
"Akhh Mass"
Gibran dapat melihat keringat bercucuran di wajah Diandra ketika istrinya itu tengah berjuang untuk melahirkan anak ketiga mereka tangannya digenggam dengan begitu erat. Tadi tepat jam sebelas siang Diandra di bawah ke rumah sakit lalu jam dua belas dia dibawa ke ruang persalinan dan sekarang disinilah Gibran berada.
Berkali-kali dia berusaha memberikan kekuatan untuk istrinya membisikkan kata-kata penyemangat untuknya dan mengusap sayang peluh yang bercucuran. Kedua anaknya serta orang tuanya menunggu di luar dan hanya Gibran saja yang masuk ke dalam.
Melihat betapa besar perjuangan Diandra untuk melahirkan anaknya untuk yang ketiga kalinya membuat Gibran merutuki dirinya sendiri karena pernah membuat wanita itu menangis dan terluka. Betapa tidak tau dirinya Gibran hingga menyakiti wanita yang sangat berharga seperti Diandra.
"Sayang kamu bisa sayang demi anak kita"
Gibran tidak tau berapa lama, tapi jantungnya berdetak dengan sangat cepat menyaksikan proses Diandra untuk melahirkan. Waktu terus berlalu hingga ketika suara tangisan terdengar saat itu juga Gibran merasa sangat lega.
"Sayang anak kita sudah lahir." Kata Gibran senang
Gibran bahkan meneteskan air mata sangking bahagianya dia masih menggenggam tangan istrinya dan menatap Diandra yang masih terengah dengan nafas memburu.
"Anak kita Mas"
Kebahagiaan mereka kembali datang, kelahiran si jagoan kecil membawa banyak kebahagiaan tak hanya untuk mereka dan orang tua Gibran, tapi juga untuk kedua anak mereka yang menunggu di luar.
Mencium kening Diandra dengan sayang Gibran mengatakan kalau dia akan keluar untuk memberi tau yang lainnya dan Diandra hanya menjawab dengan gumaman pelan. Sekali lagi Gibran mencium istrinya lalu bergegas keluar dan menemui yang lainnya.
Begitu dia keluar orang tuanya langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Diandra serta bayi mereka.
"Gibran bagaimana? Bagaimana keadaan Diandra?" Tanya Dara
"Daddy mana Mommy?" Tanya Gavin pelan
"Ma Pa anak kami laki-laki dia sudah lahir dan keadaan Diandra serta bayi kami sangat baik sebentar lagi Diandra akan dipindahkan ke ruang rawat." Kata Gibran
Setelah mengatakan hal itu Gibran menunduk dan membawa Gavin ke dalam pelukannya.
"Adiknya Gavin sudah lahir dia laki-laki." Kata Gibran
Senyuman manis Gavin terbentuk dengan sempurna dia langsung melepaskan pelukan Daddy nya dan menatap dengan binar penuh kebahagiaan.
"Mau lihat adik balu." Kata Gavin
Gibran tertawa kecil lalu mengacak pelan rambut anaknya dan meminta Gavin untuk menunggu dulu.
"Gavin tunggu sini dulu sama Oma dan Opa ya? Nanti kita lihat Mommy sama adik." Kata Gibran
Dengan patuh Gavin menganggukkan kepalanya lalu matanya mengikuti Gibran yang berjalan menghampiri Ghina.
"Selamat Kak." Kata Ghina senang
"Hm terima kasih aku titip Danira sebentar ya?" Kata Gibran
"Em serahkan saja sama Ghina." Kata Ghina
Gibran tersenyum tidak lupa dia mencium anaknya dengan sayang lalu mengusap kepala adiknya sebelum kembali menemui Diandra di dalam.
Sekali lagi Gibran merasa hidupnya begitu sempurna.
__ADS_1
¤¤¤
Senyuman manis Diandra mengembang ketika melihat keluarganya yang mengelilingi bayi mungil yang beberapa jam lalu baru saja lahir ke dunia. Sama seperti yang lainnya Diandra juga merasa sangat senang karena telah melahirkan seorang anak lagi dan membuat orang-orang disekitarnya bahagia.
Membiarkan yang lain melihat anaknya Gibran duduk di dekat Diandra sambil menggenggam tangannya dan mengusapnya dengan sayang. Tak ada pembicaraan hanya tatapan serta senyuman yang sejak tadi keduanya berikan.
Wajah Diandra sedikit pucat, tapi dia baik-baik saja dan tadi juga sudah memberikan asi untuk bayi tampannya. Menyenangkan bisa memiliki seorang bayi lagi dan nanti rumah mereka akan semakin ramai dengan Gavin serta Danira.
Oh iya si kecil Danira ada di rumah bersama dengan Ghina dan kata Ghina anak itu sudah tertidur.
Berbeda dengan Gavin yang sudah sejak tadi berdiri di dekat ranjang bayi tempat adiknya tertidur sambil memperhatikannya dengan senyuman.
"Lihat lihat dia lucu sekali." Kata Dara antusias
"Oma Oma gendong aku mau lihat juga." Kata Gavin sambil menarik-narik baju Dara
"Sini biar Opa yang gendong." Kata Farhan sambil mengangkat tubuh cucunya
Diandra memperhatikannya dengan senyuman dan hal itu tidak luput dari pandangan Gibran yang membuatnya ikut tersenyum.
"Mereka sangat bahagia." Kata Gibran
Menoleh untuk menatap suaminya Diandra tersenyum dan mengangguk lemah.
"Jadi, sudah tau nama baby kita?" Tanya Gibran
"Em belum." Kata Diandra pelan
"Galen Aditya Wijaya"
Mendengar hal itu Diandra ikut tersenyum.
"Nama yang bagus." Kata Diandra
"Mommy Mommy adik balu Gavin gendut." Kata Gavin sambil berlari kecil menghampiri orang tuanya
Dia mengangkat tangannya ketika berada di dekat Gibran dan membuat Gibran langsung mengangkat tubuhnya lalu memangkunya.
"Gavin senang?" Tanya Diandra
"Heem adik balunya Gavin laki-laki nanti kita bisa main baleng-baleng, nama adik balunya Gavin siapa?" Tanya Gavin
"Namanya baby Galen." Kata Gibran sambil mencium sayang anaknya
"Baby Galen"
"Hm namanya baby Galen." Kata Gibran
"Mommy nanti malam tidul sini?" Tanya Gavin
"Iya Gavin." Kata Diandra pelan
"Gavin mau tidul sini juga." Kata Gavin
__ADS_1
"Gavin sama Oma." Kata Diandra membuat Gavin langsung memasang wajah cemberutnya
"Sama Mommy." Rengek Gavin
"Gavin pulang sama Oma ya? Nanti kalau Gavin disini disuntik loh." Kata Gibran
"Besok sini lagi boleh?" Tanya Gavin
"Boleh besok Gavin kesini lagi sama Danira juga hmm." Kata Gibran
Gavin tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan semangat. Masih terus menatap Mommy nya dengan tangan mungilnya Gavin mengusap sayang tangan Diandra sambil tersenyum.
"Gavin sayang Mommy"
Oh ya ampun menggemaskan sekali Gavin.
¤¤¤
Saat ini Diandra sedang memberikan asi untuk bayinya yang baru saja terbangun setelah tertidur lama, semua orang sudah pulang hanya tinggal Diandra dan sang suami di ruangan tentu ditambah anak mereka juga. Dalam diam Diandra memperhatikan anaknya yang sangat lahap meminum susu, benar kata Gavin tadi bayi tampannya itu gendut dengan pipi yang begitu tembam.
Begitu suara pintu terbuka terdengar Diandra mendongak lalu melihat Gibran yang baru saja keluar dari kamar mandi, habis mengganti pakaian. Berjalan mendekat Gibran mengusap kepala istrinya lalu melihat ke arah anak mereka yang sedang meminum susu dengan senyuman.
"Dia menggemaskan sekali sayang." Kata Gibran
"Hm pipinya tembam sekali." Kata Diandra
"Berbeda dengan Danira ya? Dulu dia lahir masih kecil sekali." Kata Gibran
"Iya Mas"
"Dia tampan." Kata Diandra
"Tentu saja Daddy nya kan tampan." Kata Gibran membuat Diandra menatapnya dengan sebal
"Ish dasar"
Tertawa kecil Gibran mengusap kepala istrinya dengan sayang.
"Mas terima kasih ya? Berkat kamu aku bisa meraskan kebahagiaan ini, menjadi seorang istri dan Ibu adalah hal yang sangat berarti." Kata Diandra
"Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih." Kata Gibran
Diandra tersenyum saja lalu kembali menatap anaknya yang sudah mulai terlelap lagi.
"I love you"
Diandra menatap sang suami yang tersenyum manis padanya setelah mengatakan kalimat itu.
"I love you more"
¤¤¤
Yeee Gavin sama Danira punya adik lagiii💞
__ADS_1