
Luka yang pernah singgah seiring berjalannya waktu akan sembuh meskipun tetap meninggalkan bekas, tapi rasa sakitnya tidak akan lagi terasa. Semakin lama waktu berjalan semua kembali seperti semula Gibran dan keluarga kecilnya menjalani hari-hari mereka seperti biasa.
Sama hal nya dengan Ghina yang telah memulai kehidupan barunya, menjadi sekretaris Louis. Sekarang Ghina memutus kontak dengan teman lamanya mungkin hanya satu dua orang yang masih tetap dia hubungi, tapi yang lainnya Ghina memilih untuk melupakan mereka semua bersama dengan dia melupakan Alden.
Orang tua mereka juga sudah kembali beraktivitas seperti biasa mereka tidak lagi memikirkan masalah itu karena Ghina sendiri yang mengatakan bahwa dia sudah baik-baik saja dengan kehidupannya yang sekarang. Semua benar-benar berjalan dengan baik tidak ada lagi masalah yang datang hingga Gibran kembali menjadi suami Diandra yang menyebalkan, suka jahil, dan sering menggoda istrinya.
Seperti sekarang Diandra yang sedang memasak dibuat kesal karena Gibran yang memeluknya dari belakang dan terus mencium lehernya padahal Diandra sudah meminta dia untuk berhenti karena takut anak-anaknya melihat kalau masalah Bi Diah dia sedang pulang kampung.
"Mas ih lepasin." Keluh Diandra
"Aku kan mau bantuin kamu masak sayang." Kata Gibran
"Bantuin apa? Kamu tuh malah ngerecokin tau sana ah biarin aku masak dulu." Kata Diandra
"Abis masak main ya?" Goda Gibran
"Mas Gibran!"
"Sayang ayolah kita kan sudah lama." Kata Gibran
"Gak inget punya anak ya? Nanti mereka lihat gimana?" Kata Diandra galak
"Kan di kamar sayang kita kunci pintunya kalau mainnya disini baru... aww sakit"
Gibran refleks menjauhkan tubuhnya ketika Diandra menginjak kakinya cukup kuat.
"Awas aja nanti malam aku bakal tidur sama anak-anak." Kata Diandra
"Sayanggg"
"Nanti Mas aku ini lagi masak loh kamu malah gangguin, coba lihat anak-anak dulu." Kata Diandra
"Gavin tidak memanggil berarti Danira tidak menangi... iya aku pergi lihat anak-anak." Kata Gibran ketika istrinya menatap dengan tajam
Begitu suaminya pergi Diandra menghela nafasnya pelan sambil menggelengkan kepalanya karena tingkah Gibran yang sering sekali menggodanya.
Tidak pagi, siang, sore dan malam Gibran selalu saja menggodanya hingga membuat Diandra merasa sangat kesal dengan tingkah suaminya. Sayangnya bereda dengan Diandra yang merasa kesal Gibran justru senang melihat wajah cemberut istrinya apalagi kalau beruntung dia bisa mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.
Kembali pada Gibran yang melihat kedua anaknya tengah sibuk bermain di ruang tengah, dia tersenyum dan menghampiri keduanya lalu duduk diantara Gavin serta Danira.
"Halo sayangnya Daddy"
Keduanya mendongak untuk melihat Gibran lalu Danira dengan penuh semangat mencoba untuk berdiri dan menghampiri Daddy nya.
"Papaaa"
"Ya ampun cantiknya Daddy." Kata Gibran sambil membawa Danira ke pangkuannya
"Cucuu"
"Susu terus tadi habis bangun tidur sudah." Kata Gibran
"Cucuuu"
"Nanti nunggu Mommy ya?" Kata Gibran
"Mamaaa"
"Iya Mommy lagi masak." Kata Gibran
__ADS_1
"Mommy masak apa? Ayam goleng ya?" Tanya Gavin sambil menatap Daddy nya dengan senyuman
"Iya sayang"
"Gavin suka ayam goleng." Kata Gavin
Tentu saja Gibran juga sangat tau hal itu terkadang Gavin hanya ingin makan ayam goreng dan tidak mau makan yang lainnya.
"Gavin mau main game?" Tanya Gibran membuat anaknya itu tersenyum
"Boleh?"
"Sebentar aja dan jangan bilang sama Mommy ya? Nanti Daddy kena marah." Kata Gibran
"Oke Daddy"
Mengeluarkan ponselnya Gibran memberikan pada Gavin dan membuat anaknya itu berseru senang lalu mengambil ponsel milik Daddy nya.
"Gavin"
"Emm"
"Gavin mau punya adik gak?" Tanya Gibran
Tangan mungil Gavin berhenti lalu dia mendongak untuk menatap Daddy nya dengan senyuman manis serta mata berbinar.
"Mauu Gavin mau adik." Kata Gavin dengan penuh semangat
"Mau kan?" Tanya Gibran dengan antusias
"Mau Daddy, tapi enggak mau adik pelempuan lagi nanti enggak bisa ajak main game." Kata Gavin
"Nanti Gavin tanya Mommy kapan adik baru Gavin datang, gitu ya?" Kata Gibran
"Iya Daddy"
Merasa senang Gibran mengusap rambut anaknya dengan gemas lalu mencium puncak kepala Danira yang ada di pangkuannya. Selagi Gavin bermain game dengan ponselnya Gibran bermain bersama Danira dengan boneka yang ada dan membuat anaknya itu sesekali tertawa senang.
Mungkin sekitar setengah jam hingga suara Diandra terdengar dan membuat Gavin melempar ponsel Daddy nya yang beruntung masih melempar ke karpet.
"Mas kenapa kasih hp lagi ke Gavin?" Tanya Diandra marah
"Sayang biarkan saja sesekali." Kata Gibran
Menghela nafasnya pelan Diandra mengajak mereka untuk makan dan hal itu membuat Gavin langsung merentangkan tangannya, meminta untuk digendong.
"Gavin mau ayam goleng kata Daddy Mommy bikin ayam goleng." Kata Gavin
"Iya sayang Mommy masak ayam goreng untuk Gavin." Kata Diandra sambil mencium pipi anaknya dengan sayang
Tersenyum senang Gavin memeluk Diandra dengan sayang lalu mengajukan pertanyan yang membuat Diandra terdiam dan menghentikan langkah kakinya.
"Mommy adik balu untuk Gavin adanya kapan?" Tanya Gavin sambil menatap Diandra dengan lugu
"Gavin kenapa nanya gitu?" Tanya Diandra
"Gavin mau adik lagi bial bisa ajak main game sama bola kalo Ila enggak bisa." Kata Gavin
Diandra hanya menanggapinya dengan senyuman lalu menoleh padasang suami dan menatapnya dengn tajam, tapi Gibran hanya menunjukkan cengirannya saja.
__ADS_1
"Mommy adiknya jangan pelempuan ya?"
Ya ampun Diandra bisa apa kalau sudah begini?!
¤¤¤
Saat malam tiba Gibran bersikap semakin menyebalkan dari sebelumnya membuat Diandra sangat kesal dan memilih untuk diam di kamar anak-anaknya setelah menemani keduanya tidur. Akibat perkataan Gavin suaminya itu semakin menjadi hingga Diandra kebingungan sendiri, dia tidak bisa menolak.
Jujur saja Diandra juga ingin memiliki anak lagi meskipun Danira masih berusia menuju 2 tahun, tapi entah kenapa Diandra ingin memiliki bayi mungil lagi. Masalahnya mungkin hanya satu Diandra sebal karena Gibran terlalu sering menggodanya, dia tidak suka.
Melirik jam yang menggantung di dinding rumahnya Diandra menghela nafasnya pelan lalu mencium kedua anaknya sebentar dan kembali ke kamarnya. Begitu keluar di dikejutkan dengan Gibran yang berdiri dihadapannya membuat Diandra memundurkan sedikit langkahnya.
"Kenapa?" Tanya Diandra
"Aku ingin menyusul kamu karena kamu belum kembali ke kamar." Kata Gibran
"Hm ini juga mau ke kamar." Kata Diandra
Gibran tersenyum lalu mendekat dan menggendong Diandra hingga membuat istrinya itu berseru kaget sambil melingkarkan tangannya di leher sang suami. Membawa Diandra ke dalam kamar Gibran duduk dan membuat Diandra kini berada dipangkuannya.
Mereka bertatapan hingga Gibran mengusap pipi Diandra dengan penuh kelembutan dan membuatnya memejamkan mata. Cukup lama sampai Diandra membuka matanya dan menatap Gibran dengan alis bertaut.
"Baby"
Panggilan itu Diandra sudah lama sekali tidak mendengarnya.
"Hm"
"Kenapa kamu sangat cantik?" Tanya Gibran
Mendengar hal itu Diandra tertawa dan membuat Gibran menatapnya dalam diam, tawa itu dia selalu suka melihatnya.
"Apa kamu tidak bosan mengatakannya?" Tanya Diandra
"Sama sekali tidak." Kata Gibran
"Kamu belum ngantuk?" Tanya Diandra
"Belum, aku masih ingin melakukan sesuatu." Kata Gibran
"Sesuatu apa?" Tanya Diandra dengan alis bertaut
"Sesuatu yang menghasilkan." Bisik Gibran
Diandra menatapnya dengan senyuman lalu mendekatkan wajahnya dan balas berbisik.
"Menghasilkan baby maksud kamu Mas?"
Gibran tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya membuat Diandra tersenyum lalu mendekatkan dirinya untuk memberikan kecupan singkat di leher suaminya.
"Mau baby girl atau baby boy sayang?"
¤¤¤
Satu part menuju ending😆
Tadinya mau up langsung dua, tapi satu dulu aja deh😄 Nanti aku bakal buat extra part juga mungkin tiga atau lima.
Terus cerita Ghina ada yang penasaran gak nihh😂
__ADS_1