
Alexa terus menatap Gavin yang sampai sekarang masih belum bicara apapun padahal sudah lima belas menit mereka sampai di taman, tapi pria itu hanya diam sambil menatap lurus ke depan. Tangan Gavin menggenggam sayang tangan Alexa dia tak bicara hanya saja Alexa sangat yakin ada banyak hal yang Gavin sembunyikan, dia pasti punya masalah.
Tidak mau memaksa Alexa hanya membiarkan Gavin saja sesekali dia juga mengusap tangan Gavin dengan sayang, masih belum menyangka juga Gavin akan berubah sejauh ini untuknya. Ponsel Gavin mungkin masih di penuhi chat dari para gadis, tapi tidak ada yang pria itu tanggapi dan ya tadi Alexa baru saja melihatnya sendiri.
Gavin banyak berubah dan Alexa senang.
"Gue habis dari rumah sakit"
Kalimat itu yang Gavin keluarkan untuk pertama kalinya membuat Alexa langsung menatapnya.
"Siapa yang sakit?" Tanya Alexa
"Gue"
Gavin menjawabnya sambil terkekeh pelan lalu menghela nafasnya panjang dan tersenyum.
"Kamu sakit apa Vin? Kalau sakit kenapa kesini? Kenapa gak istirahat?" Kata Alexa takut dan cemas
Gavin tersenyum dia menatap Alexa yang ada di sampingnya lalu membawa helaian rambut gadis itu ke belakang telinga.
"Dulu gue ada gejala asma kata Mommy udah sembuh, tapi kayaknya kambuh lagi karena gue ngerokok mungkin tadi Dokter bilang gue suruh berhenti." Kata Gavin
"Vinn udah tau gitu kenapa masih ngerokok sih? Cari penyakit aja deh." Kata Alexa antara kesal dan cemas
"Gue keluar dari basket juga karena itu Mommy yang minta dia nangis katanya dia enggak mau lihat gue sakit makanya gue nurut, enggak bisa banget lihat Mommy nangis." Kata Gavin sambil tersenyum tipis
"Tapi kamu baik-baik aja kan?" Tanya Alexa
"Baik, cuman di kasih vitamin aja terus suruh berhenti ngerokok juga." Kata Gavin membuat Alexa menghela nafasnya lega
"Harus nurut." Kata Alexa
Gavin tersenyum dan mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Mommy gak tau gue habis dari rumah sakit kalau tau bisa habis gue di marahin atau yang paling parah bisa di suruh home schooling gue." Kata Gavin
Alexa tersenyum tipis ketika mendengarnya.
"Terus tadi ke rumah sakit sama siapa?" Tanya Alexa
"Sama Daddy dan Ila." Kata Gavin
"Jangan sakit Vin." Kata Alexa
"Kenapa memang?" Tanya Gavin sambil menatap Alexa dengan wajah tengilnya
Alexa berdecak pelan dan mengalihkan pandangannya membuat Gavin tertawa.
"Gak mau kehilangan aku ya?" Tebak Gavin
Perkataan itu membuat pipi Alexa merona dan Gavin semakin senang dibuatnya dia mengusap pipi Alexa yang memerah itu dengan penuh kelembutan.
"Tenang aja Lex gak ada masalah asalkan gue gak bandel." Kata Gavin
"Makanya jangan bandel." Kata Alexa pelan
"Jangan buat gue cemburu makanya." Kata Gavin
"Siapa yang buat cemburu coba?" Kata Alexa kesal
"Lo lah kan udah gue bilang gue gak suka lo dekat sama cowok lain apa lagi sama Nicholas." Kata Gavin
"Iya iyaa enggak." Kata Alexa
"Good girl"
__ADS_1
Gavin menepuk-nepuk kepala Alexa dengan sayang membuat gadis itu tersenyum hingga matanya menyipit ketika melihat sesuatu.
"Vinn ada yang jual ice cream tuh beli yuk"
Gavin melihat ke arah pandang Alexa dan menemukan penjual ice cream di sana lalu dia mengangguk singkat. Tangannya meraih tangan Alexa dan mengajaknya untuk membeli ice cream yang gadis itu inginkan.
"Aku mau coklat Vin." Kata Alexa
"Bang ice cream coklat dua ya?" Kata Gavin
Alexa menunggu dengan tidak sabar membuat Gavin tersenyum senang, perasaannya jauh lebih baik setelah bertemu dengan gadis di sampingnya. Tak butuh waktu lama pesanan mereka selesai Gavin mengambil ice cream itu dan meminta Alexa mengambilkan dompetnya di saku celana.
"Hah?"
"Dompet Lex." Kata Gavin lagi
"Ahh iya iya." Kata Alexa
Dengan canggung Alexa mengambil dompet Gavin.
"Bayar"
Alexa kembali mengangguk dia membayar ice cream mereka lalu mengambil satu cup ice cream yang Gavin pegang dan mengembalikan dompet pria itu.
"Padahal biar aku aja yang pegang ice creamnya terus kamu yang bayar." Kata Alexa sambil memakan ice cream miliknya
Gavin hanya tersenyum dan mengajak Alexa untuk duduk kembali di tempat tadi.
"Lexa"
Alexa bergumam pelan dan menatap Gavin yang juga sedang melihat ke arahnya.
"Thanks ya, kamu buat aku lebih baik." Kata Gavin
"Sukanya pakai apa?" Tanya Gavin sambil tersenyum
"Aku kamu biar sama kayak aku." Kata Alexa
"Oke"
Alexa tersenyum dia menatap Gavin yang sedang makan ice cream.
"Memang kamu kepikiran karena sakit kamu itu Vin?" Tanya Alexa
"Hm enggak sih cuman merasa kesel aja karena sakit itu jadi penghalang untuk aku ngelakuin hal yang aku suka." Kata Gavin
"Rokok?"
"No, basket, sebenernya masih bisa main, tapi Mommy bisa marah." Kata Gavin sambil tertawa pelan
"Sayang banget sama Mommy ya?" Kata Alexa lagi
"Sayang banget Lex." Kata Gavin
"Aku suka banget sama cowok yang sayang sama Mama mereka." Kata Alexa
"Semua cowok bukannya gitu?" Kata Gavin
"Hm enggak juga ada yang enggak kayak gitu." Kata Alexa
"Jadi kamu suka banget sama aku?" Kekeh Gavin
Alexa tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
"Ya ampun lucu banget mukanya kalau matanya sipit gitu." Kata Gavin sambil mencubit pelan pipinya
__ADS_1
Alexa tak bicara lagi dia kembali memakan ice cream miliknya tanpa tau Gavin masih belum mengalihkan pandangan darinya dan ketika Gavin melihat sedikit coklat di sudut bibirnya tanpa ragu Gavin mengusapnya. Perbuatan itu membuat Alexa menoleh dia semakin terkejut ketika Gavin memasukkan jempolnya yang tadi dia gunakan untuk mengusap bibirnya ke dalam mulutnya.
Pipi Alexa merona seketika dia langsung mengalihkan pandangannya lagi.
"Pelan-pelan makannya gak ada yang minta." Canda Gavin
Alexa hanya mengangguk singkat, dia berusaha menetralkan degup jantungnya yang tidak karuan.
Oh tidak Alexa jatuh semakin dalam pada Gavin.
°°°°
"Kamu pacaran sama Gavin?"
Pertanyaan itu William ajukan kepada anaknya setelah Gavin pulang dan dia memanggil Alexa ke ruang kerjanya, dia baru bertemu Gavin beberapa kali. Selama ini yang William tau Alexa dekat dengan Nicholas dia juga menyukai pria itu karena terlihat baik dan sopan.
Tentang Gavin dia mendengar dari Nicholas kalau pria itu cukup nakal sering bolos pelajaran dan merokok di area sekolahan atau datang terlambat. Alexa merupakan anak satu-satunya dan William mau anaknya itu dapat yang terbaik.
"Alexa Papa bertanya." Kata William ketika anaknya hanya diam
Alexa mendongak lalu mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Lalu Nicholas?" Tanya William
"Dia cuman teman Alexa." Kata Alexa pelan
"Kenapa? Kalian sangat dekat sebelumnya." Kata William
"Alexa cuman nyaman untuk berteman sama dia Pa." Kata Alexa
"Papa dengar Gavin cukup nakal di sekolah dia sering kena hukum karena datang terlambat, bolos pelajaran dan merokok." Kata William
"Gavin enggak nakal Pa dia itu baik." Kata Alexa
"Tapi, benar dia sering kena hukuman di sekolah?" Tanya William lagi
"Iya memang, tapi Gavin enggak...."
"Kenapa kamu suka sama dia?" Tanya William lagi
Alexa menunduk dan masih belum memberikan jawaban.
"Mama kamu selalu saja membanggakan Gavin padahal dia tidak sebaik itu." Kata William
"Gavin itu baik Papa belum kenal sama dia." Kata Alexa pelan
William menatap mata Alexa yang terlibat sedih membuat dia tertegun di tempatnya.
"Gavin memang nakal, tapi dia baik dia enggak pernah aneh-aneh sama Lexa." Kata Alexa lagi
"Ke kamar Alexa." Kata William
Alexa terdiam sejenak lalu beranjak dari tempatnya, tapi sebelum keluar Alexa menatap Papa nya dan mengatakan sesuatu.
"Jangan minta Nicholas jemput Lexa lagi Pa enggak masalah Lexa bisa berangkat sama supir atau minta antar Mama"
Setelah mengatakan itu barulah Alexa benar-benar keluar dari ruangan dan pergi ke kamarnya dengan wajah murung.
Papa nya hanya mau yang sempurna untuknya, tapi Alexa hanya mau Gavin di hidupnya.
Hanya Gavin dia sangat mencintai pria itu.
°°°°
Yuhuu aku updateeee🥰
__ADS_1