Obsession

Obsession
Gavin Sakit


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu Diandra tak lagi memikirkan apa yang telah terjadi dan hanya fokus pada keluarga kecilnya yang harmonis tanpa ada masalah lagi. Bersamaan dengan waktu yang terus bergulir Danira sudah menginjak usia satu tahun sekarang dan anak itu tumbuh menjadi anak cantik yang tidak pernah rewel serta jarang menangis.


Hal yang bisa membuat Danira menangis hanya karena dia lapar atau ketika Gavin mengambil mainannya dan ketika Gibran tak mau berhenti menciumnya. Tidak ada yang tau apa lagi yang akan terjadi kedepannya, tapi apapun itu Diandra akan tetap melakukan hal yang sama bertahan demi keluarga kecilnya.


Setiap orang pasti membuat kesalahan, tapi setiap orang juga berhak mendapat kesempatan.


Dulu alasannya bertahan karena anak-anaknya dan ternyata hal itu memang keputusan yang benar. Sekarang Gibran lebih perhatian pada mereka, meskipun Diandra tidak bohong kalau dia masih sering merasa curiga kala Gibran terus fokus pada ponselnya.


Hanya saja belakangan ini Gibran sering bermain game dan itu alasannya Gibran selalu fokus pada ponselnya.


"Sayang"


Panggilan itu membuat Diandra yang sedang melipat pakaian menoleh dan melihat Gibran yang tengah menatapnya lalu berjalan mendekat.


"Kenapa?" Tanya Diandra


"Aku lelah." Kata Gibran yang memang baru saja kembali dari butik


"Mau mandi? Mau makan?" Tanya Diandra


"Mau peluk kamu." Kata Gibran membuat Diandra tertawa kecil mendengarnya


"Kalau lelah itu istirahat Mas bukan main peluk-pelukan." Kata Diandra


"Sayangg"


"Ya ampun iya bentar." Kata Diandra


Menyelesaikan baju terakhir yang dia lipat Diandra mendekat dan memeluk Gibran yang membuat pria itu tersenyum lalu mendekapnya dengan sangat erat.


"Aku sayang banget sama kamu." Kata Gibran


Kata sayang memang selalu Gibran ucapkan setiap hari.


"Iya Mas"


"Gavin sama Danira tidur? Kenapa setiap kali aku pulang mereka masih tidur? Padahal aku mau main sama mereka sayang." Kata Gibran


"Mereka kan tidurnya dari siang Mas nanti sebentar lagi pasti bangun karena mereka memang harus mandi." Kata Diandra


"Kalau gitu sekarang kamu punya aku." Kata Gibran


"Ya ampun kamu kenapa sih?" Kekeh Diandra ketika Gibran memeluknya dengan sangat erat


"Aku mau sesuatu." Kata Gibran


"Sesuatu apa?" Tanya Diandra


"Sesuatu untuk nanti malam." Bisik Gibran

__ADS_1


Mengerti kemana arah pembicaraan suaminya Diandra menggelengkan kepalanya lalu mencubit pelan lengan kekar Gibran.


"Mulai deh." Kata Diandra


"Bolehkan sayang? Ayolah sudah lama." Kata Gibran


"No"


"Sayangg"


"Gak mau Mas kamu suka gak mau berhenti nanti aku kesiangan." Kata Diandra


"Ayolah sebentar aja." Kata Gibran lagi


Melepaskan pelukannya Diandra mencubit kuat pipi Gibran karena merasa gemas, tapi tetap menganggukkan kepalanya dan membuat Gibran merasa sangat senang.


"Istriku sayang"


Mencium seluruh wajah Diandra dan berhenti lama di bibirnya Gibran menarik Diandra untuk mendekat lalu kembali menciumnya membuat Diandra refleks memejamkan matanya. Mencengkram pelan kemeja yang suamimya gunakan Diandra membuka bibirnya dan membiarkan Gibran menciumnya lebih dalam.


Beberapa hari ini Gibran memang sering sekali mengajak dia menghabiskan malam yang panjang, tapi menyebalkannya Gibran benar-benar membuat Diandra kelelahan hingga bangun kesiangan. Mereka bahkan hampir ketauan karena tidak memakai baju lagi ketika Gavin mengetuk pintu kamar yang untungnya di kunci.


Kembali pada Gibran yang kini menjauhkan wajahnya sambil mengusap pipi istrinya dengan sayang dan mengecup singkat bibirnya lalu tersenyum.


"Sweet"


Diandra hanya tersenyum lalu bangun karena ingin melihat anak mereka yang takutnya sudah bangun. Tentu saja Gibran mengikuti langkah kaki istrinya dan masuk ke dalam kamar lalu keduanya melihat Gavin yang sudah bangun, tapi belum beranjak dari tempat tidur.


"Gavin sayang"


Gavin mendongak dengan mata sayunya membuat Diandra mengerutkan dahinya bingung lalu berjalan mendekat.


"Kenapa sayang?" Tanya Diandra


Tidak ada jawaban dan ketika Diandra memegang dahinya tiba-tiba saja dia merasa hawa panas yang menyentuh kulitnya.


"Mas kok panas ya?" Tanya Diandra


Mendengar hal itu Gibran mendekat lalu menyentuh dahi anaknya dan benar dia merasakan hal yang sama.


"Gavin ada yang sakit sayang?" Tanya Gibran


"Pucingg"


Menghela nafasnya pelan Diandra naik ke atas ranjang lalu mengusap kepala anaknya dengan sayang. Melihat ada Mommy nya disini Gavin memasang wajah sedihnya lalu mendekat dan mendusal manja.


"Aku panggil Dokter atau kita bawa ke klinik?" Tanya Gibran cemas


"Kita coba kompres dan kasih obat penurun panas dulu aja Mas." Kata Diandra

__ADS_1


"Oke aku ambilkan kamu tunggu disini ya?" Kata Gibran


Diandra mengangguk faham lalu kembali memperhatikan Gavin yang terlihat sangat lemas dan tidak bersemangat.


"Jangan sakit sayang." Kata Diandra sedih


"Mommy cini aja." Rengek Gavin


"Iya Mommy disini sayang." Kata Diandra


"Mommy pucing." Rengek Gavin lagi


"Iya Mommy obatin ya?" Kata Diandra sambil memijat pelan dahi anaknya


Pantas saja sejak tadi Gavin hanya ingin menonton tv saja dan makan hanya sedikit, Diandra fikir itu hal biasa karena Gavin memang sering kali begitu. Ternyata Gavin merasa tidak enak badan mungkin karena main hujam ketika masih gerimis kemarin.


"Mommyy"


"Iya sayang"


"Mommy jangan pelgi cama Gavin aja." Kata Gavin lagi


"Tidak sayang Mommy disini." Kata Diandra lagi


Tangan Diandra terus mengusap kepala anaknya hingga Gibran datang membawa kompres dan langsung meletakkannya di dahi anak mereka.


"Aku buatin bubur dulu Mas kamu jagaiin Gavin ya?" Kata Diandra


Gibran mengangguk singkat membuat Diandra ingin berdiri, tapi Gavin menahan tangannya dan merengek manja.


"Mau cama Mommyy"


"Mommy ambilkan makan dulu ya? Sebentar saja." Kata Diandra


"Mommyy"


"Diandra biar aku minta Bi Diah buatkan saja." Kata Gibran


Diandra mengangguk singkat membuat Gibran bergegas turun untuk meminta Bi Diah membuatkan bubur.


"Mommy tidul cini." Pinta Gavin


Diandra membaringkan tubuhnya di samping Gavin sambil mengusap pipinya dengan lembut.


"Jangan sakit sayang"


¤¤¤


Hai maaf ya kemarin gak update hehe😅

__ADS_1


Maaf juga ini partnya pendek banget, besok aku double update deh sebagai gantinya😆


__ADS_2