
Waktu berjalan dengan begitu cepat hingga dua bulan sudah berlalu dengan kehadiran Gavin di dunia yang telah merubah hidup Diandra dan Gibram sepenuhnya. Berbeda dengan dulu dimana keduanya baru tidur menjelang pagi karena sibuk bercinta kali ini mereka melakukannya karena menenangkan baby Gavin yang sering menangis ketika malam.
Sekarang juga Gibran sudah mulai bekerja entah ke butik atau studio fotonya, tapi tentu saja setiap makan siang dia akan pulang karena tidak ingin melewatkan makan siang bersama Diandra. Sesekali Sahara atau Mama nya datang ke rumah untuk berkunjung dan melihat keadaan Diandra serta anak mereka yang sekarang sudah berusia dua bulan.
Semakin hari wajah Gavin semakin mirip dengan Gibran apalagi ketika bayi mungil itu membuka matanya, tatapan lugu itu benar-benar tidak bisa membuat Diandra untuk tidak tersenyum. Saat ini dia baru saja selesai memandikan Gavin dan sedang menggantikan baju untuknya dengan hati-hati.
Gavin begitu tenang kalau pagi, dia hanya rewel ketika malam.
"Sayang"
Diandra menoleh ketika melihat suaminya yang baru saja masuk ke kamar dengan wajah bingungnya.
"Ada apa Daddy?" Tanya Diandra
"Kamu lihat kameraku sayang?" Tanya Gibran masih dengan wajah bingungnya
"Ada di meja kan?" Kata Diandra
Diandra masih fokus pada Gavin yang sedang dia pakaikan baju.
"Tidak ada sayang." Kata Gibran
"Ada cari dulu kalau tidak ada di meja mungkin aku pindahkan ke laci." Kata Diandra
"Laci mana?" Tanya Gibran
"Laci dekat tv." Kata Diandra tanpa menoleh
Gibran menghela nafasnya pelan dan berjalan mendekat lalu memeluk tubuh Diandra dari belakang membuat istrinya itu tersentak.
"Daddy ngapain? Katanya cari kamera bukan disini, tapi di depan." Kata Diandra
"Baby Gavin kalau pagi merebut kamu dari aku." Kata Gibran membuat Diandra kini tertawa
"Ngomong apa hmm? Udah ah sana aku masih gantiin baju." Kata Diandra
"Kenapa tidak pernah mau menggantikan bajuku juga?" Tanya Gibran sambil melepaskan pelukannya
"Yang benar saja Daddy kan sudah besar." Kata Diandra
"Memang tidak boleh?" Tanya Gibran
"Tidak"
Senyum Diandra mengembang setelah dia selesai menggantikan baju untuknya lalu dengan gemas Diandra mencium seluruh wajah Gavin.
"Pagi anak Mommy yang tampan"
"Lihat? Sekarang kamu hanya memberikan morning kiss pada Gavin dan tidak pada suami kamu." Kata Gibran dengan nada merajuk
Diandra terkekeh pelan lalu menghadap ke arah Gibran yang memasang wajah masamnya. Memang benar kalau dulu dia akan menunggu Gibran bangun lalu memberikan ciuman selamat pagi, tapi sekarang tidak saat dia membuka matanya Diandra langsung mandi dan pergi ke dapur untuk memasak.
__ADS_1
Sedikit berjinjit Diandra melingkarkan kedua tangannya di leher Gibran dan menariknya mendekat lalu memberikan ciuman yang sangat lembut disana. Memejamkan matanya tangan Gibran ikut meraih tengkuk Diandra dan memperdalam ciuman mereka.
Berkali-kali mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama. Takut Gibran malah kelepasan Diandra menjauhkan wajahnya dan mengusap pipi suaminya dengan sayang.
"Sudah puas Daddy nya Gavin?" Tanya Diandra
"Sudah baby terima kasih." Kata Gibran sambil tersenyum
Sebelum keluar dari kamar Gibran mengecup sekilas lagi bibir istrinya dan melangkahkan kaki keluar untuk mencari kameranya. Di tempatnya Diandra menggelengkan kepala pelan lalu menghampiri Gavin yang terlihat tenang.
"Baby kamu tau? Daddy kamu itu nakal sayang." Kata Diandra sambil mencium pipinya pelan
Pipi Gavin merupakan salah satu hal yang membuat dia sangat gemas hingga terkadang tidak tahan untuk menciumnya.
"Sayang ayo sarapan"
Seruan Gibran membuat Diandra tersenyum lalu menggendong tubuh Gavin dan membawanya ke ruang makan. Sebelum menghampiri Gibran lebih dulu Diandra menidurkan Gibran di ranjang bayi yang ada di dekat tv.
Setelah memastikan Gavin yang tenang dan tidak menangis Diandra menghampiri Gibran lalu duduk disampingnya.
"Sayang nanti malam ayo kita makan di luar." Kata Gibran
"Hmm terserah Daddy saja aku akan ikut." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum senang
"Apa kamu lelah menjaga Gavin sendirian sayang?" Tanya Gibran
"Tentu saja tidak aku malah senang karena sekarang tidak merasa kesepian lagi." Kata Diandra
"Aku senang mendengarnya kalau kamu lelah aku berniat mencari pembantu." Kata Gibran
"Iya sayang"
Gibran hanya kefikiran saja karena takut Diandra yang mungkin kelelahan karena harus melakukan pekerjaan rumah dan merawat anak mereka. Sebelumnya pembantu yang bekerja ketika pagi itu hanya bertahan selama satu bulan karena Diandra yang mengatakan kalau dia sudah bisa melakukan semuanya sendirian.
Alhasil tidak ada yang bisa menolak Diandra terus mengatakan kalau dia merasa tidak nyaman jika harus ada orang lain di rumah mereka.
Entah kenapa Diandra selalu takut.
Selesai sarapan Gibran mengambil kameranya yang sudah ada di dalam tas lalu dia mencium anaknya sebelum berangkat ke butik Sahara.
"Daddy berangkat dulu ya baby Gavin nanti malam kita jalan-jalan." Kata Gibran
Setelahnya Diandra mengantar suaminya hingga ke depan lalu memeluknya ketika mereka sudah sampai di depan.
"Aku berangkat dulu ya? Telpon kalau ada sesuatu." Kata Gibran
Diandra mengangguk faham dan melambaikan tangannya pada Gibran yang berjalan menjauh.
Berbeda dengan dulu dimana Diandra selalu mengikuti Gibran untuk bekerja sekarang dia hanya akan mengantarnya saja.
Karena ada kewajiban seorang Ibu yang harus Diandra lakukan.
__ADS_1
Menjaga baby Gavin yang menggemaskan.
¤¤¤
Langkah Diandra mundur ke belakang ketika melihat seseorang yang ada di hadapannya, dia tersenyum dan berjalan masuk tanpa menunggu dipersilahkan. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat ketika melihatnya dan dengan senyuman paksa Diandra ikut berjalan masuk ke dalam.
Mereka pergi ke ruang tamu untuk duduk, tapi orang itu justru menghampiri ranjang bayi yang membuat Diandra langsung mendekat dan menatap anaknya yang terlelap. Sekarang sudah hampir makan siang tadi dia sedang membuat makan siang karena tau bahwa Gibran akan pulang, tapi orang itu malah datang.
"Dia mirip sama Gibran." Kata Anetta
Anetta, dia datang menghampiri Diandra entah tau dari mana alamat rumah ini.
"Selamat untuk pernikahan dan kelahiran anak kalian." Kata Anetta sambil mengulurkan tangannya
Diandra tersenyum dan menjabat tangan itu sebentar lalu meminta Anetta untuk duduk selagi dia mengambilkan minum. Dengan langkah cepat Diandra pergi ke dapur lalu menelpon suaminya untuk mengatakan bahwa Anetta ada di rumah.
"Halo Daddy?"
'....'
"Ada Anetta di rumah." Kata Diandra pelan
Setelah mengatakan itu Diandra mematikan telponnya dan mengambilkan air dingin serta sedikit makanan ringan lalu membawanya ke ruang tamu. Disana Anetta duduk diam sambil tersenyum ketika melihat kedatangan Diandra.
"Maaf karena gak bisa datang ke acara pernikahan kalian, aku lagi di Malaysia waktu itu." Kata Anetta
"Hmm tidak masalah, kamu sekarang ada pemotretan di Indonesia?" Tanya Diandra
"Oh enggak aku lagi cuti." Kata Anetta
Diandra menganggul faham, dia sedikit was-was sebenarnya, tapi Anetta terlihat baik-baik saja dan tidak menunjukkan niat buruk apapun.
"Siapa nama anak kalian?" Tanya Anetta
"Gavin"
"Nama yang indah dan sangat cocok untuk Gavin yang tampan." Kata Anetta membuat Diandra tersenyum mendengarnya
"Terima kasih Kak Gibran yang memberikan nama itu untuknya." Kata Diandra
"Ah i see, ngomong-ngomong Gibran kemana? Dia di butik?" Tanya Anetta
"Iya, tapi sebentar lagi pasti pulang Kak Gibran selalu makan siang di rumah dan tadi aku juga kasih tau dia kalau kamu ke rumah." Kata Diandra
Anetta terdiam sebentar lalu mengangguk faham dan bersamaan dengan itu suara pintu dibuka terdengar bersamaan dengan Gibran yang berdiri di depan pintu.
"Untuk apa kamu kesini Ta?!"
¤¤¤
Hayolohh ngapainn😂
__ADS_1
Jangan suudzon ahh paling cuman mau maen aja😆
Nextt??