
"Mommyyyy"
Diandra yang hampir terlelap tersentak dan langsung membuka matanya ketika mendengar seruan Gavin, tapi senyumnya mengembang dengan sempurna ketika anak itu berlari le arahnya lalu naik ke atas ranjang. Tadi anaknya pergi bersama sang suami ke super market untuk belanja keperluan bulanan karena Diandra yang sudah hamil enam bulan malas sekali untuk bepergian.
Perut buncitnya membuat Gavin merasa sangat senang bahkan anak itu rela menghabiskan waktu seharian hanya dengan menemani Diandra berbaring di atas ranjang sambil memperhatikan perut buncitnya. Sesekali anak itu akan mengusap perut Mommy nya lalu tersenyum dan bertanya tentang kelahiran adiknya yang membuat Diandra serta Gibran tersenyum geli melihatnya.
Tak hanya menunggu bahkan Gavin sering menyuapi Diandra makan dan merajuk kalau tidak diizinkan.
"Mommy aku beli esklim mau enggak?" Tanya Gavin dengan penuh semangat
Anak itu menunjukkan ice cream yang tadi dia beli lalu duduk di dekat Diandra yang langsung bangun dari tidurnya dan duduk.
"Rasa apa sayang?" Tanya Diandra
"Rasa coklat." Kata Gavin
Setelah membuka ice cream miliknya Gavin membuka plastik yang membungkus sendoknya lalu mulai menyuapkan ke mulutnya.
"Mommy aaaa"
Selesai menyuapi untuk dirinya sendiri Gavin menyuapi untuk Mommy nya juga.
"Daddy mana sayang?" Tanya Diandra
"Daddy di bawah lagi kasih susu Danila dia tadi nangis." Kata Gavin
"Danira nangis?" Tanya Diandra
"Heem Danila bilang mau bobo." Kata Gavin
Diandra mengangguk faham lalu tersenyum ketika Gavin kembali menyuapinya. Memang Gavin itu sangat dekat dengannya bahkan sejak masih kecil.
Berbeda dengan Danira yang bisa dengan mudah ditinggal bersama sang suami kalau Gavin dulu pasti selalu rewel setiap kali tidak ada Diandra.
Kata Gibran anak mereka itu akan menjadi anak Mommy nantinya.
"Mommy adiknya belum lapal ya?" Tanya Gavin
"Hm belum, kenapa Gavin sudah lapar?" Tanya Diandra
"Belum"
"Kalau Gavin sudah lapar makan ya? Mau Mommy ambilkan?" Tanya Diandra lagi
"Enggak Gavin masih mau makan esklim sama Mommy." Kata Gavin
Diandra tersenyum lalu mencubit pelan pipi anaknya.
"Kata Daddy sebental lagi Gavin sekolah." Kata Gavin
"Iya sayang sebentar lagi Gavin sekolah." Kata Diandra
"Sekolah itu lama enggak Mommy?" Tanya Gavin sambil menatap Diandra dengan lugu
"Enggak sayang cuman sebentar nanti sebelum makan siang Gavin udah pulang." Kata Diandra membuat Gavin tersenyum ketika mendengarnya
Sesaat setelah percakapan antara ibu dan anak itu terjadi pintu kamar terbuka Gibran masuk dengan Danira yang ada di gendongannya. Suaminya itu tersenyum sambil mengatakan bahwa Danira sudah tidur.
__ADS_1
Mendengar hal itu Diandra merapihkan tempat tidurnya dan meminta sang suami untuk menidurkan Danira disampingnya. Setelah selesai Gibran berjalan mendekat lalu dengan hati-hati menidurkan anaknya disana dan membuat Danira menggeliat pelan.
"Ya ampun gemas sekali." Kekeh Diandra ketika melihat anak perempuannya
"Danila cantik nanti kalau sudah besal banyak yang suka." Kata Gavin tiba-tiba
Tentu saja perkataan anak itu membuat kedua orang tuanya menatap Gavin dengan senyuman.
"Ini juga gemas sekali." Kata Diandra sambil mencubit pipi Gavin
"Kamu sudah lapar belum sayang?" Tanya Gibran
"Hm belum, tapi mau makan buah." Kata Diandra
"Buah?"
"Iya masih ada melon gak Mas?" Tanya Diandra
"Ada tadi juga aku beli lagi kok." Kata Gibran
"Mau melonn." Kata Diandra manja
"Siap Ibu hamil aku ambilkan dulu ya?" Kata Gibran sambil mencapit hidung istrinya
"Iya Mas"
Sambil menunggu suaminya Diandra melihat Gavin yang masih asik memakan ice cream miliknya yang membuat sekitar bibirnya kotor dengan coklat. Tersenyum manis Diandra mengusap kepala anaknya itu dengan sayang hingga Gavin mendongak dan menatapnya.
"Mommy mau lagi?" Tanya Gavin
"Enggak untuk Gavin saja." Kata Diandra
"Mommy Gavin mau ke dapul mau minum." Kata Gavin
"Mau Mommy temani?" Tanya Diandra
"Enggak kan ada Daddy." Kata Gavin
Diandra tersenyum lalu menganggukkan kepalanya sambil menatap Gavin yang keluar dari kamar. Setelah anaknya itu keluar dari kamar Diandra menoleh sambil menatap Danira yang terlihat begitu lelap.
Untuk anak perempuannya itu dia lebih dekat dengan Gibran bahkan kalau bangun tidur yang dicari Daddy nya. Anaknya itu sangat menggemaskan dan sangat mirip juga dengan Gibran, ya kedua anaknya itu memiliki wajah yang mirip dengan Gibran.
Kata mertuanya Danira itu Gibran versi wanita sangking miripnya dia dengan Gibran.
"Danira cepat besar ya sayang, sehat terus dan jadi semangatnya Momyy sama Daddy." Kata Diandra sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang
Sesaat setelahnya pintu kamar kembali terbuka dan Gibran masuk ke dalam bersama dengan Gavin serta satu piring melon yang dia minta. Berjalan mendekat Gibran duduk di tepian ranjang sedangkan Gavin naik ke atas dan pergi ke dekat Danira lalu berbaring disampingnya.
Kalau sudah begitu artinya Gavin mengantuk.
"Mau aku suapi?" Tanya Gibran
Diandra menggelengkan kepalanya pelan lalu mengambil alih piring itu dari tangan sang suami.
"Aku aja." Kata Diandra
Selagi Diandra makan Gibran memperhatikannya dengan senyuman lalu tanpa permisi mengusap kepala Diandra dan membuat istrinya itu menatapnya. Meskipun sering mual dan muntah, tapi Diandra tetap banyak makan selain itu dia juga tidak pernah meminta sesuatu yang aneh.
__ADS_1
Saat tengah asik makan Diandra merasa nyeri di perutnya hingga membuat dia meringis pelan lalu memegang perut buncitnya.
"Ada apa? Kamu mual?" Tanya Gibran
"Tidak hanya sedikit sakit." Kata Diandra
"Apa sakit sekali?" Tanya Gibran
"Tidak Mas ini juga sudah tidak sakit lagi." Kata Diandra
Gibran menghela nafasnya lega lalu mengusap perut buncit istrinya dengan lembut dan menciumnya sambil berbisik pelan.
"Jangan nakal didalam sana sayang"
Diandra tersenyum sambil mengusap rambut hitam suaminya lalu kembali memakan melon yang sudah suaminya ambilkan.
"Mas"
"Hmm"
"Besok main ke rumah Elle yuk." Ajak Diandra
"Elle?" Tanya Gibran
"Hm ke rumah Ellena aku kangen deh sama dia mau ketemu Sandrina juga pasti Sandrina sudah besar sekarang." Kata Diandra
"Boleh nanti aku telpon Nic dulu dan tanya apa dia ada di rumah besok." Kata Gibran
Diandra tersenyum lalu menganggukkan faham.
"Mas udah ah kenyang." Kata Diandra sambil menyodorkan lagi piring berisikan melon
Gibran tidak banyak bertanya dia mengambilnya lalu menaruhnya di atas nakas.
"Lihat deh Mas pada tidur." Kata Diandra
Gibran kembali ke atas ranjang dan melihat kedua anaknya yang sudah terlelap di dekat Diandra bahkan Gavin sudah terlihat pulas sekali.
"Menggemaskan"
Sekarang Gavin tidur di dekat Danira dengan tangan yang memeluk adiknya, lucu sekali.
"Akan lebih menggemaskan kalau dia sudah lahir." Kata Gibran sambil mengusap lagi perut buncit istrinya
"Our little boy"
Gibran tersenyum sambil mencium kening Diandra dengan sayang.
"Mau tidur juga sayang?" Tanya Gibran
Diandra mengangguk singkat membuat Gibran membantunya untuk berbaring dan dia juga sama berbaring tepat disamping Diandra sambil memeluknya.
Mereka tidak sabar menanti kehadiran bayi mungil lagi.
Dan kali ini perkiraannya seorang laki-laki sesuai keinginan Gavin.
¤¤¤
__ADS_1
Extra part datang lagiii💞
Ada kabar baik nihh cerita Ghina besok aku up yaa😶 Harus pada baca awas kalo enggak nanti aku ngambek hehe bercandaaa😄