Obsession

Obsession
Ruang Spesial


__ADS_3

Saat membuka laci kerjanya Gibran menemukan foto orang tua Diandra serta kalung yang dulu sempat diberikan oleh orang tua Natasya dan Gibran baru ingat kalai dia belum memberikannya pada Diandra. Hari ini dia berniat untuk memberikannya pada Diandra karena kedua benda itu adalah milik istrinya.


Kemarin malam Diandra mengatakan kalau dia sangat merindukan orang tuanya dan mengajak Gibran untuk ke makam mereka, tapi Gibran tidak ada waktu karena ada banyak pemotretan yang harus dilakukan. Mungkin besok saja dia akan membawa Diandra karena hari ini dia memiliki rencana lain.


"Diandra kemarilah"


Perkataan Gibran itu membuat Diandra yang baru saja kembali dari kamar Gavin tersenyum lalu menghampirinya, anak mereka memang sudah terlelap. Begitu sudah ada di dekat suaminya tangan Diandra ditarik pelan hingga kini dia duduk tepat disamping Gibran.


"Ada apa? Kamu butuh sesuatu?" Tanya Diandra dengan lembut


Gibran menggelengkan kepalanya pelan dia menyampirkan helaian rambut istrinya ke belakang telinga lalu mengambil sesuatu yang ada di meja.


"Bunda nya Natasya pernah kasih ini ke aku, maaf aku baru ingat." Kata Gibran


Terlihat bingung pada awalnya Diandra tersenyum begitu melihat foto kedua orang tuanya, dia mengusap foto itu dengan sayang lalu menciumnya. Setelahnya Diandra membuka kotak kalung yang ada dan senyumnya mengembang dengan sempurna kala melihatnya.


Kalung pemberian Mama, batin Diandra.


Dia menatap Gibran dengan penuh terima kasih membuat suaminya itu tersenyum dan mengusap pelan pipinya yang semakin tembam.


"Ini pemberian Mama waktu itu hilang." Kata Diandra


"Iya, mau aku pakaikan?" Tanya Gibran


"Tidak kalung ini mau aku simpan saja dan lagi sudah ada kalung ini." Kata Diandra


Gibran melihat kalung pemberiannya yang melingkar di leher Diandra dan terlihat begitu cantik. Sesekali Diandra memang memakai kalung itu, tidak setiap hari katanya dia tidak nyaman.


"Kamu sangat mirip dengan Mama kamu sayang." Kata Gibran


"Iya"


"Mereka pasti bahagia kalau melihat kamu sekarang." Kata Gibran membuat Diandra menatapnya


"Apa sekarang mereka juga bahagia?" Tanya Diandra pelan


"Mereka bahagia sayang." Kata Gibran


Diandra tersenyum lalu kembali menatap foto itu sambil sesekali mengusapnya. Pemandangan itu tidak luput dari pandangan Gibran hingga dia memiliki sebuah ide yang pasti akan membuat istrinya senang.


"Diandra aku memikirkan sesuatu." Kata Gibran


"Apa?" Tanya Diandra dengan alis bertaut


"Kamu tau kan kita punya satu ruangan kosong lagi?" Kata Gibran


"Tau, memang kenapa? Mau dijadikan gudang?" Tanya Diandra


"Tidak, aku berniat membuat ruangan indah disana." Kata Gibran


"Ruangan indah seperti apa?" Tanya Diandra semakin bingung


"Ruangan indah yang nanti berisikan semua foto serta barang-barang berharga kita." Kata Gibran


Diandra terlihat berfikir lalu setelahnya dia tersenyum dan menatap suaminya dengan penuh antusias.


"Sepertinya itu akan menyenangkan." Kata Diandra


"Besok kita akan belanja keperluannya." Kata Gibran


"Makasih Daddy"


Diandra memberikan pelukan untuknya membuat Gibran tersenyum senang lalu mengusap sayang perut istrinya. Setelah pelukannya terlepas Gibran mencium perut istrinya yang mulai membuncit cukup lama.


"Can't wait to see you baby girl"

__ADS_1


Ada satu kabar yang mungkin belum kalian tau.


Kata dokter anak mereka perempuan.


¤¤¤


"Lampunya yang ituu"


Kali ini Gibran menuruti semua keinginan istrinya ketika mereka membeli semua keperluan untuk besok. Iya, bukan besok melainkan sore ini mereka belanja karena Diandra yang sangat antusias hingga ketika Gavin bangun istrinya itu langsung mengajaknya pergi.


Tentu saja Gibran tidak akan menolak karena dia tidak bisa apalagi ketika istrinya mengatakan nanti mereka sekalian makan saja, tidak ada pilihan lain. Misalkan Diandra sudah mengatakan hal itu berarti dia ingin makan di luar dan bukan di rumah.


Mereka sedang membeli lampu tumblr yang cukup banyak dan Diandra yang memilihnya lalu mereka membeli lampu tidur juga, tentu saja atas keinginan Diandra. Pokoknya sejak tadi Gibran hanya mengikuti saja dan membiarkan istrinya yang memilih semuanya.


Setiap tidur mereka memang selalu mematikan lampu, tapi Diandra bilang dia bosan dengan lampu mereka yang biasa dan mau menggantinya dengan lampu tidur yang lucu.


"Sayang udah sekarang kamu bayar." Kata Diandra


Sekali lagi Gibran hanya menurut sambil mengeluarkan uang tunai dan membayar semua belanjaan Diandra. Selesai membayar mereka keluar dari toko lalu istrinya itu mengajak dia untuk pergi ke toko bunga.


"Kamu mau beli bunga juga?" Tanya Gibran


"Mauu, tapi bunga palsu aja jangan bunga beneran." Kata Diandra


"Kenapa?" Tanya Gibran


"Ya kan itu di dalam." Kata Diandra


Gibran tertawa kecil lalu membiarkan Gavin berada di pangkuan Diandra sekarang setelah mereka menaruh belanjaan tadi di jok belakang. Kembali melajukan mobilnya Gibran pergi ke toko bunga yang untungnya tidak terlalu jauh hingga akhirnya mereka sampai dengan hanya memakan waktu sepuluh menit saja.


Begitu sampai Diandra langsung turun lalu menurunkan Gavin ketika anak itu merengek minta di turunkan. Dia menggandeng tangan anaknya lalu masuk ke dalam dan memilih beberapa bunga palsu yang terlihat cantik di dalam pot.


Diandra tersenyum senang sambil melihat-lihat kalau anaknya kini bersama Gibran, tidak Gavin tidak digendong anak itu berjalan mengikuti Mommy nya.


"Bunga? Iya Mommy mau beli bunga sayang." Kata Gavin


"Unga"


Gibran tersenyum dan kembali mengikuti langkah kaki Gavin yang terus berjalan.


Kali ini Diandra cukup lama memilih hingga dia memutuskan untuk membeli enam bunga yang berbeda. Selesai memilih Gibran langsung membayar lalu menaruh semuanya di bagasi mobil dan mereka akan makan setelah ini.


Semua keperluan sudah di beli bahkan foto juga sudah di cetak mereka hanya tinggal mengambilnya di jalan pulang nanti.


"Mamaa"


"Iya sayang?" Tanya Diandra sambil menggendong anaknya dan membuka pintu mobil


"Mamamm"


"Gavin lapar?" Tanya Diandra


"Mamam"


"Minum susu dulu ya?" Kata Diandra


"Cucuu"


Diandra tersenyum lalu meminta tolong pada suaminya untuk mengambilkan dot Gavin yang ada di tas. Setelah mendapatkannya Gavin terlihat tenang dipangkuan Diandra dan Gibran juga langsung melajukan mobilnya ke tempa makan.


Katanya Diandra ingin makan pecel lele dan sudah menentukan tempatnya juga yang kata Diandra sudah sangat sering dia kunjungi.


"Kami lelah sayang?" Tanya Gibran


"Sedikit"

__ADS_1


"Habis ini langsung istirahat ya?" Kata Gibran


Diandra mengangguk singkat sambil mengusap pipi tembam Gavin yang masih asik meminum susu.


Sepertinya anak itu lelah dan masih mengantuk.


¤¤¤


Hari ini Diandra sangat bersemangat dia telah mengeluarkan semua keperluannta tepat setelah Gavin tidur siang dan dia segera mengajak Gibran untuk membuat ruangan spesial mereka. Semua barang-barang sudah di kumpulkan Gibran juga sudah menyapu serta mengepel lantainya lalu memasang karpet lantai.


Tadi pagi beberapa barang yang dia pesan juga datang, seperti meja serta lemari kecil dan rak bunga juga. Sekarang Diandra hanya dibolehkan mengerjakan yang ringan-ringan saja seperti menata bunganya atau menata foto-foto yang sudah mereka bingkai.


"Aku mau foto pernikahan kita di paling atas sana." Kata Diandra dengan penuh semangat


"Tentu sayang"


"Teruss nanti kita pasang foto Gavin juga ketika masih bayi." Kata Diandra lagi


"Kita akan pasang semua foto Diandra." Kekeh Gibran


Diandra hanya tersenyum sambil melakukan pekerjaannya. Cukup lama mereka menata ruangan yang tidak terlalu besar ini dan cukup melelahkan karena Diandra yang sedang hamil.


Satu per satu mereka lakukan mulai dari memasang lampu serta foto yang telah mereka cetak hingga memasang walpaper dinding dan semua Gibran yang melakukannya. Ternyata suaminya itu bisa juga bahkan pekerjaannya sangat-sangat rapih.


Kata Gibran dia pernah melakukannya bersama Dara ketika mereka membersihkan gudang dan merubahnya menjadi ruang keluarga.


Setelah selesai Diandra tersenyum senang matanya berbinar, sangat indah hingga dia hanya bsa berdecak kagum.


Di dinding yang menghadap ke arah pintu ada lampu tumblr serta foto yang telah mereka cetak lalu ada meja yang ditata Diandra dengan foto-foto mereka serta barang-barang berharga.


Ada foto pernikahan lalu foto Gavin juga hasil usg yang tertata rapih di atas meja.


Di sisi kanan ada rak bunga yang telah Diandra susun dengan sangat rapih dan disisi lainnya ada lemari berisakan banyak buku.


Ruangan kosong ini benar-benar indah.


"Akan aku matikan lampunya"


Begitu lampu dimatikan Diandra tersenyum melihat lampu di dinding yang menyala dan foto-foto mereka yang terlihat disana.


"Sempurna"


"Belum sempurna." Kata Gibran


"Kenapa belum kan semua su..."


Raut wajah bingung Diadnra terganti dengan wajah terkejutnya ketika Gibran mencium bibirnya.


"Kita belum pernah berciuman disini"


Gibran tetaplah Gibran.


¤¤¤


Maaf ke malaman tadi habis ada urusan😆


Ini dia ruangan spesial Gibran dan Diandra😍





Gambarnya dapet dari pinterest hihii disana banyak banget gambar bagus😂

__ADS_1


__ADS_2