Obsession

Obsession
Gavin (35)


__ADS_3

"Aduhh"


Danira meringis sakit ketika Kakak kelasnya menabrak tubuhnya hingga dia jatuh dan membuat buku yang dia bawa dari perpustakaan jatuh berserakan. Mengusap pelan telapak tangannya Danira mendongak dan menatap orang yang baru saja menabraknya hingga jatuh dan refleks Danira mendengus kesal.


Gadis itu Aura yang merupakan mantan pacar Arsaka dan dia memang sering sekali menatap Danira dengan sengit bahkan pernah terang-terangan melabraknya. Mengambil lagi buku yang ada di lantai Danira berdiri dan menatap sebal Kakak kelas yang ada di hadapannya, kebetulan dia ke perpustakaan sendirian tadi.


"Lain kali hati-hati jalannya Kak"


Danira mengatakan itu dengan raut wajah sebal.


"Sok banget"


"Apasih? Gak jelas banget Kakak tuh jadi orang." Kata Danira kesal


Mendengus kesal Danira lantas melangkahkan kakinya dan dengan sengaja menabrak bahu Aura karena kesal.


"Gak sopan lo!" Kata Aura


Danira menoleh dan malah menjulurkan lidahnya dengan raut wajah menyebalkan.


Melangkahkan kaki lagi kakinya mata Danira tanpa sengaja bertemu dengan Arsaka yang kebetulan sedang ada didepan kelas. Tersenyum senang Danira berlari kecil menghampiri Arsaka membuat pria itu ikut tersenyum dan langsung mencubit pelan pipinya.


"Dari mana kamu Ra?" Tanya Arsaka


Danira tersenyum lalu mengangkat bukunya.


"Perpustakaan"


"Sendirian?" Tanya Arsaka


"Iya sendirian." Kata Danira sambil tersenyum


"Tadi ketemu Aura?" Tanya Arsaka yang memang tanpa sengaja melihat ke samping


"Heem dia sengaja banget nabrak aku sampai jatuh dasar enggak jelas." Omel Danira


"Sakit gak? Mana yang sakit coba Kakak lihat?" Kata Arsaka


Danira menunjuk tangannya dan ketika Arsaka ingin menyentuhnya sebuah tangan sudah lebih dulu memukulnya membuat Arsaka meringis sakit.


"Awh"


"Jauhin tangan lo dari adek gue." Kata Gavin dengan wajah galaknya


Arsaka terkekeh pelan dan menarik Danira mendekat lalu merangkulnya hingga membuat Gavin melotot.


"Lepasin"


"Galak amat bang." Kata Arsaka sambil tertawa


Danira ikut tertawa lalu melepaskan tangan Arsaka dan menghampiri Kakaknya yang terlihat kesal.


"Ihh marahh"


Dengan wajah menyebalkan Danira menyenggol lengan Kakaknya membuat Gavin berdecak kesal.


"Sana ke kelas bentar lagi bel malah keluyuran." Kata Gavin


"Ish bukan keluyuran Kak aku habis pinjam buku tau di perpustakaan nihh." Kata Danira sambil mengangkat bukunya agar di lihat Gavin


"Hm udah sana ke kelas." Kata Gavin

__ADS_1


Danira mengangguk patuh dia tersenyum manis pada Arsaka dan melambaikan tangannya, tapi belum sempat mengatakan sesuatu Gavin sudah lebih dulu mendorong pelan bahunya.


"Cepet nanti keburu bel"


Danira menghentakkan kakinya karena kesal lalu berjalan menjauh membuat Arsaka menatapnya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


"Gak usah senyum senyum lo." Ketus Gibran


Arsaka tertawa lalu kembali duduk karena tadi ketua kelas memberikan informasi mata pelajaran ini gurunya tidak datang dan hanya meninggalkan tugas. Kali ini Gibran ikut duduk dia memperhatikan terus adiknya hingga Danira berbelok dan tak lagi terlihat.


"Gua udah pacaran sama Danira"


Entah kenapa Arsaka tiba-tiba berkata jujur dia rasa sudah tidak perlu menyembunyikannya lagi.


"Diem deh Ka." Kata Gavin sambil menatap teman baiknya itu dengan tajam


"Kali ini gue serius Vin." Kaya Arsaka dengan tatapan mata penuh keseriusan


Gavin menatap Arsaka untuk sesaat lalu mengalihkan pandangannya dan menghela nafasnya pelan.


"Gue bakal ke rumah lo dan bicara sama orang tua lo juga dan lo bilang kalau mereka boleh berarti gak ada larangan untuk gue kan?" Kata Arsaka


"Ka serius gue belum bisa percaya lo sepenuhnya, gue gak mau lo sakitin Danira...."


"Tapi gue gak bakal lakuin itu Vin." Kata Arsaka


"Iya sekarang terus gimana nantinya? Lo bisa jamin semua ucapan lo?" Kata Gavin


"Bisa"


"Gue gak mau benci lo kalau sampai nanti lo sakiti Danira cukup sekali kita kayak orang gak kenal Ka." Kata Gavin lagi


"Gue gak bakal sakiti Danira enggak akan pernah." Kata Arsaka


"Gue serius, gue tau gue salah udah rebut Jihan dulu, tapi Vin please kali ini jangan bawa masalah itu untuk lo halangi gue sama Danira." Kata Arsaka


Gavin terdiam dia tidak menjawab dan malah beranjak pergi untuk masuk ke kelas membuat Arsaka menghela nafasnya pelan.


Memang salahnya juga yang sudah sangat menyakiti Gavin sampai pria itu susah percaya dengannya.


Ya memang tidak mudah mengembalikan kepercayaan seseorang apalagi ketika kita sudah menghancurkannya.


Tidak papa Arsaka semangat ada Danira yang akan mendukung kamu.


°°°°


Gavin mengumpat kesal begitu melihat ban motornya bocor di tengah perjalanan pulang membuatnya kesal bukan main, sedangkan Diandra hanya diam saja. Gadis itu turun dari motor sambil menatap ban belakang yang sudah tidak terisi angin lagi, tersenyum tipis Danira mengajak Kakaknya untuk mencari bengkel.


Awalnya Gavin meminta Danira untuk naik, tapi adiknya itu menolak dan malah membantu mendorong motor bersama dengan Gavin. Beruntung tak jauh dari tempat mereka ada bengkel membuat Gavin bisa menghela nafasnya lega, kasihan adiknya kalau harus berjalan jauh.


Mungkin sekitar lima menit hingga mereka sampai dan setelah Gavin menjelaskan keadaan motornya dia segera duduk bersama dengan Danira, tapi dia nyaris mengumpat ketika ada banyak pria di sana.


"Sini, kamu sebelah sini." Kata Gavin sambil meminta Danira untuk duduk di pojok dekat tembok


Danira menurut saja dia duduk manis di sana berbeda dengan Gavin yang tampak tidak nyaman dia melirik ke arah rok Danira yang cukup pendek.


Gavin membuka tas miliknya lalu mengambil jaket dari dalam sana dan menyelimuti kaki Danira agar tidak terlihat.


"Makasih Kakk"


Gavin tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


Takut akan lama Gavin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Arsaka meminta pria itu untuk menjemput Danira.


Dalam situasi begini hanya Arsaka dan Rama yang bisa dia percaya.


Ka jemput Danira ke sini motor gue bocor


Disini banyak cowok lo tolong jemput Danira terus antar pulang


Ka


Bisa gak?


Tak butuh waktu lama pesan itu di baca dan Gavin langsung mendapat balasannya.


Otw tunggu gue ke sana


Menghela nafasnya lega Gavin menatap adiknya yang terlihat santai bahkan Danira sedang memainkan kedua kakinya membuat Gavin tanpa sadar tersenyum.


Gavin menunggu motornya masih belum di perbaiki karena memang cukup ramai dan sekitar sepuluh menit sebuah motor berhenti di dekat bengkel.


Arsaka membuka helmnya lalu turun dan menghampiri mereka berdua membuat mata Danira membulat.


"Kamu pulang duluan sama Arsaka." Kata Gavin


"Kakak?"


"Kakak nungguin motor takutnya lama." Kata Gavin sambil tersenyum


"Ila sini aja nungguin Kakak." Kata Danira


"Pulang aja ini udah jam berapa kamu juga harus makan, sana nanti kalau udah selesai Kakak langsung pulang." Kata Gavin


"Tapi....."


"Hati-hati Ka bawa motornya." Kata Gavin


Arsaka mengangguk dan Danira tak punya pilihan lain dia bangun lalu menghampiri Arsaka sambil menatap Kakaknya.


"Bilang Mommy sama Daddy Kakak lagi di bengkel." Kata Gavin


Danira mengangguk patuh.


"Jaketnya pakai." Kata Gavin lagi


Sekali lagi Danira mengangguk dia tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Arsaka dengan Gavin yang terus melihat keduanya.


Gavin tersenyum ketika Arsaka membantu adiknya memakai helm lalu mengulurkan tangan untuk membantu Danira naik ke motornya.


Oh astaga kalau sudah begini hati Gavin tersentuh.


Apa biarkan saja kedua orang itu berpacaran?


Dia tidak bisa menghakimi Arsaka terus karena masa lalu mereka dulu.


Ah sudahlah nanti saja di pikirkan yang penting motornya selesai dulu.


°°°°


Aku updateeee🥰


__ADS_1


Arsaka itu baik gak😌


__ADS_2