
Alexa masuk ke dalam kamar Danira dia menghampiri Danira yang sedang duduk sambil membaca bukunya dan ketika duduk Danira langsung menatapnya, dia tersenyum. Keadaan Danira memang sudah semakin membaik dia mau makan tanpa di minta lagi dan Danira sudah merasa lebih tenang dari sebelumnya.
Hari ini Danira masih belum berangkat ke sekolah kata Gibran besok saja, jadi dia hanya diam di kamar dan Alexa datang ternyata setelah pulang sekolah. Tak lama Arsaka juga muncul dari balik pintu dia masuk ke dalam bersama dengan Gavin juga.
"Lexaa"
"Udah baikan?" Tanya Alexa
Danira tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Memang udah gila tuh Aura dia di sekolah jadi omongan semua orang, sukurin." Kata Alexa
Danira hanya tersenyum saja.
"Udah makan belum?" Tanya Gavin
"Udah Kak." Kata Danira
"Banyak enggak makannya?" Tanya Gavin lagi
"Banyakk"
Gavin mengangguk singkat lalu mendekat dan menyentuh dahi Danira, takut adiknya itu demam lagi.
"Enggak panas Kak." Kata Danira sambil tersenyum
"Takutnya"
"Besok udah sekolah La?" Tanya Arsaka
Danira langsung tersenyum dan mengangguk dengan semangat.
"Udahh! Tau enggak Kak? Dari tadi Manda berisik banget katanya dia kesepian." Kata Danira sambil tertawa
"Salahnya punya temen deket cuman satu." Kata Gavin
"Yeee mendingan sedikit tau dari pada banyak, tapi enggak tulus." Kata Danira
"Iya iya udah pinter jawab sekarang." Kata Gavin
Danira tertawa pelan lalu menatap Alexa yang kini tersenyum padanya.
"Kamu ketemu Kak Aura di sekolah?" Tanya Danira
"Ketemu lah tiap hari dia kan sekelas, tapi sebel banget liatnya kayak gak ada rasa bersalah sama sekali." Sungut Alexa
"Aku kesel sama dia!" Kata Danira
__ADS_1
"Sama! Satu sekolah udah tau kelakuan dia, jadi dia di omongin sama satu sekolah bahkan beberapa guru ada yang tau, dia di tegur sama guru juga." Kata Alexa
"Kenapa ya dia ngelakuin itu sama aku? Nanti kalau enggak ada yang nolong aku gimana? Aku enggak bisa disini lagi." Kata Danira
"Udah jangan di bahas lagi nanti kamu kepikiran." Kata Gavin
Danira hanya tersenyum lalu menatap Gavin yang keluar dari kamar dan membawa kantung plastik besar.
"Nih peralatan melukis, lengkap, satu set aku beli." Kata Gavin
Mata Danira langsung berbinar senyumnya mengembang dengan sempurna dia mengambil plastik itu dan mengeluarkan semua isinya.
"Aaaa sayang Kak Gavin." Kata Danira
Gadis itu turun dari ranjang dan memeluk Gavin dengan erat membuat pria itu juga Alexa serta Arsaka tertawa melihatnya.
"Makasih Kakakkk." Kata Danira
"Hm udah jangan melamun lagi." Kata Gavin
Danira mengangguk dengan semangat dan langsung melihat alat lukisnya yang lengkap, senang sekali.
"Kakak beli pakai uang Kakak sendiri?" Tanya Danira
"Enggak dong minta Daddy." Kata Gavin dengan bangganya
Danira cemberut, tapi setelahnya tertawa dan memeluk Gavin lagi.
°°°°
Danira duduk di halaman belakang rumah bersama dengan Arsaka yang juga duduk di sampingnya, tangan pria itu menggenggam dengan sayang tangannya dan memberikan usapan penuh kelembutan dengan ibu jarinya. Senyum Danira terbentuk dengan sempurna kehadiran Arsaka membuat suasana hatinya semakin membaik.
Pria itu membuat takutnya hilang dan rasa tidak nyaman yang ada di hatinya lenyap begitu saja, Danira sayang sekali pada Arsaka. Masalah mantan kekasih pria itu Danira tidak mau ambil pusing, Aura tidak akan melakukan apapun lagi, dia yakin.
"Maaf ya? Karena Kakak kamu sampai harus mengalami hal itu, Kakak benar-benar enggak ngerti sama Aura padahal kita udah lama selesai, tapi mungkin salah Kakak juga yang dulu sakitin hati dia." Kata Arsaka pelan
Danira menatap pria itu dalam diam.
"Harusnya kalau mau balas dendam ke Kakak aja jangan ke Ila." Kata Arsaka
Pria itu menghela nafasnya pelan dan Danira tersenyum lalu meletakkan satu tangannya di tangan mereka yang saling menggenggam.
"Kakak jangan bahas itu lagii, bahas yang lain ajaa, katanya Kakak mau ajak Ila jalan-jalan." Kata Danira
"Iya nanti kalau libur ya?" Kata Arsaka
"Iyaa, ke pantai kan? Kakak bilang mau ajak Ila ke pantai nanti Ila mau ambil foto waktu sunset terus Ila lukis." Kata Danira dengan penuh semangat
__ADS_1
Arsaka tersenyum mendengarnya, sesaat setelahnya Danira menyandarkan kepala di bahunya.
"Kak Saka jangan tinggalin Ila ya?" Kata Danira
"Siapa yang mau ninggalin kamu hm? Enggak ada." Kata Arsaka dengan penuh kelembutan
"Takutnya.. Aku suka deh kalau lihat Kakak pakai gelang." Kata Danira sambil melihat ke arah tangan kiri Arsaka
Di tangan kiri pria itu ada dua gelang yang melingkar.
"Yang satu ini dari kamu." Kata Arsaka
"Satu lagi?" Tanya Danira
"Mama." Kata Arsaka
Danira mengangguk faham dia menjauhkan wajahnya juga menarik tangannya untuk menyentuh gelang Arsaka yang menarik perhatiannya.
"Kata Kak Gavin di tangan Kakak ada tato nya." Kata Danira
"Hah? Enggak, bukan ada tato, tapi aku kepikiran mau pasang tato di sini cuman enggak boleh Mama, jadi enggak jadi." Kata Arsaka
Danira mengangguk faham, berarti dia salah dengar.
Lagian Gavin bicara pas dia baru bangun tidur ya Danira enggak fokus.
"Kenapa mau pasang?" Tanya Danira
"Ya mau aja, tapi dulu sekarang udah enggak mau lagi." Kata Arsaka
"Kenapa enggak mau lagi?" Tanya Danira
"Ya karena enggak bakal di kasih izin." Kata Arsaka
"Kalau di bolehin?" Tanya Danira
Arsaka tertawa pelan mendengarnya lalu mencubit gemas pipi Danira.
"Kamu kepo banget sih, jadi gemes." Kaya Arsaka
"Hehe"
"Enggak La memang udah enggak mau juga." Kata Arsaka
Danira mengangguk singkat lalu tersenyum pada Arsaka, kenapa pacarnya ini tampan sekali?
Pantas saja Aura tidak bisa move on Arsaka saja setampan ini!
__ADS_1
°°°°
Aaaa maaf baru bisa updateee😭