
Gavin meraih tangan Alexa untuk dia genggam dan gadis itu kini mendongak untuk menatap matanya, dia tersenyum manis ketika Alexa juga menatapnya. Mereka baru saja sampai di sekolah tadi Gavin menjemput Alexa ke rumahnya karena Danira berangkat bersama dengan Arsaka sejak pagi sekali.
Sekarang sudah pukul tujuh mungkin sebentar lagi bel masuk akan berbunyi, tapi Gavin malah mengajak kekasihnya itu pergi ke kantin karena Alexa yang mengatakan tidak sempat sarapan. Saat masuk area kantin Gavin melihat Aura yang juga menatap ke arahnya dan gadis itu langsung mempercepat langkah kakinya, tapi ketika akan melewati Gavin dengan sigap Gavin menahan lengannya.
Ringisan pelan terdengar karena Gavin mencengkram cukup kuat tangan Aura dengan tangan kekarnya.
"Kenapa lari? Takut lo?" Tanya Gavin sambil tertawa pelan.
Aura terdiam tangannya mengepal dengan kuat.
"Jangan cari masalah sama gue apalagi sama orang-orang terdekat gue kalau lo mau hidup lo aman, gue bisa lakuin apa aja Aura tanpa peduli hal itu bener atau salah, lo cewek atau cowok, jadi jaga sikap lo." Kata Gavin.
Melepaskan cengkraman tangannya Gavin kembali melangkahkan kakinya bersama dengan Alexa memasuki area kantin, tapi Alexa sambil berjalan malah asik menoleh untuk melihat Aura hingga dia nyaris terjatuh kalau saja Gavin tidak menahannya.
"Ya ampun Lex hampir aja jatuh." Kata Gavin.
Alexa menyengir lucu.
"Sorry"
"Kenapa liatin dia? Mending liat aku aja dari pada dia." Kata Gavin sambil tertawa pelan.
"Mau liat aja reaksi dia waktu kamu ngomong gitu gimana." Kata Alexa.
"Ada aja deh, ayo makan nanti keburu masuk." Kata Gavin.
"Udah mau masuk juga Vin mending aku beli susu sama roti aja deh." Kata Alexa.
"Yakin enggak papa?" Tanya Gavin.
"Enggak masalah Vin yang penting kan perutnya enggak kosong." Kata Alexa.
"Oke"
Gavin mengantar Alexa dan membelikan susu juga roti untuk kekasihnya itu, dia juga membeli cukup banyak permen yupi untuk adiknya.
"Banyak banget." Kata Alexa.
"Untuk Ila." Kata Gavin sambil tersenyum.
Setelah membayar semuanya mereka keluar dari area kantin dan pergi ke kelas. Letak kelas Gavin dan Alexa bersebelahan, jadi Gavin selalu mengantar Alexa bahkan hingga masuk ke dalam kelas.
Seperti sekarang Gavin ikut masuk ke dalam kelas kekasihnya dan mengabaikan banyak pasang mata yang menatap ke arahnya, memang dia peduli?
Jelas saja tidak.
"Udah Vin sampe sini aja." Kata Alexa.
__ADS_1
Gavin malah tersenyum bukan keluar dia malah asik duduk di samping Alexa karena teman sebangku gadis itu belum datang.
"Vinn ini bukan kelas kamu." Kata Alexa.
Gavin mengangkat bahunya acuh dia terlihat santai saja meskipun ada banyak pasang mata yang menatap ke arahnya.
Ah termasuk Sherin yang juga melirik ke arahnya.
Omong-omong tentang gadis itu Gavin masih sama kesalnya pada Sherin karena gadis itu terlihat tidak bersalah sama sekali dan satu lagi dia juga Aura itu berteman dekat.
"Vin ngapain lo?" Tanya Rian.
"Pacaran Bang." Kekeh Gavin.
"Gavin ish." Kata Alexa sambil memukul pelan lengannya.
"Ya kan memang pacaran Lex." Kata Gavin.
Gavin mendekatkan wajahnya pada Alexa membuat gadis itu menjauhkan wajahnya dan memukul pelan lengan kekasihnya.
"Gavinn!" Tegur Alexa.
Gavin kembali tertawa lalu berdiri dia mengusap kepala kekasihnya itu dengan penuh kelembutan.
"Aku ke kelas dulu." Kata Gavin.
Gavin memang selalu menarik perhatian bahkan dia berjalan saja sudah membuat banyak mata menatap ke arahnya.
Salahnya sih, jadi cowok ganteng banget kan jadi banyak yang lirik.
°°°°
"Pacaran terusss"
Gavin terkekeh ketika mendengar cibiran Rama saat dia baru saja masuk ke dalam kelas dan duduk di samping pria itu. Bel masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu, tapi kelas masih cukup bising karena guru di pelajaran pertama belum datang.
Meletakkan tasnya di atas meja Gavin memanggil Arsaka membuat pria itu menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut.
"Ngapa?" Tanya Arsaka.
"Ila aman kan?" Tanya Gavin.
"Lecet, ya aman lah Vin enggak percaya amat sama gue." Keluh Arsaka membuat Gavin tertawa pelan.
"Ketemu Aura lagi gue di kelasnya Alexa." Kata Gavin.
"Sumpah tuh cewek nyebelin." Kata Rama.
__ADS_1
"Mantannya Arsaka." Kata Gavin.
Arsaka mendengus pelan.
"Dulu iseng doang pacaran sama dia." Kata Arsaka.
"Ya karena lo iseng tuh dia jadi dendam, tapi sasarannya adek gue." Kata Gavin jengkel.
"Sorry elah Vin." Kata Arsaka.
"Gue juga bercanda doang Ka yang penting Ila udah gak papa sekarang kalau sampai kenapa-kenapa udah abis tuh dia sama gue." Kata Gavin kesal.
Menggelengkan kepalanya pelan Gavin membuka tasnya dan mengambil permen yupi yang tadi dia belikan untuk adiknya.
"Kayak anak kecil lo Vin makan permen." Kekeh Rama.
"Dia kan gak ngerokok, jadi ganti permen." Kata Rama sambil tertawa.
Gavin berdecak kesal dan menendang pelan kaki keduanya.
"Punya Ila ini gue minta aja." Kata Gavin.
"Gue izin bawa Ila nanti balik sekolah." Kata Arsaka.
"Kemana?" Tanya Gavin dengan raut wajah serius.
"Rumah Mama." Kata Arsaka.
"Waduh mau di kenalin ke camer." Kata Rama membuat Arsaka tertawa pelan.
"Boleh gak? Bentar aja nanti gue anter balik." Kata Arsaka.
"Boleh aja, tapi lo izin ke Mommy sama Daddy dulu." Kata Gavin.
"Udah tadi waktu mau berangkat ke sekolah sempet ketemu bokap lo di depan rumah." Kata Arsaka.
"Yaudah ajak aja gak papa." Kata Gavin.
Arsaka mengangguk singkat, dia memang berniat mengenalkan Danira pada Mama-nya.
Dia tidak perlu menunggu lama lagi kan?
Lebih baik mengenalkan Danira kepada orang tuanya sekarang agar Gavin juga orang tua gadisnya tau bahwa Arsaka serius.
°°°°
Huaaa maafin baru updatee😭
__ADS_1
Sedikit ragu, masih ada yang nungguin cerita ini gak yaaa🥺