
"Diandra?"
Tangan Gibran mulai bergetar ketika dia melihat testpack yang kini berada digenggamannya sambil menatap istrinya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan, tapi dihadapannya Diandra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Beberapa detik setelahnya Gibran tersenyum lebar dan memeluk istrinya dengan erat sambil terus memberikan ciuman di puncak kepalanya dengan sayang.
Sungguh dia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dia sekarang karena mengetahui berita kehamilan istrinya. Dalam dekapannya Diandra terseyum sambil membalas pelukan suaminya dengan cukup erat.
Keinginan mereka terwujud kehamilan Diandra benar-benar membuatnya bahagia.
"Terima kasih sayang"
Gibran membisikkan kata-kata itu hingga berkali-kali.
"Aku bahagia sekali Mas kita akan memiliki baby lagi." Kata Diandra dengan senyuman
"Aku sangat bahagia hingga tidak bisa menjelaskannya lagi." Kata Gibran
"Aku juga Mas"
Setelah cukup lama berpelukan Gibran melepaskannya lalu menahan tengkuk Diandra dan menciumnya dengan penuh kelembutan. Anak-anak mereka sedang bersama dengan Dara untuk pergi ke taman bermain dan menghabiskan waktu bersama.
Merasa bebas dan tidak takut dilihat anak-anaknya Diandra memejamkan matanya sambil membalas ciuman itu juga mengusap leher suaminya. Bergerak mundur Gibran mendorong tubuh Diandra hingga kini keduaya terjatuh ke atas ranjang.
Semakin menggebu Gibran melepaskan ciuman mereka lalu beralih pada leher Diandra dan mengecupnya membuat suara lenguhan mulai terdengar.
"Boleh aku menjenguk baby kita?" Bisik Gibran
"Ngh boleh"
Gibran tersenyum dia menjauhkan wajahnya lalu mendekat ke perut Diandra dan mengangkat kaos istrinya sambil menciumnya.
"Hai baby tunggu ya? Daddy akan menyapa kamu." Kata Gibran
Diandra tersenyum dan mengangkat tangannya ketika Gibran ingin melepas kaosnya.
"Kenapa kamu semakin seksi sayang?" Tanya Gibran
"Mas kamu jang... ahh"
Diandra mendesah pelan ketika Gibran menyentuh titik sensitifnya.
"Do you like it?" Tanya Gibran
"Emm"
Dalam diam Diandra memperhatikan bagaimana suaminya melepaskan kaos yang dia kenakan dan memperlihatkan tubuh kekar Gibran dengan perut kotak-kotaknya.
"Kenapa?" Tanya Gibran ketika melihat istrinya yang menatap tubuhnya
"Kamu sering olahraga ya Mas?" Tanya Diandra
"Hm setiap pagi aku kan jogging dan kalau minggu aku ke gym." Kata Gibran
Diandra yang tadinya berbaring di ranjang bangun dan menyentuh perut kotak-kotak milik suaminya sambil mengusapnya pelan membuat Gibran memejamkan matanya.
"Aku suka"
Gibran menangkap tangan Diandra yang masih mengusap perutnya dan kembali mendorong istrinya itu untuk berbaring lalu menciumnya dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Memeluk tubuh suaminya Diandra hanya bisa pasrah dan dengan suka rela membuka bibirnya untuk memberikan akses bagi Gibran menciumnya.
Tangan Diandra juga tidak bisa diam dia terus mengusap punggung polos suaminya yang tidak tertutup apapun.
"Ngh"
Diandra melenguh dengan tangan yang refleks memeluk suaminya sangat erat ketika Gibran kembali mengecup lehernya.
"Mass"
Hanya gumaman pelan yang Gibran berikan karena dia tengah asik dengan aktivitasnya.
Setelah merasa puas Gibran menjauhkan wajahnya dan menatap Diandra dengan senyuman sambil melepas kaitan bra yang digunakan istrinya.
"Aku rasa kita akan melakukan pemanasan yang cukup lama sayang." Kata Gibran
Diandra baru ingin menjawab, tapi gerakan tiba-tiba sang suami yang menyentuh dadanya membuat dia mendesah pelan.
"Mas... kamu... kamu mmh"
Gibran semakin bersemangat karena mendengar suara lenguhan Diandra yang sangat dia suka.
"Diam dan nikmati permainan kita sayang"
Tentu saja Diandra tidak lagi bisa memberikan penolakan karena dia tidak bisa berbohong bahwa dia juga menginginkannya.
Diandra juga tau bahwa Gibran tidak akan mudah untuk berhenti, tapi biarkan.
Untuk kali ini selagi anak-anak tidak ada di rumah.
¤¤¤
Perkataan yang baru saja Gibran ucapkan tentang kehamilan istrinya membuat Dara terkejut bukan main sambil terus menatap testpack yang tadi anaknya berikan. Saat mendongak serta mendapatkan anggukan dari keduanya Dara tersenyum bahagia lalu mendekat pada menantunya dan memberikan pelukan hangat.
Diandra ikut tersenyum dan membalas pelukan mertuanya yang kini mencium pipinya sambil mengucapkan selamat. Ditempatnya Gibran memperhatikan dengan senyuman tadinya dia fikir semua orang akan ada di rumah, tapi ternyata hanya ada Mama nya saja.
Di pangkuannya sudah ada Danira yang terlihat sibuk dengan dot kalau Gavin anaknya itu sedang menonton tv.
"Sayang Mama senang sekali mendengarnya." Kata Dara
Melepaskan pelukannya Dara mencium kening menantunya cukup lama dan kembali memeluknya dengan sayang.
"Kalian sudah periksa?" Tanya Dara
"Belum Ma rencananya besok saja." Kata Gibran
"Jaga kesahatan ya sayang? Jangan makan yang aneh-aneh kalau kamu gak mau masak dan Bi Diah gak ada pergi ke rumah Mama." Kata Dara sambil menangkup wajah menantunya
"Iya Mama"
"Sekarang kalian mau makan dulu gak? Mama masak udang." Kata Dara
"Em aku sudah makan Mama tadi waktu mau kesini makan dulu." Kata Diandra
"Yaudah nanti kalau kamu mau pulang Mama akan bawakan kue yang tadi Mm buat untuk Gavin." Kata Dara
"Iya Ma"
__ADS_1
Mereka tersenyum dan Dara kembali memeluk menantunya lagi karena merasa sangat senang. Cukup lama hingga rengekan Danira terdengar membuat Diandra melepaskan pelukannya dan melihat Gibran yang menggendong anaknya, tapi tidak seperti biasa Danira malah menangis.
"Ndak ndak Mamaaa"
Diandra tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya dan menggendong anaknya.
"Mama mamaaaa"
"Iya Danira sayang ini Mommy." Kata Diandra sambil mencium puncak kepala anaknya dengan sayang
Danira refleks diam lalu memeluk Mommy nya dengan manja dan menyandarkan kepalanya di bahu Diandra.
"Ngantuk hmm?" Tanya Diandra
"Boboo"
"Ma Mas aku ke kamar dulu ya? Mau tidurin Danira." Kata Diandra
Setelah meminta izin Diandra membawa anaknya ke dalam kamar karena Danira terlihat sudah sangat mengantuk. Sampai di kamar Diandra membaringkan tubuh anaknya di atas ranjag dan ikut berbaring disampingnya sambil mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan.
Setiap kali mau tidur Danira memang akan selalu mencarinya bahkan anak itu akan sulit untuk tidur jika Diandra tidak menemaninya. Namun, hal itu tidak berlaku untuk bangun tidur karena kalau bangun dari tidur Danira justru diam dan tidak rewel.
"Mamaaa"
Diandra tersenyum lalu mencium kening anaknya dan memberikan dekapan hangat untuk anaknya.
Menunggu hingga Danira benar-benar terlelap dalam tidurnya.
¤¤¤
"Gavin akan punya adik ya?"
Pertanyaan itu Gavin ajukan dengan wajah berbinar serta penuh harap membuat Diandra tersenyum melihatnya dan membawa anaknya itu untuk duduk dipangkuannya. Mencium pipi anaknya dengan gemas Diandra memeluknya erat sambil mengatakan bahwa Gavin memang akan memiliki seorang adik lagi.
Tentu saja perkataan itu membuat Gavin senag bukan main dia bahkan sedikit mendorong tubuh Diandra lalu turun dan bersorak senang. Melihat hal itu Gibran juga merasa sangat senang dan memeluk anaknya itu dengan sayang.
"Gavin mau adik laki-laki bial bisa ajak main bola sama lobot." Kata Gavin senang
Gibran hanya bisa tersenyum sambil mengusap punggung anaknya dengan sayang lalu mencium pipinya.
"Gavin mau tidul sama Mommy dan Daddy." Kata Gavin
Diandra tersenyum sambil ikut memeluk Gavin dan mengatakan hal yang membuat anak itu tersenyum senang.
"Iya kita tidurnya berempat sama Danira juga ya?"
Keluarga mereka semoga akan selalu bahagia tanpa ada masalah lagi.
...The End...
Iya ini udah beneran sampai ending hehe makasih banyak yang udah ikutin cerita ini sampai sekarang💞
Alasan aku tamatin cerita ini karena aku udah gk mau bikin konflik lagi, jadi lebih baik kalau ditamatin aja dengan happy ending❤
Setelah ini bakal ada extra part mungkin tiga atau lima yang jelas extra part nya sampai baby ketiga Diandra dan Gibran lahir😄
Sekali lagi makasih untuk dukungannya aku sayang banget sama kaliann💞
__ADS_1
Big lovee dari keluarga Diandra-Gibran untuk pembaca setia Obsession😚
Jangan cemas mereka bakal akur terus dan gak bakal ada konflik lagiiii💞