Obsession

Obsession
Gavin (16)


__ADS_3

"Daddyyy"


Danira berlari menghampiri Gibran yang baru saja pulang dan dengan senyuman manisnya dia memeluk Gibran membuat Gibran tertawa kecil seraya membalas pelukan yang anaknya berikan. Memang hari ini Gibran pulang cukup telat karena ada banyak pemotretan dan bukan hanya di butik Sahara saja, tapi juga di studionya.


Rasa lelahnya hilang sudah begitu melihat anaknya belum lagi ketika matanya juga menangkap sosok Diandra yang tengah tersenyum manis padanya. Setelah cukup lama memeluk Gibran anaknya itu melepaskan pelukannya lalu mendongak dan menatap Daddy nya dengan wajah cemberut.


"Kenapa Daddy baru pulang? Biasanya jam empat sudah pulang, tapi ini sudah jam setengah enam." Kata Danira


Gibran tertawa mendengarnya dia mengusap pelan kepala Danira dan mencubit pipinya.


"Ada banyak pemotretan sayang Daddy gak bisa pulang lebih awal." Kata Gibran


"Pasti Daddy capek ya?" Tanya Danira


"Enggak kok." Kata Gibran sambil tersenyum


"Daddy enggak capek sayang." Kata Diandra yang berjalan mendekat dan merangkul Danira dengan sayang


"Hm yaudah Daddy istirahat ya? Ila mau ke kamar." Kata Danira


Gibran mengangguk singkat sambil menatap Danira yang memeluk singkat Diandra juga dirinya sebelum akhirnya pergi ke kamarnya yang ada di atas.


"Astaga anak itu." Kata Gibran sambil tertawa kecil


"Seperti biasa Danira memang selalu mencemaskan kamu kalau pulang terlambat." Kata Diandra


"Apa kamu tidak?" Tanya Gibran pada istrinya


"Tidak, kamu kan memberi kabar padaku Mas." Kata Diandra


"Benar, lain kali aku tidak akan memberi kabar." Canda Gibran yang langsung mendapat cubitan pelan di lengannya


"Lakukan saja dan aku akan tidur di kamar Danira." Kata Diandra galak


"Bercanda sayang." Kata Gibran


Dia memeluk Diandra dari samping lalu tanpa permisi mengecup singkat bibirnya.


"Mas nanti anak-anak lihat." Kata Diandra dengan mata membulat


Belum sempat menjawab suara Gavin terdengar membuat keduanya mendongak dan melihat anak pertama mereka yang cengegesan.


"Gavin udah liat hehe"


Saat melihat raut wajah Gibran berubah galak Gavin memutar tubuhnya dan berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya.


"Gavin ke kamar dulu"


Gavin berlari sambil menahan tawanya, dia bahkan sudah sering melihat kedua orang tuanya berciuman ah tidak bukan hanya sekedar ciuman biasa kalau di ingat Gavin jadi ingin tertawa.


Pertama tujuan Gavin pergi ke kamar adiknya lalu dia masuk ke dalam dan menghampiri Danira yang sedang berbaring sambil menonton film melalui ponsel. Tersenyum jahil Gavin naik ke atas ranjang lalu menarik ponsel adiknya dan membuat gadis itu merengek.


"Aaa Kakakkk"


Gavin tertawa dia mengeluarkan film yang sedang Danira tonton lalu menjauhkan tangannya ketika Danira ingin mengambil ponsel miliknya.


"Kakakkkk"

__ADS_1


"Nanti mau pinjam." Kata Gavin


"Aaa enggak mau Kakak kan punya HP sendiri." Kata Danira


"Pinjem Laa sebentar." Kata Gavin


"Ihh lagi di pakai." Kata Danira kesal


"Yaudah nanti Kakak mau pinjam." Kata Gavin


"Ih nakal banget sih." Kata Danira sambil memukul wajah Kakaknya dengan bantal karena kesal


"Aw sakit La." Kata Gavin


"BALIKIN MAKANYA." Seru Danira kesal


Gavin berdecak pelan lalu mengembalikan ponsel Danira dan pergi sambil mengatakan sesuatu yang membuat adiknya itu diam.


"Yaudah nih enggak jadi." Kata Gavin yang malah ikut merasa kesal


Danira menatap Kakaknya yang menghilang dari balik pintu dengan raut wajah cemberut dan memilih untuk tidak peduli lalu membuka lagi film yang sedang ia tonton.


Biarkan saja Kakaknya memang suka begitu.


°°°°


Gibran tersenyum manis kala Danira masuk ke dalam ruang keluarga dan menghampirinya yang sedang sibuk dengan melihat hasil pemotretan hari ini. Berjalan mendekat Danira duduk di sampingnya dan memeluknya dari samping membuat Gibran langsung merangkul dengan sayang.


Cukup lama memeluknya Danira mendongak dan menatap Daddy nya dengan penuh permohonan, dia memiliki sebuah permintaan dan sebelum itu Danira harus merayu Daddy nya dulu. Tangan Gibran mengusap sayang rambut hitam anaknya lalu mencium puncak kepalanya membuat senyuman manis Danira mengembang dengan sempurna.


"Ada apa hm?" Tanya Gibran


"Iya?"


"Ila boleh enggak minta sesuatu?" Tanya Danira


"Mau minta apa?" Tanya Gibran


"Emm"


Danira diam cukup lama membuat Gibran gemas sendiri melihatnya.


"Ada apa? Bilang sama Daddy." Kata Gibran dengan penuh kelembutan


"Emm minggu ini ada pameran seni." Kata Danira


Danira mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu.


"Ila mau ke sana." Kata Danira pelan


"Iya boleh." Kata Gibran


Perkataan itu membuat Danira tersenyum senang.


"Daddyy, tapi bantuin Ila ya?" Kata Danira


"Bantuin apa?" Tanya Gibran

__ADS_1


"Ilaa mau perginya sama Kak Saka hehe cuman pasti enggak boleh sama Kakak." Kata Danira dengan wajah cemberut


"Iya nanti Daddy yang bicara sama Gavin." Kata Gibran


"Makasih Daddyyy." Kata Danira senang


Gibran tersenyum sambil mengusap kepala anaknya itu dengan sayang.


"Daddyy"


"Hm ada apa?" Tanya Gibran


"Daddy tau enggak? Kak Gibran itu playboy." Kata Danira


Sontak saja perkataan itu membuat Gibran tertawa.


"Ih benar Daddy Ila enggak bohong." Kata Danira


"Kenapa Danira bilang begitu hm?" Tanya Gibran


"Kak Gavin ceweknya ganti terus waktu itu sama Kak Jihan terus Sarah terus Alea terus Alexa dan sekarang sama Sherin belum lagi banyak banget cewek yang Kakak dekatin kalau di sekolah, banyak banget Daddy hampir satu sekolah mungkin kalau guru nya masih muda juga udah di godain sama Kakak kalau kata Manda dia itu buaya darat." Kata Danira membuat tawa Gibran pecah


Astaga anak ini selalu saja berhasil membuat suasana hatinya membaik.


"Benarkah? Astaga anak itu benar-benar...."


"Mirip Daddy." Kata Danira melanjutkan


"Ehh"


"Mami Ara bilang gitu katanya dulu Daddy itu playboy." Kata Danira


Gibran menggelengkan kepalanya pelan, astaga Sahara masih saja suka jahil padanya.


"Dulu sayang sekarang udah enggak." Kata Gibran


"Heem sekarang kan udah sama Mommy." Kata Danira sambil tersenyum


"Iya sekarang cinta mati sama Mommy kalau Mommy kamu marah aja Daddy takut." Kata Gibran


Danira tertawa dia memeluk Daddy nya itu lagi dengan erat.


"Daddy"


"Hm"


"Ila senang banget karena Mommy sama Daddy akur terus kalau teman Ila yang namanya Manda itu orang tuanya sudah pisah Daddy sekarang Manda hanya tinggal berdua sama Mama nya." Kata Danira


Gibran tersenyum tipis ketika mendengarnya, dia juga sangat bersyukur karena bisa membesarkan anak-anak bersama dengan Diandra dan beruntung mereka tidak pernah lagi bertengkar hebat.


"Ila sayang banget sama Mommy dan Daddy"


Danira mengeratkan pelukannya membuat Gibran tersenyum dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


Dia juga sangat sayang dengan anak-anaknya.


°°°°

__ADS_1


Aku updateee🥰


__ADS_2