Obsession

Obsession
Gavin (46)


__ADS_3

Gavin membolos lagi entahlah dia tidak pernah kapok meskipun terus di marah kali ini Gavin sendirian tanpa kedua temannya, dia pergi ke rooftop sekolah dan duduk sendirian di sana. Mata Gavin menatap lurus ke depan dia memejamkan mata sejenak menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.


Hari ini mood Gavin cukup baik sebenarnya dia hanya sedang malas saja masuk pelajaran kesenian yang memang sangat sensi sekali pada Gavin. Terkadang Gavin diam saja tetap kena juga mungkin karena Gavin terlalu sering buat ulah, ya dia sadar juga sih.


Tengah duduk diam tiba-tiba ponselnya bergetar ternyata ada pesan yang masuk, dari Alexa senyumnya langsung terlihat.


Kenapa sih suka banget bolos?


Gavin tersenyum membacanya, entah dari siapa Alexa tau.


Kok kamu tau sih?


Tak lama pesan itu terbalas dan Gavin terkejut ketika membacanya.


Aku di belakang kamu


Gavin menoleh dan benar ada Alexa di sana membuat Gavin tersenyum senang sambil meminta Alexa berjalan mendekat. Berdecak pelan Alexa duduk di samping kekasihnya itu dia langsung bertanya alasan Gavin bolos.


"Kenapa kamu bolos?" Tanya Alexa


"Kamu juga kenapa?" Tanya Gavin


"Aku enggak bolos ya, tapi guru kelas aku gak masuk karena lagi sakit dan gak di kasih tugas." Kata Alexa


"Terus kenapa ke sini? Biasanya kamu diam dikelas." Kata Gavin


"Tadi sengaja ngintip ke kelas kamu, tapi cuman ada Arsaka sama Rama terus kepikiran ke sini dan bener kamu di sini." Kata Alexa


Gavin langsung tersenyum mendengarnya.


"Lagi males Lex." Kata Gavin


"Gak boleh gitu Gavin." Kata Alexa yang hanya ditanggapi dengan gumaman saja


Alexa berdecak pelan lalu mencubit gemas lengan Gavin.


"Kamu udah kelas dua belas bentar lagi lulus jangan sering bolos." Kata Alexa


"Iya Alexa"


Gavin tertawa melihat wajah kes Alexa lalu dia mencubit pelan pipinya.


"Sebentar lagi pulang kamu mau bareng gak?" Tanya Gavin


"Danira?"


"Tadi bawa mobil." Kata Gavin


"Hm lain kali aja deh Vin hari ini Mama yang jemput kok." Kata Alexa


"Bener kan? Bukan sama Nicholas?" Tanya Gavin


Alexa tertawa lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak, aku minta Mama bilang ke Papa supaya gak minta Nicholas untuk antar atau jemput aku lagi karena aku juga enggak suka." Kata Alexa sambil tersenyum


"Enggak suka?"

__ADS_1


"Enggak suka buat kamu marah." Kata Alexa


Gavin tidak bisa menahan senyumnya ketika mendengar itu dia langsung mencubit gemas pipi Alexa entah kenapa dia senang sekali.


"Kenapa kamu bisa suka sama aku Lex? Kamu kan tau aku gimana." Kata Gavin


"Ya gak tau tiba-tiba suka aja." Kata Alexa dengan senyuman yang begitu tulus


"Gak mau nanya aku balik?" Tanya Gavin


Alexa menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku tau awalnya kamu cuman iseng kan? Atau jangan-jangan sekarang juga iseng ya?" Kata Alexa


"Yang pertama bener awalnya memang karena iseng, tapi sekarang bukan hanya iseng aku beneran serius." Kata Gavin


Alexa tersenyum hingga matanya menyipit.


"Iya percaya"


Gavin mengusap kepala gadis itu dengan sayang lalu mengajak Alexa untuk turun karena sebentar lagi bel akan berbunyi.


Keduanya berjalan menuruni tangga tanpa ada banyak percakapan dan ketika sudah ingin berbelok Gavin melihat guru di sana yang membuatnya matanya membulat sempurna. Tangannya menarik Alexa untuk bersembunyi di sudut tangga agar tidak ketauan dan hal itu membuat Alexa menahan nafasnya karena jarak mereka yang cukup dekat.


Mata Gavin juga terus menatap Alexa lalu dengan tak tau malunya dia mengusap pelan pipi Alexa dengan sayang membuat gadis itu menatapnya.


"Ayo udah gak ada gurunya." Kata Gavin


Menggenggam lagi tangan Alexa mereka melangkahkan kaki lagi menuju kelas dan tak lama bel pulang sekolah berbunyi membuat Gavin tersenyum.


"Ketemu besok lagi ya?" Kata Gavin sambil mengacak gemas rambut kekasihnya


Semakin hari Gavin begitu manis membuat Alexa semakin jatuh cinta.


°°°°


Sejak pulang sekolah Danira berada di ruangan melukisnya dia asik memoleskan cat ke kanvas dan membuat lukisan dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Setiap kali melukis Danira merasa senang bahkan dia sering kali lupa waktu hingga orang tuanya terkadang harus menyusulnya ke sini untuk menyuruh makan.


Danira suka lukisan-lukisan abstrak dia memoleskan berbagai warna hingga membentuk sebuah lukisan cantik. Bajunya selalu kotor dengan cat karena terkadang Danira mengelap tangannya yang kotor ke baju.


Tak hanya itu terkadang wajahnya pun kotor termasuk tangannya yang selalu penuh warna.


"Daniraaa"


Suara Gavin terdengar Danira menyahut saja dari dalam ruangan dan tak lama Gavin masuk ke dalam.


"Laaaa"


Danira bergumam pelan dan tetap fokus pada lukisannya.


"Bales gih chat cowok kamu sibuk banget dia chat Kakak terus." Kata Gavin sebal


"Hm nanti." Kata Danira


Gavin akhirnya mengambil gambar Danira yang sedang melukis dan mengirimkan pada Arsaka yang sibuk sendiri.


Lagi sibuk dia

__ADS_1


Dah gak usah chat gue terus


Berjalan mendekat Gavin berdiri di dekat Danira sambil menatap ke arah lukisan yang sedang adiknya buat.


"Kenapa adik aku pintar banget sih?" Tanya Gavin


Danira menoleh lalu tersenyum lebar hingga matanya menyipit.


"Jual aja La biar dapet duit nanti duitnya bagi dua." Kata Gavin


"Enggakkk"


Danira langsung menolak, dia tidak mau menjual lukisannya dan lebih suka mengoleksi semuanya.


"Nanti Kakak ambil ah satu terus jual." Kata Gavin


"Ihh rusuh deh sana Kakak keluar ajaaa." Kata Danira sebal


Gavin tertawa dia melihat lagi Danira lalu menusuk pipinya dengan jari telunjuk hingga berkali-kali membuat Danira kesal sendiri.


"Ihhhhh"


"Coba pinjem La." Kata Gavin


Gavin yang sangat bosan karena tidak kunjung mendapat balasan pesan akhirnya mengganggu adiknya dan berusaha mengambil kuas milik Danira.


"Kakak apasih sana deh!" Kata Danira sebal


"Sebentar coba Kakak mau coba juga pasti nanti bagus." Kata Gavin


Gavin berusaha lagi mengambil kuas Danira, tapi adiknya itu langsung marah dan terjadilah tarik menarik kuas.


"Ish Kakakkkk"


Danira merengek pelan dan berusaha menarik kuasnya hingga akhirnya terjadi lah hal yang membuat Gavin langsung kalang kabut sendiri.


Tangannya menyenggol penyangga lukisan dan membuat lukisan yang sudah hampir selesai itu jatuh dan menimpa lukisan yang lainnya.


Mata Danira membulat dia langsung menatap Gavin yang panik sendiri.


"Aduh La maaf maaaf gak sengaja." Kata Gavin panik


Gavin ingin membetulkan letak lukisan itu lagi, tapi karena tidak hati-hati Gavin terjatuh dan menimpa kanvas yang sudah terlihat cantik dengan lukisan Danira hingga robek.


Bajunya kini penuh cat Gavin semakin panik melihat apa yang sudah dia lakukan dia langsung bangun dan menatap adiknya.


"Aduh La maaf beneran gak sengaja tadi jatuh....."


Danira nyaris menangis matanya sudah berkaca-kaca dan tak lama gadis itu berseru kencang.


"DADDYYYYY"


Habislah Gavin sekarang dia akan benar-benar di marah oleh Daddy nya kalau tau anak perempuan satu-satunya menangis karena ulahnya.


Gavin semakin panik ketika Danira mulai menangis dan terisak kuat.


Oh Gavin ini sudah sangat buruk.

__ADS_1


°°°°


Run Gavin runnn kamu akan kena amuk Daddy😭


__ADS_2