Obsession

Obsession
Seiring Berjalannya Waktu


__ADS_3

You cannot go back and change the beginning, but you can start where you are and change the ending.


Hari ini Ghina menemukan quotes itu muncul di beranda instagramnya dan membuat dia termenung untuk beberapa saat lalu tersenyum tipis. Benar, dia tidak bisa mengulang hal yang telah berlalu, tapi dia bisa memperbaiki diri sekarang dan mengubah masa depannya.


Seperti apa yang pernah Kakak iparnya katakan bahwa orang yang tepat akan datang di waktu yang tepat pula, dia hanya perlu percaya bahwa suatu saat nanti akan ada seorang pria yang bisa mencintainya dengan penuh ketulusan dan menerima semua masa lalunya. Semua hal yang sudah berlalu akan Ghina jadikan pelajaran juga alasan untuk dia bisa berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik.


Kejadian itu membuat dia kini mengerti arti dari betapa cerewet dan banyaknya aturan yang orang tuanya berikan untuknya. Bukan untuk membatasi pergaulannya, tapi hanya untuk menjaganya dari sebuah luka yang sekarang sudah dia rasakan.


Sekarang Ghina berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya dan berpikir untuk mengetuk atau langsung masuk ke dalam, dia ingin bicara. Setelah cukup lama terdiam disana Ghina mengetuk pintu lalu menunggu hingga Dara membuka pintu dan tersenyum padanya.


"Ghina, kenapa gak masuk saja sayang?" Tanya Dara sambil merangkul anaknya dengan sayang dan mengajaknya masuk


Farhan yang sedang membaca di sofa mendongak lalu tersenyum ketika melihat anaknya dan menghampiri keduanya.


"Ghina"


"Em Ghina boleh kesini kan?" Tanya Ghina pelan


"Boleh sayang, masa gak boleh sih." Kata Dara


"Sini duduk dulu." Ajak Farhan


Ghina menurut dia bersama kedua orang tuanya duduk di sofa dan untuk beberapa saat tidak ada percakapan apapun hingga Ghina mulai bicara.


"Mama"


"Iya sayang?"


"Ghina minta maaf ya? Maafin Ghina karena belum bisa jadi anak yang baik." Kata Ghina


Kedua orang tuanya diam ketika mendengar Ghina mengatakan hal itu sampai akhirnya Dara membawa Ghina untuk menghadapnya lalu mencium kening dan kedua pipinya dengan sayang.


"Kamu anak Mama yang baik sayang." Kata Dara


"Kamu juga anak Papa yang baik, jangan bicara begitu." Kata Farhan sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Mama sama Papa jangan cemas ya? Sekarang Ghina udah gak papa dan Ghina bakal berusaha untuk bangkit lagi, gak akan mengingat hal itu lagi." Kata Ghina


"Kalau kamu butuh apa-apa bilang sama Mama dan Papa." Kata Farhan


"Ghina cuman butuh dukungan Mama sama Papa." Kata Ghina


"Kalau itu tanpa kamu bilang Mama sama Papa pasti berikan sayang." Kata Dara membuat Ghina tersenyum lalu memeluknya


"Ghina mau cari kerja, tapi enggak mau di kantor Papa." Kata Ghina

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Tanya Farhan


"Hm mau coba aja Pa." Kata Ghina


"Ghina mau coba dimana?" Tanya Farhan dengan penuh kasih sayang


"Ghina mau coba melamar di kantor teman Papa." Kata Ghina


"Teman Papa?" Tanya Farhan dengan alis bertaut


"Iya Pa ada yang Papa pernah ajak Ghina kesana dan Ghina mau coba lamar jadi sekretaris disana." Kata Ghina


"Teman Papa yang kamu maksud itu uncle Liam?" Tanya Farhan


"Iya"


Mendengar hal itu Farhan tersenyum sebentar lalu menganggukkan kepalanya dan mengatakan bahwa dia akan mendukung anaknya.


"Kemarin memang Liam bilang sekretarisnya mengundurkan diri nanti Papa bilang sama Uncle Liam ya?" Kata Farhan


Ghina mengangguk dan memeluk Farhan dengan erat.


Tanpa dia tau kedua orang tuanya itu tersenyum penuh arti, mereka bahkan tidak perlu repot untuk mengenalkan lagi.


Takdir seolah membawa Ghina untuk kesana.


Farhan berniat mengenalkan mereka berdua, tapi ternyata Ghina malah berkeinginan untuk bekerja kesana.


¤¤¤


"Mas"


Panggilan itu membuat Gibran menoleh lalu tersenyum dan menghampiri istrinya yang masuk ke dalam kamar dengan kedua anaknya. Si kecil Danira digendong dan terlihat senang sedangkan Gavin dia berjalan disamping Danira sambil membawa robot mainannya.


Mereka naik ke atas ranjang dan bergabung bersama Gibran yang tengah memainkan ponselnya. Senyum manis Gibran mengembang dengan sempurna ketika Gavin menghampirinya lalu memeluknya dengan erat.


"Daddyy"


"Kenapa jagoan?" Tanya Gibran sambil mencium anaknya


"Main gamee"


"Hm tidak boleh satu hari hanya boleh satu kali." Kata Gibran


"Daddyy"

__ADS_1


Gavin memasang wajah memelasnya membuat Gibran tertawa kecil karena merasa gemas.


"Besok aja ya? Besok main lagi sama Tante Ghina." Kata Gibran


"Cekalangg"


"Emm besok aja sayang." Kata Gibran


"Cekalang Daddy cekalang." Rengek Gavin


"Gavin gak boleh ah main hp terus." Kata Diandra


"Enggak telus telus kan tadi pagii cekalang belum." Kata Gavin


Diandra dan Gibran tertawa mendengarnya sekarang anak mereka sudah pintar kalau disuruh memberi alasan.


"Udah malam Gavin harus tidur." Kata Diandra


"Daddy mainn mainnn." Kata Gavin


"Jangan main hp ah kita main mobil-mobilan Gavin aja." Kata Gibran


"Daddy"


"Enggak sayangg." Kata Gibran sambil mencium gemas pipi anaknya


Gavin cemberut dan memeluk Gibran membuat Diandra menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah anaknya.


"Besok Daddy ajak jalan-jalan ya? Jangan cemberut gitu." Kata Gibran


"Benelan? Janji enggak?" Tanya Gavin


"Iya sayang Daddy janji nanti kita jalan-jalan sama Ante Ghina juga." Kata Gibran membuat senyum manis Gavin mengembang dengan sempurna


"Mauu"


"Gavin mau jalan-jalan kemana?" Tanya Diandra


"Ke tempat mainnn"


"Iya besok kita ke time zone ya?" Kata Gibran


Gavin mengangguk dengan semangat lalu mencium Daddy nya dengan sayang dan kembali memeluknya.


"Cama Ante Ina juga"

__ADS_1


¤¤¤


Double up yaa seperti yang kemarin aku janjikann💞


__ADS_2