
"Diandra?"
Senyum Gibran mengembang kala melihat mata indah istrinya terbuka secara perlahan juga tangan yang ada di genggamannya bergerak pelan. Mata itu menjelajah lalu berhenti kala melihat Gibran disampingnya dan ketika melihat tangannya yang digenggam Diandra tersenyum tipis.
Masih ada sedikit rasa sakit yang Diandra rasakan, tapi melihat suaminya yang ternyata ada disampingnya membuat dia merasa tenang. Hanya saja raut wajah cemas menghampiri Diandra ketika dia melihat perutnya yang kembali rata.
"Anak kita?" Tanya Diandra pelan
"Dia selamat sayang jangan cemas, apa kamu butuh sesuatu? Kamu mau minum?" Tanya Gibran
"Tidak, dimana anak kita?" Tanya Diandra lagi
"Dia di inkubator sayang." Kata Gibran membuat Diandra terdiam
Melihat hal itu Gibran tersenyum tipis lalu mengusap pipinya dengan lembut.
"Hey jangan cemas dia baik-baik saja dan dia sangat cantik seperti kamu." Kata Gibran
"Dia baik?" Tanya Diandra pelan
"Iya, sekarang aku panggilkan Dokter untuk melihat keadaan kamu dulu." Kata Gibran sambil beranjak dari tempat duduknya
Sekarang sudah pukul delapan pagi Diandra baru saja membuka matanya dan hal itu sungguh melegakan untuk Gibran. Setelah memanggil Dokter untuk mengecek keadaan istrinya Gibran menunggu dan membiarkan istrinya di periksa.
Begitu selesai Gibran langsung bertanya dan dia bilang bahwa istrinya baik-baik saja hanya untuk beberapa saat Diandra tidak boleh banyak bergerak karena baru saja oprasi. Sekali lagi Gibran merasa begitu lega dan mengucapkan terima kasih ketika Dokter itu keluar dari ruangan.
"Kamu dengar sayang? Keadaan kamu baik dan anak kita juga baik." Kata Gibran sambil mengusap tangan Diandra dengan lembut
"Minum"
Mendengar permintaan itu Gibran bergegas mengambilkan minum dan memberikan air putih untuk Diandra.
"Sekarang sudah lebih baik?" Tanya Gibran
"Em sudah"
Gibran tersenyum lalu bangun dari tempatnya duduk dan mencium kening Diandra lama.
"Aku sangat cemas Diandra." Kata Gibran pelan
Hanya gumaman pelan serta senyuman tipis yang bisa Diandra berikan karena dia benar-benar masih sangat lemas. Saat tengah asik memandangi wajah suaminya pintu ruangan Diandra terbuka dan begitu melihat Dara yang masuk dengan Gavin digendongannya membuat Diandra tersenyum.
Anaknya itu terlihat tengah bersandar pada bahu Dara dengan wajah yang begitu lucu. Menghampiri Diandra yang terbaring di atas ranjang Dara tersenyum lalu memberikan Gavin pada Gibran dan mengusap kepala menantunya dengan sayang.
"Mama cemas sayang waktu Gibran telpon." Kata Dara
"Maaf"
"Jangan minta maaf sayang yang penting kamu dan anak kamu baik-baik saja." Kata Dara
"Gavin?"
"Jangan cemas dia tidak rewel." Kata Dara membuat Diandra tersenyum mendengarnya
"Makasih Ma"
"Hey harusnya Mama yang bilang makasih karena kamu sudah memberikan Mama dua cucu." Kata Dara
Diandra tersenyum lalu bergumam pelan dan tak lama setelahnya Farhan masuk sambil membawa kantung plastik, dia membelikan roti untuk anaknya.
"Bagaimana keadaan kamu Diandra?" Tanya Farhan
"Hm baik"
"Tadi kami sudah melihat anak kalian dan dia begitu lucu serta sangat mirip dengan kamu." Kata Farhan membuat Diandra tersenyum mendengarnya
Rasanya benar-benar membahagiakan karena memiliki orang-orang yang begitu peduli dan sangat menyayanginya dengan sepenuh hati.
"Ndak Mamaa!"
Suara itu membuat Diandra menoleh lalu melihat Gavin yang memberontak di gendongan Gibran.
"Ndak Mama! Au Mamaaa!"
Tangis Gavin terdengar membuat Gibran berusaha menenangkannya.
"Bawa sini Kak." Kata Diandra
Menghela nafasnya pelan Gibran berjalan mendekat dan ketika melihat Diandra tangis anak itu berhenti lalu tangannya merentang, meminta Diandra untuk menggendongnya.
__ADS_1
"Sama Daddy ya?" Kata Gibran
"Ndak Mama mamaaa"
"Gavin jangan nangis." Kata Diandra
Saat Gibran duduk Diandra mengusap pipi anaknya dengan lembut sambil tersenyum.
"Mamaa"
"Iya sayang"
"Ain Mama"
"Main sama Daddy ya?" Kata Diandra pelan
Diandra tersenyum sambil mengusap pipinya lagi dan tangan mungil Gavin bergerak menyentuhnya.
"Lihat? Dia rindu sekali sama Mommy nya." Kata Dara sambil tertawa kecil
"Setiap pagi Diandra memang selalu menggendongnya Ma makanya Gavin manja sekali kalau sama Diandra." Kata Gibran
"Ngomong-ngomong Gibran kita masih belum tau siapa nama si cantik." Kata Farhan
Kali ini semuanya menatap Gibran yang tersenyum manis, dia telah menyiapkan nama untuk anak perempuannya.
Untuk si cantik yang sangat mirip dengan istrinya.
"Danira Aditya Wijaya"
Jawaban itu membuat mereka semua tersenyum senang, nama yang cantik untuk bayi cantik mereka.
Danira
Selamat datang baby Danira.
¤¤¤
Waktu berlalu dengan begitu cepat hingga tak terasa lima bulan telah berlalu sekarang Diandra sudah terbiasa merawat kedua anaknya. Ada sedikit perbedaan antara Danira dan Gavin dimana anak perempuannya tidak begitu rewel berbeda dengan Gavin ketika masih bayi.
Anak perempuan mereka Danira tidak menangis ketika di gendong Gibran meskipun baru bangun tidur, tapi kalau Gavin setiap bangun harus Diandra yang menggendong dan menenangkannya. Kemudian Danira tidak sering bangun tengah malam bayi cantik itu selalu tidur dengan lelap dan hanya sesekali saja terbangun.
Sekarang Diandra sering kali pusing dengan Gavin yang akan bermain lalu mengacak semua mainannya dan anak itu juga masih cukup rewel. Saat dia minta disuapi oleh Diandra maka harus Diandra yang melakukannya kalau tidak Gavin akan menangis.
"Mommy mau cikii." Kata Gavin pada Diandra yang tengah menjaga Danira
"Minta Daddy ya?" Kata Diandra
"Mommy!" Kata Gavin galak
Menghela nafasnya pelan Diandra beranjak dari tempatnya.
"Gavin disini ya? Tungguin Danira sebentar." Kata Diandra
"Mommy jangan lama cebental aja." Kata Gavin
"Iya sayang"
Menuruti perkataan Mommy nya sekarang Gavin duduk tenang sambil memperhatikan adiknya yang hanya diam hingga Gibran datang dan tersenyum melihatnya.
"Gavin"
"Daddy dali mana?" Tanya Gavin
"Dari kamar sayang Mommy mana?" Tanya Gibran sambil mengusap kepala Gavin dengan sayang
"Ambil ciki untuk akuu." Kata Gavin
"Adiknya tidur?" Tanya Gibran
"Adiknya tidak tidul dia diam." Kata Gavin membuat Gibran tersenyum mendengarnya
Tak lama setelah Gavin bicara Diandra datang sambil membawa beberapa ciki untuk anaknya dan membuat Gavin tersenyum senang.
"Bukaa"
Membuka ciki itu untuk anaknya Gavin langsung duduk dan mulai makan, dia suka sekali makan cemilan.
"Mas Gibran"
__ADS_1
Panggilan itu membuat Gibran mendongak dan menatap istrinya dengan alis bertaut, Diandra memang merubah panggilan untuk suaminya.
"Hmm"
"Jalan-jalan ke taman yuk sama anak-anak mumpung masih pagi." Ajak Diandra
Gibran terdiam sebentar lalu menganggukkan kepalanya.
"Gavin sayang mau jalan-jalan ke taman?" Tanya Gibran
Gavin yang tengah asik makan langsung mendongak dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Mau"
"Sayang kamu siap-siap dulu biar aku jagaiin Danira sama Gavin." Kata Gibran
Mengangguk singkat Diandra melangkahkan kakinya ke kamar untuk memakai celana panjang juga mengambil jaket untuk dia dan Gavin. Setelah selesai Diandra turun lalu menghampiri suami dan anaknya tidak lupa memaksa Gavin untuk memakai jaketnya juga.
Selesai semua Gibran mengambil kereta bayi untuk membaringkan Danira disana. Siap semuanya mereka bergegas pergi ke taman di dekat kompleks perumahan untuk pertama kalinya pergi berempat.
Gavin terlihat sangat senang dia tidak mau digandeng dan memilih untuk jalan lebih dulu, dia berjalan di dekat keranjang bayi adiknya sambil sesekali melirik ke dalam.
"Mommy adiknya tidul telus." Kata Gavin
"Adiknya kan masih bayi sayang." Kata Diandra sambil tersenyum
"Kapan besalnya?" Tanya Gavin
"Nanti sayang"
Gavin mengerucutkan bibirnya sebal membuat dia terlihat begitu menggemaskan dengan pipinya yang tembam.
Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di taman dan Gavin terlihat begitu senang dia menarik tangan Gibran untuk mengajaknya bermain. Maklum saja mereka jarang mengajak Gavin keluar sekarang apalagi Diandra yang malas kemana-mana semenjak ada Danira.
Biasanya mereka keluar rumah kalau Sahara atau Ellena mengajaknya untuk jalan-jalan, tapi kalau tidak Diandra akan seharian di rumah. Biasanya Gavin hanya bermain di sekitar rumah dan ke rumah di samping mereka dimana ada temannya yang bernama Arga.
"Baby lihat Daddy dan Kakak Gavin sedang bermain." Kata Diandra sambil mengusap pipi anaknya dengan sayang
Danira menggeliat pelan dan meraih tangan Diandra lalu memainkannya.
"Danira mau main juga? Cepat besar ya anak Mommy sayang." Kata Diandra
Entah berapa lama Gibran dan Gavin berlarian hingga akhirnya Gavin merasa lelah lalu duduk di atas rumput membuat Gibran tersenyum melihatnya.
"Ada apa Gavin?" Tanya Gibran
Bukan menjawab Gavin merentangkan kedua tangannya.
"Daddy gendong"
Tertawa kecil Gibran mengangkat tubuh Gavin lalu menggendongnya dan anaknya itu langsung menyandarkan kepalanya di bahu Gibran.
Melihat Gavin yang sudah berada di gendongan Gibran membuat Diandra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa udahan?" Tanya Diandra
"Capek"
"Gavin mau beli ice cream?" Tanya Diandra
Gavin mendongak lalu mengangguk dengan semangat.
"Yaudah beli yuk sama Mommy." Kata Diandra
Tersenyum senang Gavin minta untuk di turunkan lalu menghampiri Diandra yang langsung menggenggam tangannya.
"Mas Gibran jagaiin Danira ya?"
Gibran mengangguk lalu memperhatikan anak dan istrinya yang tengah berjalan.
Mereka terlihat lucu apalagi Gavin yang sesekali mengajak Mommy nya bicara.
¤¤¤
Hai aku updateeee😚
Mau tanya hehe kalau cerita ini tamat dalam waktu dekat gimanaa?
__ADS_1
Aku belum kefikiran sih mau tamatin kapan cuman mau tau aja😂
Gak bosan kann??