
Hari ini Diandra ulang tahun Gibran bersama anak-anaknya sudah menyiapkan kejutan untuk nanti malam dan Gibran sudah mengatur rencana dengan kedua anaknya, tidak dengan Galen karena dia masih berusia dua tahun. Sejak tadi kedua anaknya sangat rewel mereka terus bertengkar dan tidak mau mendengar perkataan Diandra bahkan paling parah sampai melempar mainan satu sama lain.
Tentu saja itu bagian dari rencana Gibran karena sejak pagi Gibran kekuar rumah dengan alasan pekerjaan padahal dia sedang mengatur masalah kue ulang tahun serta kado untuk kejutan ulang tahun istrinya. Mereka tidak membuat kejutan besar hanya Gibran dan anak-anaknya saja.
Masalah perayaan kecil bersama yang lainnya akan dilangsungkan besok malam di rumah orang tua Gibran mereka akan makan malam bersama yang lainnya. Saat sore Gibran sudah meminta pada Gavin agar mengajak Diandra keluar rumah karena dia akan menyiapkan sesuatu.
Sekarang masih pukul satu siang dan kedua anak mereka masih terus melancarkan aksi bertengkar.
"Ish Kakak yang nakal!" Kata Danira marah
"Kamu yang nakal! Kamu yang pukul Kakak duluan." Kata Gavin tidak terima kalau disalahkan
Terkadang mereka memang ribut beneran.
"Gavin Danira sudah dong sayang jangan berantem terus." Kata Diandra sambil menghela nafasnya pelan
"Kakak duluan!" Kata Danira sambil menunjuk Gavin
"Kamu!"
Danira mengerucutkan bibirnya kesal lalu memukul-mukul lengan Kakaknya dengan kesal membuat Gavin melayangkan protesnya dan berusaha membalas. Memijat pelan dahinya Diandra merasa sedikit beruntung karena Galen masih tidur, tapi dia sangat pusing.
"Ih sana Daniraa." Kata Gavin sambil berusaha mendorong Danira agar menjauh
"Enggak enggak Kakak nakal ish nakal udah pukul Ila!" Kata Danira marah
"Danira udah sayang." Kata Diandra sambil berusaha meraih tangan Danira dan menariknya menjauh
"NAKALL"
Diandra menghela nafasnya pelan melihat anaknya yang berteriak kencang sambil menatap Gavin dengan marah.
"Danira enggak boleh gitu sama Kakaknya." Kata Diandra
"Bialin Kakak nakal! Ila gak mau sama Kakak! Musuhan!" Kata Danira
"Biarin Kakak juga musuhan sama Danira! Nakal." Kata Gavin
Danira mengambil boneka di dekatnya lalu melempar ke wajah Gavin hingga membuat Gavin menatapnya dengan kesal.
"Mommy lihat Danira nakal." Kata Gavin
"Kakak yang nakall!" Balas Danira
"Hey sudah dong sayang masa dari tadi berantem terus." Kata Diandra sambil mengusap kepala Danira dengan sayang
"Bialin Ila gak mau temenan Kakak!" Kata Danira
"Kakak juga gak mau! Gak mau tidur sama Ila lagi." Kata Gavin
Kali ini perkataan Gavin membuat mata Danira memerah lalu dia menangis dan memeluk Diandra.
__ADS_1
"Mommyyyy"
"Gavin gak boleh ngomong gitu sayang." Kata Diandra
"Mommy gak sayang Gavin!" Kata Gavin marah
"Gavin bukan gitu... Gavinn"
Diandra benar-benar kebingungan ketika Gavin berlari dan masuk ke dalam kamar, tapi fokusnya terpecah pada Danira yang juga menangis dipelukannya. Menghela nafasnya pelan Diandra memeluk anaknya itu dengan sayang sambil mengusap rambutnya.
Berusaha menenangkan Danira yang menangis sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang Diandra mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi sang suami, tapi tidak ada jawaban meskipun sudah tiga kali Diandra melakukannya. Sekali lagi Diandra menghela nafasnya lalu melepaskan pelukan dan mengusap pipi anaknya yang berurai air mata.
"Udah ah jangan nangis." Kata Diandra
"Kakak nakal dia gak mau tidul sama Ila lagi nanti Ila tidulnya sama siapa?" Kata Danira sedih
"Kakak cuman bercanda kok udah jangan nangis." Kata Diandra
Danira mengangguk singkat lalu dia menurut ketika Diandra memintanya untuk menunggu karena Diandra akan pergi menemui Gavin di kamarnya.
"Danira sini aja ya? Sebentar kalau enggak Danira sama adik Galen." Kata Diandra
"Iya Mommy"
"Anak pintar, sekarang Mommy mau lihat Kakak Gavin dulu ya? Mommy mau marahin Kakak Gavin biar mau tidur sama Danira lagi." Kata Diandra
"Iya Mommy"
Tersenyum manis Diandra mencium pipi anaknya dengan gemas lalu beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam kamar. Disana ada Gavin yang ketika melihatnya langsung memasang wajah cemberut lalu memalingkan wajahnya.
"Mommy nakal! Mommy enggak sayang Gavin!" Kata Gavin ngambek
"Eh siapa yang bilang Mommy enggak sayang Gavin?" Kata Diandra
"Mommy marahin aku." Kata Gavin tanpa mau menatap wajah Diandra
"Gavin sini lihat Mommy." Kata Diandra
"Enggak!"
"Gavin sini dulu lihat Mommy nanti gak Mommy beliin mainan ya?" Kata Diandra membuat Gavin akhirnya mendongak dan menatapnya
"Kenapa?" Tanya Gavin dengan wajah cemberutnya
Diandra tertawa kecil melihat anaknya yang terlihat begitu menggemaskan sekarang.
"Ya ampun lucu sekali anak Mommy." Kata Diandra sambil mencubit pelan pipi anaknya
"Mommyyy"
"Ngambek ya? Yaudah Mommy minta maaf ya? Mommy enggak marah sama Gavin dan Mommy ini sayang sekali sama Gavin." Kata Diandra sambil mengusap pipi anaknya dengan sayang
__ADS_1
Gavin menatapnya dengan lugu membuat Diandra tersenyum.
"Mommy sayang sama aku?" Tanya Gavin
"Sayang sekalii." Kata Diandra
Gavin tersenyum lalu memeluk Diandra dengan sayang membuat Diandra tidak bisa menahan senyumannya.
Mana mungkin dia tidak sayang dengan anak-anaknya yang telah memberikan kebahagiaan tiada henti untuknya dan Gibran.
Diandra sangat menyayangi mereka.
¤¤¤
Pukul enam sore Gibran sudah berada di rumah yang tidak ada siapapun karena Diandra sedang mengajak anak-anaknya jalan-jalan sesuai permintaan Gavin dan sekarang Gibran sibuk sendiri menyiapkan beberapa hal. Pertama dia sudah menaruh kue yang dia pesan dari kemarin lalu ada hadiah juga yang sudah dia siapkan dan ditambah bungu yang dia beli.
Tidak ada lagi dekorasi karena waktu Gibran untuk menyiapkannya sangat mepet sekali apalagi tadi pagi sampai jam dua belas dia memang bekerja. Jangan lupa juga Gibran sudah memesan banyak sekali makanan untuk mereka berlima.
Saat pintu yang dibuka terdengar Gibran langsung mengambil bunga lalu berdiri ditengah-tengah dan bersamaan dengan itu Diandra masuk ke dalam. Melihat suaminya disana Diandra tersenyum haru apalagi ketika Gibran dan kedua anaknya berseru kencang.
"Selamat ulang tahun Mommyyy!"
Kedua anaknya langsung memeluk Diandra yang sekarang mulai menangis karena terharu, Galen ada di troli bayi yang tadi dia bawa. Berjalan mendekat Gibran memeluk Diandra dengan sayang lalu memberikan bunga dan menghapus air mata istrinya.
"Mas kamu ingat?" Tanya Diandra
"Mana mungkin aku lupa hari dimana orang yang sangat spesial untukku dilahirkan ke dunia." Kata Gibran
Tersenyum manis Diandra memeluk Gibran lagi dan keduanya berpelukan hingga suara rengekan Galen terdengar.
"Galen"
"Sini aku aja." Kata Gibran
Gibran mengangkat tubuh Galen dan menggendongnya membuat anak laki-laki itu langsung diam, tapi tidak dengan anak perempuannya.
Dengan penuh semangat Danira menarik-narik tangan Diandra dan memintanya untuk meniup lilin.
"Mommy Mommy tiup lilin ayo cepat Ila mau makam kue." Kata Danira
Tertawa kecil Diandra duduk di sofa lalu menatap kue ulang tahun yang sudah Gibran siapkan dan menutup matanya, membuat permohonan.
'Semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir'
Meniup lilinnya hingga mati Diandra tersenyum lalu menatap anak dan suaminya bergantian, dia benar-benar merasa sangat bahagia.
"Mommy ayo makan kueeee"
¤¤¤
Hai semuanya apa kabar hehe😂
__ADS_1
Aku sengaja bikin special part untuk kalian pembaca setia Gibran dan Diandra💞
Makasih banyak ya udah ikutin cerita ini sampai akhir😚