Obsession

Obsession
Makan Malam


__ADS_3

Makan malam bersama teman suaminya bukanlah ide yang buruk Diandra juga merasa bosan kalau hanya berdiam diri dan sekarang dia sudah siap dengan dress longgar selutut juga rambut yang tergerai, perutnya yang mulai membuncit terlihat dengan jelas. Suaminya juga sudah siap dengan kemeja putih dan celana panjangnya yang entah kenapa terlihat sangat tampan.


Diandra rasa apapun yang suaminya pakai selalu bagus dan cocok serta membuat pria itu semakin tampan, pesona Gibran memang luar biasa. Setelah siap Gibran menatapnya dengan senyuman lalu mengulurkan tangannya yang langsung disambut hangat dengan Diandra.


Tangan mereka saling bertautan dan bersama-sama mereka keluar dari apartemen karena malam ini Diandra memang ingin menginap disana.


"Aku sudah cantik kan?" Tanya Diandra membuat Gibran menoleh untuk menatapnya


"Kamu selalu cantik baby." Kata Gibran


Diandra tersenyum dan menyandarkan kepalanya di lengan Gibran membuat suaminya itu tersenyum.


"Gendut juga cantikk? Aku sekarang gendut." Kata Diandra


Gibran tertawa kecil mendengarnya, dia malah suka Diandra dengan tubuh berisi benar-benar menggemaskan membuat Gibran selalu ingin mencubit pipinya.


"Hmm tetap cantik." Kata Gibran membuat Diandra tersenyum senang


Dia kadang suka melihat ke cermin sambil bertanya-tanya, apa Gibran masih tetap menyukainya?


Membukakan pintu mobil untuk istrinya Gibran berlari memutar dan masuk dari pintu lainnya. Menghidupkan mobilnya mereka mulai melaju pergi ke tempat dimana dia dan Nicholas sudah berjanji untuk bertemu.


Mata Diandra berbinar menatap ke luar dia memperhatikan jalanan yang cukup ramai karena ini masih pukul tujuh malam. Dulu Diandra tidak pernah membayangkan kalau dia akan duduk bersanding bersama Gibran dengan status sebagai pasangan suami istri.


Memang Diandra menyukai Gibran, tapi dia berani bersumpah kalau dia tidak pernah sekalipun berfikir untuk menikah.


"Daddy"


"Hmm"


"Aku mau nanya boleh?" Tanya Diandra


"Tanya apa sayang?" Kata Gibran sambil menoleh sekilas


Diandra tersenyum lalu menanyakan hal yang selalu mengganggu fikirannya.


"Setelah menikah dengan aku apa Daddy bahagia? Apa Daddy pernah menyesal karena menikah denganku?" Tanya Diandra


"Kenapa tanya hal itu hmm?" Tanya Gibran


"Mau tau aja." Kata Diandra


"Boleh aku jawab nanti sayang?" Kata Gibran


"Kenapa tidak sekarang?" Tanya Diandra


"Aku akan menjawabnya nanti sambil menatap mata kamu agar kamu percaya kalau aku bicara jujur." Kata Gibran


"Hmm tapi, janji bakal jawab ya?" Kata Diandra


"I'm promise"


Diandra tersenyum lalu kembali menatap keluar, dia akan mendengar jawabannya nanti.


Jawaban dari pertanyaan yang sering kali mengganggu fikirannya.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas menit akhirnya mereka sampai di restoran dan Gibran bergegas turun lalu membukakan pintu untuk istrinya. Sekali lagi tangan mereka saling bertautan dan bersama-sama masuk ke dalam.


Mata Gibran menjelajah mencari keberadaan temannya hingga dia melihat sosok Nicholas bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Tersenyum manis Gibran mengajak Diandra untuk menghampiri temannya.


"Nic"


Nicholas dan istrinya menoleh mereka tersenyum ketika melihat Gibran bersama istrinya. Apalagi istri Nicholas yang langsung menyapa dan memberikan pelukan singkat pada istri teman suaminya.


"Haii"


"Haii"


Setelahnya mereka sama-sama duduk dan mata Diandra tidak lepas dari anak kecil berjenis kelamin perempuan yang terlihat sangat cantik, mungkin usianya sama seperti Alana.


"Jadi, dia istri kamu Gibran? Dia juga sedang hamil sekarang itu bagus kan? Kalian akan segera punya anak." Kata istri Nicholas dengan penuh semangat

__ADS_1


Nicholas hanya tersenyum melihat istrinya, dia sengaja memang mengajak istrinya untuk ikut karena wanita itu terus mengeluh bosan padanya.


"Oh kenalin aku Ellena istrinya Nicholas." Kata Ellena sambil mengulurkan tangannya


Diandra tersenyum dan membalas uluran tangan itu.


"Aku Diandra, senang bertemu dengan Kakak." Kata Diandra


"Kakak? Kenapa dia panggil aku Kakak sayang?" Tanya Ellena pada Nicholas


"Tentu saja sayang dia lebih muda dari kamu." Kata Nicholas


Ellena mengangguk faham lalu dia membawa anaknya ke dalam pangkuannya.


"Ugh Mommy aku mau duduk cendili." Keluh anak itu


Diandra tertawa kecil melihatnya, mirip sekali dengan Alana.


"Sandrina sayang harus kenalan dulu sama Aunty Diandra." Kata Ellena


Anak itu memasang wajah sebalnya lalu mengulurkan tangannya.


"Hai Aunty aku Candlina." Kata Sandrina


Diandra tersenyum lalu menyambut uluran tangannya.


"Hai juga cantik"


Mengusap pipi tembam Sandrina dicubitnya pelan itu membuat tangan Sandrina refleks memukulnya pelan.


"Ih jangan cubit"


"Sayang kok gitu? Maaf ya Diandra dia ini memang sama aja kayak Nic gak mau kenal sama orang." Kata Ellena


Nicholas hanya diam sedangkan Diandra tersenyum mendengarnya.


"Maaf ya Sandrina habisnya kamu lucu pipinya tembem banget." Kata Diandra


"Iyaa orang dicubit telus camaa Mommy cama Daddy." Kata Sandrina


"Kamu harus tau kalau dia tidak bisa diam Gibran." Kata Nicholas


"Wajar saja dia kan anak kecil." Kata Gibran


"Kalian tinggal dimana? Mungkin aku bisa sering main." Kata Ellena dengan semangat


"No Elle"


Perkataan Nicholas dia abaikan dan malah kembali bertanya yang dijawab dengan Diandra.


"I know! Aku akan sering main nanti sama Sandrina." Kata Ellena sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Itu bagus aku juga sering kesepian, jadi biasanya aku ikutin Kak Gibran terus." Kata Diandra


"Kamu harus tau kalau aku seperti di penjara karena Nicholas tidak pernah mengizinkan keluar kalau tidak sama dia." Kata Ellena sambil menatap sinis suaminya


Nichola hanya mengangkat bahunya acuh, dia tidak suka kalau istrinya pergi sendirian.


"Oh apa aku juga harus melakukan hal yang sama Nic?" Tanya Gibran


"Jangannn!" Kata Diandra galak


Tertawa kecil Gibran juga tidak akan melakukannya, dia akan membiarkan Diandra pergi kemanapun dia mau asal masih dalam pengawasannya dan tentu saja tidak dengan pergi bersama pria lain.


"Tuh Gibran aja nurut sama istrinya masa kamu enggak Nic?" Sindir Ellena


"C'mon Elle aku kurang nurut apa sama kamu coba? Gak boleh ada sekretraris cewek aku nurut dan pulang kalau kamu telpon juga nurut." Keluh Nicholas


"Aku gak boleh keluar sendirian." Kata Ellena ketus


"Hey itu...."

__ADS_1


"Sudahlah kenapa kalian ini malah berdebat? Lebih baik kita makan dulu." Kata Gibran sambil menggelengkan kepalanya pelan


Menghela nafasnya pelan akhirnya suasana menjadi hening dan mereka menyantap makan malam dalam diam.


Menyenangkan bisa memiliki teman baru.


¤¤¤


Sampai di apartemen sekitar pukul setengah sepuluh Diandra menghela nafasnya lega dan langsung menjatuhkan dirinya ke ranjang setelah melepaskan sepatunya. Tadi Diandra dan Ellena mengobrol tentang banyak hal lalu mereka memiliki janji untuk jalan-jalan ke mall besok.


Meskipun harus melewati perdebatan panjang dengan Nicholas tadi, tapi teman suaminya itu tetap memberi izin juga. Sekarang Diandra lelah sekali dia ingin tidur dan beristirahat agar tidak bangun kesiangan besok.


"Baby ganti baju dulu." Kata Gibran


"Emm malasss"


"Ganti baju dulu sayang, kamu mau tidur pakai dress?" Tanya Gibran


Mengerucutkan bibirnya sebal Diandra mengulurkan kedua tangannya dan membuat Gibran yang peka langsung membantu istrinya untuk bangun.


"Ambilin bajuu"


"Piyama?" Tanya Gibran


"Heemm yang warna pink." Kata Diandra


Gibran menurut dan mengambil piyama yang ada di dalam lemari lalu memberikannya pada Diandra yang langsung wanita ambil. Pergi ke kamar mandi untuk berganti baju tak butuh waktu lama Diandra keluar dengan sudah memakai baju tidurnya.


Tersenyum manis Diandra berlari kecil dan bergabung bersama Gibran di atas ranjang. Memeluknya sambil mencium bibirnya berkali-kali.


"Daddy ciumm"


Gibran tertawa kecil lalu mencium bibir istrinya dengan lembut dan entah dapat keberanian dari mana Diandra menarik Gibran untuk memperdalam ciuman mereka sambil mengusap rambutnya.


Cukup lama hingga mereka hampir kehabisan nafas dan begitu ciuman mereka terlepas Diandra langsung memeluk suaminya.


"Tidur?"


"Hmm mau tidur." Kata Diandra


Gibran tersenyum, tapi dia menggeram kesal ketika Diandra memberikan kecupan di lehernya.


"Baby jangan main-main." Kata Gibran serak


Diandra tertawa dan mengecup leher suaminya lagi lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


"Good night sayang"


Sayang?


Kedengarannya bagus Gibran suka dipanggil sayang oleh istrinya.


"Baby mau dengar jawaban atas pertanyaan kamu tadi?" Tanya Gibran


Diandra yang tadi memejamkan matanya kembali membukanya lalu menjauhkan tubuhnya sambil menatap Gibran dengan penuh rasa ingin tau.


"Mau"


Tersenyum manis Gibran mencium sekilas bibir Diandra.


"Aku sangat bahagia Diandra menikahi kamu adalah kebahagiaan terbesar yang pernah aku rasakan dan kita akan mendapatkan kebahagiaan lainnya ketika anak kita lahir nanti," Kata Gibran.


Diandra tersenyum apalagi ketika Gibran mengusap pipinya dengan sangat lembut.


"Bagaimana mungkin aku menyesal menikahi wanita yang menggemaskan ini hmm? Bukan menyesal aku malah sangat bersyukur Diandra sayang." Kata Gibran


Kembali memeluk suaminya Diandra dapat merasakan puncak kepalanya di cium dengan lembut.


"Love you baby"


Diandra juga tidak pernah menyesal menikah dengan Gibran.

__ADS_1


¤¤¤


Update yeee😚


__ADS_2