Obsession

Obsession
Foto itu Lagi


__ADS_3

Hari ini Gavin sedikit rewel dari biasanya anak itu sama sekali tidak ingin lepas dari Diandra bahkan ketika Diandra ke kamar mandi saja dia menangis dengan keras. Beruntung ada Bi Diah yang memasak, jadi Diandra tidak bingung karena belum masak dan bisa fokus pada Gavin yang terlihat begitu manja padanya.


Sejak bangun Gavin terus menempel padanya bahkan sekarang Diandra masih belum mandi padahal sudah jam sepuluh. Sampai sekarang Gavin masih berada di gendongannya dan anak itu memainkan wajah Diandra sambil menatapnya dengan lugu.


Memang terkadang Gavin kalau sudah datang manja pasti tidak mau lepas dari Diandra hingga terkadang Diandra bingung sendiri.


"Baby Gavin sudah ya? Mommy mau mandi." Kata Diandra


"Ndak Ma maaa"


Diandra menghela nafasnya pelan lalu membawa Gavin ke kamarnya untuk mengajak anak itu bermain. Suaminya sedang keluar untuk membelikan mie ayam karena Diandra tadi memintanya.


Entah sudah buka atau belum yang jelas Diandra mau makan mie ayam.


Saat sampai di kamar Diandra berniat menurunkan Gavin, tapi anak itu malah merengek dan mengangkat kedua kakinya.


"Ndakk"


"Duduk ya? Sama Mommy kok sayang Mommy pegal." Kata Diandra


"Ndak"


Dari pada anaknya menangis dan Diandra kesulitan membuatnya diam, jadi Diandra tetap menggendongnya dan mengajak Gavin ke dekat jendela.


"Da daaa"


Mendengar itu Diandra mengikuti arah pandang anaknya dan benar dia melihat suaminya yang baru saja keluar dari mobil sambil membawa sekantung plastik. Senyum Diandra mengembang dia langsung membawa anaknya untuk turun ke bawah dan menemui suaminya.


"Sayangg"


Gibran mendongak lalu tersenyum.


"Ini aku sudah dapat mie ayamnya." Kata Gibran


"Ayo makann." Ajak Diandra


Gibran tersenyum kemudian mengajak Diandra untuk pergi ke ruang makan dan dia mengambil alat makan lalu menyiapkan mie ayam yang akan Diandra makan.


"Sini biar Gavin sama aku." Kata Gibran


Kali ini Gavin tidak merengek dan hanya diam ketika Gibran menggendongnya bahkan anak itu kini menyandarkan kepalanya di bahu Gibran.


"Aku belum mandi dari tadi Gavin minta gendong terus." Kata Diandra


"Dia manja banget hari ini sayang." Kata Gibran


"Heem mungkin kita pergi ke pantainya besok saja, aku tidak yakin Gavin tidak akan rewel kalau sama Mama." Kata Diandra


"Iya sayang besok saja." Kata Gibran menurut


"Nanti habis ini aku mandi ya? Daddy jagaiin Gavin." Kata Diandra


"Iyaa"


Diandra tersenyum senang dan kembali menyantap mie ayamnya dengan lahap.


"Ma maaa"

__ADS_1


Gavin menunjuk Diandra sambil merengek minta untuk diturunkan dan Gibran menurunkan anak itu membuat Gavin berjalan menghampiri Mommy nya.


"Ma maaa"


"Ada apa baby?" Tanya Diandra sambil menunduk ketika anaknya menyentuh kakinya


"Ma maaa"


Gavin merentangkan tangannya meminta untuk digendong dan ketika melihatnya Gibran kembali mengangkat tubuh Gavin, tapi anaknya itu merengek.


"Ma maa"


Anak itu menangis lalu Gibran mengajaknya berjalan keluar dan meninggalkan Diandra agar bisa menyelesaikan makannya. Sejak pagi Diandra hanya makan sedikit karena Gavin yang tidak mau berhenti merengek makanya Gibran mengajaknya keluar.


"Ndak Ma maaa"


Gavin masih terus merengek dan menangis, tapi Gibran tetap mengajaknya ke halaman depan.


"Mau jalan-jalan naik mobil Gavin sayang?" Tanya Gibran


Kali ini Gavin diam.


"Mbinn"


"Iya, mau naik mobil?" Kata Gibran


Tersenyum manis Gibran mengeluarkan kuncil mobil dari saku celananya dan membawa Gavin masuk ke dalam membuat anak itu kegirangan.


Perlahan Gibran melajukan mobilnya, dia akan kembali nanti kira-kira hingga Diandra selesai mandi.


"Kita kemana baby Gavin? Bagaimana kalau ke supermarket? Daddy baru ingat kalau susu kamu tinggal sedikit." Kata Gibran


Beruntung Gavin sangat tenang dan terlihat begitu bahagia hingga mereka sampai di supermarket. Tentu saja Gibran menggendong anaknya lalu membawa troli belanjaan.


Gibran terlihat seperti hot daddy sungguhan karena membawa troli belanjaan sambil menggendong anaknya.


"Cucuuu"


Gavin menunjuk senang ke arah rak berisikan banyak susu kaleng dan anak itu pasti sangat hafal dengan susu yang sering Diandra buatkan untuknya.


"Iya sayang kita akan beli susu ya?" Kata Gibran


Memasukkan dua kaleng susu ke dalam troli belanjaan Gibran menoleh ketika merasa terusik dengan bisik-bisik yang ada di dekatnya. Benar saja ada dua orang wanita yang melihat ke arahnya lalu tersenyim canggung pada Gibran.


"Anaknya ya?" Tanya seorang wanita paruh baya yang tadi menatapnya


"Iya"


"Kok berdua? Istrinya mana?" Tanya wanita itu lagi


"Di rumah istri saya lagi hamil." Kata Gibran


Mereka mengangguk faham lalu Gibran kembali membalik badannya dan mendorong troli belanjaannya. Dia pergi ke tempat cemilan lalu memasukkan beberapa macam cemilan yang sering istrinya makan dan membeli beberapa sereal juga.


Saat berada di kasir Gibran lupa kalau dia juga harus membeli susu ibu hamil untuk Diandra, jadi selagi menghituny belanjaannya Gibran kembali untuk mengambil dua kotak susu ibu hamil. Selesai membayar Gibran menaruh semua barang belanjaannya di kursi samping pengemudi lalu memakai sabuk pengamannya dan kembali ke rumah.


"Cucuuu"

__ADS_1


"Iya baby kita pulang dulu ya?" Kata Gibran


Tak sampai sepuluh menit Gibran sudah sampai di rumahnya dan dia segera turun sambil membawa semua kantung belanjaannya.


"Ehh kalian kemana?" Tanya Diandra kaget


"Tadi bingung mau kemana, jadi ke supermarket aja sekalian beli susu untuk Gavin." Kata Gibran


Melihat Mommy nya Gavin langsung memberontak dan minta untuk diturunkan. Seakan sadar Diandra langsung mengambil alih Gavin dan menggendongnya.


Dia baru saja selesai mandi.


"Cucuuu"


"Baby Gavin haus? Mommy buatkan dulu ya?" Kata Diandra


Gibran memperhatikan Diandra yang membawa anak mereka ke dapur untuk membuatkan susu. Mendudukkan dirinya di ruang tamu Gibran melihat sebuah amplop coklat yang ada di meja dan fikirannya langsung buruk.


Dia mengambilnya lalu membuka itu semua dan dugaannya benar, foto itu lagi yang datang.


Saat melihat Diandra yang datang lalu menidurkan Gavin di atas karpet tebal Gibran langsung menghampirinya.


"Aku udah liat gak usah nanya." Kata Diandra ketika melihat wajah suaminya


"Kamu gak marah?" Tanya Gibran


Diandra tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya dan meminta suaminya untuk mendekat. Begitu Gibran duduk dihadapannya Diandra tersenyum lalu mencium keningnya sebentar.


"Foto itu dikirim untuk maksud apa?" Tanya Diandra


Gibran diam dan tidak memberikan jawaban apapun.


"Dengan maksud membuat rumah tangga kita berantakan, jadi untuk apa aku marah? Ada dua alasan, Daddy mau tau apa?" Tanya Diandra


"Apa?"


"Satu karena itu foto lama, benar kan?" Kata Diandra


Gibran mengangguk sebagai jawaban.


"Dua karena aku mau membalas dendam, akan aku buat orang yang sudah mengirim itu semakin panas melihat ketika yang tetap romantis dan membuat dia sadar bahwa perbuatannya sia-sia." Kata Diandra


"Sayang kamu..."


"Jangan biarkan seseorang berhasil mengacaukan kebahagiaan kita, biarkan saja lebih baik kita memikirkan dia." Kata Diandra sambil membawa tangan Gibran ke perutnya


Gibran tersenyum lalu menarik tengkuk Diandra dan menciumnya membuat Diandra membulatkan matanya sambil berusaha mendorong tubuh suaminya.


Bagaimana kalau Bi Diah lihat?


Setelah Gibran menjauhkan wajahnya Diandra mencubit lengan kekar itu cukup kuat.


"Ih bibirnya itu nakal banget!"


¤¤¤


Untung Gavin masih kecil dan belum ngerti apa-apa😂

__ADS_1


Hmm siapa yaa yang kirim fotonya, jahil banget sih minta disentil😤


__ADS_2