempuan lain.
"Sayang?" panggilnya kembali dengan lembut sambil menatap ke depan tetap fokus mengemudi.
Aku sudah menulikan telinga dan juga membisukan bibirku enggan menanggapinya.
Perlahan aku menyandarkan tubuhku dan memejamkan mataku mencoba untuk membuat diriku rileks beberapa saat .
Namun tiba-tiba Akmal menepikan mobilnya dan berhenti. Ia menarik lembut tanganku, dan meminta maaf.
"Sayang, maafin aku soal kejadian tadi. Aku, aku bener gak tahu bakal ketemu sama dia." ucapnya sambil menggenggam tanganku menariknya dan menahannya di dadanya.
"Aku udah gak ada hubungan apapun sama dia, semenjak lulus SMA aku gak pernah ketemu dia lagi yang. Baru kali ini, dan lagi sial aja bareng sama kamu juga."jelasnya dengan sungguh-sungguh
Ku tatap wajahnya dalam mencari kebohongan di matanya. Namun nihil tak terlihat, hanya ada kejujuran di matanya .
"Jadi maksud kamu, kamu ngerasa sial harus ketemu sama dia pas lagi sama aku? jadi kamu gak bisa leluasa gitu yaa nemuin dianya, gitu maksud kamu? " tanyaku dengan nada yang kesal
"Bu, bukan gitu maksudnya yang.Aku tuh gak pengen ketemu dia juga lagian. ih kamu ngerti dong maksud aku." jawabnya terbata dan mulai salah tingkah
"Aku turun." ucapku singkat sambil membuka seatbelt yang terpasang di tubuhku lalu hendak membuka pintu
Namun Akmal dengan cepat mengunci pintunya agar aku tidak bisa keluar. Aku terus mencoba membuka pintunya namun tetap tidak bisa.
"Akmal Buka !" ucapku tegas
"Enggak, aku gak akan bukain pintunya. Kamu gak boleh turun disini." ucapnya tak ingin di bantah
Lalu ia kembali memasangkan seatbelt nya di tubuhku tanpa permisi. Dengan gerakan cepat ia melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang.
"Aku benar-benar benci dia yang pemaksa" batinku
Sepanjang jalan aku hanya diam mempertahankan kebisuanku . Sesekali ia mencuri tatap padaku sambil fokus mengemudikan mobilnya menuju rumahku.
Kurang dari 1 jam, akhirnya kami pun sampai dan begitu kunci pintu mobil terbuka aku langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya dengan kesal.
__ADS_1
Aku tidak peduli lagi dia yang mengemudi sendiri walaupun ia baru saja pulih. Kekesalan ku sudah berada di puncaknya dan aku sedang benar-benar muak padanya.
"pertengkaran pertama kami akhirnya terjadi." batinku