Obsession

Obsession
Rumah Mama


__ADS_3

Kedatangan Gibran bersama dengan Diandra membuat Dara merasa begitu senang apalagi ketika tau bahwa menantunya itu sedang mengandung anak kedua yang artinya dia akan punya cucu lagi. Sejak sampai sepuluh menit yang lalu Dara sibuk di dapur untuk memasak dan menyiapkan makanan karena dia memaksa keduanya untuk menginap.


Saat Dara mendengar bahwa Diandra tadi sangat lemas hingga muntah-muntah dia cemas, tapi begitu Gibran mengatakan alasannya dia mengerti. Tentu saja hal itu biasa di masa kehamilan dan Dara sudah memutuskan akan mencarikan pekerja rumah tangga untuk anaknya agar Diandra tidak kelelahan.


Niatnya Dara ingin mempekerjakan orang yang sama yang dulu juga sempat bekerja bersama Gibran ketika Diandra melahirkan anak pertama. Namun, sayangnya orang itu juga sedang bekerja di rumah lain sehingga tidak bisa.


"Bagaimana ya Pa? Diandra katanya tidak nyaman kalau ada orang lain di rumahnya, tapi dia juga tidak mungkin melakukan semua pekerjaan rumahnya sendirian apalagi dengan keadaan hamil dan memiliki Gavin." Kata Dara ketika Farhan menemuinya di dapur


"Tentu saja kita harus mencari orang untuk membantu Diandra sayang kasihan dia kalau harus melakukan semuanya sendirian." Kata Farhan


"Hmm aku tau makanya aku lagi mikirin siapa yang harus bekerja disana." Kata Dara


"Bagaimana kalau Bi Diah saja yang kita pekerjakan disana?" Kata Farhan


"Lalu kita?" Tanya Dara


"Kita bisa cari lagi Ma lagian Bi Diah kan sudah lama dengan kita dari Gibran masih kecil, jadi Diandra mungkin akan merasa sedikit nyaman." Kata Farhan


"Kalau gitu nanti Mama bilang ke Gibran sama Diandra dulu." Kata Dara


Farhan menganggukkan kepalanya lalu mengatakan pada Dara bahwa dia akan kembali ke ruang kerjanya karena dia hanya berniat mengambil minum tadi.


Di sisi lain Diandra sedang berbaring di ranjang sambil memperhatikan anaknya yang berjalan kesana kemari dengan memegang dot. Suaminya sedang ada di kamar mandi, jadi dia memperhatikan Gavin yang memang tidak mau diam sejak bangun dari tidur.


Sebenarnya Gavin tidak berjalan jauh hanya di sekitar kamar saja, tapi Diandra takut karena anaknya itu masih sering kali terjatuh. Sekarang sulit sekali membuat Gavin diam atau tenang karena anak itu lebih suka bermain.


"Gavin"


Gavin seolah tau suara Mommy nya dan membuat anak itu berhenti lalu berbalik. Saat ini Gavin berjalan ke arahnya membuat Diandra tersenyum sambil merentangkan tangannya.


"Sini baby Gavinn"


Begitu sudah dekat Gavin menyerahkan dotnya lalu berusaha sendiri untuk naik ranjang membuat Diandra tersenyum dan langsung mengangkatnya.


"Tidak lelah Gavin?" Tanya Diandra sambil mencubit pelan pipi anaknya


"Ma maaa"


"Iya sayang"


"Ma maa"


Diandra tertawa kecil lalu mencium pipi anaknya dengan gemas.


Ya ampun dia jadi sedikit takut memikirkan akan menjaga Gavin di tengah kehamilannya, tapi Diandra akan berusaha menjaga anaknya dengan baik dan menjaga kandungannya agar tetap sehat.


Mungkin benar kata Gibran dia butuh seseorang untuk membantunya membersihkan rumah.


"Baby kamu senang akan punya adik?" Tanya Diandra


Gavin tidak menjawab dia malah merangkak ke dekat bantal lalu mengambil ponsel milik Diandra dan mengangkatnya dengan raut wajah senang. Melihat hal itu Diandra menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tau anaknya itu minta untuk menghidupkan hp nya.


Karena Gibran yang pernah memberikan ponsel ketika Gavin menangis, jadi anak itu sering meminta ponsel.


"Tidak baby kamu tidak boleh main hp masih kecil." Kata Diandra


Saat Diandra mengambil ponselnya dan meletakkan di nakas Gavin merengek lalu menangis membuat Diandra menghela nafasnya pelan. Diangkatnya tubuh Gavin lalu Diandra beranjak dari tempat tidurnya dan menggendong anaknya sambil mengajaknya berjalan ke dekat jendela.


"Mainan kita di rumah semua baby." Kata Diandra

__ADS_1


"Mbinn"


Diandra mengerutkan dahinya bingung, tapi ketika Gavin menunjuk keluar kaca dimana ada mobil terparkir dia tertawa.


"Gavin mau naik mobil?" Tanya Diandra


Baby Gavin tidak menjawab dia mengusap matanya lalu memeluk Diandra dan menyandarkan kepalanya di bahu Mommy nya.


"Uu ya ampun manja sekali anak Mommy." Kata Diandra


Bersamaan dengan itu Gibran keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian dan dia tersenyum melihat istrinya yang sedang menggendong anak mereka sambil menatap ke luar jendela. Tanpa mengatakan apapun Gibran berjalan mendekat lalu memeluk istrinya dari samping membuat Diandra tersentak, tapi begitu melihat itu suaminya dia tersenyum.


Tau bahwa Gibran baru saja mandi Diandra mendekatkan wajahnya untuk mencium rambut Gibran yang selalu wangi setiap kali habis mandi.


"Rambutnya wangi banget." Kata Diandra


"Sengaja kamu kan suka." Kata Gibran sambil tersenyum


Saat melihat anaknya Gibran langsung membawa Gavin ke dalam dekapannya membuat anak itu sedikit merengek karena tadi sedang sangat nyaman bersandar di pundak Mommy nya.


"Karena kamu pernah kasih hp ke dia Gavin jadi sering ngambil hp aku dan waktu aku ambil dia nangis." Kata Diandra


"Benarkah? Maaf aku janji tidak akan melakukannya lagi." Kata Gibran


"Hmm Gavin masih kecil tidak baik untuk matanya." Kata Diandra


"Iya sayang tidak akan lagi." Kata Gibran


Tersenyum manis Gibran memberikan ciuman singkat di bibir istrinya lalu berjalan menjauh sambil menggendong anaknya.


"Sayang kamu istirahat saja." Kata Gibran


"Yaudah mau apa?" Tanya Gibran


"Ke bawah yuk? Kita nonton tv kalau gak lihat Mama masak." Kata Diandra


Gibran tidak bisa menolak dan hanya menganggukkan kepalanya lalu menggenggam tangan Diandra mengajaknya untuk turun. Sampai di bawah mereka dapat melihat Dara yang masih sibuk memasak.


"Mama"


Dara menoleh lalu tersenyum ketika melihat anak dan menantunya yang ada dihadapannya.


"Ehh Diandra kenapa turun sayang? Katanya pusing." Kata Dara


"Bosan Ma aku mau disini saja ya? Mau bantuin Mama." Kata Diandra


Dara mengangguk singkat lalu memberikan ruang untuk Diandra agar bisa membantunya memasak. Sedangkan Gibran memilih untuk pergi ke ruang tengah dan menjaga anak kesayangannya.


"Mama lagi masak sup ayam sama goreng ikan untuk Papa kamu dia itu suka banget makan ikan." Kata Dara membuat Diandra tersenyum mendengarnya


"Mama selalu masak sendirian?" Tanya Diandra


"Tidak juga sayang biasanya ada Bi Diah yang bantuin, tapi kalau Mama memang lagi mau Mama masak sendirian." Kata Dara


"Emm Mama sudah lama ya ada pembantu rumah tangga?" Tanya Diandra lagi


"Dari awal menikah Diandra, jadi Oma nya Gibran itu maksa banget supaya ada pembantu di rumah katanya biar Mama gak kelelahan dan fokus sama anak-anak Mama." Kata Dara


"Gitu ya Ma? Sebenarnya Diandra juga kadang lelah Ma kalau harus mengerjakan semuanya sendirian, tapi aku juga gak nyaman kalau ada orang lain di rumah." Kata Diandra membuat Dara tersenyum mendengarnya

__ADS_1


"Mama ada saran, jadi kata Papa kalau kamu mau nanti Bi Diah yang akan kerja sama kalian dan nanti biar Mama sama Papa yang cari pembantu baru." Kata Dara


"Mama tidak keberatan?" Tanya Diandra


Dara tersenyum dan menghentikan aktivitasnya sebentar lalu menatap Diandra dengan senyuman.


"Sama sekali enggak, kamu gak perlu cemas karena Bi Diah itu udah kerja sejak Gibran masih kecil." Kata Dara


"Mama serius?" Tanya Diandra lagi


"Serius Diandra kalau kamu mau nanti Mama akan bicara sama Bi Diah dan Gibran." Kata Dara


"Emm mau Ma"


Mendengar hal itu Dara tersenyum senang nanti dia tinggal bicara pada Bi Diah dan anaknya.


¤¤¤


"Udah ih kenyang"


Diandra mengeluh ketika Gibran terus memaksanya untuk makan padahal dia sudah sangat kenyang dan malas untuk makan, tapi Gibran tidak mau menyerah dan terus menyuapinya. Melihat hal itu kedua orang tua Gibran juga Ghina tersenyum penuh arti karena melihat betapa perhatiannya Gibran pada istrinya.


Sebenarnya Diandra sudah makan cukup banyak, tapi Gibran terus memaksa agar dia menghabisi semua makanannya yang ada di piring. Menurut Gibran istrinya itu baru makan sedikit, jadi dia akan memaksanya.


"Udah Gibran biarin ah orang istrinya udah kenyang." Kata Dara


"Tapi, dia baru makan sedikit Ma." Kata Gibran


"Udah banyak gehh." Kata Diandra sambil mengerucutkan bibirnya sebal


"Sedikit sayang lihat tuh piringnya." Kata Gibran


"Ya udah habis setengah." Kata Diandra lagi


"Ayo makan lagi." Kata Gibran


"Ihh gak mauu." Kata Diandra


"Gibran udah biarin nanti kalau lapar dia pasti makan lagi." Kata Farhan


Gibran menghela nafasnya pelan lalu menaruh sendoknya lagi dan memberikan minum untuk istrinya.


"Kak Gibran bisa manis juga ya? Biasanya dia cuman bisa gangguin orang." Kata Ghina membuat Gibran menatapnya dengan sebal


"Dia memang suka gangguin aku Ghina." Kata Diandra


"Sayang apaan sih? Aku gak pernah gangguin kamu." Kata Gibran


"Ish gak mau ngaku." Kata Diandra


Gibran yang merasa gemas mencubit pipi istrinya hingga membuat Diandra merengek sambil memukul-mukul lengan suaminya.


Gibran memang sering melakukan hal-hal manis sekarang.


¤¤¤


Hai aku updatee hehe hari ini satu aja yaaa😉


Perkara pembantu udah aman yaa😂

__ADS_1


__ADS_2