Obsession

Obsession
Membaik


__ADS_3

Dua minggu berlalu sejak hari dimana Gibran mengajak istrinya bertemu dengan Clarissa dan sudah dua minggu belakangan ini pula dia memberikan begitu banyak perhatian pada istri serta anak-anaknya. Setiap hari Gibran selalu pulang lebih cepat bahkan tidak jarang dia tidak pergi ke butik atau studio dan memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah.


Setiap akhir pekan dia juga selalu mengajak keluarga kecilnya berjalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama, bersikap layaknya suami yang begitu mencintai keluarganya. Namun, selama itu pula Gibran merasa ada yang berbeda dengan Diandra memang Diandra mengatakan bahwa dia telah memaafkan hanya saja Gibran tetap merasa kehilangan.


Tatapan matanya berbeda tidak ada lagi binar ketika sedang menatapnya dan senyuman manis yang biasa dia lihat telah lama hilang, dia tak pernah melihatnya lagi kecuali ketika Diandra sedang bersama anak-anaknya. Gibran mengerti bahwa Diandra masih butuh waktu dan dia juga tidak akan memaksa hanya membiarkan hingga semua membaik dengan sendirinya.


"Mas kamu mau ke studio atau butik?"


Pertanyaan itu membuat Gibran yang tengah duduk di ranjang mendongak dan menatap Diandra yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Hm aku di rumah saja." Kata Gibran


"Tidak masalah? Kemarin kamu juga di rumah." Kata Diandra


"Tidak, aku sedikit pusing ingin di rumah saja hari ini." Kata Gibran


Diandra terdiam sejenak dengan alis bertaut lalu berjalan mendekat dan menyentuh kening suaminya yang terasa sedikit hangat.


"Sakit?"


"Tidak hanya pusing saja." Kata Gibran


"Yaudah kamu mau mandi air hangat? Kamu mandi dulu nanti aku siapin makan dan ambilin obat sakit kepala." Kata Diandra


"Hm boleh aku akan mandi air hangat saja." Kata Gibran


"Aku siapkan dulu, dengerin anak-anak ya Mas? Mereka belum pada bangun kemarin pada tidur larut sekali." Kata Diandra


"Iya sayang"


Selagi Diandra pergi ke kamar mandi Gibran terdiam sambil tersenyum, perhatian istrinya memang tidak pernah hilang dan setidaknya hal itu membuat dia senang. Menghela nafasnya pelan Gibran meraih ponsel Diandra yang ada di nakas lalu membukanya.


Senyumnya kembali mengembang ketika melihat foto pernikahan mereka yang dijadikan walpaper oleh Diandra serta foto kedua anak mereka yang dijadikan lockscreen di ponsel istrinya. Ternyata Diandra memang benar-benar ingin mempertahankan pernikahan serta keluarga kecil mereka dan Gibran harus membuktikan bahwa dia pun menginginkan hal yang sama.


Membuka aplikasi chat Gibran membuka chat teratas istrinya bersama dengan Natasya, ingin tau apakah Diandra bercerita atau tidak.


Gimana kamu sama suami kamu Ra?


Gak ada masalah kan?


Ayah sama Bunda suruh aku nanyaiin terus katanya kalau kamu ada waktu main kesana


^^^Baik kok Sya kami gak ada masalah mungkin cuman perdebatan kecil aja, tapi gak ada masalah kok^^^


^^^Iya Sya nanti kalau aku sempat kesana ya?^^^


^^^Mau kemana-mana takut Danira rewel^^^


Gibran tersenyum dan mengeluarkannya lalu melihat satu per satu pesan yang masuk, semua dari orang yang dia kenal. Tidak ada arsip dan ketika melihat kontak hanya ada dua puluh nomor yang istrinya simpan.


'Aku udah maafin kamu kok Mas aku cuman butuh sedikit waktu aja untuk lupaiin semuanya'


Diandra pernah mengatakan hal itu ketika Gibran mengatakan bahwa istrinya itu masih belum memaafkannya.

__ADS_1


Kali ini Gibran membuka galeri dan melihat salah satu album yang berhasil membuat hatinya menghangat.


Hubby


Album dengan nama hubby itu berisi semua fotonya entah sendirian atau berdua dengan Diandra atau bersama anak-anaknya. Ada satu album lagi bertuliskan love yang berisikan foto anak-anak mereka.


Gibran tidak bisa menahan senyumnya dan dia mendongak kala Diandra keluar dari kamar mandi lalu berjalan menghampirinya.


"Ngapain Mas? Hp aku ada telpon ya?" Tanya Diandra


Gibran menggelengkan kepalanya pelan lalu menarik pelan tangan Diandra hingga wanita itu duduk di dekatnya.


"Eh kenap..."


Gibran membungkamnya dengan ciuman dia menahan tengkuk Diandra agar tidak bergerak dan Diandra juga tidak menolak atau memberontak, dia memejamkan matanya sambil membuka mulutnya memberikan akses untuk Gibran memperdalam ciuman mereka. Mendapat lampu hijau dari istrinya Gibran mengangkat tubuh Diandra dan membawanya ke pangkuannya tanpa melepaskan ciumannya.


Begitu hampir kehabisan nafasnya Diandra memukul pelan dada Gibran dan memintanya berhenti. Melepaskan ciumannya tanpa menjauhkan wajah mereka Gibran menyatukan dahi mereka sambil mengusap pelan pipi Diandra.


"Sayang"


"Hmm"


"Kita liburan yuk? Ke villa kamu mau gak?" Tanya Gibran


"Villa yang di Bandung itu?" Tanya Diandra


"Iya, kamu mau gak?" Tanya Gibran lagi


"Hm terserah kamu saja." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya


Hingga suara tangisan terdengar dan membuat Gibran menjauhkan wajahnya lalu menangkup wajah istrinya sambil tersenyum.


"Danira udah bangun." Kata Diandra


"Hm besok kita berangkat ke villa ya?" Kata Gibran


Diandra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu mandi dulu." Kata Diandra


Setelah mengatakan hal itu Diandra beranjak dari pangkuan Gibran dan berjalan ke kamar anak-anaknya lalu menghampiri ranjang Danira yang terlihat sedang menangis. Menyunggingkan senyumnya Diandra langsung mengangkat tubuh Danira dan mendekapnya dengan sayang.


"Sudah bangun anak Mommy sayang." Kata Diandra


Danira masih terus menangis membuat Diandra berjalan sambil bersenandung pelan dan menenangkan anaknya. Cukup lama hingga tangisan itu perlahan hilang dan Danira mulai tenang lagi.


"Sayangnya Mommy udah bangun, kita mandi ya?" Kata Diandra sambil mengusap pelan pipi anaknya


Tak lama setelahnya Diandra merasa bajunya ditarik dan ketika menunduk dia melihat Gavin yang sepertinya baru bangun juga.


"Eh Gavin sayang"


"Mommy peluk." Kata Gavin manja

__ADS_1


Diandra tersenyum lalu mendudukkan dirinya di atas karpet tanpa melepaskan dekapannya pada Danira dan membiarkan Gavin memeluknya dari samping.


"Gavin sudah lapar belum?" Tanya Diandra


"Belum"


"Mandi ya?" Kata Diandra


"Nanti aja Mommy." Kata Gavin pelan


"Iya yaudah nanti aja." Kata Diandra


"Adiknya kalo bangun nangis telus." Kata Gavin membuat Diandra tersenyum mendengarnya


"Kan sama kayak Gavin waktu masih bayi dulu." Kata Diandra


Gavin mendongak dan menatapnya dengan lugu.


"Gavin nangis telus?" Tanya Gavin


"Kalau habis bangun tidur Gavin pasti nangis." Kata Diandra


"Belalti Gavin cengeng." Kata Gavin


Diandra hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan hingga pintu terbuka dan membuat mereka mendongak lalu melihat Gibran yang sudah memakai celana selutut serta kaos putih.


"Daddyyy"


Terlihat senang Gavin berlari kecil sambil merentangkan tangannya membuat Gibran ikut tersenyum dan menggendongnya.


"Pagi jagoannya Daddy." Kata Gibran


Gavin tersenyum lalu mencium pipi Gibran dan memeluknya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gibran dengan manja.


"Katanya pusing Mas." Kata Diandra


"Sedikit aja kok gak papa." Kata Gibran


Mengangguk singkat Diandra kembali fokus pada Danira dan menyusui anak itu ketika Danira kembali merengek pelan.


"Gavin mau mandi sama Daddy?" Tanya Gibran


"Mauu"


"Mas katanya sakit nanti tambah sakit." Kata Diandra


"Gak papa sayang." Kata Gibran


Tanpa mengatakan apapun lagi Gibran menggendong Gavin dan membawanya ke kamar mandi meninggalkan Diandra yang sedang menyusui Danira.


Perlahan semua akan membaik.


¤¤¤

__ADS_1


Sepertinya beberapa part lagi akan tamat😌


__ADS_2