
"Marah yaa?"
Danira tersenyum lucu sambil menatap wajah Arsaka membuat pria itu yang awalnya ingin pura-pura marah malah gemas sendiri melihat wajah lucu kekasihnya dan berakhir memeluknya. Mata Danira membulat mereka bahkan ada di lapangan sekolah, ini jam istirahat kedua dan Danira menemui Arsaka di lapangan ketika dia tau bahwa pria itu ada di sini dari Kakaknya.
Tak lama karena Danira langsung meminta Arsaka menjauh dan mengatakan bahwa ini di sekolah dengan pipi memerah karena malu. Tawa Arsaka terdengar kini dia mencubit pelan pipi Danira lalu mengajaknya untuk duduk.
Keduanya duduk di bangku penonton yang ada di lapangan yang sepi karena orang-orang memilih untuk pergi ke kantin.
"Marah yaa?" Tanya Danira lagi
"Enggak"
"Tadi mukanya kesel." Kata Danira
"Iya kesel lihat Nanda cubit pipi kamu." Kata Arsaka
"Eh kenapa?" Tanya Danira
"Karena aku pacar kamu gak suka aja." Kata Arsaka
"Nanda memang sering cubit pipi aku." Kata Danira jujur
"Bener?"
"Iya katanya gemes kadang sampai di tarik." Kata Danira
"Jangan boleh lagi ya?" Kata Arsaka
Danira terdiam sejenak lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Iya"
"Yang boleh cuman Arsaka dan keluarganya Ila aja." Kata Arsaka
Danira tersenyum mendengarnya.
"Iyaa"
"Kakak punya sesuatu." Kata Arsaka
Danira menatap Arsaka dengan penasaran ketika pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya kemudian meraih tangannya dan memasangkan gelang hitam sederhana di pergelangan tangannya.
"Kakak juga punya satu." Kata Arsaka sambil mendekatkan tangannya ke Danira
Tersenyum senang Adara melihat ke tangannya juga tangan Arsaka.
"Ila suka makasih Kak." Kata Danira
"Ada lagi." Kata Arsaka
"Apa?" Tanya Danira
Arsaka mengeluarkan lagi sesuatu dari saku celananya dan ternyata itu sebuah ikat rambut sederhana berwarna putih.
"Cuman ikat rambut." Kata Arsaka
"Enggak papa Ila suka." Kata Danira senang
"Aku pakaein ya?" Kata Arsaka yang dijawab dengan anggukan oleh Danira
__ADS_1
Danira menghadap ke belakang dan membiarkan Arsaka membawa rambutnya menjadi satu lalu mengikatnya.
"Cantik enggak?" Tanya Danira begitu Arsaka selesai
"Cantik banget." Kata Arsaka dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
Danira ikut tersenyum dia menyentuh pelan ikat rambutnya lalu mengeluarkan ponsel miliknya dan membuka kamera.
Dia melihat wajahnya di sana lalu tersenyum senang dan langsung merangkul Arsaka menariknya mendekat.
"Senyum Kakk"
Arsaka tersenyum begitu juga Danira yang langsung mengambil gambar mereka berdua.
"Baguss"
Danira tersenyum senang.
"Kirim ke aku ya?" Kata Arsaka
Danira mengangguk sebagai jawaban lalu mengirimkannya pada Arsaka.
"Ke kantin yuk Kak." Kata Danira
Arsaka tersenyum lalu bangun sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Danira dan keduanya bersama-sama meninggalkan area lapangan.
Tanpa mereka berdua sadari sejak tadi ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam.
Tidak suka dengan kedekatan antara Arsaka dan Danira.
°°°°
Pulang sekolah Danira pulang bersama dengan Gavin sedangkan Alexa yang tadinya akan pulang bersama ternyata dijemput oleh Anetta membuat Gavin tak cemas kalau saja Papa gadis itu meminta Nicholas untuk mengantar pulang. Sekarang keduanya baru saja sampai di rumah sebelumnya Galen dan Davin sudah di jemput oleh Gibran.
"Mommy"
Danira melepaskan tangannya lalu dia berlari kecil menghampiri Diandra dan memeluknya.
"Eh sayang sudah pada pulang." Kata Diandra sambil mencium pipi Danira
Begitu Danira melepaskan pelukannya giliran Gibran yang melakukannya dia juga mencium pipi Mommy nya seperti biasa.
"Udah pada ganti baju dulu sana dan Gavin nanti langsung ke ruangan Daddy kalau sudah selesai ganti baju ya?" Kata Diandra membuat wajah Gavin berubah cerah
Artinya uang jajannya akan kembalii!
Gavin langsung bersemangat dia bergegas ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaiannya sedangkan Danira masih di tempat.
"Ada apa cantik?" Tanya Diandra
Danira tersenyum senang lalu mengajak Diandra untuk duduk.
"Mommy lihat ini Kak Saka belikan sama ini juga ikat rambutnya tadi Kak Saka yang ikat rambut Ila." Kata Danira senang
Diandra ikut tersenyum mendengarnya dia mengusap kepala Danira dengan sayang.
"Cantik"
Danira semakin merasa senang ketika mendengarnya dia memeluk Diandra dari samping.
__ADS_1
"Anak Mommy lagi kasmaran." Kata Diandra sambil mencubit pelan pipi anaknya
"Kak Saka baik tadi dia cemburu karena Ila dekat sama Nanda, Mommy tau Nanda kan?" Tanya Danira
"Tau Ila pernah kasih tau." Kata Diandra
"Kak Saka gak suka sama Nanda karena tadi Nanda cubit pipi Ila katanya lain kali enggak boleh lagi." Kata Danira
Diandra tersenyum dia merasa senang melihat kebahagiaan yang Danira rasakan.
Arsaka baik dia sopan meskipun kata Gavin dulu pria itu dekat dengan banyak wanita, tapi semua orang bisa berubah kan?
Dulu Gibran juga sama, tapi ketika menemukan wanita yang benar-benar dia cintai jangankan dekat bahkan tanpa sengaja bertatapan saja membuat Gibran takut Diandra marah.
Tidak Papa mungkin Arsaka sudah berubah.
°°°°
Gavin masuk ke dalam ruang kerja Gibran dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya dia langsung duduk di hadapan Daddy nya dan tersenyum menyebalkan. Melihat hal itu Gibran tertawa pelan lalu menatap anaknya yang masih setia dengan senyuman di wajahnya.
Dia ingin memberikan uang saku lagi untuk Gavin karena uang saku pria itu sudah habis untuk membelikan lukisan adiknya. Jelas saja Gibran tidak akan tega melihat Gavin memasang wajah sedihnya seperti kemarin, ya meskipun dia tidak salah juga dan tidak harus mengganti uang itu, tapi tetap saja.
Jadi biarkan sekali sekali.
"Sudah Daddy transfer ke rekening kamu coba di lihat." Kata Gibran
Senyum Gavin semakin lebar dia mengeluarkan ponselnya dan melihat, tapi matanya membulat seketika.
"Dad ini beneran?" Tanya Gavin tidak percaya
"Ya benar." Kata Gibran
Gavin semakin senang.
"Seriusan Dad? Daddy gak salah kan?" Tanya Gavin
"Salah apa? Enggak Gavin itu udah Daddy transfer setengah dari uang bulanan kamu yang biasa itu kan yang kamu bilang kemarin." Kata Gibran tak mengerti
Tapi, Gavin malah memasang wajah menyebalkan dan menunjukkan layar ponselnya.
"Love you Daddd"
Mata Gibran yang kali ini membulat melihatnya.
Eh apa ini?
Dia salah ya?
"GAVINN"
Gavin tertawa dia langsung lari membuat Gibran berseru memanggilnya.
"GAVIN ITU DADDY KELEBIHAN NOL NYA!"
Dan yang terdengar hanya tawa Gavin.
Awas saja anak itu Gibran akan menemuinya lagi nanti!
°°°°
__ADS_1
Cepattt kejar Gavin kita minta bagiannn🤣
Gavin berbagi itu indah ayo bagi ke author nya sedikit😩