
Bukan terlihat senang selepas bertemu orang tua kekasihnya Danira justru murung dan langsung masuk ke dalam kamar tanpa menjawab semua perkataan orang rumah. Jelas saja hal itu membuat Gavin bertanya-tanya dan menyusul Danira ke kamar, tapi ternyata adiknya itu mengunci pintu dari dalam saat dipanggil Danira mengatakan bahwa dia akan mandi.
Padahal bukan mandi Danira masih berbaring di atas ranjang sambil memeluk bantal miliknya dengan wajah yang terlihat sendu. Suara helaan nafas terdengar Danira mengambil ponselnya dan menghidupkan benda itu yang membuat banyak pesan dari Arsaka masuk tanpa henti.
Danira tidak membuka, dia hanya membaca satu pesan terakhir yang dapat terlihat.
Maafin Mama tadi ya La
Menghela nafasnya pelan Danira menaruh lagi ponselnya dan kembali mengingat hal pertama yang orang tua Arsaka katakan ketika dia datang.
'Mama kira Aura ternyata bukan'
Awalnya Danira terlihat biasa saja, tapi ternyata Mama Arsaka malah terus membahas Aura sejak dia datang yang membuat mood Danira memburuk seketika.
'Aura itu baik loh waktu itu Mama pernah beberapa kali shoping sama dia ke mall'
Ponsel Danira kini berdering dan ternyata Arsaka menelponnya yang malah Danira diamkan, dia sedang tidak mood.
"Kak Aura memang cantik, aku mah enggak ada apa-apanya pantesan Mamanya Kak Saka suka banget sama Kak Aura, padahal aku yang dateng, tapi Kak Aura terus yang diomongin." Kata Danira pelan.
Masih berdiam diri di kamar pintu kamarnya tiba-tiba terbuka membuat Danira menoleh dan ternyata Gavin yang masuk ke dalam, pasti menggunakan kunci cadangan. Tersenyum tipis Danira langsung bangun dan duduk, dia menaruh bantal di atas pahanya ketika Gavin ikut naik ke atas kasur lalu duduk dihadapannya.
"Katanya mau mandi." Kata Gavin.
"Em nanti sebentar lagi." Kata Danira.
Gavin jelas tau ada yang tidak beres dengan adiknya karena terlihat jelas dari wajah murung adiknya.
"Kenapa? Enggak jadi ketemu orang tuanya Arsaka?" Tanya Gavin.
"Ketemu kok Kak." Kata Danira.
"Terus kenapa cemberut gini?" Tanya Gavin sambil menekan kedua pipi Danira dengan tangannya.
"Enggak papa cuman capek aja." Kata Danira.
"Enggak bisa bohong kalau sama Kakak, jujur aja." Kata Gavin.
Danira tetap menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan.
"Danira"
"Beneran Kak aku enggak papa." Kata Danira.
"Yaudah tanya Arsaka aja." Kata Gavin.
"Ngeyel banget sih." Seru Danira kesal.
"Ya kamu kenapa? Kakak tau pasti ada sesuatu kan?" Kata Gavin yang masih tetap memaksa mendapatkan jawaban dari adiknya.
Menghela nafasnya pelan Danira mengalihkan pandangannya ke arah lain, tapi Gavin langsung menahan wajahnya dan membuat dia kembali menatap Kakaknya.
"Enggak bakal Kakak kasih tau siapapun." Kata Gavin.
Danira terdiam untuk beberapa saat sambil menatap Gavin yang kini tersenyum padanya.
"Tadi Mamanya Kak Saka malah asik bahas Kak Aura." Kata Danira.
"Aura?"
Danira mengangguk singkat sebagai jawaban.
__ADS_1
"Kayaknya dia enggak suka sama Ila." Kata Danira pelan.
Gavin tersenyum tipis, dia mengusap kepala adiknya itu dengan sayang membuat Danira kini mendongak dan menatap matanya.
"Bukan enggak suka, tapi belum kenal sama Ila, jangan sedih gitu ah jadi jelek." Kata Gavin yang membuat Danira semakin cemberut.
"Kakak mah nyebelin." Keluh Danira.
Tertawa pelan Gavin mendekat dan memeluk adiknya itu untuk beberapa waktu membuat Danira memejamkan matanya sambil membalas pelukan Kakaknya.
"Enggak mungkin ada yang enggak suka sama adik Kakak yang lucu dan gemesin ini." Kata Gavin.
Melepaskan pelukannya Gavin menangkup kedua pipi Danira dan menekannya hingga bibir adiknya itu mengerucut yang membuat dia terlihat lucu.
"Udah enggak usah sedih lagi." Kata Gavin.
Begitu Gavin melepaskan kedua tangannya Danira langsung tersenyum dan mengangguk.
"Nah gini kan cantik." Kata Gavin.
"Memang cantik." Kata Danira sambil tersenyum lebar.
"Sekarang mandi sana." Kata Gavin.
"Iya"
Gavin tersenyum dia mengusap kepala Danira dengan penuh kelembutan sebelum beranjak dari atas kasur lalu keluar dari kamar adiknya. Begitu Kakaknya keluar dari kamar Danira tersenyum tipis, dia mengambil lagi ponselnya yang ada di kasur dan melihat banyak pesan yang Arsaka kirimkan untuknya.
Niat awal Arsaka ingin membuat kekasihnya senang, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
°°°°
Menatap makan malamnya tanpa minat Arsaka hanya memainkan sendoknya yang ada di piring tanpa berniat menyantap makan malamnya, dia masih gelisah karena Danira belum membalas pesannya. Bertanya pada Gavin kata pria itu Danira sejak tadi ada di kamar dan belum keluar membuat Arsaka semakin cemas saja.
Tapi, tetap saja seharusnya Mamanya tidak membahas Aura di depan kekasihnya.
"Saka dimakan."
Suara itu membuat Arsaka mendongak dan menatap Mamanya sejenak lalu bergumam pelan sebagai tanggapan.
"Kamu kenapa?" Tanya Ayla pada anaknya.
Arsaka menghela nafasnya pelan dan menatap Mamanya dengan sendu.
"Jangan kayak gitu sama pacar aku Ma hubungan aku sama Aura udah berakhir dari lama, harusnya Mama jangan bahas dia tadi." Kata Arsaka dengan penuh kelembutan.
Ayla meletakkan sendoknya di atas piring dan menatap anak laki-lakinya yang benar-benar terlihat murung.
"Mama kan kenalnya sama Aura." Kata Ayla.
"Iya, tapi aku sama Aura udah lama putus Ma dan sekarang pacar aku itu Danira." Kata Arsaka.
"Iya iya Mama minta maaf." Kata Ayla.
"Aku udah enggak ada hubungan apapun lagi sama Aura." Kata Arsaka lagi.
"Iya sayang, Mama enggak akan bahas Aura lagi kalau pacar kamu kesini." Kata Ayla.
Arsaka tersenyum tipis lalu mulai menyantap makan malamnya.
Sedangkan Ayla menatap anaknya itu tanpa mengatakan apapun, dia hanya mengenal Aura makanya sejak tadi membahas Aura dan lagi Ayla tidak terlalu suka dengan Danira.
__ADS_1
Entahlah hanya tidak suka saja, dia merasa lebih senang dengan Aura.
°°°°
"Kak Saka?"
Danira terkejut melihat Arsaka yang pagi-pagi sudah datang ke rumahnya, dia tadi dipanggil Diandra yang mengatakan bahwa Arsaka ada di bawah ingin menjemputnya. Awalnya Danira kira hanya bercanda, tapi ternyata benar Arsaka ada di ruang tamu tengah duduk sambil mengobrol dengan Daddy nya yang membuat dia tanpa sadar tersenyum.
Berjalan menuruni tangga Danira langsung bergabung dan duduk di depan Arsaka membuat kedua pria itu kini menatapnya. Senyum Arsaka langsung mengembang dengan sempurna ketika melihat kekasihnya yang sudah siap.
"Gavin mana sayang?" Tanya Gibran.
"Masih mandi tuh Dad lama banget." Kata Danira.
"Yaudah Ila berangkat sama Arsaka tuh dari tadi udah nungguin dia." Kata Gibran.
Danira mengangguk patuh, dia langsung memeluk Daddy nya dengan sayang dan mencium kedua pipinya.
"Arsaka pelan-pelan bawa motornya." Kata Gibran.
"Siap Om." Kata Arsaka yang langsung mencium punggung tangan Gibran dengan sopan.
Sebelum berangkat mereka juga menghampiri Diandra untuk berpamitan.
"Hati-hati ya? Ini bekalnya untuk Ila." Kata Diandra.
"Makasih Mom." Kata Danira.
Diandra mengangguk singkat lalu menatap kedua anak itu yang kini berjalan keluar rumah, mungkin sudah waktunya sedikit membebaskan Danira, ya hanya sedikit saja, lagipula Diandra sudah mengenal Arsaka cukup baik.
Di luar Danira tersenyum manis ketika Arsaka menatapnya dan mencubit pelan pipinya.
"Ayo Kak." Kata Danira.
"Nanti sarapan di kantin aja ya?" Kata Arsaka.
"Okeee"
"Gemes banget pacar aku." Kata Arsaka yang kembali mencubit pipi Danira.
Danira hanya tersenyum hingga matanya menyipit dengan sempurna, dia menatap Arsaka ketika pria itu mengusap kepalanya.
"Mari kita berangkat Tuan Putri." Kata Arsaka.
Tertawa pelan Danira langsung menaiki motor Arsaka dan tanpa diminta memeluk pria itu dengan sayang membuat Arsaka tersenyum senang.
"Pegangan ya cantik"
Mengangguk singkat Danira mengeratkan pelukannya ketika motor Arsaka melaju meninggalkan area rumahnya. Kepala Danira bersandar di bahu Arsaka, dia merasa senang bisa berangkat bersama dengan kekasihnya dan masalah kemarin sepertinya Danira tidak harus terlalu memikirkannya.
Biarkan saja berjalan secara perlahan dan yang paling penting hati Arsaka hanya untuknya.
Hanya untuk Danira saja.
°°°°
**Hai kalian apa kabar?
Aku minta maaf banget karena udah enggak pernah update lagi😭
Mungkin setelah ini aku bakal tamatin cerita ini dan buat cerita Gavin sama Danira dengan judul yang baru, tapi tetap di noveltoon kok.
__ADS_1
Semoga aku bisa rajin update lagi seperti biasanya yaaa hehe🐣**