
"Apa janji kamu tadi sama Mommy?!"
Gavin memasang wajah cemberut lalu berlari memeluk Diandra yang terlihat kesal padanya karena dia baru sampai pukul sepuluh lewat dan jelas saja itu sudah lewat satu jam lebih dari waktu yang Diandra tentukan. Sebenarnya Gavin bisa saja pulang tepat waktu kalau tadi dia hanya mengantar Sherin, tapi karena tadi mengantar Alexa juga yang rumahnya berlawanan arah dengannya Gavin memakan waktu cukup lama untuk sampai rumah.
Berusaha bersikap manja agar Mommy nya berhenti marah Gavin memeluknya dengan sayang sambil meminta maaf, biasanya Diandra tidak akan marah kalau anaknya sudah begini apalagi jika itu Gavin. Sayangnya kali ini Diandra terlihat begitu kesal dia meminta Gavin melepaskan pelukannya lalu memukul pelan lengan anaknya.
"Apa janji kamu tadi?" Tanya Diandra lagi
"Pulang jam sembilan." Kata Gavin
"Dan jam berapa sekarang?" Tanya Diandra
"Sepuluh lewat lima belas menit." Kata Gavin pelan
"Berapa lama kamu melanggar janji kamu?" Tanya Diandra membuat Gavin menggaruk pelan tengkuknya yang sama sekali tidak gatal
"Satu jam lima belas menit." Kata Gavin
"Apa konsekuensi nya?" Tanya Diandra
"Uang bulanan Gavin di potong." Kata Gavin
"Mommy enggak suka kamu kayak gini Gavin, apa janjinya tadi? Waktu minta izin kamu berkali-kali bilang janji sama Mommy bakal pulang jam sembilan." Kata Diandra
"Mommy maafin." Kata Gavin dengan wajah cemberut
"Kali ini Mommy gak bercanda uang bulanan kamu Mommy potong." Kata Diandra
Gavin hanya mengangguk patuh karena tidak mau membuat Mommy nya semakin marah padanya.
"Sekarang kamu ke kamar tidur udah malam besok masih sekolah." Kata Diandra
"Iya Mom"
Dengan lesu Gavin pergi ke kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang sambil menghela nafasnya pelan.
Ah sial!
Keluar ke cafe saja dia sudah kena marah karena telat pulang apalagi ke pesta Tiffani yang pastinya akan selesai cukup larut.
"Agh Mommy kenapa sih gak kasih gue bebas sedikit." Keluh Gavin
Mengeluarkan ponsel miliknya Gavin mengirimkan pesan pada Alexa untuk memberi kabar bahwa dia sudah sampai dan tak butuh waktu lama gadis itu sudah memberikan balasan.
^^^Lex aku udah sampe rumah^^^
^^^Kamu udah tidur?^^^
Iya Vin
Hm belum ngantuk
^^^Aku kena marah Mommy^^^
^^^Uang bulanan aku di potong :(^^^
__ADS_1
Kenapa?
Karena telat pulangnya?
^^^Iyaa :(^^^
^^^Kalau gini gimana aku minta izin untuk pergi ke party Tiffani^^^
Yaudah enggak usah pergi
^^^Aaa sebel banget^^^
Sebel karena gak bisa pergi sama Sherin?
^^^Lexaaa^^^
Udah ah ngantuk aku Vin
^^^Lexaaa^^^
^^^Lexaaa ihh masa tidur beneran?^^^
^^^Lex udah tidur?^^^
^^^Loh kok gak aktif?^^^
^^^Lex jahat banget sih^^^
Gavin menghela nafasnya kasar lalu melempar asal ponselnya dan bangun untuk melepaskan sepatu juga mengganti pakaiannya.
°°°°
"Enggak! Apaan sih La enggak boleh ya!"
Kalimat itu adalah jawaban yang Gavin berikan ketika Danira mengatakan bahwa dia akan pergi ke pameran seni bersama dengan Arsaka, tapi tenang saja kali ini Danira akan mendapat izin karena dia sudah mengantongi izin dari Gibran. Bukan tidak bisa Danira pergi tanpa izin dari Gavin, tapi dia tidak mau membuat Kakaknya itu marah, jadi dia bilang saja.
Ya kalau Gavin tidak memberi izin juga dia akan tetap pergi.
Sejak dulu Danira selalu ingin pergi ke pameran seni bersama Arsaka dan sekarang keinginannya harus bisa terwujud bahkan Danira sendiri sudah mengajak Arsaka. Masalahnya hanya susah mendapat izin dari Gavin saja pria itu susah sekali memberikan izin.
"Ila udah bilang Daddy katanya enggak papa." Kata Danira
"Enggak!" Kata Gavin dengan wajah galaknya
"Ihh kalau boleh nanti Ila bantuin Kakak minta izin sama Mommy untuk pergi malam ke party nya teman Kakak." Kata Danira
Kali ini Gavin diam dan menatap Danira yang tersenyum padanya.
Kalau Gavin sendiri yang minta izin pasti tidak akan di berikan apalagi dia habis kena marah tadi malam. Mungkin tidak masalah kalau hanya sekali memberi izin pada Danira.
"Janji bakal sampai boleh sama Mommy." Kata Danira
"Oke"
"Oke? Berarti boleh kan?" Kata Danira dengan penuh semangat
__ADS_1
"Hm"
Danira tersenyum senang dan langsung memeluk Kakaknya itu dengan erat.
"Pergi jam berapa kamu?" Tanya Gavin
"Hm agak siang." Kata Danira
"Yaudah, nanti Arsaka jemput berarti kan?" Tanya Gavin
"Iyaaa"
"Oke Kakak kasih izin, tapi kamu minta izin sama Mommy." Kata Gavin
"Siappp"
Keduanya sama-sama tersenyum senang lalu Gavin langsung mengajak Danira untuk turun dari rooftop sekolah dan masuk ke dalam kelas karena tadi mereka memang datang lebih awal. Tangan Gavin merangkul adiknya dengan sayang membuat Danira merasa nyaman.
"Kakakk"
"Hm"
"Kenapa Kakak enggak pergi sama Alexa aja?" Tanya Danira
"Ya mau sama Sherin." Kata Gavin santai
"Kak jangan jahat ish sama cewek." Kata Danira
"Siapa yang jahat?" Tanya Gavin
"Kakakk jangan kayak gitu sama Alexa dia itu baik." Kata Danira
"Memang Kakak gimana sama Alexa?" Tanya Gavin
"Ya Kakak jahat suka deket sama banyak cewek pasti dia sering sedih gara-gara Kakak jangan kayak gitu lagi nanti Alexa cari cowok lain loh." Kata Danira
Gavin hanya bergumam pelan sebagai jawaban, dia juga sadar sudah sering membuat Alexa sedih.
Tapi.....
"Sherinnn"
Danira berdecak pelan ketika melihat Gavin melambaikan tangannya pada Sherin yang sepertinya baru datang.
Danira tidak suka Sherin dia lebih suka Alexa!
Alexa itu baik bahkan dia tidak marah meskipun Danira memanggil nama tanpa ada embel-embel Kakak.
Ah lebih dari itu Alexa juga selalu menyapa dia kalau bertemu.
Pokoknya Alexa yang lebih baik dari pada Sherin atau cewek lain!
Danira itu tim Alexa!
°°°°
__ADS_1
Kalian setuju sama Danira enggak nih🤣