
Menjadi Ibu dari tiga orang anak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan terkadang Diandra kewalahan sendiri jika harus merawat ketiga anaknya tanpa Gibran. Setiap kali suaminya bekerja Diandra akan di rumah bersama tiga anaknya terkadang berdua karena Gavin sudah mulai bersekolah.
Sering kali Gavin dan Danira bermain lalu salah satu diantara keduanya akan menangis setelah cukup lama entah Gavin yang menangis karena terkena pukulan atau Danira yang menangis karena Gavin mengganggunya. Waktu berjalan dengan begitu cepat baby Galen sudah menginjak usia satu tahun dan Gavin berjalan menuju lima tahun lalu Danira anak cantik itu sudah hampir tiga tahun.
Meskipun terkadang melelahkan untuk menjaga ketiga anaknya, tapi Diandra juga senang karena dia tidak kesepian di rumah. Sekarang Gibran begitu sibuk dengan pekerjaannya ketika Diandra bertanya dia mengatakan hal yang membuat Diandra tersenyum senang.
'Aku sekarang seorang Daddy dengan tiga orang anak sayang tentu saja aku harus bekerja lebih keras lagi untuk menjamin kehidupan kalian'
Beberapa kali Gibran akan pulang ketika sore hari sekitar jam setengah enam, tapi biasanya jam lima Gibran sudah sampai di rumah.
"Mommyyy"
Panggilan anaknya itu membuat Diandra yang sedang makan mendongak dan melihat Gavin yang berlari ke arahnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Diandra
Tadi pagi Diandra belum sempat sarapan karena anak-anaknya yang cukup rewel makanya dia baru bisa makan sekarang.
"Mommy baby Galen bangun." Kata Gavin
"Benarkah?" Tanya Diandra
Mengambil minum sebentar Diandra bergegas pergi ke ruang tengah setelah Gavin mengatakan kalau Galen bangun dan ternyata benar anak itu sudah terbangun. Padahal baru sekitar satu jam yang lalu dia tertidur, tapi sekarang sudah bangun lagi.
Terkadang memang begitu ketika bangun Galen tidak menangis.
"Halo ganteng sudah bangun hmm?"
Mengangkat tubuh Galen ke dalam dekapannya Diandra mendudukkan anak itu di dekat Danira yang sedang bermain dengan barbie miliknya.
"Mamaaa"
"Iya sayang"
Galen merentangkan tangannya lagi membuat Diandra tersenyum dan menggendongnya.
"Kenapa hmm? Masih mengantuk?" Tanya Diandra dengan penuh kelembutan
"Mommy ayo ajak baby Galen jalan-jalan." Kata Gavin
"Jalan-jalan?" Tanya Diandra
"Kakak Anaa"
Suara Danira membuat Diandra menunduk untuk menatapnya lalu tersenyum dan berpikir untuk menelpon Sahara.
"Baiklah sayang Mommy telpon Tante Ara dulu ya?" Kata Diandra
"Gavin ambil hp Mommy." Kata Gavin sambil berlari kecil ke kamar
Diandra hanya membiarkan saja dia menatap Danira yang sekarang sedang tersenyum padanya. Anak itu sedikit mirip Diandra ketika sudah besar, tapi rasanya semua anaknya dengan Gibran itu lebih mirip dengan Gibran dari pada dia.
"Danira mau ke tempat Kakak Ana?" Tanya Diandra
"Heem mau main cama Kakak." Kata Danira dengan senyuman manisnya
"Iya nanti Mommy telpon Tante Ara dulu ya? Kalau Tante Ara ada di rumah kita main kesana." Kata Diandra
Danira mengangguk dengan semangat membuat Diandra tersenyum dan mengusap kepalanya dengan sayang.
"Mommy adik Gayen tuyuninn." Kata Danira
Melihat Galen yang sudah lebih tenang Diandra menurunkannya dan mendudukkan anak itu disamping Danira.
"Mommy nanti kecana cama capa?" Tanya Danira
"Naik Taxi sayang nanti Daddy jemput." Kata Diandra
Mengangguk singkat Danira mendekat pada adiknya lalu memeluknya dan Galen hanya diam.
__ADS_1
Danira memang sayang sekali dengan Galen dia selalu suka bermain bersama adiknya dari pada dengan Gavin yang sering mengganggunya.
"Mommy inii"
Mengambil ponselnya yang dibawa oleh Gavin tanpa menunggu lagi Diandra langsung mencari nomor telpon Sahara dan menghubunginya. Dipanggilan pertama wanita itu sudah mengangkat telponnya dan menyapa dengan riang.
'Diandra, kamu apa kabar?'
"Baik Kak em apa hari ini Kakak ada di rumah?" Tanya Diandra
'Ada kok'
"Anak-anak ajakin ke sana." Kata Diandra
'Bagus sekali Diandra aku juga kesepian Angga masih sekolah dan Mas Juna kerja ini aku cuman sama Ana dan Luna'
"Iya Kak sebentar lagi aku kesana ya?" Kata Diandra
'Iya aku tunggu'
Mematikan panggilan telponnya Diandra tersenyum pada anak-anaknya sambil mengusap kepala mereka dengan sayang.
"Yuk siap-siap dulu." Kata Diandra
Mereka bersorak senang karena bisa bermain keluar rumah dan sebelum itu Diandra menghubungi suaminya lebih dulu untuk memberi kabar.
"Halo Mas"
'Iya sayang ada apa?'
"Mas aku sama anak-anak mau ke rumah Kak Ara ya? Nanti kalau kamu sudah selesai kerja jemput kesana." Kata Diandra
'Rumah Ara? Baiklah, kalian kesana naik apa? Perlu aku jemput?'
"Tidak Mas aku sama anak-anak naik taxi." Kata Diandra
'Hm kalau gitu hati-hati dijalan dan kabari aku kalau sudah sampai ya?'
'Hm i love you'
"I love you too"
Setelah mematikan panggilan telponnya Diandra bergegas mengajak anak-anaknya ke kamar. Sebenarnya mereka bisa langsung berangkat, tapi Diandra harus menyiapkan barang-barang untuk si kecil Galen.
Anak-anaknya sekarang memang mudah bosan kalau di rumah, tapi Diandra jarang mengajak mereka keluar biasanya hanya ketika akhir pekan saja.
Mungkin sesekali Diandra mengajak anak-anaknya ke super market untuk belanja keperluan rumah.
Terkadang melelahkan menjaga anak-anaknya, tapi Diandra juga senang kalau melihat mereka.
Ah intinya sulit dijelaskan.
¤¤¤
Menyimpan folder terakhir dari pemotretan hari ini Gibran memasukkan lagi kamera miliknya ke dalam tas lalu mematikan laptop dan merapihkan mejanya. Selesai semua Gibran bergegas mengambil kunci mobilnya lalu menutup studio karena sekarang sudah pukul lima sore dan dia harus menjemput anak-anak serta istrinya.
Masuk ke dalam mobil Gibran langsung memakai sabuk pengamannya dan melajukan mobilnya meninggalkan area studio. Rumah Sahara tidak terlalu jauh mungkin hanya akan memakan waktu sekitar sepuluh menit saja.
Selama perjalanan Gibran sangat tidak sabar untuk bertemu anak-anaknya serta Diandra yang sudah sangat dia rindukan. Semenjak bekerja hingga sore Gibran selalu bersemangat ketika akan pulang karena melihat wajah anak-anaknya Gibran merasa semangatnya kembali datang.
Melihat Gavin atau Danira yang berlari menghampirinya lalu memeluknya dengan erat membuat Gibran merasa sangat bahagia hingga dia tidak dapat menjelaskan bagaimana perasaannya. Begitu sampai di rumah Sahara dan selesai memarkirkan mobilnya Gibran bergegas keluar lalu masuk ke dalam rumah.
Disana dia dapat melihat istrinya yang sedang mengobrol dengan Sahara dan kedua anaknya yang bermain bersama Airlangga serta Alana dan Aluna. Mungkin kalau Galen anak itu sedang tidur karena setiap sore Galen memang selalu tidur.
Gavin ingin menghampiri Mommy nya ketika dia melihat Gibran dan membuat anak itu berseru senang sambil berlari menghampirinya.
"DADDYYY"
Gibran langsung memeluk Gavin dengan sayang dan mencium pipinya lalu tak lama setelahnya giliran Danira yang menghampirinya. Melakukan hal yang sama Gibran memeluk dan menciumnya.
__ADS_1
"Paman Ibann"
Panggilan itu membuat Gibran melihat Alana yang menatapnya dengan antusias. Sampai sekarang anak itu memang masih memanggilnya dengan Paman Iban dan sekarang Alana terlihat begitu mirip dengan Sahara.
"Halo Ana cantikk"
"Kami lagi main." Kata Alana
"Benarkah?"
Alana mengangguk dengan semangat membuat Gibran tersenyum lalu mengusap kepalanya dan mencium pipinya.
"Sini Daddy belikan ice cream untuk kalian." Kata Gibran
Mereka langsung mengikuti Gibran dan mengambil ice cream sesaat setelah Gibran meletakkan plastik berisikan ice cream yang tadi dia beli.
Setelahnya Gibran menghampiri Sahara dan Diandra yang duduk bersama lalu Gibran memeluk keduanya bergantian.
"Arjuna belum pulang Ra?" Tanya Gibran
"Sebentar lagi." Kata Sahara
Mengangguk faham Gibran menatap istrinya dengan senyuman lalu mencubit pelan pipinya.
"Galen mana sayang?" Tanya Gibran
"Tidur Mas"
"Mau langsung pulang atau gimana?" Tanya Gibran
"Nanti! Makan malam dulu aku sudah masak banyak." Kata Sahara galak
Tertawa kecil Gibran hanya mengangguk saja lalu duduk disamping istrinya.
"Gimana kerjaan kamu Mas?" Tanya Diandra
"Hm baik tidak ada masalah." Kata Gibran
"Eh Kakak mau minum apa? Biar Ara ambilkan." Kata Sahara
"Air hangat saja Ra." Kata Gibran
Tersenyum singkat Sahara bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan minum.
"Kalian ngapain aja?" Tanya Gibran
"Cuman jalan-jalan ke taman aja tadi sama anak-anak terus udah deh di rumah aja." Kata Diandra sambil tersenyum
Tak lama setelahnya Sahara datang dan membawakan minum untuk Gibran membuat pria itu tersenyum lalu langsung meminum air hangat yang dia minta.
Awalnya keadaan terlihat biasa hingga suara Danira terdengar anak itu merengek lalu berlari menghampiri orang tuanya.
"MOMMY ESKLIM ILA DIAMBIN KAKAKK"
Ya ampun tidak hanya di rumah, tapi dimanapun itu Danira dengan Gavin pasti akan berdebat dan ribut.
Hal itu yang harus dihadapi Diandra dan Gibran mungkin akan bertambah ketika Galen sudah besar.
Tapi, mereka tidak kesal dan malah merasa senang juga lucu melihatnya.
Anak-anak yang menggemaskan.
¤¤¤
Yess akhirnya aku berhasil update the last part untuk cerita Obsession💞
Gak ada extra part lagi yaa ini extra part terakhir hehe😂
Karena udah bener-bener tamat aku mau bilang makasih untuk kalian yang dukung cerita ini dan ikutin cerita ini sampai akhir😚
__ADS_1
Makasih untuk semua vote, komentar, saran dan kritiknya💞 Cerita ini gak akan sampai sini tanpa bantuan dari kalian semua💞
Thank you and i love you💞