
Perubahan raut wajah Danira terlihat begitu dia melihat sosok pria yang dia sukai sedang ada di kantin bersama dengan Kakaknya dan beberapa wanita yang duduk bersama keduanya. Sebenarnya bukan hanya karena duduk bersama, tapi Danira dapat melihat mereka terlihat asik mengobrol hingga tertawa bersama.
Rasanya sangat menyebalkan Danira ingin marah, tapi dia tidak memiliki hak apapun dan bisa-bisa nanti dia malah dianggap aneh karena marah-marah melihat Arsaka bersama gadis lain. Di sampingnya ada Manda yang juga melihat ke arah yang sama, pria itu duduk membelakangi Danira jadi dia tidak bisa melihat Danira yang berdiri tidak terlalu jauh darinya.
"Ra"
Danira tersentak dan menoleh untuk menatap Manda dengan senyuman.
"Aku mau makan mie ayam Man." Kata Danira
"Gue juga kok yaudah ke sana berarti." Kata Manda sambil menggandeng tangan Danira dan pergi untuk memesan mie ayam
Setelah menemukan tempat yang kosong Manda meminta Danira untuk menunggu selagi dia pergi memesan makan dan minuman untuk mereka berdua. Terkadang Danira meminta Manda yang menunggu dan dia yang memesan, tapi Manda tidak pernah mau.
Masalahnya kalau Danira yang memesan akan lama sekali karena ketika ada orang lain yang menyerobot begitu saja Danira tidak protes, jadilah pernah sekali mereka baru selesai makan ketika bel masuk berbunyi. Sekarang Danira duduk sambil mengedarkan pandangannya ke berbagai arah dan sekali lagi pandangannya terhenti pada sosok Arsaka.
Menghela nafasnya pelan Danira memilih untuk mengeluarkan ponselnya agar dia bisa sedikit membuat dirinya sibuk. Setelah kejadian kemarin Arsaka hanya mengirim pesan untuk minta maaf saja bahkan pesan Danira belum dia baca.
Menyebalkan.
Saat berusaha fokus dengan ponselnya Danira merasa bahwa ada seseorang yang duduk di sampingnya dan hal itu membuat Danira menoleh lalu melihat pria yang duduk di sampingnya.
Tidak bukan Arsaka melainkan Nanda teman sekelasnya.
"Eh kamu kok disini Nan?" Tanya Danira
"Mau gabung aja boleh kan? Si Arsen lagi pesan makan." Kata Nanda
"Oh iya enggak papa Manda juga lagi pesan makan." Kata Danira sambil tersenyum pada pria di sampingnya
Mereka berempat memang cukup dekat di kelas karena tepat di belakang Danira dan Manda duduk ada Nanda juga Arsen.
"Ra"
"Hm kenapa?" Tanya Danira
"Lo pinter ngelukis kan ya? Bisa gak lukis muka gue Ra?" Tanya Nanda membuat Danira tertawa kecil mendengarnya
"Aku belum sehebat itu kali Nan masih belajar, memang kamu mau di lukis?" Tanya Danira
"Ya mau biar lo lihat terus kan." Kata Nanda
"Ih apasih"
"Ya bener Ra kalau lo lukis wajah gue nih otomatis gue kan objek lukisan lo, jadi lo bakal lihat gue terus biar hasilnya bagus kan?" Kata Nanda
"Terserah kamu deh Nan." Kata Danira sambil tersenyum
"Eh Kakak lo lihat ke sini." Kata Nanda
Mendengar hal itu Danira langsung mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Gavin yang memang sedang menatapnya dengan cepat Danira membuka ponselnya yang bergetar beberapa kali.
Kenapa cuman berdua sama Nanda?
Jauhan dikit duduknya
__ADS_1
Menghela nafasnya pelan Danira menatap Nanda sebentar dan tersenyum lalu membalas pesan yang dikirim oleh Gavin.
Bukan berdua Kak, tapi Manda sama Arsen lagi pesan makan
Ini udah jauh mau sejauh apa lagi coba?
Setelah membalas pesan Danira mematikan data agar Gavin tidak bisa mengganggu lagi dan tak lama Manda kembali sambil membawa dua mangkuk mie ayam.
"Es nya nanti di anter." Kata Manda
"Makasih Man." Kata Danira
"Iya sama.... Eh kenapa nih anak di sini?" Tanya Manda
"Oh mau gabung katanya si Arsen lagi pesan makan." Kata Danira
"Kayak gak ada tempat lain aja lo Nan." Kata Manda
"Emang penuh lo gak lihat apa?" Kata Nanda
"Ya itu kan ada Gatra sama Reno." Kata Manda
"Gak papa Man udah biarin aja lagian juga gak ganggu." Kata Danira sambil tersenyum
"Tuh dengerin"
Manda mendengus kesal, tapi setelahnya diam dan tak banyak bicara hingga Arsen datang membawa pesanan miliknya dan Nanda.
Di sisi lain kantin Gavin terus memperhatikan adiknya yang sekarang mulai menyantap makan siangnya, jarak tempat duduk mereka tidak terlalu jauh sehingga Gavin masih bisa memperhatikan dari tempatnya. Dari sini dia dapat melihat bagaimana Nanda berkali-kali menatap adiknya, pria itu Gavin mengenalnya karena Nanda memang teman Danira di kelas dan jujur Gavin tidak sesensitif itu dengan Nanda, tapi dia juga tidak suka kalau pria itu terus menatap adiknya.
Tidak Gavin izinkan.
"Gavin lihat apa sihh?"
Pertanyaan itu membuat Gavin menoleh dan menatap Alexa yang duduk di sampingnya lalu dia tersenyum.
"Danira tuh sama temennya jaga-jaga aja takut Nanda aneh-aneh sama dia." Kata Gavin
Arsaka menatap Gavin dengan raut wajah sebal, coba saja jika Nanda itu dia pasti Gavin akan langsung menghampiri dan menariknya menjauh.
Dasar pilih kasih.
"Biarin aja deh Vin lagian kan Nanda baik." Kata Alexa
"Gue juga baik." Kata Arsaka
Gavin mendengus kesal dan melirik lagi ke arah adiknya yang sekarang terlihat tengah mengobrol bersama yang lainnya.
"Ya ampun Vin tenang aja Danira gak bakal kemana-mana." Kata Alexa yang sedikit sebal karena dia di cuekin
"Gue gak suka Danira dekat-dekat sama cowok." Kata Gavin
"Dia udah gede kali Vin." Kata Alexa lagi
"Enggak dia masih kecil belum boleh dekat sama cowok apalagi sampai pacaran paling enggak sampai dia lulus." Kata Gavin
__ADS_1
"Al udahlah gak bakal menang lo debat sama Gavin masalah Danira." Kata Rama membuat Alexa menghela nafasnya pelan
Gavin kembali melihat ke arah Danira dan menatapnya untuk waktu yang cukup lama, dia belum suka melihat adiknya berhubungan dengan pria lain.
Ya setidaknya tidak di usianya yang sekarang.
°°°°
"Danira"
Panggilan itu membuat Danira mendongak dan menatap Kakaknya yang berdiri di depan pintu kamarnya, dia tersenyum sambil menatap Gavin yang masuk ke dalam kamar. Duduk tepat di sampingnya Danira melihat Gavin yang tersenyum padanya lalu mengusap pelan kepalanya.
Tidak langsung bicara Gavin masih sibuk menatapnya, sepertinya ada banyak hal yang ingin dia katakan, tapi Danira tidak tau. Sebenarnya tadi Danira meminta izin untuk pergi bersama Arsaka dan tidak ada jawaban yang Gavin berikan, tapi Danira sudah mengantongi izin dari Diandra.
"Kenapa Kakk?" Tanya Danira
"Mau nanya sesuatu." Kata Gavin
"Em tanya apa?" Kata Danira
Gavin terdiam sejenak lalu menghela nafasnya pelan dan bertanya.
"Kamu suka sama Nanda?" Tanya Gavin
Danira menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Sama Arsaka?" Tanya Gavin
Danira langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat membuat Gavin berdecak pelan.
"Lebih baik mana Arsaka atau Nanda?" Tanya Gavin
"Dua-duanya baik." Kata Danira
"Kenapa gak suka Nanda?" Tanya Gavin
"Ya karena enggak sukaaa." Kata Danira
"Kakak izinin kamu pergi sama Arsaka." Kata Gavin membuat senyuman manis Danira mengembang dengan sempurna
"Benerannn?!"
"Tapi, sebelum itu Kakak mau kasih tau kamu sesuatu." Kata Gavin
"Apaa?"
Gavin baru akan bicara, tapi pintu kamar terbuka dan keduanya dapat melihat Galen yang masuk ke dalam.
"Kak Ila temenin aku ke toko buku"
°°°°
Aku menemukan visual untuk Galen😍
Cocok gakkk??
__ADS_1