Obsession

Obsession
Sakit


__ADS_3

"Loh kok panas?"


Raut wajah Diandra berubah cemas ketika tangannya yang menyentuh dahi suaminya terasa cukup panas. Saat dia mengajak sarapan Gibran memang memintanya untuk makan lebih dulu karena masih mengantuk dan Diandra hanya mengangguk saja karena tadi malam Gibran memang tidur hingga sangat larut karena pekerjaan.


Setelah selesai sarapan Diandra membawa kedua anaknya ke ruang tengah dan membiarkan Gavin menonton tv lalu Danira yang hanya diam dalam ranjang bayinya. Ada Bi Diah disana karena Diandra mengatakan dia ingin pergi ke kamar untuk mengajak Gibran sarapan, tapi ketika ingin membangunkan suaminya Diandra malah dibuat cemas.


Gibran menutupi hingga ke lehernya selimut tebal yang dia gunakan, mungkin merasa dingin.


"Mas?"


Bergumam pelan Gibran mengeratkan selimutnya membuat Diandra mengusap pelan dahinya hingga Gibran membuka matanya perlahan dan menatap matanya dengan sayu.


"Kamu panas." Kata Diandra pelan


"Kepalaku pusing sayang." Kata Gibram serak


Menghela nafasnya pelan Diandra kembali mengusap dahinya lalu menciumnya lama.


"Aku buatin bubur dulu ya? Habis ini makan nanti aku kasih obat sakit kepala sama penurun demam." Kata Diandra


"Hmm"


Hanya mendapat gumaman pelan Diandra bergegas keluar kamar dan pergi ke dapur untuk membuatkan bubur. Tidak lupa dia juga mencari obat yang selalu tersedia di rumah mereka.


Saat tengah membuat bubur Gavin datang karena ingin mengambil minum dan dia melihat Mommy nya yang tengah memasak.


"Mommy kenapa macak lagi?" Tanya Gavin


Diandra menunduk untuk melihat anaknya lalu tersenyum.


"Gavin sayang munduran jangan dekat-dekat kompor." Kata Diandra


Gavin menurut dan memundarkan sedikit langkahnya sambil menatap Mommy nya dengan penasaran.


"Mommy masak untuk Daddy sayang sekarang Daddy lagi sakit, jadi Mommy mau buat bubur." Kata Diandra


Wajah Gavin berubah murung ketika mendengarnya.


"Daddy cakit apa?" Tanya Gavin


"Kepalanya sakit, jadi Gavin jangan nakal ya? Mommy mau jagaiin Daddy dan Gavin jagaiin adik ya?" Kata Diandra


"Iya Mommy"


"Sekarang Mommy tanya Gavin mau apa ke dapur?" Tanya Diandra


"Minum"


"Mau minum? Mommy ambilkan ya?" Kata Diandra


"Gavin bica cendili kan udah besal." Kata Gavin


Diandra tersenyum sambil memperhatikan Gavin yang berjalan mengambil gelas, bukan gelas kaca lalu dia berjinjit dan mengambil minum.


"Sudah?" Tanya Diandra


Gavin mengangguk lalu kembali berjalan ke ruang tengah untuk menonton film kartun.


Sekarang Diandra kembali pada kegiatannya menyiapkan bubur untuk suaminya dan sekitar dua puluh menit Diandra akhirnya selesai. Tanpa menunggu waktu lagi Diandra mengambil nampan lalu meletakkan semangkuk bubur, air hangat, dan obat yang tadi sudah dia siapkan kemudian pergi ke kamar.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam Gibran masih menutupi tubuhnya dengan selimut membuat Diandra menghela nafasnya pelan. Meletakkan semuanya di nakas Diandra membangunkan suaminya lalu membantu Gibran untuk bangun, tapi Gibran langsung memegang dahinya yang terasa begitu berat.


"Kenapa hmm?" Tanya Diandra


"Pusing sayang." Keluh Gibran sambil memeluk Diandra dengan manja


Menghela nafasnya pelan Diandra mengusap kepala Gibran dengan sayang dan memintanya untuk bersandar pada kepala ranjang lalu dia mengambil nampan yang tadi di bawa.


"Makan dulu ya?" Kata Diandra


"Suapin." Kata Gibran manja


"Iya Mas aku suapin." Kata Diandra


Dengan telaten Diandra menyuapi suaminya makan meski hanya sedikit karena setelah makan beberapa sendok Gibran mengatakan cukup. Tidak bisa memaksa Diandra memberikan minum lalu obat yang tadi dia bawa agar di minum oleh suaminya.


"Kamu kenapa bisa sakit Mas? Begadang terus sih makanya jangan tidur larut malam udah kalau malam jarang pakai baju." Kata Diandra membahas kebiasaan suaminya kalau malam yang selelalu bertelanjang dada


"Gak tau, tapi kemarin itu juga kehujanan habis dari kantor Papa." Kata Gibran


"Tuh kan apa kita mau ke rumah sakit?" Tanya Diandra


"Tidak perlu Diandra." Kata Gibran sambil tersenyum


Mengusap pipi suaminya dengan lembut Diandra mencium sekilas bibirnya.


"Jangan sakit." Kata Diandra


"Iya"


Baru saja ingin pergi untuk menaruh semuanya di dapur Gibran menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah memelas.


"Sini aja sayang." Kata Gibran


"Sini ajaa." Kata Gibran lagi


Menghela nafasnya pelan Diandra mengangguk, tapi ketika ingin berdiri untuk menaruh nampannya di meja Gibran kembali menahannya.


"Kan kata aku sini aja sayang." Rengek Gibran


"Ya ampun Mas aku tuh mau taruh ini di meja." Kata Diandra


"Cepetan"


Menggelengkan kepalanya pelan Diandra langsung berdiri dan meletakkan nampannya di meja lalu kembali menghampiri suaminya sambil naik ke atas ranjang.


"Sini elusin kepala aku." Kata Gibran


Diandra tersenyum, tapi tetap melakukannya dengan penuh kelembutan.


"Lain kali kalau di kasih tau itu dengerin! Jangan sering begadang dan tidur gak pakai baju gitu." Kata Diandra


"Kamu juga suka kalau aku tidurnya gak pakai baju." Kata Gibran sambil memejamkan matanya menikmati usapan lembut dikepalanya


"Kan malah ngomongin aku lagi." Keluh Diandra


"Jangan marah aku kan lagi sakit." Kata Diandra


"Kalau lagi sakit harus gimana?" Tanya Diandra

__ADS_1


"Di manja peluk terus cium." Kata Gibran membuat Diandra tertawa mendengarnya


Tapi, tetap saja Diandra mendekatkan wajahnya dan mencium kening suaminya lama.


"Danira sama siapa?" Tanya Gibran ketika Diandra sudah menjauhkan wajahnya


"Sama Bi Diah dan Gavin mereka di ruang tengah Gavin lagi nonton kartun." Kata Diandra


"Sayang kamu tiduran aja aku mau peluk." Kata Gibran


"Iya"


Mengikuti perkataan suaminya Diandra berbaring dan masuk ke dalam selimut sambil memeluk Gibran dengan sayang, dia merasakan suhu tubuh Gibran cukup panas.


"Lebih baik?" Tanya Diandra


"Hmm"


Diandra hanya membiarkan saja ketika Gibran mengeratkan pelukannya dan mendusal manja di leher jenjangnya.


Kata mertuanya kalau sakit Gibran memang sangat manja dan selalu mau diperhatikan.


"Diandra"


"Iya?"


"Maaf"


"Kenapa minta maaf?" Tanya Diandra


"Karena sering merepotkan kamu." Kata Gibran


"Merepotkan apa? Aku istri kamu Mas mana ada ngerasa di repotin gitu ih ngomongnya suka sembarangan." Kata Diandra


"Kalau aku buat salah kamu akan maafin?" Tanya Gibran membuat Diandra bingung sendiri


"Selagi aku bisa." Kata Diandra yang tetap menjawabnya


Pelukan Gibran semakin mengerat membuat Diandra hanya bisa membalas pelukan itu sambil mengusap punggungnya dengan lembut.


"Aku mengantuk." Kata Gibran


"Iya, tidur saja." Kata Diandra


"Aku cinta kamu Diandra." Kata Gibran


"Tidak perlu mengatakannya karena aku percaya." Kata Diandra


Gibran memejamkan matanya dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang menenangkan.


"Jangan tinggalin aku"


Diandra tersenyum lalu menjauhkan wajahnya dan mengecup bibir suaminya lama.


"Tidak akan"


¤¤¤


Haii maaf baru bisa update😭

__ADS_1


Sementara ini mungkin aku hanya akan update 1 part yaa maaf banget soalnya memang lagi sibuk sama tugas plus uas yang gak habis-habis😳


Setelah selesai uas aku janji bakal crazy updatee doaiin aja ya biar cepet selesai, jadi aku updatenya banyakk😚


__ADS_2