Obsession

Obsession
Gavin (6)


__ADS_3

Senyuman manis Danira terlihat begitu tulus ketika dia menatap Arsaka yang mengajaknya pergi ke taman dan sekarang mereka tengah duduk berdampingan dengan ice cream yang tadi Arsaka beli. Jarang sekali keduanya bisa menghabiskan waktu berdua seperti sekarang karena Gavin tidak akan pernah memberikan izin.


Meskipun begitu hubungan pertemanan Arsaka juga Gavin selalu baik mereka berdua hanya sering berdebat ketika membahas masalah Danira saja kalau yang lainnya mereka cukup kompak. Selama ini Arsaka selalu bertahan karena dia yakin pada akhirnya Gavin akan tetap memberikan izin untuk dia bisa mendekati Danira, ya meskipun entah kapan, tapi Arsaka yakin hal itu akan terjadi.


"Aku seneng deh Kak bisa jalan berdua kayak gini sama Kak Saka." Kata Danira


"Kakak kamu susah banget di rayu aku kena omel terus sama dia kalau bahas kamu." Kata Arsaka


Danira menghela nafasnya pelan ketika mendengarnya.


"Kak Gavin memang gitu aku kadang suka kesal, tapi Daddy selalu bela Kak Gavin." Kata Danira


"Enggak papa Gavin ngelakuin itu karena dia sayang sama kamu dia cuman gak mau kamu jatuh ke tangan orang yang salah." Kata Arsaka


"Kakak gak mau coba cari cewek lain?" Tanya Danira


"Nanti kamu nangis kalau aku beneran cari yang lain, jangan suka ngomong gitu." Kata Arsaka sambil tersenyum


Danira mengangguk singkat lalu memakan ice cream miliknya dan menatap lurus ke depan, tapi dia penasaran kenapa Arsaka tidak mau menyerah saja?


"Memang kadang aku juga capek rasanya mau kayak yang lain bisa ke mana-mana sama kamu bebas dan aku mau banget bisa pergi nonton sama kamu berdua, kita gak pernah Ra." Kata Arsaka


"Enggak berani sama Kak Gavin." Kata Danira


"Aku gak bisa lirik yang lain kamu terlalu menarik Ra." Kata Arsaka


"Kak Gavin nyebelin." Kata Danira


"Aku berani sama Gavin jujur, tapi aku gak mau kamu kena imbasnya nanti dia malah ikut marah sama kamu." Kata Arsaka


Danira tersenyum lalu menoleh sambil menatap Arsaka dan tangannya terulur mengacak pelan rambut hitamnya.


"Habis ini aku antar ke rumah Manda ya?" Kata Arsaka


"Heem"


"Kapan ya Ra aku bisa antar kamu langsung ke rumah?" Kata Arsaka sambil tersenyum


"Kapan-kapan"


Arsaka tertawa lalu menatap lurus ke depan, dia kadang memang lelah, tapi dia tidak bisa menyerah.


"Kak"


"Hmm"


Danira terdiam untuk beberapa saat lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa?" Tanya Arsaka

__ADS_1


"Enggak jadi." Kata Danira


"Kenapa? Bilang aja." Kata Arsaka sambil tersenyum


"Enggak ah nanti aja." Kata Danira


"Yaudah aku antar ke rumah Manda sekarang ya? Takutnya nanti terlalu sore." Kata Arsaka


Danira mengangguk singkat lalu menyambut uluran tangan Arsaka mereka membuang lebih dulu ice cream yang sudah habis ke tempat sampah dan setelahnya pergi ke tempat dimana motor Arsaka terparkir. Menatap Arsaka yang memakaikan helm untuknya Danira tersenyum lalu dengan dibantu pria itu dia naik ke atas motor.


Begitu Arsaka mulai melajukan motornya Danira dengan sedikit ragu memeluk pria itu dan membuat Arsaka tersenyum sambil mengusap pelan tangan Danira yang melingkar manis di perutnya. Tidak masalah dia bisa menunggu sampai Gavin benar-benar percaya padanya.


Mereka tidak pergi terlalu jauh dari rumah Manda karena hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai, tapi mata Danira membulat dia melepaskan pelukannya ketika melihat ada Gavin di halaman rumah Manda. Begitu turun dari motor Danira berjalan di belakang Arsaka dan membiarkan pria itu menggenggam tangannya.


"Sini La!" Kata Gavin


Danira menggigit bibir bawahnya pelan karena takut dan dia masih belum bergerak dari tempatnya.


"Sorry Ra tiba-tiba Kakak lo datang gue udah coba telpon, tapi gak di angkat." Kata Manda dengan wajah penuh rasa bersalah


"Ila sini!" Kata Gavin lagi


"Vin jangan di marah gue yang maksa Ila buat ikut tadi." Kata Arsaka


"Gak peduli! Sini La." Kata Gavin


"Vin"


"Gue kan udah bilang jangan deketin Danira!" Kata Gavin


"Ra udah sana dari pada Gavin tambah marah." Kata Arsaka dengan suara lembutnya


"Ila sini gak?! Ayo pulang." Kata Gavin


Tak kunjung mendapat jawaban Gavin mendekat dan meraih tangan Danira membuat adiknya itu tersentak.


"Vin gue minta maaf, tapi jangan marah sama Danira ini murni gue yang paksa dia untuk ikut tadi dia udah nolak karena takut lo marah." Kata Arsaka


Gavin tak memberikan tanggapan dan malah mengajak Danira untuk masuk ke dalam mobil lalu tanpa banyak bicara melaju pergi meninggalkan area rumah Manda membuat Arsaka menghela nafasnya pelan.


"Maaf Kak"


"Enggak papa Man bukan salah lo yaudah gue balik ya? Jangan mikirin Danira nanti gue yang bicara sama Gavin." Kata Arsaka


Manda hanya mengangguk lalu menatap Arsaka yang juga pergi dari area rumahnya, dia jadi merasa bersalah.


Kasihan Danira kalau sampai di marah oleh Gavin.


°°°°

__ADS_1


"Kenapa susah banget di bilangin sih La?!"


Danira hanya bisa diam ketika Gavin memarahinya di dalam mobil, dia memang salah karena sudah berbohong, tapi Danira tidak akan bohong kalau Gavin memberikan izin padanya. Sepanjang perjalanan Danira hanya diam dengan kepala tertunduk karena dia tidak berani menatap wajah Kakaknya yang terlihat marah.


Saat sampai di rumah Gavin juga tidak langsung membiarkan Danira turun dia meminta adiknya itu untuk menatap matanya. Sudah Gavin bilang dia belum mau Danira dekat dengan lelaki manapun bukan tanpa alasan, tapi Gavin hanya tidak mau kalau nanti Danira tersakiti apalagi sampai menangis.


Dia juga tidak mau merusak hubungan pertemanan dengan Arsaka karena Gavin takut pria itu akan menyakiti adiknya dan membuat dia malah membenci Arsaka.


"Kakak kasih tau sekali lagi Danira jangan bohong sama Kakak kayak gini!" Kata Gavin


"Ila enggak bakal bohong kalau Kakak kasih izin." Kata Danira pelan


"Danira! Udah berapa kali Kakak bilang jaga jarak sama Arsaka." Kata Gavin marah


"Kak Arsaka baik dia gak mungkin nyakitin aku." Kata Danira


"Kamu gak pernah tau dulu dia gimana." Kata Gavin


"Semua orang bisa berubah Kak." Kata Danira


"Danira! Sekali Kakak bilang enggak itu artinya enggak! Kamu bohong sekali lagi Kakak gak akan segan untuk marahin kamu atau beri pelajaran untuk Arsaka." Kata Gavin


"Kakak jahat!"


Setelah mengatakan hal itu Danira keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah dengan air mata yang menggenang.


"Eh udah pulang anak Mom.... Loh Danira kamu kenapa sayang?"


Danira mengabaikan sapaan dari Diandra dan berlari memasuki kamar lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


Air matanya jatuh begitu saja, dia benci Gavin benci!


"Danira"


Begitu melihat Diandra masuk ke dalam Danira mengalihkan pandangannya dan menghapus air matanya.


"Ila kenapa nangis?" Tanya Diandra


Danira menggelengkan kepalanya pelan dan ketika Diandra duduk di tepian ranjang gadis itu bangun lalu dengan air mata dia memeluk Diandra dengan erat.


"Kakak jahat sama Ila Mommy"


°°°°


Kenalan dulu sama Arsaka dia termasuk salah satu tokoh utama🥰



Kasih saran untuk visual Galen sama Davin dong bingung😭

__ADS_1


__ADS_2