
Danira tersenyum manis sambil menatap pantulan dirinya di cermin, dia sedang berada di kamar mandi sebentar lagi dia akan pulang karena sudah jam sembilan malam bisa habis dia dimarah Diandra kalau pulang terlalu malam. Baru saja ingin berbalik dan keluar dari kamar mandi Danira dibuat terkejut dengan kehadiran Aura yang kini berdiri di hadapannya sambil tersenyum sinis.
Hal itu membuat Danira ikut kesal dia menatap mantan kekasih dari Arsaka itu dengan jengkel, mau dia jambak saja rasanya, menyebalkan sekali. Saat ingin menjauh Aura malah menahannya bahkan mendorong bahunya hingga Danira terdorong ke belakang.
"Apasih ish?" Kata Danira kesal
Aura tersenyum sinis dia menatap Danira dari atas sampai bawah membuat Danira berdecak kesal.
"Kenapa?" Tanya Danira sewot
Aura berjalan mendekat sambil menatap Danira dengan tajam.
"Turun jauh banget seleranya Saka." Kata Aura
"Sirik aja dih." Kata Danira sebal
"Lo masih kecil enggak tau sopan santun banget." Kata Aura
"Aku udah besar ya? Enak aja udah kelas sebelas tau, lagian Kakak kenapa sih? Udah putus juga sama Kak Saka masih aja ngurusin hidup dia." Kata Danira jengkel
"Gue putus cuman karena salah paham." Kata Aura
"Iya iya terserah aku juga enggak peduli." Kata Danira
Belum sempat Aura bicara Danira sudah lebih dulu mengeluarkan suaranya.
"Mau Kakak lebih cantik atau apapun itu aku enggak peduli yang penting Kak Saka itu pacar aku, dia milik aku." Kata Danira
Setelah mengatakan itu Danira langsung melangkahkan kakinya menjauh dan keluar dari kamar mandi meninggalkan Aura yang sibuk menggerutu. Wajah Danira sendiri berubah muram, menyebalkan sekali mantan kekasih Arsaka itu.
Memang sih dia cantik, tapi kelakuannya sangat menyebalkan, siapa juga yang akan tahan dengan wanita seperti itu?
"Kok cemberut?" Tanya Arsaka begitu Danira datang dengan wajah cemberut
"Tadi ketemu Kak Aura dia gak jelas banget dorong aku." Kata Danira sebal
"Aura? Kamu gak papa kan?" Tanya Arsaka cemas
"Enggak papa untung aku enggak jatuh." Kata Danira sambil mengerucutkan bibirnya sebal
"Maaf ya? Nanti aku bakal ngomong sama Aura dia memang gitu aku juga enggak ngerti padahal udah berkali-kali aku bilang ke dia kalau aku sama dia udah selesai dan aku udah enggak ada perasaan apapun ke dia." Kata Arsaka lelah
"Masih suka dia sama Kakak katanya dulu putus karena salah faham." Kata Danira
Arsaka tertawa pelan mendengarnya lalu menggelengkan kepalanya.
"No, bukan salah faham, tapi memang aku yang putusin dia karena aku punya pacar lain." Kata Arsaka jujur
__ADS_1
"Ihh parah jangan-jangan sekarang Kakak juga punya pacar lain selain Ila ya?" Kata Danira dengan mata memicing
Perkataan itu membuat Arsaka tertawa dia merangkul Danira dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Itu dulu, sekarang pacar Arsaka cuman Danira dan hal itu akan berlaku sampai seterusnya." Kata Arsaka
"Bener?" Tanya Danira sambil mendongak dan menatap wajah Arsaka
Pipi gadis itu memerah karena perlakuan kekasihnya.
"Bener sayang kalau enggak serius aku enggak bakal mau ngambil resiko bakal di hajar Gavin habis-habisan kalau sampai buat kamu nangis." Kata Arsaka
Danira tersenyum senang dan memeluk Arsaka dengan sayang, tanpa sadar Aura menatap keduanya dengan tangan terkepal kuat.
Bukan tanpa alasan dia merasa kesal, tapi beberapa bulan lalu Arsaka sempat dekat lagi dengannya hingga akhirnya pria itu menjauh lagi dan malah dekat dengan Danira. Saat itu mungkin Arsaka lelah karena tak kunjung mendapat izin dari Gavin untuk mendekati adiknya.
Tapi, ternyata meskipun kembali dekat dengan Aura pikiran Arsaka tetap tertuju pada Danira dan dia memutuskan untuk memperjuangkan Danira hingga dia benar-benar bisa mendapatkannya.
Lihat sekarang, dia berhasil Danira sudah ada dalam dekapannya.
"Tolong jaga jarak, mundur satu meter Ila." Kata Gavin dengan wajah sebal
Danira ikut cemberut, tapi tetap melepaskan pelukannya dan Arsaka hanya bisa tertawa lalu mencubit pelan pipinya.
"Kakak juga pelukan sama Alexa." Kata Danira
"Enggak papa Kakak kan udah besar kamu masih kecil." Kata Gavin santai
"Licikkkk"
Arsaka tertawa dia menatap Danira yang terlihat menggemaskan dengan wajah cemberutnya.
"Ayoo Kak pergi aja di sini ada Kak Gavin." Kata Danira
"Ehh justru Kakak mau ajak Arsaka sebentar kamu tunggu sini sama Alexa." Kata Gavin
"Ih mau kemanaa?" Tanya Danira
"Ke atas lihat Rama kata Maura mabuk dia." Kata Gavin
"Hah?"
"Sebentar, kamu sini aja sama Alexa." Kata Gavin
Setelah mengatakan itu Arsaka melepaskan tangannya dan bersama dengan Gavin pergi ke atas. Memang Rama itu cukup nakal karena anak itu berasal dari keluarga yang broken home, jadi ya Rama sering memberontak apalagi orang tuanya sudah sama-sama menikah dengan orang lain.
Kalau ada masalah memang selalu begitu Rama, tapi biasanya pria itu hanya akan merokok, mungkin masalahnya terlalu berat.
__ADS_1
"Sini La." Kata Alexa
Danira mendekat pada Alexa dan tersenyum.
"Memang Kak Rama suka gitu?" Tanya Danira
"Enggak kadang aja sih mungkin ini karena ada minuman kayak gitu, jadi ikut minum dia." Kata Alexa
"Ehh memang ada?" Tanya Danira
"Ada, tapi private haha disembunyiin sama Sherin mungkin cuman untuk orang-orang tertentu." Kata Alexa sambil mengangkat bahunya acuh
Danira mengangguk faham, terkadang dia merasa aneh kenapa ya orang-orang itu suka minum minuman beralkohol?
Padahal kan tidak sehat, awas saja kalau Gavin sampai ikutan dia aduin ke Mommy nya biar Kakaknya itu di marah atau di usir sekalian karena Mommy nya sangat anti dengan hal-hal begitu.
"Lexx"
Alexa menoleh dia melihat Maura dan Alexa langsung mengajak Danira untuk menghampiri Maura yang berdiri di dekat tangga.
"Gimana Rama?" Tanya Alexa
"Udah tuh enggak papa sih dia cuman berisik banget kesel gue, tapi gue udah telpon supirnya Rama nanti dia di antar ke apartement nya makanya gue panggil Gavin sama Arsaka biar bawa Rama ke parkiran." Kata Maura
Alexa mengangguk faham.
"Danira"
Panggilan itu membuat Danira mengalihkan pandangannya dia melihat Sherin yang melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum dan meminta dia untuk berjalan mendekat. Awalnya enggan, tapi tidak enak juga karena banyak yang ikut menoleh mengingat Sherin memanggilnya cukup kuat.
"Lexa, Kak Maura aku ke sana bentar ya?" Kata Danira yang dijawab dengan anggukan singkat oleh keduanya
Danira melangkahkan kakinya mendekati Sherin yang berdiri di dekat kolam renang masih dengan senyuman manisnya.
Tanpa gadis itu sadari ada Aura yang tersenyum sinis padanya dan dengan sengaja menjulurkan kakinya ketika Danira ingin berbelok hingga gadis itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke dalam kolam renang.
Byurrr
Semua orang sontak diam mereka menatap ke arah kolam renang dan tidak ada satupun yang tau bahwa Danira tidak bisa berenang.
Tidak ada satupun yang tau bahwa Danira memiliki trauma karena nyaris tenggelam dulu.
Dan Gavin juga Arsaka masih belum kembali kedua pria itu mengantar Rama keluar Alexa juga Maura berteriak mereka berlari mendekat ke arah kolam renang.
Semua mata itu menatap ke arah kolam renang mereka melihat Danira yang berusaha meminta tolong, tapi tak kunjung bersuara dia hanya berusaha menggerakkan tangannya.
Mereka tak sadar bahwa Danira perlahan kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
°°°°
Maaf aku baru sempat updateee☹️