Obsession

Obsession
Villa


__ADS_3

Pukul empat sore Gibran bersama keluarga kecilnya baru saja sampai di villa karena mereka memang baru berangkat ketika siang dan sekarang Gavin terlihat begitu bersemangat. Tangannya menggenggam erat tangan Diandra dan menariknya untuk segera masuk ke dalam membuat Diandra tidak bisa menahan senyum manisnya.


Keputusannya tidak salah karena seandainya saja dia memilih untuk pergi dan tidak memberikan kesempatan lagi pasti dia tidak akan melihat kegembiraan yang anaknya rasakan. Mungkin kalau dia memutuskan untuk pergi Gavin akan menangis dan sama sepertinya dulu anaknya itu bisa saja terpuruk.


Seandainya dia pergi Gavin bukan tertawa sekarang, tapi anak itu pasti merenung dan bersedih karena dia terbiasa dengan kehangatan keluarganya.


'Kami akan bercerai'


Satu kalimat yang sempat diucapkan Ibu nya adalah kalimat paling menyakitkan yang dulu pernah dia dengar dan Diandra tidak mau sampai mengucapkannya pada anak-anaknya. Setidaknya dia akan lebih mementingkan kebahagiaan anak-anaknya terlebih dahulu selagi berusaha memperbaiki semuanya.


Selain itu Gibran juga sudah banyak berubah dia bahkan selalu meminta Diandra untuk mengecek ponselnya setiap hari atau mengajak untuk ikut ke studio.


"Mommy aku mau belenang." Kata Gavin ketika dia melihat kolam renang


"Besok ya? Sekarang udah sore." Kata Diandra


Gavin mengangguk dengan semangat lalu Diandra mengajaknya ke kamar untuk menata pakaian mereka dan beristirahat sejenak.


"Nah Gavin sama adiknya dulu ya? Mommy sama Daddy mau nata pakaian dulu." Kata Gibran


"Kita lama enggak dicini?" Tanya Gavin


"Hm lama"


Gavin bersorak senang lalu berlari kecil menghampiri Danira yang ada di atas ranjang.


"Hai adik cantikk kita libulannya lamaa." Kata Gavin senang


Melihat hal itu Gibran tersenyum lalu menghampiri Diandra untuk membantu istrinya memasukkan baju ke dalam lemari. Rencananya memang hanay untuk seminggu mereka disini, tapi belum tau juga kalau Gavin memang masih ingin disini mereka bisa pulang nanti.


"Butuh bantuan sayang?" Tanya Gibran


Diandra mendongak lalu menggelengkan kepalanya singkat.


"Enggak perlu Mas cuman sedikit kok." Kata Diandra


Tak peduli ucapan istrinya Gibran tetap membantu Diandra dan tidak ada pilihan lain bagi Diandra selain diam lalu membiarkan suaminya membantu.


"Waktu itu kita hanya seminggu disini." Kata Gibran


"Hmm karena ada suatu masalah yang mengharuskan kita kembali." Kata Diandra


"Sepertinya ada banyak sekali kesalahan yang aku buat ya?" Kata Gibran


"Jangan dibahas Mas kita fokus saja dengan kegiatan apa yang akan kita lakukan besok atau nanti malam." Kata Diandra

__ADS_1


"Hm besok aku ingin mengajak kalian jalan-jalan ke taman safari sepertinya Gavin akan senang." Kata Gibran


"Ide yang bagus aku suka." Kata Diandra


"Lalu besok kita akan mengunjungi banyak tempat dan untuk malam ini kita hanya akan makan malam di luar saja karena kita baru sampai." Kata Gibran


"Baiklah aku akan ikuti semuanya." Kata Diandra


Begitu selesai memasukkan semua pakaian ke dalam lemari Diandra menutup kopernya dan menaruhnya di samping lemari lalu melirik Gavin yang sudah terlelap di samping Danira.


"Lihat anak kamu Mas, mudah sekali tertidur." Kekeh Diandra


"Dia kelelahan sayang perjalanan kita cukup panjang tadi." Kata Gibran


"Hmm Gavin pasti lelah." Kata Diandra


"Kalau kamu?" Tanya Gibran membuat Diandra menoleh dan menatapnya


"Aku? Tidak aku biasa saja." Kata Diandra sambil tersenyum


"Keberatan kalau aku ajak mandi bersama?" Tanya Gibran


Diandra tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak sama sekali Daddy." Kata Diandra


"Mereka tidur." Kata Gibran


"Lalu kenap... Mass!"


Diandra berseru kaget ketika Gibran menggendongnya dan mengajaknya ke kamar mandi, tapi sesaat setelahnya dia tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Keadaan sudah semakin membaik.


¤¤¤


Menatap tiket pesawat yang akan kembali membawanya ke Amerika helaan nafas keluar Clarissa berkali-kali mengalihkan pandangannya. Alasannya untuk kembali ke tanah kelahiran sudah hilang, tidak ada lagi Gibran yang selalu menatapnya dengan penuh cinta.


Semua memang salahnya karena begitu yakin Gibran akan terus menantinya entah berapa lama, dia terlalu yakin bahwa cints Gibran hanya untuknya. Ternyata semuanya salah Gibran terlalu terluka untuk menunggunya dan Gibran terlalu kecewa karena dia yang pergi begitu saja.


Dia masih sangat ingat betapa Gibran sangat antusias ketika membicarakan masalah pertunangan dengannya.


'Sayang setelah bertunangan kita akan menikah di tahun berikutnya, aku sudah merencanakan semuanya dan sangat membahagiakan membayangkan kita akan menikah'


'Aku sangat mencintai kamu Clarissa dan aku ingin segera menikah dengan kamu, tapi mengingat kalau aku belum memiliki pekerjaan tetap aku akan mengundurnya sampai tahun depan'

__ADS_1


'Pasti menyenangkan aku akan tinggal bersama kamu dan menghabiskan waktu bersama hingga kita tua juga memiliki anak bersama kamu, bukankah itu menyenangkan Clarisaa?'


Mengingat semua perkataan itu mata Clarissa berkaca-kaca dia mengalihkan pandangannya dan mengusap pelan sudut matanya. Seandainya dia kembali lebih cepat mungkin Gibran masih bisa dia dapatkan, tapi tidak Clarissa tidak akan melakukan apapun lagi.


Dia membuat Gibran terluka dan tidak mungkin melakukannya lagi.


Gibran benar semuanya selesai, hubungan mereka telah usai dan tidak ada lagi yang bisa diteruskan.


¤¤¤


"Mommy cuapin akuu"


Diandra tersenyum ketika mendengar perkataan anaknya dan langsung menyuapi Gavin dengan nasi goreng yang tadi anaknya pesan. Sekarang dia bersama keluarga kecilnya sedang menikmati makan malam di sebuah restoran yang tempatnya terbuka dan terletak tidak terlalu jauh dari villa.


Si kecil Danira tidak tertidur dia terlihat asik di dalam dekapan Gibran dan memainkan jari Gibran yang ada di dekat wajah mungilnya. Memang belakangan ini Danira sangat tenang setiap kali bersama Gibran berbeda dengan Gavin yang ketika kecil selalu rewel kalau bersama dengan Gibran.


"Makan yang banyak Gavin sayang." Kata Diandra sambil mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang


"Sayang kelihatannya Danira haus dia menggigitin tanganku." Kata Gibran


"Aku sudah bawa susu Mas ada di dalam tas." Kata Diandra


Gibran mengangguk singkat lalu mengambil tas milik istrinya juga susu untuk Danira yang membuat anaknya itu langsung meminumnya dengan lahap.


"Dia haus sekali sayang." Kata Gibran


"Mas kamu mau makan? Kalau mau nanti aku suapi." Kata Diandra


"Hm boleh"


Tersenyum manis Diandra mulai menyuapi suaminya dan Gavin secara bergantian.


Sungguh keadaan sudah semakin membaik dan Diandra berharap tidak akan ada hal lain lagi yang mengusik kebahagiaan mereka.


"Mommy aku mau pipisss"


Mendengar hal itu Diandra tertawa kecil lalu menurunkan Gavin dari kursi dan mengajaknya ke kamar mandi.


"Sebentar ya Mas aku ke kamar mandi dulu." Kata Diandra


Gibran mengangguk singkat dan memperhatikan istrinya yang menggendong tubuh Gavin, membawanya ke kamar mandi.


Dia hampir saja kehilangan mereka.


¤¤¤

__ADS_1


Aku updateeee💞


__ADS_2