
Danira duduk seorang diri di koridor rumah sakit menunggu Daddy nya juga Gavin yang masih berada di dalam ruangan untuk pemeriksaan, tadi Gibran sudah ingin mengantar Danira pulang lebih dulu, tapi anaknya itu menolak dan mengatakan ingin ikut. Rasa sayang Danira untuk Gavin begitu besar dia tidak mau Kakaknya itu sakit bahkan sekarang saja Danira terus diam karena kepikiran tentang Gavin dan berharap Kakaknya itu baik-baik saja.
Waktu masih kecil Danira sering melihat Gavin yang sakit pernah ketika terlalu lelah Gavin sampai sesak nafas dan ya Gavin juga beberapa kali harus dirawat di rumah sakit. Saat Gavin ikut basket dulu Diandra juga terus marah makanya sekarang Gavin sudah tidak bergabung lagi dengan tim basket dia sedang asik belajar musik.
Danira memainkan kakinya sambil menunggu hingga sekitar lima belas menit setelahnya Gavin dan Gibran keluar dari ruangan membuat Danira langsung berdiri.
"Daddy"
Gibran tersenyum tipis lalu meminta Gavin dan Danira pergi ke mobil lebih dulu karena dia harus mengambil obat.
Danira tak banyak bicara dia hanya patuh dan mengikuti Gavin menuju parkiran tanpa banyak bertanya. Begitu sampai parkiran keduanya masuk ke dalam mobil Gavin duduk di depan dan Danira di belakang.
"Kakak"
Gavin menoleh sebentar dan tersenyum pada adiknya.
"Kakak suruh minum obat lagi?" Tanya Danira
"Enggak La cuman vitamin aja." Kata Gavin membuat Danira tersenyum dan menghela nafasnya lega
"Ilaa kira minum obat lagi aku takut." Kata Danira
Gavin tersenyum ketika mendengarnya.
"Enggak kok cuman vitamin aja." Kata Gavin
"Kakak jangan lari lari terus." Kata Danira
"Iya, kamu jangan bilang ke Mommy ya?" Kata Gavin
Danira mengangguk patuh dan tak lama Gibran kembali dengan membawa vitamin yang baru saja di tebus.
"Ila jangan bilang ke Mommy ya? Kakak enggak papa kok." Kata Gibran mengingatkan
"Iya Daddy"
"Yaudah ini Ila jadi mau beli alat-alat lukisan?" Tanya Gibran
"Besok aja Daddy sekarang pulang aja." Kata Danira
"Bener?"
Danira mengangguk pasti membuat Gibran akhirnya memilih untuk langsung pulang, beruntung tidak ada masalah serius untuk kesehatan Gavin, tapi anak itu diminta untuk tidak terlalu lelah dan berhenti merokok.
Rasanya Gibran pusing sendiri anaknya itu sering sekali merokok tanpa sepengetahuan dia atau istrinya.
"Daddyy"
"Hmm"
"Kakak nakal ya?" Kata Danira
"Iya nakal banget." Kata Gibran
"Dadd iya janji janji enggak lagi." Kata Gavin
Gibran menghela nafasnya pelan dan kembali fokus pada jalanan di hadapannya.
"Vitaminnya masukin ke dalam tas kamu nanti kamu minumnya di kamar jangan sampai Mommy tau." Kata Gibran
Gavin mengangguk patuh, dia juga yakin kalau Mommy nya tau maka tidak akan ada ampun untuknya bisa saja Mommy nya itu benar-benar tidak akan mau lagi bicara dengannya.
Diandra tidak pernah bermain dengan kata-katanya kalau dia bilang ini terakhir kali dia memaafkan maka Gavin tidak boleh berbuat ulah lagi.
__ADS_1
Dua puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah dan sebelum masuk ke rumah Gavin menaruh vitaminnya ke dalam tas lalu turun dari mobil. Gavin berjalan dengan Danira di sampingnya dia merangkul adiknya itu dengan sayang.
Begitu masuk ke dalam rumah Diandra langsung menyambut kedatangan mereka karena sejak tadi dia menunggu.
"Ya ampun kalian kemana aja?" Kata Diandra
Gibran tertawa pelan dan memberikan alasan.
"Tadi aku telat jemput anak-anak ada model yang datang sedikit terlambat." Kata Gibran
"Kamu ini Mas terus anak-anak Mommy nunggunya lama gak?" Tanya Diandra
Gavin menggelengkan kepalanya pelan begitu juga dengan Danira membuat Diandra tersenyum singkat.
"Yaudah kalian ke kamar sana ganti baju dulu." Kata Diandra
Keduanya mengangguk patuh lalu pergi ke kamar masing-masing meninggalkan kedua orang tuanya di bawah berdua.
"Galen sama Davin udah pulang kan?" Kata Gibran
"Udah Mas mereka ada di kamar, aku mau tanya." Kata Diandra
Gibran bergumam pelan lalu mengikuti Diandra yang mengajaknya untuk duduk.
"Kamu gak kemana-mana sama anak-anak kan? Kenapa kamu gak sekalian jemput Galen sama Davin tadi? Kenapa malah minta mereka berdua naik taxi?" Tanya Diandra
"Enggak ada apa-apa sayang aku cuman takut Galen sama Davin kelamaan nunggu apalagi mereka kadang suka pulang lebih awal dan lagi sekolah mereka lebih jauh dari Gavin juga Danira." Kata Gibran
"Gak bohong kan?" Kata Diandra
"Ya ampun untuk apa aku bohong sayang." Kata Gibran
Diandra mengangguk singkat dan mencoba untuk percaya karena untuk apa juga suaminya berbohong.
"Yaudah kamu juga mandi dulu gih." Kata Diandra
Gibran lantas pergi ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya sambil menghela nafasnya lega karena Diandra tak banyak bertanya lagi.
Tidak, dia hanya tidak mau Diandra terlalu kepikiran dan lagi tidak ada masalah pada Gavin.
°°°°
Di dalam kamarnya Gavin yang baru saja selesai mandi duduk sambil menatap keluar kaca dengan pandangan kosong, dia kepikiran setelah pulang menemui Dokter tadi. Rasanya menyebalkan ketika semua hal yang Gavin suka bertentangan dengan hal yang harus dia lakukan.
Tidak boleh terlalu lelah, tapi Gavin suka basket dan Gavin diminta berhenti merokok ya mungkin itu bisa di lakukan bukan masalah besar Gavin bisa berhenti perlahan. Sejak dulu Gavin suka olahraga dia pernah ikut ekskul basket dan sempat beberapa kali ikut lomba hingga sakitnya kambuh lagi lalu Diandra dengan tangisan meminta Gavin untuk berhenti.
Tentu Gavin berhenti.
'Jangan merokok lagi ya Gavin? Di hentikan jangan lagi dan jangan terlalu lelah itu gak baik untuk kamu'
Gavin menghela nafasnya pelan lalu meraih ponselnya yang ada di meja dan menghubungi Alexa untuk mengajak gadis itu bertemu.
'Halo Vin'
Suara Alexa membuat senyuman manis Gavin perlahan terbentuk.
"Lagi dimana?" Tanya Gavin
'Aku? Di rumah nih, kenapa?'
"Mau ke sana boleh? Aku mau ajak kamu ke taman sebentar?" Kata Gavin
'Ehh tiba-tiba banget'
__ADS_1
"Gak bisa ya? Ini belum terlalu sore kok janji cuman sebentar." Kata Gavin lagi
'Iya Gavin bisa kok'
"Yaudah aku ke sana." Kata Gavin
Begitu panggilannya dimatikan Gavin langsung mengambil jaket yang dia gantung dan kunci motor yang ada di meja.
"Gavin mau kemana?" Tanya Gibran
"Sebentar Dad ketemu Alexa." Kata Gavin
"Gavin"
"Dad sebentar aja." Kata Gavin lagi
"Bawa mobil aja." Kata Gibran
Gavin menghela nafasnya pelan lalu mengambil kunci mobil yang ada pada Gibran dan menyerahkan kunci motornya.
"Hati-hati." Kata Gibran
Gavin mengangguk singkat lalu keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang ada di halaman depan.
Baiklah ayo bertemu Alexa agar perasannya lebih membaik.
°°°°
Alexa tersenyum begitu Gavin yang datang langsung memeluknya dengan erat bahkan ini masih di rumahnya, tapi Gavin seolah tidak peduli. Cukup lama mereka berpelukan hingga Alexa meminta Gavin untuk melepaskan pelukannya dan Gavin menurut.
Mengajak Gavin untuk masuk ke dalam dan meminta izin pada kedua orang tuanya untuk keluar rumah sebentar. Jujur Alexa merasa Gavin sedang ada masalah kelihatan sekali dari wajahnya yang muram.
"Gavinnn"
Anetta terlihat begitu senang dia memeluk Gavin dengan sayang membuat Gavin tersenyum lalu mencium punggung tangannya dengan sopan begitu juga dengan William.
"Em sebenarnya Gavin mau minta izin ajak Alexa keluar sebentar, enggak lama kok jam lima sudah Gavin antar pulang." Kata Gavin
Belum sempat William bicara Anetta sudah lebih dulu memberi izin.
"Iya Gavin boleh." Kata Anetta
"Makasih Ma." Kata Gavin
Anetta mengangguk singkat dan membiarkan kedua orang itu keluar dari rumah.
"Jalan aja ya Vin? Tamannya kan dekat dari rumah aku." Kata Alexa
Gavin mengangguk singkat dia menggenggam tangan Alexa dengan sayang membuat gadis itu tersenyum manis. Rasanya masih tidak menyangka bisa sedekat ini dengan Gavin sekarang.
"Kamu lagi ada masalah ya?" Kata Alexa membuat Gavin menoleh kepadanya
"Enggak Lex." Kata Gavin sambil tersenyum
"Bohong! Kamu kenapa Vin? Lagi ada masalah kan?" Kata Alexa lagi
Gavin menggelengkan kepalanya pelan membuat Alexa tidak mau banyak bertanya.
Baiklah Alexa akan diam saja nanti kalau Gavin mau cerita dia pasti cerita.
°°°°
Aku updateeee🥰
__ADS_1
Gavinnnn😍