
Gavin bersandar pada tembok di dekat pintu kelas Danira untuk menunggu adiknya pulang karena kelasnya sudah selesai lebih dulu dan seperti biasanya Gavin selalu menjawab sapaan para gadis untuknya dengan ramah juga senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Dari segi wajah Gavin memang sangat mirip pada Gibran bahkan bukan hanya wajah, tapi di sifat dan kebiasaannya juga sangat mirip.
Kalian ingat Gibran suka tidur dengan tidak memakai baju kan?
Anaknya itu juga suka melakukannya hampir setiap hari Gavin tidur dengan tidak memakai baju padahal AC terus menyala, memang duplikat Gibran sekali. Berbeda dengan kedua adik laki-lakinya yang bisa di bilang sedikit pendiam apalagi Galen dia tidak banyak bicara kalau Davin masih sedikit mirip dengan Gavin mereka sering bercanda bersama bahkan sesekali keluar untuk bermain basket.
Jangan harapkan Galen karena anak itu lebih suka berkutat dengan bukunya di rumah.
"Gavin"
Panggilan itu membuat Gavin menoleh lalu tersenyum ketika melihat Alexa yang datang menyapanya dan dia langsung berjalan mendekat.
"Alexa"
"Belum pulang?" Tanya Alexa
"Masih nunggu Danira kamu sendiri?" Tanya Gavin sambil tersenyum
"Oh lagi nunggu jemputan tadi habis dari kantor guru dulu." Kata Alexa membuat Gavin mengangguk faham
"Kirain mau pulang sama cowok lain." Kata Gavin yang mengundang tawa Alexa
"Enggak, yaudah aku duluan." Kata Alexa
"Mau jalan gak minggu ini?" Kata Gavin
Alexa diam dan hendak menjawab sampai akhirnya suara Danira terdengar membuat Gavin menoleh.
Adiknya itu berlari kecil ke arahnya lalu memeluk lengan Gavin dan menatapnya dengan senyuman.
"Nanti chat ya? Aku pulang duluan." Kata Gavin yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Alexa
Memutar tubuhnya Gavin berjalan menuju parkiran bersama dengan Danira yang masih memeluk lengannya.
"Seneng banget deket-deket Alexa." Kata Danira
"Ila dia itu lebih tua dari kamu." Kata Gavin
"Biarinnn"
"Mau langsung pulang atau mau ke mana dulu?" Tanya Gavin
Danira melepaskan tangannya lalu menatap Gavin dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
"Mau beli kuas sama cat." Kata Danira
"Untuk apa lagi dua hari yang lalu baru beli?" Kata Gavin
"Untuk melukis yang itu udah habis tinggal sedikit." Kata Danira
"Yaudah"
Danira langsung tersenyum mendengarnya dan ketika sampai di parkiran dia membiarkan Gavin memakaikan helm miliknya lalu Danira kembali memakai jaket milik Kakaknya. Naik ke atas motor Danira berpegangan pada kedua bahu Gavin ketika pria itu mulai melajukan motor miliknya.
Sejak kecil Danira memang suka sekali menggambar bahkan ketika Danira sudah sedikit lebih besar Gibran memasukkan Danira untuk ikut kelas melukis dan anaknya itu sangat senang. Hobi melukisnya itu masih terus berlaku sampai sekarang hingga kedua orang tuanya membuatkan satu ruangan khusus untuk Danira bisa melukis.
Saat ditanya Danira dengan penuh percaya diri juga menjawab kalau dia ingin menjadi pelukis. Setiap hari Danira pasti menghabiskan waktu luangnya untuk melukis apalagi ketika akhir pekan gadis itu bisa hampir seharian menyibukkan diri dengan kuas dan cat air miliknya.
Begitu sampai di tempat Danira akan berbelanja keperluan melukisnya dia segera turun dan melepaskan helmnya membuat Gavin bergegas menyusulnya.
__ADS_1
"Mau pakai uang Kakak?" Tanya Gavin
"Enggak tadi malam udah minta sama Daddy." Kata Danira
"Kamu gak bosan apa melukis terus?" Tanya Gavin
Danira dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya menggelengkan kepala pelan sebagai jawaban.
"Enggak malah kalau aku enggak melukis bosan soalnya enggak ada kerjaan." Kata Danira sambil mengambil beberapa kuas dengan berbagai ukuran
"Ya cari kegiatan lain." Kata Gavin
"Ah kayak boleh aja waktu itu aku minta izin jalan sama Kak Arsaka enggak boleh." Kata Danira
"Ya kalau itu mah gak boleh temen kamu kan banyak yang cewek." Kata Gavin
"Iya iya terserah"
"Kalau udah kesel pasti jawabnya terserah." Kata Gavin
"Ya terserah aku." Kata Danira
Gavin hanya tersenyum dan terus mengikuti Danira yang ternyata mengambil cukup banyak perlengkapan untuk melukis.
"Mau cari kanvas sama palet." Kata Danira
"Pelet?"
"Ihh palett! Kakak diem aja deh kalau enggak ngerti." Kata Danira kesal
Gavin hanya tertawa dan kembali mengikuti Danira yang masih terlihat kesal.
"Enggak kok ini juga udah." Kata Danira
Setelah selesai mengambil keperluannya Danira pergi ke kasir bersama dengan Gavin lalu membayar semuanya dengan uang yang sudah Gibran berikan padanya.
"Kakak bawaiin"
Belum sempat menjawab Danira sudah jalan lebih dulu membuat Gavin mau tak mau membawa semua barang bawaan adiknya dan kembali ke tempat parkir.
"Banyak banget sih La." Kata Gavin
"Dikit tauuu"
"Iya udah dikit." Kata Gavin dengan wajah masam
Setelah sama-sama memakai helm satu kantong belanjaan tergantung di depan lalu yang satu lagi Danira pegang karena takut jatuh.
"Udah?"
Danira bergumam pelan dan berpegangan pada satu pundak Gavin ketika motor mulai melaju meninggalkan toko peralatan seni menuju rumah mereka.
Selama perjalanan Danira tidak bisa berhenti tersenyum karena dia sudah tidak sabar untuk melukis.
°°°°
Gavin tengah sibuk dengan gitar di pangkuannya ketika Galen masuk ke dalam kamar lalu berbaring di ranjangnya dan memainkan ponsel, memang sering begitu Gavin sudah terbiasa. Sama sekali tidak terganggu Gavin masih melanjutkan kegiatannya bermain gitar sambil bersenandung pelan dan menatap layar ponselnya.
Ada banyak sekali pesan yang masuk ke dalam ponselnya, tapi Gavin belum berniat untuk membalasnya. Waktu terus berjalan Gavin dan Galen sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing sampai Diandra masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Gavin"
Gavin berhenti lalu meletakkan gitar miliknya dan berjalan menghampiri Diandra.
"Kenapa Mom?" Tanya Gavin
"Ila mana?" Tanya Danira
"Lagi melukis mungkin tadi pulang sekolah Gavin antar dia beli beberapa perlengkapan untuk melukis." Kata Gavin
"Lalu Davin?"
"Davin mana Gak?" Tanya Gavin pada adiknya
"Di kamar"
"Di kamar Mom katanya." Kata Gavin
"Kalian siap-siap sebentar lagi kita mau ke rumah Oma bilang ke Danira sama Davin juga Mommy mau siap-siap." Kata Diandra
"Ada acara apa Mom?" Tanya Galen
"Gak ada apa-apa sayang Oma cuman minta kita datang." Kata Diandra
Keduanya mengangguk lalu ketika Diandra pergi dari kamarnya Gavin meminta Galen untuk memberi tau Davin agar segera bersiap sedangkan dia memanggil Danira. Pertama Gavin melihat ke kamar dan ketika tidak melihat Danira di sana baru dia pergi ke ruangan tepat di samping kamar Danira.
Benar saja di sana ada adiknya yang tengah duduk sambil asik memulas kuas di atas kanvas dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"La"
Panggilan itu membuat Danira menoleh lalu tersenyum pada Kakaknya sedangkan Gavin justru menggeleng kan kepalanya pelan. Lihat penampilan adiknya, sudah memakai baju putih dia malah melukis dan membuat banyak warna di sana belum lagi sekitaran wajahnya yang kotor.
"Kotor banget sih La nanti gak bisa hilang itu di muka kamu." Kata Gavin
Danira hanya menunjukkan cengirannya saja lalu menatap Gavin yang berjalan mendekat dan duduk disampingnya.
Melihat ada tissue yang ada di meja Gavin langsung mengambilnya lalu mengusap pipi Danira menggunakan tissue untuk menghilangkan kotor disana.
"Enggak papa nanti hilang." Kata Danira
"Kalau mau melukis jangan pakai baju putih kotor semua." Kata Gavin
"Enggak papa bajunya jadi bagus banyak warna." Kata Danira
"Yaudah terserah kamu sekarang udah dulu melukisnya kata Mommy suruh siap-siap kita mau ke rumah Oma." Kata Gavin membuat senyuman Danira mengembang dengan sempurna
"Kalau gitu Ila beresin ini dulu." Kata Danira
Bergumam pelan Gavin langsung pergi karena dia juga harus bersiap dan meninggalkan Danira yang membereskan semua alat lukisnya.
Danira memang sangat senang kalau sudah di ajak ke rumah Oma karena di sana Oma serta Opa nya selalu memanjakan dia.
°°°°
Aku update lagi hehe🥰
Sejauh ini suka gak sama ceritanya??
__ADS_1
Canciii bangett kesayangannya Daddy Gibran 😍