
"Siapa yang menelpon kamu?"
Pertanyaan itu membuat Diandra menoleh lalu tersenyum pada suaminya dan menunjukkan layar ponselnya dimana nama Natasya terlihat disana. Mengangguk faham Gibran berjalan ke arah ranjang sambil membuka satu persatu kancing kemejanya dan melepaskan kemeja itu begitu saja lalu menaruhnya di dekat meja.
Melihat hal itu Diandra menghela nafasnya pelan suaminya sering sekali begitu membuka baju lalu meletakkannya sembarangan atau melepaskan sepatu di depan pintu tanpa menaruhnya di rak dan yang paling parah meletakkan kamera di sofa. Sekarang Gibran sedikit ceroboh dalam hal menaruh barang-barang dan Diandra akan selalu merapihkannya.
Saat ini sudah pukul empat sore Gibran baru saja pulang dari butik kalau anaknya sedang tertidur pulas di kamar. Sedangkan Diandra asik berbicara dengan Natasya yang katanya akan menikah bulan depan, dia sangat antusias mendengarnya.
Oh iya kandungan Diandra sudah memasuki bulan kelima sekarang dan masalah foto-foto itu dia dan Gibran tidak terlalu memikirkannya. Selain itu sekarang sudah tidak ada lagi paket yang datang, mungkin orang itu sudah lelah.
Biarkan saja kalau berulah lagi Diandra juga tidak akan mudah goyah.
"Yaudah Sya suami aku udah pulang nanti kita bicara lagi ya? Semoga lancar sampai hari H." Kata Diandra
'Iya kamu jangan lupa datang'
"Pasti aku akan datang." Kata Diandra
Setelah mematikan panggilan telponnya Diandra berjalan menghampiri Gibran dan mendudukkan dirinya ditepian ranjang. Menolehkan kepalanya Gibran tersenyum senang lalu menarik pelan tangan Diandra hingga dia menunduk dan ketika itulah Gibran memberikan ciuman singkat di bibirnya.
"Kok gak pakai baju sih." Kata Diandra
"Panas sayang." Kata Gibran sambil tersenyum
Diandra menggelengkan kepalanya pelan dan mengusap kepala suaminya dengan sayang.
"Mandi kalau panas itu." Kata Diandra
"Mandinya sama kamu." Kata Gibran
"Nanti malah tambah panas." Kekeh Diandra membuat Gibran menatapnya dengan tidak percaya
"Hey bicara apa barusan?" Tanya Gibran
"Kalau mandinya sama aku bukan seger, tapi malah tambah panas." Kata Diandra lagi
"Ya ampun istri aku siapa yang ngajarin ngomong kayak gitu?" Tanya Gibran membuat Diandra tertawa mendengarnya
Diandra hanya tertawa tanpa mengatakan apapun lalu tangannya malah terulur untuk mengusap dada bidang suaminya.
"Jangan menggodaku baby." Kata Gibran mengingatkan
"Siapa yang menggoda? Kamu aja yang mesum." Kata Diandra sebal
"Aku tidak mesum." Kata Gibran tidak terima
Diandra hanya mendengus kesal lalu meminta Gibran untuk bergeser kesamping agar dia bisa ikut tidur. Begitu keduanya berhadapan Diandra memeluk tubuh suaminya dengan cukup erat.
"Aku belum mandi loh sayang." Kata Gibran
"Gak papa masih wangi kok." Kata Diandra
Baru ingin mengatakan sesuatu Gibran dibuat terkejut ketika istrinya itu mencium tubuhnya yang polos tanpa pakaian.
"Sayang jangan main-main." Kata Gibran
"Ihh sensitif banget." Kata Diandra
"Kamu mau kita bermain di ranjang?" Tanya Gibran membuat Diandra tertawa mendengarnya
"Emm mauu"
Jawaban itu membuat Gibran terkejut apalagi ketika Diandra menjauhkan tubuhnya lalu tersenyum.
"Aku hanya bercanda sayang." Kata Gibran
__ADS_1
"Tapi, aku gak bercanda." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya sebal
"Kamu serius? Apa tidak masalah? Aku tidak mau menyakiti kamu dan dia." Kata Gibran
Diandra mengikuti arah pandang Gibran yang berada di perutnya lalu tersenyum manis.
"Kan pelan-pelan." Kata Diandra lugu
Mana mungkin Gibran bisa menolak kalau Diandra yang sudah memintanya?
Ditatapnya wajah Gibran dengan senyuman lalu Diandra mengusap rahang suaminya dengan lembut dan mendekatkan wajahnya ke leher Gibran. Secara refleks Gibran menahan nafasnya bahkan dia menggeram pelan ketika Diandra mengecup lehernya.
"Sayang"
Mendengar suara Gibran yang berat membuat Diandra tersenyum dan menatapnya. Cukup lama mereka bertatapan hingga Gibran mulai mendekatkan wajah dan menciumnya dengan lembut.
Diandra memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher sang suami sambil membalas ciumannya serta membuka mulutnya.
Saat hampir kehabisan nafas Diandra memukul pelan dada Gibran membuat suaminya itu menjauhkan wajahnya dan mengusap pelan pipinya. Baru ingin menciumnya lagi suara ketukan terdengar membuat Gibran menggeram kesal.
Diandra tertawa melihatnya.
"Ada apa Bi?" Tanya Gibran tanpa membuka pintu
"Ada tamu Tuan." Kata Bi Diah
"Sial! Siapa sih yang datang?" Tanya Gibran sebal
"Mungkin ada hal penting." Kata Diandra
"Siapa yang datang Bi?" Tanya Gibran
"Nona Ghina." Kata Bi Diah
"Baik Nyonya." Kata Bi Diah
Setelah mengatakan hal itu langkah kaki Bi Diah terdengar yang menandakan bahwa wanita paruh baya itu telah pergi dan Gibran langsung mengecup gemas leher Diandra.
"Mmh jangannn"
Melihat merah disana Gibran tersenyum lalu mengambil kaos di lemari dan mengajak Diandra untuk turun menemui adiknya. Sampai di bawah Ghina tersenyum senang dan memeluk keduanya secara bergantian.
Sepertinya Ghina baru pulang mungkin dia sengaja mampir kesini karena Ghina memang sering begitu. Kembali duduk Bi Diah datang membawa minum juga makanan untuk Ghina.
"Kamu baru pulang?" Tanya Gibran
"Iyaa hehe baru aja." Kata Ghina
"Naik apa kesini?" Tanya Diandra
"Aku bawa mobil kok Kak." Kata Ghina dengan senyuman manisnya
"Kamu mau ketemu Gavin ya? Dia masih tidur." Kata Diandra
"Yahh padahal aku kangen Gavin, tapi gak papa deh aku juga memang sengaja mau kesini mau main." Kata Ghina
"Gimana kuliah kamu Ghina?" Tanya Gibran
"Tinggal selesain skripsi aja kok Kak." Kata Ghina
"Wah bentar lagi wisuda dong." Kata Diandra
"Iya Kak cuman masih pusing banget karena banyak yang harus di revisi." Kata Ghina
"Gak papa pelan-pelan Ghina kamu juga harus jaga kesehatan jangan sampai sakit." Kata Gibran
__ADS_1
Ghina mengangguk faham lalu dia memperhatikan keduanya bergantian dan baru sadar bahwa di leher Diandra ada bekas merah. Dia tidak sepolos itu untuk tidak tau apa penyebabnya.
"Kakakk"
"Kenapa?" Tanya Gibran
Ghina menatapnya dengan mata memicing lalu menanyakan hal yang membuat keduanya diam.
"Kakak masih melakukan itu meskipun Kak Diandra lagi hamil? Memang boleh?" Tanya Ghina
"Diandra yang minta." Kata Gibran membuat Diandra melotot lalu memukul lengan suaminya pelan
Melihat hal itu Ghina tertawa apalagi wajah Kakak iparnya memerah.
"Kamu juga kenapa nanya kayak gitu? Gak boleh masih kecil juga." Omel Gibran
"Ishh ya biarin kan cuman nanya." Kata Ghina
"Nanti kalau kamu sudah menikah juga tau." Kata Gibran
Diandra masih memasang raut wajah sebalnya, masa suaminya bilang dia minta?
Ya memang sihh, tapi kan harusnya jangan mengatakan di hadapan Ghina.
Dia maluuu!
¤¤¤
"Ihh sana gakkk?!"
Melihat wajah galak istrinya itu Gibran tertawa dan malah memeluknya dari belakang membuat Diandra berdecak sebal sambil berusaha melepaskan tangannya. Meskipun Ghina sudah pulang Diandra masih merajuk karena Gibran tadi dan hal itu malah membuat Gibran gemas sendiri.
Dia mencium pipi Diandra berkali-kali dari samping, tapi istrinya itu masih merengek minta untuk dilepaskan dan beralasan ingin melihat anaknya. Padahal Gavin masih belum bangun juga maklum kalau tidur sore-sore begitu Gavin pasti bangunnya malam.
"Sana ihh aku males sama Daddy! Nyebelin banget! Masa bilang kayak gitu ke Ghina kan maluuu." Keluh Diandra
"Ya kan aku ngomong kenyataan." Kata Gibran
"Tuh kann nyebelin! Padahal kamu duluan yang mulai yaa?" Kata Diandra galak
Gibran melepaskan pelukannya dan membuat Diandra menoleh sambil menatapnya dengan tajam.
"Kok aku?" Tanya Gibran
"Siapa yang suruh buka-buka baju kayak gitu?!" Kata Diandra
"Biasanya juga gitu sayang." Kata Gibran
"Mau godaiin aku kann?! Kamu kan mesum pasti sengajaaa!" Kata Diandra galak
"Loh kok nuduh aku? Jelas-jelas tadi aku bilang cuman bercanda kamu yang mau." Kata Gibran
Diandra mengerucutkan bibirnya sebal lalu memukul lengan suaminya itu dengan kuat.
"Ihh nyebelin! Pokoknya kamu yang godaiin aku!" Kata Diandra
Gibran ingin protes, tapi wajah Diandra yang semakin tidak bersahabat membuat Gibran menghela nafasnya pelan.
"Yaudah iya terserah kamu"
Dia harus menurut dari pada tidak mendapatkan pelukan dan ciuman untuk nanti malam.
¤¤¤
Sabar Gibran ini memang salah kamu karena Diandra gak pernah salah😂
__ADS_1