
Selama tiga hari di rawat Gavin terlihat lebih kurus karena tidak mau makan dan anak itu sangat manja pada Diandra pernah sekali Diandra terpaksa ke rumah sakit ketika tengah malam karena Gavin yang terus menangis sambil memanggil namanya, beruntung diizinkan untuk masuk meski ada sedikit perdebatan mengingat sudah tidak ada lagi jam besuk. Sekarang hari keempat Gavin di rawat keadannya sudah semakin membaik dan kalau semakin baik besok Gavin sudah bisa pulang ke rumah.
Bagi Diandra sendiri ada beberapa kesulitan yang harus dia hadapi ketika Gavin sedang di rawat seperti kesulitan tidur atau lelah karena harus pulang pergi rumah sakit belum lagi menjaga Danira yang terkadang rewel. Namun, hal itu tidak sebanding dengan kesedihannya melihat Gavin yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Anak itu jarang bersuara kecuali kalau menangis atau minta ke kamar mandi padahal biasanya Gavin selalu berceloteh ria. Sungguh Diandra bingung harus berbuat apa agar anaknya bisa segera pulih dan sembuh.
"Mommy minum"
Perkataan itu membuat Diandra sedikit tersentak lalu menngambilkan minum untuk anaknya.
"Mau apalagi sayang?" Tanya Diandra ketika Gavin sudah selesai minum
"Cakitt"
"Sakit? Apa yang sakit?" Tanya Diandra cemas
"Cakit"
"Mommy panggil Dokter ya?" Kata Diandra
"Ini cakit"
Gavin mengatakannya sambil mengangkat tangannya yang diinfus membuat Diandra kini paham.
"Tangannya sakit?" Tanya Diandra
"Cakit"
Menghela nafasnya pelan Diandra mengusap kepala anaknya dengan sayang dan bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka dengan Gibran yang masuk ke dalam sambil membawakan makan siang.
"Sayang"
Diandra menoleh lalu tersenyum tipis pada suaminya dan memejamkan matanya pelan ketika Gibran mengusap lembut puncak kepalanya.
"Jagoan Daddy sudah bangun? Gavin mau minta apa?" Tanya Gibran
"Pulang"
"Besok ya?" Kata Gibran dengan senyuman tipisnya
"Kata Gavin tangannya sakit yang ada infusnya." Kata Diandra
"Tangan Gavin sakit?" Tanya Gibran
Dengan raut wajah sedih Gavin menganggukkan kepalanya membuat Gibran benar-benar tidak tega melihatnya.
"Ini Daddy belikan mobil mainan untuk Gavin yang kecil." Kata Gibran
Tidak ada raut wajah bahagia seperti biasanya Gavin hanya diam sambil menatap mobil mainan berukuran kecil dengan warna hitam di dekatnya.
"Enggak, mau pulang"
"Besok Gavin pulang ya?" Kata Gibran
"Mommy"
"Iya sayang." Kata Diandra
__ADS_1
"Cini aja cama Gavin." Kata Gavin
"Iya Mommy disini sayang." Kata Diandra
"Mommy nya makan dulu ya?" Kata Gibran
"Enggak"
"Udah Mas nanti aja." Kata Diandra dengan senyuman
Tersenyum manis Diandra kembali mengusap kepala anaknya dan memperhatikan Gavin yang masih terlihat pucat.
Sungguh Diandra akan sangat menjaga Gavin nantinya dan tidak akan membiarkan anaknya itu sampai sakit apalagi masuk rumah sakit seperti sekarang. Saat tengah asik memandangi wajah anaknya pintu ruangan terbuka dan Gibran dapat melihat Sahara yang datang bersama dengan suaminya.
Berjalan mendekat Sahara terlihat sedih ketika melihat Gavin yang terlihat lebih kurus dari biasanya juga wajah yang sedikit pucat.
"Gavin sakit apa?" Tanya Sahara
"Dia demam Kak." Kata Diandra pelan
"Ya ampun pasti rewel sekali ya?" Kata Sahara
"Hm rewel sekali Ra apalagi kalau disuruh makan pasti nangis." Kata Gibran
"Waktu Alana demam dia juga rewel banget." Kata Sahara
"Aku gak tau Kak kenapa bisa sampai drop banget padahal biasanya Gavin minum obat sama di kompres pasti sembuh." Kata Sahara
"Apa keadaannya belum membaik juga?" Tanya Arjuna
"Aku senang mendengarnya." Kata Sahara
"Iya kemungkinan juga besok sudah boleh pulang." Kata Diandra
"Cepat sembuh sayang." Kata Sahara sambil mengusap pipi Gavin dengan lembut
Tidak ada respon yang Gavin berikan karena anak itu terlihat mengantuk mungkin efek obat yang tadi diminum atau Gavin yang ingin istirahat.
"Sepertinya dia mengantuk." Kata Arjuna
"Iya Kak tadi habis makan siang dan minum obat." Kata Diandra
"Kalau gitu biarkan dia istirahat." Kata Arjuna
"Kalian hanya berdua?" Tanya Gibran
"Iya anak-anak lagi sama Mami." Kata Sahara
Mengangguk faham Gibran meminta mereka untuk duduk dulu, sedangkan Diandra dia masih belum mau beranjak karena Gavin terus menggenggam tangannya.
Suhu tubuhnya sudah tidak panas lagi, tapi Gavin masih lemas.
¤¤¤
"Aku urus administrasinya dulu"
Besoknya Gavin sudah dibolehkan untuk pulang dan hal itu benar-benar membuat Diandra serta Gibran merasa sangat lega apalagi anaknya itu sudah tidak pucat lagi. Sekarang Gibran akan mengurus administrasi dan Diandra menunggu Gavin di ruang rawatnya yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan.
__ADS_1
Mengusap sayang kepala anaknya Diandra tersenyum pada Gavin yang menatapnya dalam diam. Sampai sekarang Gavin masih banyak diam, tapi sudah tidak pernah menangis lagi meski terkadang suka merengek pada Diandra.
"Kita pulang ya?" Kata Diandra
"Pulang"
"Heem nanti nunggu susternya lepas ini dulu ya? Kalau sudah kita pulang." Kata Diandra sambil menunjuk tangan Gavin yang terdapat infus
"Cakit"
"Iya sayang nanti di lepas biar gak sakit lagi." Kata Diandra
Gavin hanya mengangguk membuat Diandra tersenyum dan mencium pipinya singkat.
"Kangen Danila." Kata Gavin pelan
"Iya nanti di rumah ketemu sama adik Danira dia juga rindu sekali sama Kakak Gavin." Kata Diandra
"Pulang"
"Iya sayang sebentar lagi." Kata Diandra
Beberapa saat setelahnya dua orang perawat datang untuk melepasn infus di tangan Gavin membuat Diandra tersenyum dan mengusap tangan anaknya dengan sayang. Rengekan Gavin terdengar dan begitu selesai Diandra mengucapkan terima kasih lalu menatap anaknya yang terlihat ingin menangis.
Mengusap pipi Gavin dengan lembut Diandra memberikan senyuman juga usapan sayang yang dia harap bisa menenangkan anaknya.
"Cakitt"
"Sebentar aja kok sakitnya." Kata Diandra
Mungkin sekitar lima menit setelahnya Gibran kembali masuk ke dalam ruangan dengan beberapa kertas yang ada di tangannya. Menghampiri istrinya Gibran tersenyum lalu menatap Gavin yang masih diam.
"Sudah Mas?" Tanya Diandra
"Hm sudah." Kata Gibran
"Sudah boleh pulang kan?" Tanya Diandra lagi
"Iya, Gavin kita pulang yuk." Kata Gibran
Mengangguk singkat Gavin hanya diam dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Gibran dengan manja.
"Kamu yang bawa mobil Mas?" Tanya Diandra
"Tidak sayang ada supir yang akan bawa mobilnya." Kata Gibran
Begitu sampai di parkiran Gibran masuk dan duduk di jok belakang bersama dengan anak serta istrinya. Selama perjalanan Gavin hanya diam dan terus memeluk Gibran dengan tangan mungilnya membuat Gibran tersenyum sambil mengusap rambut hitam anaknya sesekali.
Beruntung Gavin sudah diperbolehkan pulang dan setelah ini Gibran akan meminta anaknya untuk beristirahat saja.
Mungkin selama satu minggu ke depan Gibran tidak akan membiarkan Gavin keluar dari rumah.
¤¤¤
Maaf kemarin gak update :"
Nanti sore atau malam aku update lagi yaaaa💞
__ADS_1