
Gibran mengalihkan pandangannya dan mengusap kasar wajahnya ketika berhadapan dengan Diandra yang membawa vitamin milik Gavin ke hadapannya untuk menanyakan itu semua. Wajah istrinya itu sangat tidak bersahabat dan Gibran tau hal ini sangat tiba baik-baik saja karena Diandra selalu sensitif masalah kebohongan.
Masih belum bicara Diandra meraih tangan sang suami dan membuat Gibran mau tak mau menatapnya dalam diam. Sungguh bicara jujur dapat membuat Diandra sedih, tapi berbohong akan membuat semuanya semakin rumit.
Gibran menghela nafasnya pelan dan mengacak rambutnya sendiri.
"Ini apa? Aku tanya sama kamu Mas." Kata Diandra lagi
Gibran menunduk dan memejamkan matanya sesaat.
"Vitamin milik Gavin gak ada alasan apapun aku sengaja belikan untuk dia." Kata Gibran
"Jawabnya sambil lihat aku." Kata Diandra
Gibran menatap Diandra yang juga menatap matanya.
"Gavin kenapa? Sakitnya kambuh lagi?" Tanya Diandra
Gibran menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku akan sangat marah kalau kamu bohong." Kata Diandra
"Ila bilang Gavin sempat sesak di sekolah, jadi aku bawa ke Dokter dan Gavin diminta minum vitamin itu." Kata Gibran jujur
Diandra terdiam sejenak dan menatap kotak obat di tangannya dengan kuat lalu menaruhnya di meja.
"Gavin gak papa." Kata Gibran lagi
"Kenapa gak bilang?" Tanya Diandra
"Aku enggak mau kamu cemas sayang." Kata Gibran
"Terus Gavin gimana? Dia sekarang masih sakit enggak?" Tanya Diandra pelan bahkan seperti ingin menangis
"Enggak Papa sayang Gavin baik-baik aja." Kata Gibran
Gibran mendekat dan membawa Diandra ke dalam pelukannya sambil mengusap kepalanya dengan sayang.
"Maaf, aku tau kamu bakal kayak gini makanya aku gak bilang dan lagi Gavin baik-baik aja dia hanya merasa sesak sesekali biasanya kalau terlalu lelah." Kata Gibran
Jelas Gibran tidak akan bilang tentang Gavin yang masuk bk karena merokok bisa-bisa nanti Diandra marah besar.
"Sst enggak papa." Kata Gibran
Gibran menangkup wajah Diandra dan mencium keningnya membuat Diandra memejamkan mata untuk sejenak.
"Jangan sembunyikan hal seperti ini lagi Mas." Kata Diandra
__ADS_1
"Iya maaf." Kata Gibran
Diandra menghela nafasnya pelan dan menatap lagi vitamin milik anaknya.
"Taruh lagi di kamar Gavin ya?" Kata Gibran
"Nanti, aku mau bicara dulu sama dia." Kata Diandra
Gibran tak banyak menjawab dan membiarkan saja Diandra bicara dengan Gavin agar istrinya itu merasa lebih lega.
"Gavin baik-baik aja"
Gibran mengatakan hal yang sama untuk kesekian kalinya agar Diandra tak terlalu banyak berpikir mengenai keadaan anak mereka.
Gavin akan baik-baik aja anaknya itu kuat.
°°°°
Gavin merasa ada yang aneh ketika makan malam karena Mommy nya terus menatap ke arahnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Hal itu membuat Gavin terus bertanya-tanya apa yang salah atau mungkinkah Mommy nya sudah tau kejadian di sekolah.
Melirik sekilas Daddy nya yang sedang menyantap makan malam Gavin sama sekali tidak mendapat jawaban membuat dia akhirnya pasrah saja. Mungkin Mommy nya sudah tau kejadian di sekolah entah dengan sengaja atau karena Daddy nya yang memang bercerita.
Gavin tak banyak berpikir dan memilih untuk menyantap makan malam lalu meminum lagi vitamin miliknya yang ada di kamar.
"Mommy"
"Ila makan dulu"
Suara Diandra terdengar berbeda tidak lembut seperti biasanya dan hal itu membuat ke empat anaknya langsung mendongak untuk menatapnya.
"Ayo makan"
Diandra mengatakan lagi hal itu membuat anak-anaknya tidak ada yang berani melawan dan menyantap makan malam mereka tanpa banyak bicara.
Selesai makan Gavin pamit lebih dulu ke kamar untuk meminum vitaminnya meninggalkan yang lain di ruang makan. Tanpa sepengetahuan dia ternyata Diandra ikut naik ke atas tepat setelah Gavin masuk ke dalam kamar membuat ketiga adik Gavin menatap Gibran sekarang.
"Daddy kenapa? Apa Mommy marah sama Kakak?" Tanya Danira
"Iya Dad kenapa Mommy tiba-tiba gitu?" Tanya Galen
"Gak biasanya Mommy kayak gitu." Kata Davin lagi
Gibran tersenyum tipis dan mengatakan sesuatu pada ketiga anaknya.
"Enggak ada apa-apa biasa Kakak kalian itu sedikit nakal, tapi gak papa." Kata Gibran
Ketiganya mengangguk faham dan tak mau banyak bertanya lagi.
__ADS_1
"Besok berangkat sama Gavin semua ya? Daddy besok ada pemotretan dan lokasinya cukup jauh, jadi harus berangkat pagi sekali." Kata Gibran
"Siap Dad"
"Yaudah kalian ke kamar istirahat jangan lupa siapin buku untuk besok supaya gak buru-buru, tugasnya jangan tinggal." Kata Gibran mengatakan hal yang biasa Diandra ucapkan pada anak-anaknya
"Iya Dad"
Setelah itu ketiga anaknya pergi ke kamar mereka masing-masing dan Gibran berniat menyusul Gavin juga Diandra ke kamar anaknya.
Di dalam kamar Gavin sendiri Gavin terlihat menunduk ketika Diandra memberikan vitamin yang tadi dia cari ke seluruh kamar, tapi tidak ada. Sungguh Gavin kira dia sudah menaruhnya di laci, tapi ternyata belum.
"Ayo minum"
Gavin menghela nafasnya pelan lalu mengambil gelas berisi air mineral dan meminum vitaminnya.
Setelah itu Gavin menatap Diandra yang kini duduk di sampingnya dan mengusap pelan kepalanya.
"Gavin masih sering sakit?" Tanya Diandra dengan penuh kelembutan
Ada rasa lega ketika Gavin melihat tidak ada tanda bahwa dia akan di marah, tapi dadanya sesak juga melihat tatapan Mommy nya.
"Enggak Mom kemarin sempat sesak karena habis olahraga." Kata Gavin bohong
Jelas alasannya karena dia merokok lagi dan lari-larian.
"Gak bohong kan? Gavin kalau sakit bilang sama Mommy ya? Jangan kayak gini." Kata Diandra
"Iya Mom aku cuman gak mau Mommy khawatir." Kata Gavin
"Mommy selalu khawatir pada anak-anak Mommy sayang." Kata Diandra
"Iya maaf"
Gavin menunduk membuat Diandra tersenyum lalu memeluknya dengan sayang dan mencium puncak kepala anaknya.
Gavin dengan manja menyandarkan kepala di bahu Mommy nya dan tak lama pintu terbuka Gibran masuk ke dalam dengan senyuman di wajahnya.
Gavin yakin Daddy nya tidak bilang apapun tentang kejadian di sekolah makanya Mommy sama sekali tidak marah padanya.
Tersenyum manis Gibran melihat keduanya dengan hati yang menghangat.
Gavin memang sangat manja pada Diandra, bahkan hingga sekarang.
°°°°
Aku updateee🥳😻
__ADS_1