
"Mmh Mas udah"
Perkataan itu Diandra ucapkan dengan lirih serta suara yang sangat pelan karena tenaganya yang telah benar-benar habis karena sang suami yang masih belum mau berhenti, benar kata Gibran tadi dia akan sulit untuk berhenti. Entah berapa lama Gibran terus bermain dengan tubuhnya merubah tempat mereka lalu melakukannya lagi dan lagi.
Erangan pelan Gibran terdengar bersamaan dengan tubuhnya yang ambruk di atas tubuh Diandra. Nafasnya terengah permainan mereka siang ini benar-benar luar biasa hingga Gibran tidak ingin berhenti, tapi dia tidak mungkin melakukannya lagi sudah cukup Diandra sangat kelelahan.
Mengecup singkat leher istrinya Gibran menatap Diandra dengan senyuman lalu mencium seluruh wajahnya dan berhenti lama di bibir yang sekarang terlihat sedikit membengkak.
"Terima kasih sayang"
Diandra hanya bisa bergumam pelan karena dia benar-benar lelah sekarang bahkan untuk bicara saja dia malas.
"Maaf, kamu lelah ya?" Kata Gibran
"Mm sedikit." Kata Diandra pelan
Diandra memeluk tubuh suaminya dengan sayang, mereka masih berada di sofa yang untungnya cukup lebar bahkan cukup untuk mereka berbaring disana.
"I love you Mas"
"Love you more baby"
Tersenyum senang Diandra kali ini tidak menolak ketika sang suami melepaskan pelukannya dan menatapnya dengan penuh kelembutan.
"Aku tidak pakai pengaman, bagaimana kalau kamu...."
"Tidak papa Mas." Kata Diandra
"Tapi, Danira masih kecil sayang." Kata Gibran
"Jangan cemas Mas kalau dia memang tumbuh di dalam sini biarkan saja, tapi kalau belum kita akan berhati-hati lagi kalau mau melakukannya." Kata Diandra dengan senyuman
Terdiam cukup lama Gibran ikut tersenyum lalu mencium kening Diandra cukup lama.
"Mau minum istriku sayang?" Tanya Gibran
"Hm boleh tenggorokanku sakit." Kata Diandra
"Bagaimana tidak kamu terus mendes.... aw iya maaf." Kekeh Gibran ketika sang istri mencubit lengan kekarnya
Memakai celananya Gibran berjalan tanpa memakai baju dan mengambilkan minum untuk istrinya di sudut ruangan. Tidak butuh waktu lama Gibran kembali dan memberikan minum pada Diandra yang langsung wanita itu tenggak hingga habis.
Memperhatikan Diandra dengan senyuman Gibran mengusap puncak kepalanya dengan sayang lalu membuka salah satu laci dan mengambilkan selimut yang ada disana. Memakai selimut itu untuk menutupi tubuh istrinya Gibran merapihkan rambut Diandra yang terlihat berantakan.
"Kamu sangat cantik sayang"
Baru ingin bicara Diandra terkejut dan langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya kala mendengar suaa Gavin serta pintu yang terbuka.
"Daddyy"
Astaga! Apa mereka bercinta selama itu?
"Gavin sudah bangun dari tadi?" Tanya Gibran
"Balusan, Gavin cali Mommy." Kata Gavin
__ADS_1
"Mommy lagi tidur juga." Kata Gibran sambil tersenyum
"Kenapa dicitu? Kok Mommy enggak tidul di kamal?" Tanya Gavin
"Mommy tadi habis nonton tv terus ketiduran." Kata Gibran
Gavin mengangguk dengan wajah polosnya lalu berjalan mendekat pada Diandra dan menarik pelan selimutnya. Di dalam sana Diandra melotot sambil mengeratkan selimutnya agar tidak terbuka.
Gawat! Keadaannya sangat berantakan sekarang.
"Gavin jangan dibangunin ya? Mommy baru tidur kasihan, Gavin sama Daddy aja ya? Kita main." Kata Daffa
Gavin terdiam dengan wajah cemberut, tapi tetap menganggukkan kepalanya.
"Baju Daddy mana?" Tanya Gavin
"Hm ada sayang tadi bajunya basah ketumpahan air." Kata Gibran sambil tersenyum
"Daddy pakai baju kata Mommy kalau enggak pakai baju nanti macuk angin." Kata Gavin
"Iya yaudah kita ke kamar Daddy ya? Gavin mau main apa?" Tanya Gibran
"Main hp." Kata Gavin sambil menatapnya dengan penuh harap
"Sebentar saja ya?" Kata Gibran
Tersenyum senang Gavin mengangguk dengan semangat lalu mengikuti Daddy nya ke kamar dengan tangan mungilnya yang digenggam. Begitu mendengar pintu yang tertutup Diandra menghela nafasnya lega lalu perlahan membuka selimutnya.
Tertawa kecil Diandra merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya menggoda Gibran. Bangun dengan menutupi tubuhnya menggunakan selimut Diandra mengambil pakaiannya yang ada di lantai, untung Gavin tidak melihat atau bertanya.
Setelah memakai pakaiannya Diandra kembali membaringkan tubuhnya karena masih merasa lelah, dia memejamkan matanya pelan.
Jadi, Diandra akan tidur sebentar nanti suaminya pasti membangunkan kalau Danira menangis.
¤¤¤
Menggeliat pelan dalam tidurnya Diandra merasa kalau ada yang sedang mengguncang tubuhnya hingga dia perlahan membuka matanya. Sang suami adalah hal pertama yang dia lihat Gibran menatapnya dengan senyuman sambil mengusap sayang kepalanya.
Masih merasa lelah Diandra bergumam pelan lalu menyampingkan tubuhnya dan mengatakan hal yang membuat Gibran tertawa. Bukan apa masalahnya sekarang sudah hampir malam dan Diandra harus mandi, dia tidak mungkin membiarkan istrinya mandi kalau sudah malam.
"Masih ngantukkk"
"Sudah mau malam sayang bangun dulu, mandi." Kata Gibran
Mendengar kata malam mata Diandra membulat sempurna dia melirik jam yang menggantung di dindin sudah menunjukkan pukul setengah enam.
"Ya ampun Mas! Kenapa baru bangunin aku? Danira gimana? Dia nangis gak?" Tanya Diandra cemas
"Enggak dia lagi sama Gavin di ruang tengah." Kata Gibran
"Waktu bangun gak nangis?" Tanya Diandra
"Nangis sebentar, tapi diam setelah aku gendong." Kata Gibran
Menghela nafasnya lega Diandra kira anaknya akan rewel karena biasanya selalu begitu kalau habis bangun tidur.
__ADS_1
"Yaudah kamu mandi dulu sayang." Kata Gibran lagi
"Hm males." Kata Diandra
"Terus gak mau mandi?" Tanya Gibran
"Mauu"
"Yaudah mandi dulu makanya." Kata Gibran
Diandra mengangguk lalu berdiri dan berjalan keluar dengan diikuti oleh suaminya. Saat baru akan memasuki kamar Diandra menatap Gibran sebentar lalu memeluknya.
Tertawa kecil Gibran mengusap kepala Diandra dengan sayang.
"Kenapa hmm?" Tanya Gibran
"Masih ngantuk." Kata Diandra lagi
"Capek banget ya?" Tanya Gibran
"Heem capek ngantuk juga." Kata Diandra
"Mandi dulu nanti gak ngantuk lagi." Kata Gibran
"Iya"
Melepaskan pelukannya Diandra masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Gibran yang sekarang memilih untuk menghampiri anak-anaknya di bawah. Sampai di ruang tengah Gibran dapat melihat Gavin yang sedang bermain bersama adiknya.
Anak tampan itu memainkan boneka di depan wajah Danira dan membuat Danira tertawa girang sambil berusaha meraih boneka di tangan Gavin.
"Enggak bica Danila enggak bica ambil." Kata Gavin sambil menjauh-jauhkan tangannya
Gibran tersenyum melihatnya, dia senang karena Gavin sangat menyayangi adiknya.
"Gavin"
"Daddy udah kecini lagi Mommy mana?" Tanya Gavin
"Lagi mandi, Gavin ngapain sama Danira?" Tanya Gibran sambil duduk di dekat anaknya
"Main cama Danila dia cuka." Kata Gavin
"Pintar sekali jagoan Daddy." Kata Gibran
Saat menatap anaknya Gibran dapat melihat Danira yang mengangkat kedua tangannya dan hal itu membuat Gibran tersenyum lalu mengangkat tubuh Danira. Bayi cantik itu terlihat senang dan langsung menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Daddy nya.
"Daddy cayang Danila enggak?" Tanya Gavin
"Sayang"
"Cayang Gavin?" Tanya Gavin lagi
Gibran tertawa kecil sambil mencubit pelan pipi Gavin dengan tangannya yang lain.
"Daddy sayang kalian semua"
__ADS_1
¤¤¤
Hai aku updatee nanti malam aku update lagi yaaa😉