
Sejak melihat anak perempuannya turun Diandra terus menatap Danira dengan bingung karena melihat wajah murung anaknya lalu dia melirik Gavin yang terlihat santai dan menyantap sarapan dengan lahap. Kedua anaknya yang lain juga terlihat biasa saja hanya Danira yang begitu murung dan terlihat tidak bersemangat biasanya kalau sudah begini pasti ada masalah, kemungkinan besar habis bertengkar dengan Gavin.
Gavin dan Danira memang sering sekali bertengkar bahkan tak jarang keduanya saling mendiamkan, ya meskipun tidak untuk waktu yang lama karena Gavin tidak bisa lama-lama marah dengan adik perempuannya. Memilih untuk diam Diandra juga mulai menyantap sarapannya bersama dengan yang lainnya, tapi matanya sesekali terus melihat ke arah Danira.
Waktu berlalu hingga Danira menyelesaikan sarapannya dan diam di tempatnya.
"Ayo La berangkat"
Bergumam pelan Danira memakai tas miliknya lalu menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka.
"Ada apa? Kok cemberut? Ila lagi sakit?" Tanya Diandra
Danira hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu mencium kedua pipi orang tuanya.
"Hati-hati di jalan ya?" Kata Gibran
Ke empat anaknya hanya mengangguk lalu bersama-sama keluar rumah untuk segera berangkat dan hari ini Gavin harus mengantar kedua adiknya yang lain juga. Masuk ke dalam mobil Danira memilih duduk di belakang bersama dengan Davin, dia masih malas dengan Gibran.
'Ila kenapa gak bisa di bilangin? Udah Kakak kasih tau jangan deket-deket sama Arsaka'
Sungguh Danira kesal sekali tadi malam, memang apa salahnya?
"Kakak sakit?" Tanya Davin sambil menatap Danira yang sejak tadi diam
Danira tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak"
"Tumben diem aja." Kata Davin
"Lagi capek." Kata Danira
Terdiam sejenak Davin tersenyum lalu membawa kepala Danira untuk bersandar di bahunya.
"Masih ngantuk ya? Tadi malam pasti begadang lagi." Kata Davin
"Enggak ish sok tau." Kata Danira
"Kebiasaan Kakak kan kayak gitu." Kata Davin
Danira hanya bergumam pelan dan selama perjalanan dia hanya diam hingga mobil Gavin berhenti di area sekolah kedua adiknya. Sebelum pergi keduanya berpamitan dan khusus untuk Danira keduanya memberikan pelukan singkat.
Setelahnya Danira pindah dan duduk di depan bersama dengan Gavin, tapi dia masih tidak mau bicara. Di tempatnya Gavin juga tetap diam dan melajukan mobilnya tanpa banyak bicara dia tau Danira merajuk.
Tapi, Gavin tidak salah!
Keduanya tetap tak saling bicara hingga sampai di sekolah, tapi sebelum turun Gavin menahan tangan Danira membuat adiknya itu menatapnya dengan wajah murung.
"Marah?"
"Enggakk!"
"Yaudah maaf." Kata Gavin yang tidak tahan juga melihat wajah murung adiknya
"Aku enggak marah." Kata Danira
"Enggak marah, tapi ngomongnya sambil melotot." Kata Gavin
"Ish enggak"
"Maaf, udah jangan marah." Kata Gavin
__ADS_1
"Suka-suka aku lah." Kata Danira kesal
"Ila mau apa? Kakak turutin semuanya, tapi jangan ngambek lagi." Kata Gavin
"Enggak mau apa-apa." Kata Danira
"Maaf Laa"
"Yaudah nanti pulang sekolah aku mau pergi sama Manda harus boleh." Kata Danira
"Manda yang mana?" Tanya Gavin
"Ya Manda temannya Ila." Kata Danira
"Manda ada dua yang tadi malam telponan sama kamu juga Manda." Sindir Gavin
"Tuh kann nyebelin." Kata Danira kesal
Memasang wajah murungnya Danira langsung turun dari mobil dan meninggalkan Gavin. Melihat hal itu Gavin bergegas turun lalu berlari menghampiri Danira dan meraih tangannya.
"Maaf, yaudah boleh." Kata Gavin membuat Danira langsung menoleh dan menatapnya dengan antusias
"Beneran boleh?" Kata Danira
"Iya boleh asal jangan lama-lama." Kata Gavin
"Siapp"
"Udah gak marah?" Kata Gavin
Danira langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat membuat Gavin tersenyum dan merangkul pundaknya.
"Mau kemana memang sama Manda?" Tanya Gavin
"Pulangnya mau di jemput?" Tanya Gavin
"Enggak tau nanti kalau mau minta jemput Ila bilang." Kata Danira
Mengangguk singkat Gavin mengantar Danira hingga ke depan kelas lalu seperti biasa dia mengusap kepalanya dengan sayang.
"Belajar yang bener ya?"
Danira mengangguk patuh seraya bergumam pelan lalu masuk ke dalam kelas dan Gavin yang sudah memastikan adiknya duduk di bangkunya dia langsung pergi ke kelasnya. Letak kelasnya tak terlalu jauh dari kelas Danira dan ketika masuk ke dalam kelas dia langsung memasang wajah masamnya karena melihat Arsaka.
Duduk tepat di depan pria itu Gavin menoleh dan menatap teman baiknya dengan sengit.
"Kenapa lo Vin?" Tanya Rama
"Temen lo udah ganti nama jadi Manda." Kata Gavin membuat Arsaka terkekeh pelan
"Hah?"
"Dia telponan sama Ila pas gue tanya Ila bilang dia telponan sama Manda eh ternyata sama nih anak satu." Kata Gavin geram
"Lah bukan salah gue lo sih gak kasih izin Ila telponan sama gue kalau lo izinin juga gak bakal bohong." Kata Arsaka
"Gak ada manggil adek gue Ila itu panggilan khusus." Kata Gavin
"Galak banget abang." Kata Rama sambil tertawa
"Awas ya Ka sampe lo deketin adek gue lagi." Kata Gavin
__ADS_1
"Memang kenapa? Gue kan gak ada maksud jelek sama Danira." Kata Arsaka
"Muka lo ini muka muka cowok yang suka mainin cewek." Kata Gavin membuat Rama tertawa
"Gak sadar diri." Kata Arsaka
"Gak papa gue mah ganteng." Kata Gavin
"Gue juga ganteng." Kata Arsaka gak mau kalah
"Gantengan gue." Kata Gavin
Rama hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat keributan antara kedua temannya terkadang dia berpikir kalau di antara mereka bertiga hanya Rama yang waras.
Susah sekali memang memiliki teman seperti Gavin dan Arsaka.
°°°°
"Mandaaa bantuin"
Danira berusaha membujuk Manda agar mau membantunya dan membuat Gavin percaya kalau dia ingin pergi bersamanya, tapi Manda menolak karena takut ketauan lalu membuat Gavin kembali memarahinya seperti beberapa waktu lalu. Memang bukan hanya kali ini Danira meminta bantuannya, tapi sudah berkali-kali dan beberapa waktu lalu adalah kali pertama Danira ketauan berbohong yang berimbas pada Manda uang juga ikut terkena amarah Gavin.
Sayangnya melihat wajah Danira membuat Manda tidak tega juga, tapi dia tidak langsung setuju dan terus mengatakan bahwa dia tidak mau. Jujur terkadang Manda merasa kasihan karena terlalu di jaga dengan Gavin, tapi dia juga jujur kalau dia mau merasakan hal seperti itu.
"Bantuinnn"
Menghela nafasnya pelan Manda menatap Danira yang tersenyum manis padanya.
"Nanti aku traktir di kantin." Kata Danira
"Deal"
Danira langsung tersenyum senang mendengarnya.
"Bantuin ya?" Kata Danira
"Iyaa"
"Yaudah yuk ke kantin." Kata Danira
Merangkul lengan Manda dengan senyuman di wajahnya Danira mengajak gadis itu pergi ke kantin untuk membeli makan karena dia tidak membawa bekal dan lagi sudah waktunya istirahat. Sampai di kantin keduanya langsung pergi memesan dan ketika ingin mencari tempat yang kosong suara Gavin terdengar.
Melihat ada Arsaka di sana Danira langsung mengajak Manda untuk duduk bergabung dengan Kakaknya.
"Beli apa La?" Tanya Gavin
"Bakso"
Gavin mengangguk faham dan mulai menyantap makanannya tanpa sadar bahwa Danira sedang menatap Arsaka sambil melemparkan senyuman manisnya.
Ketika lengannya di senggol oleh Manda dengan segera Danira mengalihkan pandangannya lalu menyantap makanannya.
"Man mau kemana nanti sama Ila?" Tanya Gavin
Manda mendongak dan terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum lalu memberikan jawaban.
"Ke rumah aja gak ada temen soalnya." Kata Manda
Gavin mengangguk faham dan di tempatnya Arsaka langsung tersenyum pada Danira yang membuat gadis itu ikut tersenyum.
Baiklah semoga kali ini Gavin tidak akan tau.
__ADS_1
°°°°
Ila nakal banget ihhh🤣