
"Gibran apaan sih?!"
Anetta menarik paksa tangannya yang dicengkram kuat oleh Gibran hingga membuat dia merasakan perih ditangannya. Tadi Anetta sedang istirahat pemotretan hingga Gibran datang lalu menarik paksa Anetta agar mengikutinya hingga ke salah satu ruangan kosong.
Saat masuk Gibran langsung mendorong Anetta hingga wanita itu mundur ke belakang lalu menatapnya dengan sangat tajam, tapi Gibran tidak peduli. Tepat ketika dia sampai di halaman rumah tadi seorang kurir datang beruntung Gibran yang menerimanya karena begitu dibuka isinya adalah foto Gibran bersama beberapa wanita, tentu saja itu foto lama.
Gibran tau ini semua perbuatan Anetta karena selama ini hanya wanita itu yang mengganggu rumah tangganya.
"Kamu tuh apaan sih?! Aku udah gak ada masalah ya sama kamu!" Sentak Anetta
"Gak ada masah kamu bilang?! Apa maksud kamu kirim foto aku ke rumah kayak gitu?! Sengaja mau buat rumah tangga aku hancur kan?" Kata Gibran marah
"Foto apa Gibran?! Aku sungguh tidak melakukan apapun selain pemotretan seminggu belakangan!" Bentak Anetta
"Jangan berbohong Anetta aku tau ini semua perbuatan kamu!" Kata Gibran sambil menunjuk wajah wanita itu sengan telunjuknya
"Bukan aku! Aku berani bersumpah itu semua bukan aku yang melakukannya!" Kata Anetta
"Jangan berbohong Anetta!" Sentak Gibran
Anetta menghela nafasnya kasar, dia benar-benar tidak mengerti dengan maksud Gibran sekarang karena sungguh dia tidak mengirim foto atau apapun itu. Belakangan ini Anetta sibuk pemotretan, mana sempat dia melakukan hal seperti itu.
"Bukan aku! Sudah kubilang kalau itu bukan aku!" Kata Anetta lagi
"Lalu siapa?! Hanya kamu yang selalu mengusik rumah tanggaku Anetta!" Kata Gibran
"Mana aku tau Gibran! Tapi, aku berani bersumpah bukan aku yang melakukannya." Kata Anetta
Gibran mengacak rambutnya frustasi, kalau bukan Anetta siapa?
"Aku memang beberapa kali mengacaukan rumah tangga kalian, tapi kali ini bukan aku!" Kata Anetta lagi
Memejamkan matanya Gibran menekan dahinya cukup kuat, dia bingung sekali sekarang.
Apa ada orang lain yang berniat menghancurkan rumah tangganya?
"Dengar aku sama sekali tidak ada waktu untuk mencetak foto atau pergi ke kantor pos untuk mengirim itu semua! Aku sibuk seminggu belakangan ini." Kata Anetta lagi
"Baiklah maaf"
"Gibran ada banyak wanita yang dekat dengan kamu dan bukan hanya aku, jadi mungkin ada banyak wanita juga yang memiliki niat buruk sama seperti aku dan kali ini aku hanya bisa bilang bahwa itu bukan perbuatanku." Kata Anetta
Setelah mengatakan hal itu Anetta berlalu pergi meninggalkan Gibran yang terlihat kebingungan, siapa yang mengirimnya?
Mengeluarkan ponselnya dari saku celana Gibran melihat nama istrinya tertera disana dan dia langsung mengangkat panggilan itu sambil berusaha bersikap biasa.
"Iya sayang"
'Aku mau bakso dekat butik Kak Ara'
"Bakso? Mau dibungkus atau makan disana?" Tanya Gibran
'Emm makan disana aja'
__ADS_1
"Yaudah kamu siap-siap ya? Bentar lagi aku sampai." Kata Gibran
"Iyaa"
Setelah itu Diandra mematikan ponselnya dan Gibran memilih untuk memikirkannya nanti saja. Sekarang dia akan fokus pada Diandra dulu dan menuruti semua keinginannya.
Gibran hanya takut kalau akan ada paket lain yang sampai dan sampainya ke tangan Diandra, bisa renggang lagi hubungan mereka nantinya.
Keluar dari ruangan itu Gibran masuk ke dalam mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan studio dimana Anetta sedang melakukan pemotretan. Selama perjalanan Gibran berusaha untuk berpikir orang yang mungkin mengirim itu semua padanya, tapi dia tidak memikirkan siapapun selain Anetta.
Apa Anetta berbohong atau dia yang salah?
Entahlah yang jelas Gibran akan menjemput Diandra dulu masalah itu akan dia fikirkan nanti dan Gibran juga akan meminta Bi Diah untuk menerima semua paket yang mungkin datang lagi. Setidaknya dia beruntung karena belakangan ini Diandra sangat jarang keluar dari kamarnya kecuali untuk makan.
Sekitar dua puluh menit Gibran sampai juga di rumahnya dan dia langsung menelpon Diandra untuk mengatakan bahwa dia sudah di depan. Tidak membutuhkan waktu lama istrinya itu keluar dengan menggendong Gavin lalu masuk ke dalam mobil.
"Gavin belum tidur?" Tanya Gibran sambil menatap istrinya
"Baru aja bangun." Kata Diandra
"Bi Diah masak apa?" Tanya Gibran yang sekarang sudah melajukan mobilnya
Sudah satu minggu memang Bi Diah pindah bekerja di rumah mereka dan orang tua Gibran sudah mendapat pekerja rumah tangga lainnya.
"Capcay dan ayam goreng tadi aku juga sudah makan." Kata Diandra
Mendengar hal itu Gibran tersenyum, dia suka kalau sedang hamil Diandra makan dengan sangat lahap.
"Ma maa"
"Mbinn"
Diandra tertawa ketika anaknya itu terus menunjuk keluar kaca di mana banyak mobil berlalu lalang.
"Kita juga lagi naik mobil sayang." Kata Diandra sambil mencium pipi anaknya
Saat Gavin ingin berdiri Diandra langsung memegangi anaknya yang sekarang menghadap ke kaca dan mengetuk-ngetuknya pelan sambil tertawa girang.
"Ya ampun dia senang sekali." Kekeh Gibran
"Iya dia kelihatannya senang, awas baby." Kata Diandra ketika anaknya itu terus bergerak
"Ma maa"
Gavin terus berceloteh entah apa yang anak itu katakan Diandra tidak mengerti, tapi dia gemas sekali jadinya.
Karena Gavin yang terus bergerak Diandra jadi takut anak itu jatuh, jadi dia kembali membawa Gavin ke pangkuannya dan membuat anak itu merengek.
"Mbinn"
Gavin memberontak sambil memasang wajah sedihnya membuat Diandra tidak tega dan memegangi Gavin lagi.
"Gavin lincah sekali sekarang." Kata Gibran
__ADS_1
"Dia tidak mau diam." Kata Diandra
Selama perjalanan Gibran hanya fokus pada jalan dan Diandra fokus memegangi anaknya yang tidak mau duduk. Setelah sampai senyum manis Diandra mengembang dengan sempurna, dia tidak sabar sudah lama sekali tidak makan disana.
Gibran turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk istrinya dan mengambil alih Gavin dari tangan Diandra untuk dia gendong. Memasuki ruko yang menjadi tempat untuk makan Gibran langsung memesan kemudian mencari tempat untuk duduk dan mereka mendapatkannya di tengah dekat tembok.
Duduk disana Gavin masih berada di pangkuan Gibran dan anak itu terlihat tenang sekarang.
"Diandra aku ingin tanya boleh?" Kata Gibran
"Boleh dong mau tanya apa?" Kata Diandra sambil tersenyum
"Ada yang mennghubungi kamu atau mengatakan sesuatu pada kamu?" Tanya Gibran membuat Diandra menatapnya dengan bingung lalu menggelengkan kepalanya
"Tidak ada, memang kenapa?" Tanya Diandra
"Tidak sayang aku hanya takut Anetta melakukan sesuatu lagi." Kata Gibran
"Emm tidak ada kok nanti kalau ada aku bilang." Kata Diandra
Gibran mengangguk singkat lalu tersenyum pada Diandra yang juga tersenyum padanya.
"Kamu jangan cemas karena mulai sekarang aku akan percaya terus sama Daddy." Kata Diandra
"Hmm aku tau sayang"
"Udah banyak banget yang Daddy lakuin untuk membuktikan bahwa Daddy benar-benar mencintai aku dan aku rasa tidak ada lagi yang perlu aku ragukan." Kata Diandra lagi
"Iya sayang aku hanya cemas saja kamu tau masa laluku kan? Aku takut akan ada orang yang mengungkitnya atau...."
"Hanya masa lalu kan? Tidak masalah itu semua hanya masa lalu yang paling penting kan kamu udah berubah dan aku hanya perlu fokus pada diri kamu yang sekarang bukan yang sebelumnya." Kata Diandra memotong ucapan suaminya
Gibran tidak lagi bisa menahan senyum manisnya, dia bahagia memiliki Diandra dihidupnya.
"Kita sudah punya dua bukti cinta, pertama Gavin dan kedua janin yang aku kandung." Kata Diandra lagi
Gibran mengangguk singkat lalu mengusap pipi Gavin yang sedang duduk dipangkuannya.
"Jangan mikirin apapun aku akan percaya sama kamu"
Diandra mengatakannya dengan penuh ketulusan membuat Gibran tersenyum senang.
Dulu Diandra pernah meragukan Gibran, tapi di tidak akan pernah melakukannya lagi.
Kenapa dia harus memikirkan hal yang sudah berlalu?
Biar saja itu menjadi masa lalu Gibran dan Diandra tidak akan pernah mengungkitnya.
Cukup jadikan pelajaran dan bukan penyesalan.
¤¤¤
Hhai aku updateee😉
__ADS_1
Hari ini kita double up atau mau triple upp😱