
Malam minggu Gibran suda berecana untuk menghabiskan waktu bersama dengan istrinya dan untuk itu dia sudah menelpon orang tuanya lalu menanyakan apa mereka bisa menjaga anak-anak sampai besok. Tentu saja Dara langsung menjawabnya dengan penuh semangat karena setelah Ghina menikah dia sangat kesepian dan kehadira cucunya akan mengobati itu semua.
Sekarang Diandra masih menyiapkan pakaian untuk anak-anaknya karena mereka akan menginap. Tidak ada kesedihan anak-anaknya terlihat sangat bersemangat karena kalau bersama Dara atau Farhan semua keinginan mereka selalu dituruti.
Berbeda dengan Gibran yang terkadang sering mengomel apalagi kalau anak-anaknya sudah merengek minta dibelikan ice cream, dia bukan melarang sebenarnya, tapi hanya membatasi saja agar tidak terlalu berlebihan.
"Gavin sama Ila harus jagaiin adik Galen ya?" Kata Diandra pada kedua anaknya
Mengangguk patuh pada Mommy nya kedua anak itu membuat Diandra tersenyum dan merasa gemas melihatnya.
"Galen"
"Mamaaa"
"Galen sama Kakak ya?" Kata Diandra sambil mengangkat tubuh anaknya dan mencium pipinya
"Kakak"
"Iya Galen sama Kakak ya?" Kata Diandra
Galen mengangguk dengan wajah menggemaskan membuat Diandra tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipinya yang menggemaskan.
"Sudah siap?"
Pertanyaan itu membuat Diandra menatap ke arah pintu dan tersenyum melihat suaminya lalu mengangguk singkat sebagai jawaban. Masuk ke dalam Gibran membawa tas yang sudah Diandra siapkan lalu mereka bersama-sama keluar dari kamar.
Setelah sema masuk ke dalam mobil Gibran langsung melajukan mobilnya meninggalkan area rumah yang sementara akan dijaga oleh Bi Diah sampai besok. Di perjalanan Gavin dan Danira terlihat asik menonton film kartun melalui ponsel milik Diandra.
Sedangkan Galen dia sangat tenang dipangkuan Diandra dan memakan biskuit yang tadi Diandra bawa. Memang anak ketiga mereka itu tidak rewel padahal ketika Gavin berusia seperti Galen dia sangat tidak bisa diam, tapi Galen tidak anak itu tidak rewel dan sangat pendiam.
"Mas Gibran"
"Hm"
"Mama beneran gak papa kan? Aku gak enak Mas nitipin anak-anak gini sama Mama." Kata Diandra
"Sayang kamu kan tau semenjak Ghina menikah dengan Louis rumah sangat sepi Mama sama Papa kesepian, mereka akan senang dengan kehadiran anak-anak." Kata Gibran
"Hm bicara tentang Ghina aku mau ketemu dia deh Mas." Kata Diandra
"Iya sekarang Ghina jarang keluar rumah karena kehamilannya mungkin kita saja yang akan kesana." Kata Gibran
"Boleh Mas aku mau ketemu Ghina." Kata Diandra
"Iya sayang nanti aku bicara dulu sama Ghina dan bagaimana dengan Ellena?" Tanya Gibran
"Kak Elle senang sekali karena kehadiran anak keduanya yang sudah berusia dua bulan bahkan Sandrina juga senang sekali, kemarin aku vidio call dengan mereka." Kata Diandra dengan senyuman
"Nic juga pasti sangat senang dia selalu iri karena aku memiliki tiga anak." Kata Gibran
__ADS_1
"Kak Ella juga dia selalu sedih dan mengatakan ingin memiliki anak lagi, tapi sekarang keinginannya sudah terwujud." Kata Diandra
"Kalau gitu tinggal keinginanku." Kata Gibran
"Kamu punya keinginan apa memang Mas?" Tanya Diandra sambil menatap suaminya dengan penasaran
"Keinginan untuk menghabiskan malam penuh gairah bersama istriku tercinta." Kata Gibran
Diandra langsung memasang wajah kesalnya dengan pipi yang mulai merona.
"Kebiasaan deh suka mesum gitu." Kata Diandra
"Kalau aku tidak mesum kita tidak mungkin memiliki tiga anak sayang atau kamu mau satu lagi?" Kata Gibran dengan tawa kecilnya
"Mass"
Diandra merengek pelan pada suaminya yang membuat Gibran tertawa lalu mencubit pipi istrinya dengan gemas.
Sebenarnya Diandra memang masih ingin memiliki anak lagi karena sudah dia bilang kalau dia suka dengan anak kecil apalagi anak-anaknya yang sangat menggemaskan membuat dia sangat betah di rumah.
"Mommy aku mau minummm"
Suara itu membuat Diandra menoleh lalu memberikan botol minum pada Danira yang duduk dibelakang bersama dengan Gavin.
Setelah itu perjalanan mereka dihiasi dengan keheningan hingga sampailah di rumah orang tua Gibran. Memarkirkan mobilnya di halaman depan mereka turun dan Gavin bersama Danira langsung berlari masuk ke dalam membuat Diandra menggelengkan kepalanya pelan melihat kedua anaknya.
"OMAAA"
Saat masuk ke dalam Diandra dapat melihat Dara yang sedang memeluk kedua anaknya dengan sayang lalu mencium kepala mereka bergantian. Begitu melihat menantunya Dara langsung bangun dan mengambil Galen dari gendongan menantunya.
"Halo cucu Oma." Kata Dara sambil mencium pipi Galen
"Omaa"
Tersenyum senang Dara kembali mencium pipi cucunya lalu menghampiri Gibran yang baru saja meletakkan tas yang dia bawa di sofa ruang tamu.
"Ma aku sama Diandra langsung pergi ya?" Kata Gibran
"Tidak mau duduk atau makan dulu sayang?" Tanya Dara
"Kami sudah makan Ma oh iya Papa mana?" Tanya Gibran
"Papa kamu lagi ke super market beliin makanan untuk cucunya yang mau datang." Kata Dara membuat Gibran tersenyum mendengarnya
"Mama gak papa kan jagaiin anak-anak sampai besok?" Kata Gibran
"Eh pertanyaan macam apa itu Gibran? Tentu saja Mama gak ada masalah untuk itu." Kata Dara
"Lihat kan sayang? Diandra ini Ma yang sering bilang begitu." Kata Gibran membuat Diandra tersenyum canggung
__ADS_1
"Kamu mau minta Mama jagaiin anak-anak sampai tiga hari juga tidak masalah sayang karena Mama selalu kesepian di rumah sendirian." Kata Dara
"Iya Ma"
"Yaudah kalau kalian mau pergi sekarang gak papa nanti Mama yang bilang sama Papa." Kata Dara
"Iya Ma kami pergi dulu ya Ma." Kata Gibran
"Sayang Mommy sama Daddy pergi dulu ya?" Kata Diandra pada anak-anaknya
"Dadahh Mommy Daddyy"
Diandra dan Gibran melambaikan tangan pada anak-anaknya lalu mencium punggung tangan Dara serta mencium pipi Galen sebentar.
Baru setelahnya mereka berlalu pergi dari rumah dan menuju apartemen.
¤¤¤
Menatap pantulan dirinya di cermin Diandra tersenyum karena dia memakai pakaian yang pastinya akan sangat Gibran sukai dan dia baru saja membelinya ketika sedang pergi ke mall bersama Natasya. Sebenarnya ini cukup terbuka tidak bahkan sangat terbuka, tapi tidak masalah sesekali dia boleh melakukannya.
Selama ini Gibran selalu membuat dia serta anak-anaknya bahagia, jadi Diandra ingin menyenangkan suaminya dengan malam yang menyenangkan. Menghela nafasnya pelan Diandra membuka pintu kama mandi lalu menatap Gibran dengan senyuman.
Menatap istrinya dengan tidak percaya Gibran yang sedang duduk menunggunya langsung berdiri dan Diandra berjalan mendekat. Mereka berhadapan lalu Diandra tanpa di duga berjinjit dan mencium bibir suaminya sambil melingkarkan tangan di leher suaminya.
Sama-sama memejamkan matanya Gibran membalas ciuman Diandra dengan penuh kelembutan. Bibir mereka terus bergerak hingga Diandra baru mendorong pelan dada suaminya ketika dia hampir kehabisan nafas.
"Kamu benar-benar menggodaku baby"
Diandra tertawa kecil lalu mengusap dada bidang Gibran yang tidak tertutupi apapun dan mendekatkan wajahnya lalu menciumnya sekilas.
"Memang itu tujuannya suamiku sayang"
Tertawa kecil Gibran mengangkat tubuh Diandra lalu membaringkannya di atas ranjang.
"Katakan, siapa yang mengajari istriku begini hmm?" Tanya Gibran
"Kamu Mas memang siapa lagi?" Kata Diandra
"Aku tidak akan membiarkan kamu istirahat sayang." Kata Gibran
Diandra hanya tersenyum lalu lenguhan pelannya terdengar kala Gibran mengecup lehernya.
Malam ini mereka benar-benar menghabiskan malam yang panjang di atas ranjang.
¤¤¤
Bonus malam minggu haha😂
Setuju enggak kalau aku buat cerita tentang anak-anak Gibran dan Diandra?
__ADS_1