
Suaminya baru saja berangkat ke studio karena ada pemotretan disana dan Diandra tidak ikut dia hanya diam di rumah bersama dengan anaknya karena lehernya merah semua, dia malas menutupinya. Sekarang Diandra tengah menatap foto pernikahan dia bersama dengan Gibran sambil tersenyum dan mengusapnya dengan lembut.
Mereka menikah dan menjadi sepasang suami istri, tapi kenapa masih ada saja orang yang ingin menghancurkannya?
Sekarang Diandra berani bersumpah bahwa dia percaya sepenuhnya pada Gibran ketika mendengar penjelasan suaminya tadi. Betapa Gibran tidak mau merusak rumah tangga mereka dan berusaha menahan gairahnya hingga dia sampai rumah.
'Aku... maaf tadi malam aku memang sempat menyentuh Anetta, tapi tidak melakukan apapun karena aku wajah kamu dan Gavin langsung terbayang dan aku lebih takut bahwa nanti aku malah akan merusak rumah tangga yang baru saja kita bangun'
Entah kenapa hati Diandra menghangat kala mendengarnya, dia begitu bahagia dan tidak marah ketika Gibran mengajaknya bercinta hingga tengah malam bahkan menjelang pagi.
Dia tidak marah karena satu-satunya hal yang bisa membuatnya marah adalah ketika Gibran membuatnya kecewa, tapi pria itu tidak pernah melakukannya.
"Kak Gibran maaf karena sempat menyamakan kamu dengan pria tak bertanggung jawab di luar sana, aku sayang Kakak"
Diandra mendekap foto pernikahannya, dia benar-benar merasa sangat beruntung memiliki pria seperti Gibran yang menjadi pendamping hidupnya.
"Ma maa"
Mengalihkan pandangannya Diandra melihat Gavin yang berguling ke samping lalu merangkak menghampirinya. Senyuman Diandra mengembang dia meletakkan foto pernikahannya di nakas lalu mengangkat tubuh anaknya dan membuat Gavin kegirangan.
"Ada apa sayang? Mau susu?" Tanya Diandra
Tentu saja Gavin belum bisa menjawab anak itu malah memainkan wajah Diandra lalu tertawa senang.
"Ma maaa"
Merasa gemas dengan tingkah anaknya Diandra mencium pipi Gavin cukup lama dan membuat anak itu merengek.
"Iya baby maaf"
Diandra membaringkan Gavin di tempat tidur lalu memberikan susu untuknya dan membuat anaknya itu terlihat tenang.
"Mommy sayang sekali sama Gavin, sehat terus ya baby?" Kata Diandra sambil mengusap dahi anaknya dengan lembut
Ponsel Diandra yang ada di bawah bantal berdering dan membuat dia mengangkatnya masih sambil memberikan susu untuk anaknya. Nama Ellena terlihat jelas disana dan ketika mengangkatnya secara refleks Diandra menjauhkan ponselnya.
'Diandra apa benar kemarin Anetta melakukan sesuatu pada suami kamu?!'
"Iya Kak tadi pagi Kak Gibran ceritakan semuanya." Kata Diandra
'Wanita sialan itu tidak berhasil kan?'
"Tidak Kak jangan khawatir." Kata Diandra sambil tersenyum
__ADS_1
'Aku ingin sekali menjambak rambutnya sekarang!'
Diandra tertawa kecil ketika mendengar perkataan itu dari Ellena karena dia juga sama. Rasanya tangan Diandra gatal ingin menjambak rambut Anetta lagi.
"Aku senang Kak karena Kak Gibran tetap pulang." Kata Diandra
'Saat mendengar cerita Nic aku kesal sekali Diandra!'
"Hmm aku juga dan jujur aku tidak mengerti, kenapa dia berani melakukan hal seperti itu?" Kata Diandra
'Apalagi? Dia hanya mengincar pria kaya dan tampan'
"Mungkin Kakak benar, tapi kejadian tadi malam membuat aku jadi percaya pada Kak Gibran sepenuhnya." Kata Diandra
'Kamu memang harus percaya Diandra dia suami kamu dengarkan apa yang dia katakan dan bukan orang lain katakan'
"Iya Kak"
Gavin merengek pelan membuat Diandra menjauhkan ponselnya sebentar lalu menenangkan anaknya dan kembali berbicara dengan Ellena di telpon.
'Gavin bangun tidur?'
"Tidak Kak dia lagi minum susu." Kata Diandra
"Kakak harus melihatnya lagi dia sangat menggemaskan." Kekeh Diandra
'Hmm maunya begitu, tapi mungkin nanti Diandra kalau gitu aku tutup telponnya ya?'
"Iya Kak"
Begitu panggilan dimatikan Diandra meletakkan lagi ponselnya di ranjang dan mendekap Gavin yang masih asik meminum susu. Sepertinya siang nanti Diandra akan menghampiri suaminya untuk mengantarkan makan siang dan dia akan meminta tolong pada mertuanya untuk menjaga Gavin sebentar.
Diandra akan memberikan kejutan pada Gibran dengan datang ke studio dan membawakan makanan.
¤¤¤
"Sebenarnya apa mau kamu Anetta?!"
Seruan itu membuat Diandra membulatkan matanya dan berjalan mendekat begitu melihat suaminya yang berhadapan dengan Anetta dia menaruh paperbag berisikan makanan yang tadi dia bawa. Sekarang sudah pukul satu siang makanya Diandra datang untuk mengantarkan makan siang, dia naik taxi tadi dan anaknya sedang ada di rumah mertuanya.
Saat baru masuk Diandra mendengar seruan itu dan dia bergegas menghampiri mereka berdua, tangannya semakin gatal ingin menjambak rambut Anetta. Keadaan studio sepi mungkin karena sedang makan siang, jadi mereka pada keluar untuk makan.
"Kau! Bisakah berhenti mengganggu suamiku?!"
__ADS_1
Suara Diandra membuat mereka berdua menoleh bahkan Gibran sampai membulatkan matanya karena terkejut. Berbeda dengan Gibran yang terkejut Anetta justru terlihat biasa saja dan malah menatapnya dengan malas.
Dia tidak tau ya kalau Diandra marah akan melakukan apa?
"Apa kau tidak punya malu? Bukankah kamu berpendidikan tinggi lantas ini hasilnya?! Mendekati suami orang seperti wanita murahan?" Kata Diandra marah
Diandra berjalan mendekat dan mendorong suaminya agar mundur membuat Gibran menyentuh pelan pundaknya, tapi Diandra menepisnya.
"Apa kau membicarakan dirimu sendiri? Bukankah kau yang wanita murahan disini Diandra?" Kata Anetta
"Berhenti bicara omong kosong Anetta!" Bentak Gibran
"Apa? Aku bicara hal yang benar, bukankah dia hamil di luar pernikahan? Hal itu sudah membuktikan betapa murahannya dia kan? Apa aku harus....."
Tangan Diandra yang terkepal kini terangkat dan memberikan tamparan kuat untuk Anetta hingga membuat wanita itu memegang pipinya yang terasa sakit. Melihat hal itu Gibran terkejut bukan main dia langsung menyentuh pundak Diandra pelan, tapi Diandra melepaskan tangannya lagi.
Diandra malah berjalan mendekat dan menjambak rambut Anetta cukup kuat.
"Pergi dari sini selagi aku masih berbaik hati! Aku bisa melakukan apapun kalau kamu mau tau!" Kata Diandra marah
Dia mendorong tubuh Anetta hingga hampir terjatuh membuat wanita itu menatapnya dengan tajam, tapi tetap melangkahkan kakinya keluar.
Nafas Diandra tidak beraturan tangannta masih terkepal kuat membuat Gibran langsung memeluknya dari belakang. Memejamkan matanya Diandra menarik nafasnya panjang lalu menyentuh tangan suaminya yang melingkar diperutnya.
"Apa aku keren?"
Pertanyaan itu membuat Gibran tertawa kecil lalu memutar tubuh Diandra agar menatapnya.
"Kamu seksi sayang." Kata Gibran
Diandra tersenyum lalu mengusap pipi Gibran dengan penuh kelembutan membuat pria itu memejamkan matanya. Namun, begitu Diandra menangkup kedua pipinya Gibran membuka matanya.
Diandra mencubit pipi itu dengan gemas lalu mengatakan sesuatu yang membuat Gibran tersenyum.
"Daddy hanya milik aku"
¤¤¤
Maaf ya updatenya malem😟
Tadi pagi kuliah sampe siang terus abis kuliah dan update my possesive twins malah tidur😂
Maaf besok aku updatee dua yaa😉
__ADS_1