Obsession

Obsession
Gavin (53)


__ADS_3

Gavin tersenyum menyebalkan ketika dia duduk untuk makan malam membuat Gibran menatapnya dengan kesal dan membuat anaknya itu tertawa, dia belum mengembalikan uang Gibran yang tadi kelebihan. Sedangkan itu Diandra yang melihat suami dan anak pertamanya seperti orang yang sedang bermusuhan membuat dia menggelengkan kepalanya pelan.


Tak lama anak-anak berkumpul Danira turun bersama dengan Galen juga Davin lalu bergabung di ruang makan. Mata Gibran masih menatap Gavin dengan sebal sedangkan yang di tatap malah cengengesan sendiri.


Gibran tidak cemas uangnya pasti dikembalikan karena dia sangat tau anak-anaknya, dia hanya kesal karena Gavin sangat menyebalkan.


"Wahh Mommy masak semur ayam Ila sukaa." Kata Danira


Diandra tersenyum Gibran juga mengalihkan pandangannya pada Danira lalu ikut tersenyum. Melihat hal itu Gavin berdecak pelan, dasar kalau sama Danira aja mana pernah Daddy nya memasang wajah galak pasti tersenyum.


Ya maklum saja namanya juga Danira anak perempuan sendiri.


"Ila mau ikut lomba melukis." Kata Danira sambil mengambil makanannya


"Benarkah?" Tanya Diandra


"Iyaa Mommy sama kepala sekolah di daftarkan untuk ikut lomba melukis." Kata Danira dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Keren Kak." Kata Davin


Danira semakin senang dia sangat bahagia ketika mendapat kabar itu, dia suka sekali melukis.


"Kapan sayang lombanya?" Tanya Gibran


"Emm kapan yaa? Lupa Daddy hehe." Kata Danira sambil tertawa pelan


Gibran tersenyum mendengarnya, tapi dia senang.


"Nanti kalau ada hadiahnya bagi dua ya La?" Kata Gavin


"Enggak"


"Dasar Kak Gavin mata duitan." Kata Galen


"Iri"


"Ngapain iri sama Kakak tugas aja masih nanya sama adiknya." Sindir Galen membuat Gavin melotot


"Siapa?" Tanya Gibran

__ADS_1


"Enggak Dad enggak bukan siapa-siapa ngarang aja tuh Galen." Kata Gavin sambil menendang pelan kaki adiknya


"Apasih nendang nendang kaki orang." Kata Galen sengaja


Gavin semakin melotot, tapi adiknya itu malah menahan tawa dan memasang wajah menyebalkan.


"Memang Gavin sering minta ajarin tugas?" Tanya Diandra


"Enggak Mommy enggak ini adik aku yang satu ini memang suka ngarang." Kata Gavin sambil menepuk-nepuk pundak Galen membuat adiknya itu tertawa kecil


"Yaudah pada makan dulu habis itu ke kamar tidur jangan pada begadang nanti bangunnya kesiangan." Kata Diandra


"Siap Mommy." Kata anak-anaknya bersamaan


Gibran tersenyum penuh arti anak-anaknya memang sangat penurut pada Diandra mereka tidak pernah membantah ucapan Diandra sedikit pun karena takut Mommy nya marah.


Kalau sama Gibran mereka juga menurut hanya terkadang sering menjawab kalau di kasih tau, mungkin karena Gibran sangat memanjakan anak-anaknya hingga mereka tidak takut pada Gibran.


Setiap kali Diandra memarahi anak-anaknya dengan senyuman Gibran akan mengatakan.


'Jangan terlalu keras dengan anak-anak sayang'


°°°°


Motor kesayangan Gavin berhenti di area rumah Alexa pagi pagi sekali untuk menjemput gadis itu sekolah karena Danira berangkat bersama Arsaka dan adik-adiknya di antar oleh Gibran ke sekolah. Senyum manis Gavin mengembang dengan sempurna dia melepas helm nya dan masuk ke dalam area rumah Alexa lalu mengetuk pintu.


Tak butuh waktu lama pintu terbuka ternyata William yang membukanya membuat Gavin tersenyum dan menyapa serta mencium punggung tangannya dengan sopan. Sesaat setelahnya Anetta muncul dia tersenyum senang dan langsung meminta Gavin untuk masuk ke dalam sambil menunggu Alexa yang masih bersiap.


Wajah William datar dia menatap Gavin dengan tidak suka Gavin tau, tapi dia tidak peduli.


"Kamu udah sarapan belum?" Tanya Anetta


"Udah tadi di rumah Ma." Kata Gavin dengan senyuman


"Sebentar ya Alexa masih ngambil tas tadi di atas." Kata Anetta


Gavin mengangguk singkat dan melirik lagi William yang masih menatapnya dengan raut wajah tanpa ekspresi.


"Alexaaa ini Gavin udah nungguin sayangg"

__ADS_1


Anetta berseru pelan dan tak lama Alexa keluar dia tersenyum lalu berjalan menuruni tangga membuat rambutnya yang dibiarkan tergerai bergerak seiring langkah kakinya.


"Nah ini Alexa ayo berangkat keburu kesiangan." Kata Anetta


Anetta jelas tau suaminya itu menatap dengan tidak suka, tapi masa bodo dia lebih suka Gavin dari pada Nicholas pria bernama Nicholas itu kelihatan tidak tulus.


"Ma aku berangkat ya?" Kata Anetta


Alexa mencium punggung tangan Anetta begitu juga dengan Gavin lalu keduanya juga berpamitan dengan William.


Baru akan melangkahkan kaki menjauh William memanggil Gavin membuat Gavin menoleh dengan senyuman di wajahnya.


"Iya Om"


"Pelan-pelan bawa motornya." Kata William


Gavin tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


"Pasti Om"


Setelahnya mereka berjalan keluar rumah Alexa yang sampai di halaman depan rumah tersenyum manis pada Gavin, dia senang sekali bisa berangkat bersama Gavin.


"Senyum terus, jadi makin cantik." Kata Gavin membuat Alexa merona malu


"Gavin"


"Lucu, sini helm nya pakai dulu." Kata Gavin


Tanpa banyak bicara Gavin memakaikan helm pada Alexa membuat gadis itu tersenyum dengan pipi yang semakin memerah.


Begitu selesai Gavin membiarkan Alexa naik ke atas motornya lalu dia melakukan kendaraan beroda dua itu dengan kecepatan sedang.


Gavin tersenyum begitu juga dengan Alexa.


Keduanya menikmati perjalanan ke sekolah berdua dengan hati berbunga-bunga.


°°°°


Maaf aku baru sempat update :(

__ADS_1


__ADS_2