
Berhenti di area rumah Alexa dengan senyuman Gavin melepaskan sabuk pengaman yang gadis itu kenakan lalu mengajaknya untuk segera turun. Seperti kata Diandra tadi dia harus mengantar Alexa sampai ke dalam dan meminta maaf pada orang tuanya karena pulang terlalu larut padahal yang lain memang belum pada pulang.
Sebelum Alexa melangkahkan kakinya ke dalam Gavin sudah lebih dulu meraih tangannya dan menggenggam dengan erat membuat Alexa tersenyum senang. Bersama mereka melangkahkan kakinya ke dalam dan Alexa menatap Gavin yang sekarang menekan bel rumahnya.
Menunggu untuk beberapa saat tak lama pintu terbuka terlihat Anetta yang langsung tersenyum senang.
"Eh udah pulang kok tadi berangkat sama Nicholas pulangnya sama Gavin." Kata Anetta
"Hehe iya aku ajakin pulang bareng tadi Tan soalnya habis marahan tadi, jadi dia ngambek terus berangkat sama Nicholas aku di tinggal." Kata Gavin membuat Alexa langsung mencubit pelan lengannya
"Bohong"
"Alexa jangan gitu ah sama pacarnya." Kata Anetta
"Ini Tante aku minta maaf udah anterin Alexa pulang jam segini." Kata Gavin sambil tersenyum
"Ah gak usah minta maaf kalau sama Gavin mah Tante percaya." Kata Anetta
Alexa berdecak pelan, apa Mama nya tidak tau seberapa playboy nya pria di sampingnya ini?
"Mau mampir dulu?" Tanya Anetta dengan ramah
"Eh enggak usah ini udah di tunggu Mommy di rumah, ngomong-ngomong Om mana Tante?" Tanya Gavin
"Oh Papa nya Alexa lagi ngurusin kerjaan biasalah dia malam juga masih sibuk." Kata Anetta
"Em yaudah Gavin langsung pulang ya?" Kata Gavin
"Iya hati-hati di jalan salam untuk orang tua kamu ya?" Kata Anetta
Gavin mengangguk dia menatap Alexa dengan senyuman lalu mengusap kepalanya sebentar membuat Anetta tersenyum menggoda.
"Pulang dulu ya? Nanti aku kabarin kalau udah sampai dan jangan lupa apa yang aku bilang tadi." Kata Gavin
Alexa bergumam pelan, tapi jantungnya sudah berdetak tidak karuan dia menatap Gavin yang berjalan menjauh lalu ketika pria itu menoleh sebentar Alexa melambaikan tangannya.
Kembali pada Gavin yang sudah masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobil menjauh dari arena rumah Alexa. Melirik jam sekilas Gavin menghela nafasnya pelan ketika waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam.
Meraih ponselnya Gavin menelpon Mommy nya, tapi sayang tidak di angkat dan kalau sudah begini artinya Diandra sudah sangat marah. Menaikkan lagi laju kecepatan mobilnya Gavin berusaha secepat mungkin untuk sampai ke rumah.
Merasa takut Gavin menelpon Galen dan tak butuh waktu lama panggilan telponnya di angkat.
"Halo Gal?"
'Hm kenapa?'
"Mommy mana? Aduh habis gue di amuk sampai rumah." Kata Gavin
'Di depan tuh nungguin lo tau rasa lo Kak di marah Mommy'
"Kurang ajar." Maki Gavin membuat adiknya itu terkekeh pelan
'Mommy berdiri deket pintu dari tadi di suruh masuk sama Daddy, tapi gak mau katanya nungguin lo pulang udah pasti sih lo bakal di marah lagian sok berani jam segini belum pulang'
"Diem deh Gal." Kata Gavin kesal
Dia kesal juga takut menghadapi amarah Mommy nya.
'Marah banget Mommy sama lo Kak siap-siap aja lo kena sidang nanti kalau uang bulanan lo di potong untuk gue potongannya haha'
"Sialan.... Woy Gal malah di matiin adek kurang ajar." Maki Gavin ketika Galen mematikan telponnya
Gavin semakin terburu-buru hingga dia baru sampai di rumah tepat ketika pukul dua belas malam dan helaan nafas terdengar.
Tidak langsung turun Gavin berdiam diri sejenak di dalam mobil sebelum akhirnya keluar dari sana. Berkali-kali Gavin mengurungkan niatnya untuk membuka pintu karena merasa takut.
"Aduh mati dah gue." Kata Gavin
Menghela nafasnya panjang Gavin akhirnya membuka pintu rumah dan dia langsung di sambut dengan tatapan tajam Diandra yang Gavin balas dengan senyuman konyol. Di belakang Diandra ada Gibran yang menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Gavin dengan tatapan kasihan.
Gibran seolah bicara bahwa dia tidak bisa membantu Gavin keluar dari amarah Diandra.
"Bagus kamu ya Gavin." Kata Diandra dengan wajah datar
Gavin langsung terdiam dengan jantung berdetak sangat cepat.
"Hehe"
"Iya bagus udah pulang terlambat sekarang kamu ketawa." Kata Diandra membuat Gavin diam dan mengatupkan kedua bibirnya
"Sayang udah yang penting Gavin udah pulang." Kata Gibran
"Berapa kali kamu langgar janji sama Mommy? Apa janjinya waktu mau berangkat tadi? Mommy izin sebentar ya Gavin janji jam sebelas udah sampai rumah." Kata Diandra sambil meniru ucapan anaknya
"Tadi kan antar Alexa sebentar." Kata Gavin pelan
"Kamu itu gak ada kapoknya ngelanggar janji sama Mommy." Kata Diandra
"Maaf"
Gavin menunduk karena tidak berani menatap wajah Diandra yang terlihat begitu marah.
Diandra menghela nafasnya pelan lalu melihat ke arah saku celana anaknya dimana terlihat sesuatu yang dia tau, benda itu tidak masuk sempurna di saku celana anaknya.
"Apa itu disaku celana kamu?!" Tanya Diandra
Gavin langsung menegang dan dia mengumpat pelan ketika sadar bahwa di saku celana miliknya ada satu bungkus rokok milik Rama yang tadi pria itu titipkan padanya.
'Sialan Rama habis gue malam ini'
"Mommy tanya Gavin." Kata Diandra marah
"Ini... Ini bukan punya Gavin." Kata Gavin pelan
Mau tidak mau Gavin mengeluarkan satu bungkus rokok itu dari saku celananya dan memberikan pada Diandra yang membuat Diandra semakin terlihat marah.
"Mom beneran itu bukan punya Gavin, tapi punya Rama tadi dia titipin." Kata Gavin
Gavin menatap Gibran mencoba untuk meminta bantuan, tapi Gibran tidak bisa dia sulit membuat amarah istrinya mereda.
__ADS_1
Terdiam sambil menatap benda yang ada di tangannya Diandra memejamkan matanya sejenak lalu menjatuhkan bungkus rokok itu ke lantai membuat Gavin semakin takut.
"Mommy"
Gavin sangat takut Mommy nya marah apalagi kalau melihatnya hanya diam saja seperti sekarang.
"Mommy itu bukan punya Gavin...."
Takut, Gavin benar-benar takut ketika Diandra tidak lagi marah atau mengatakan apapun dan malah memilih untuk melangkahkan kakinya menjauh.
"Mommy"
Gavin langsung berusaha untuk mengejar Mommy nya dan meminta maaf.
"Ke kamar istirahat." Kata Diandra sambil melepaskan tangan Gavin
"Mommy beneran itu bukan...."
"Mommy bilang jangan pernah sentuh lagi benda itu Gavin gak baik untuk kesehatan kamu." Kata Diandra marah
"Mom"
"Selalu ingkar janji sama Mommy." Kata Diandra
Setelah mengatakan itu Diandra bergegas menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar meninggalkan Gavin yang di landa kebingungan juga cemas di waktu yang bersamaan.
"Gavin"
Menatap Gibran yang masih di dekat ruang tamu Gavin langsung berjalan menghampiri Daddy nya dan dia menurut ketika Gibran mengajaknya duduk.
"Punya kamu?" Tanya Gibran sambil mengangkat satu bungkus rokok tadi
Gavin menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bukan Dad itu punya Rama." Kata Gavin
"Kamu merokok tadi?" Tanya Gibran lagi
Gavin terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Maaf"
"Udah gak papa." Kata Gibran
Gavin tersenyum singkat ketika Gibran menepuk pelan bahunya.
"Mommy itu sayang banget sama kamu makanya dia kayak gitu apalagi dulu kamu sempat ada gejala asma dan hal itu buat Mommy selalu cemas sama kamu Gavin." Kata Gibran membuat Gavin terdiam
Aduh dia jadi merasa semakin bersalah.
"Kamu itu anak kesayangannya Mommy." Kata Gibran
Gavin menghela nafasnya pelan lalu mengacak gemas rambutnya sendiri membuat Gibran tertawa kecil.
"Udah sana kamu istirahat besok lagi bicara sama Mommy nya lain kali kalau mau pulang agak terlambat tetap telpon Mommy biar dia gak semarah ini dan Gavin jangan buat janji yang kamu gak yakin bisa tepati." Kata Gibran
Gavin mengangguk patuh.
"Makasih Dad." Kata Gavin pelan
Melangkahkan kakinya ke atas Gavin menatap dalam diam pintu kamar orang tuanya lalu menghela nafasnya pelan sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar.
Gavin menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang lalu dia mengeluarkan ponsel miliknya dan mengirim pesan untuk Alexa karena tadi udah janji akan memberi kabar kalau sudah sampai.
Lexa aku udah sampai rumah
Good night sayangnya Gavin
Setelah mengirim pesan itu Gavin meletakkan ponselnya di meja lalu menatap bingkai foto yang juga ada di atas meja, ada foto dia bersama dengan Diandra.
Itu foto waktu mereka masih kecil di sana Gavin ada di dalam gendongan Diandra karena saat itu dia memang masih kecil.
Gavin jadi merasa bersalah dan dia yakin hukumannya akan lebih berat.
Gavin lebih suka hukuman uang bulanannya di potong atau motor dan mobilnya di ambil dari pada harus menghadapi diamnya sang Mommy yang malah membuat Gavin tidak tenang.
Gavin lebih suka di marah dari pada di diamkan.
°°°°
"Mommy biar Gavin bantu"
Pagi-pagi sekali Gavin sudah bangun dia langsung pergi ke dapur untuk membantu Diandra dan mencoba berbicara dengannya, tapi seperti dugaannya Diandra tak menanggapi apapun. Sejak Gavin datang Diandra sibuk dengan kegiatannya sendiri dia membuat sarapan dan terus menolak bantuan yang Gavin tawarkan.
Gavin merasa tidak tenang dia tidak bisa di diamkan begini apalagi oleh Diandra yang biasanya sangat cerewet. Sayangnya Gavin tidak mau menyerah dia terus berusaha mengajak Diandra bicara meskipun hanya di tanggapi dengan gumaman singkat saja.
"Mom"
"Eh Galen kamu tumben udah bangun." Kata Diandra sambil tersenyum
Gavin mengalihkan pandangannya dan benar saja ada Galen yang berjalan ke arah dapur.
"Hm kebangun Mom." Kata Galen
Galen menatap Kakaknya yang terlihat murung lalu menepuk pelan pundaknya.
"Mommy...."
"Galen ajak Kakaknya ke ruang makan ya? Kalian berdua tunggu di sana aja." Kata Diandra pada Galen
"Mommyy"
"Ayo Galen." Kata Diandra lagi
Galen mengangguk lalu dia merangkul Gavin dan mengajaknya pergi ke ruang makan membuat Gavin menghela nafasnya pelan. Dengan tidak bersemangat Gavin duduk di samping adiknya, dia benar-benar tidak merasa tenang.
"Udah Kak nanti lagi ngomong sama Mommy nya." Kata Galen
"Gak tenang Gal." Kata Gavin sambil menghela nafasnya pelan
__ADS_1
Tidak lama Diandra datang bersama dengan Bibi untuk menata meja makan dan hal itu membuat Gavin menatapnya.
"Yeee sarapannn"
Suara penuh semangat Danira terdengar dan dia yang sudah tidur tadi malam sama sekali tidak tau keributan antara Gavin dan Mommy nya.
Beberapa saat setelah Danira datang ada Davin bersama dengan Gibran yang langsung duduk bersama dengan yang lainnya.
"Mommy"
Diandra tidak menoleh dan dia malah meminta yang lainnya untuk segera makan.
"Ayo makan sarapannya jangan ada yang ngomong Mommy gak suka." Kata Diandra
Gavin menghela nafasnya pelan dan Gibran hanya bisa tersenyum tipis melihatnya, dia akan coba bicara dengan Diandra lagi.
Gibran sangat faham betapa Diandra begitu sensitif dengan Gavin apalagi tau bahwa anaknya itu merokok.
Dulu Gavin sering merasa sesak nafas dan ketika di periksa ternyata pria itu memiliki gejala asma, tapi beruntung masih bisa di sembuhkan.
Hanya saja seorang Ibu tidak pernah bisa menghilangkan rasa cemasnya apalagi ini tentang Gavin.
Gavin anak kesayangan Diandra karena kalau bukan karena adanya Gavin dia bersama Gibran tidak akan sampai sejauh ini.
"Mommy maaf"
Gavin yang sudah tidak tahan langsung bicara dan membuat keadaan hening.
"Ayo makan"
"Mommy maaf." Rengek Gavin
"Makan sekarang Gavin." Kata Diandra
"Mommy"
"Makan sekarang atau kalau kamu tidak mau makan naik ke atas." Kata Diandra membuat Gavin terdiam
"Sayang"
"Mommyy"
Diandra mengabaikannya dia mengalihkan pandangan ke arah lain lalu menghela nafasnya pelan.
"Sudah kalian sarapan Mommy mau ke kamar dulu." Kata Diandra
Gavin menatap Mommy nya dengan sedih dia berniat menyusul, tapi Galen langsung menahannya dan Gibran juga.
"Gavin sudah nanti lagi bicaranya." Kata Gibran
Danira yang tidak mengerti apapun hanya menatap mereka secara bergantian.
"Makan dulu nanti Daddy yang antar sarapan ke Mommy"
Tidak ada yang bisa menolak bahkan Gavin dan kini dia mulai menyantap sarapan dengan tidak bersemangat.
Gavin harus terus meminta maaf.
°°°°
Diandra memejamkan matanya ketika dia mendapat pelukan dari Gavin yang menyusulnya ke kamar baru ingin minta di lepaskan Diandra malah melihat anaknya itu menangis seperti anak kecil. Telinga Gavin memerah dia menangis dengan wajah sedih yang menatapnya membuat Diandra seperti melihat lagi Gavin berusia lima tahun.
Sungguh Diandra marah dia takut kalau Gavin sakit ya meskipun gejala asma itu sudah sembuh, tapi bisa saja datang lagi dan Diandra tidak mau. Dulu saja dia di buat panik hingga setiap malam Diandra terus menjaga Gavin dan merawatnya.
"Mommy maafff"
Gavin merengek pada Diandra dengan wajah berderai air mata.
"Sudah Gavin bukan salah kamu memang Mommy yang salah terlalu mengekang kamu." Kata Diandra
"Enggak.... Gavin yang salah.... Gavin minta maaf sama Mommy.... Gavin janji gak bakal ulangi lagi." Isak Gavin
Diandra tersenyum dia mengusap kepala Gavin dengan sayang sambil mengusap kedua pipinya yang basah karena air mata.
"Janji Mommy.... Gavin janji gak bakal ulangi lagi... Jangan marah udah marahnya." Pinta Gavin
Diandra jadi ingin tertawa sekarang Gavin terlihat lucu, dia seperti anak kecil.
"Udah udah"
"Maafin dulu"
"Iya di maafin." Kata Diandra
"Minta maaf Mommy..... Gavin salah." Kata Gavin lagi
"Iya udah di maafin." Kata Diandra sambil tersenyum
Gavin terus menatap Diandra dengan mata sendunya dan Diandra dengan sayang mengusap kepalanya lalu menghapus air matanya dengan sayang.
"Udah enggak papa Mommy maafin asal jangan di ulangi lagi." Kata Diandra
"Iya janji.... Gavin janji gak bakal ke party party lagi pokoknya biar Mommy gak marah." Kata Gavin
Diandra tersenyum dan tanpa Diandra atau Gavin sadari ada Galen bersama dengan Danira juga Davin yang mengintip dari celah pintu.
Jangan lupakan ponsel yang sejak awal merekam kemanjaan Gavin.
Begitu selesai merekam Galen bersama Danira dan Davin menutup pintu lalu keduanya duduk di anak tangga.
Dengan senyuman miring Galen mengirimkan vidio Gavin yang menangis kepada Rama dengan pesan.
Playboy berhati hello kitty
Setelahnya mereka bertiga tertawa senang dan sebentar lagi vidio itu akan menyebar di grup kelas lalu grup angkatan.
Oh selamat tinggal image cool Gavin Aditya Wijaya.
°°°°°
__ADS_1
Lihatlah betapa jahilnya adik-adik kamu ini Gavin🤣