
Terhitung sudah tiga hari Danira mendiamkan Gavin dan membuat Kakak laki-lakinya itu tidak tenang sendiri serta terus berusaha untuk memulai percakapan yang hanya ditanggapi dengan singkat olehnya. Rasa kesal masih ada karena sungguh lukisan yang Gavin rusak itu sudah lama sekali Danira buat dan dia perlu waktu satu minggu hingga selesai itu pun masih kurang sempurna menurutnya, tapi dengan mudahnya Gavin rusak.
Sekarang hari ke empat dan Gavin ingin hari ini juga dia harus berbaikan dengan adiknya karena Gavin sudah tidak tahan, tidak ada yang bisa dia ganggu. Akhir pekan biasanya Danira selalu sibuk dengan ruangan melukisnya hingga berjam-jam, tapi Gavin berniat mengajak adiknya itu ke galeri lukisan.
Melangkahkan kakinya ke ruang lukis sang adik Gavin membuka pintu dan berniat masuk ke dalam, tapi Danira langsung melarangnya.
"Jangan masuk!"
Danira bahkan tidak berbalik, tapi gadis itu kalau yang datang Kakaknya.
"Jangan masuk." Kata Danira lagi
"Ilaaa adik Kak Gavin yang paling cantik sedunia." Kata Gavin dengan riang
"Keluar Kakak." Kata Danira
"Ilaaa ih jangan jahat." Keluh Gavin
Gavin masuk tanpa peduli Danira yang kini menatapnya dengan tajam.
"Ishh jangan masukkk." Kata Danira
Gavin tetap masuk ke dalam lalu duduk dekat Danira yang memasang wajah sebalnya.
"Jelek ih kalau lagu ngambek." Kata Gavin
"Biarin"
"Ilaaa sayangg maaf ya?" Kata Gavin lagi
Danira menggelengkan kepalanya pelan membuat Gavin menghela nafasnya.
"Ke galeri yuk mau gak? Nanti Ila boleh beli lukisan yang Ila mau deh." Kata Gavin
Kali ini Danira menatap Kakaknya yang tersenyum meyakinkan.
"Bener ini mah enggak bohong." Kata Gavin
"Yakin?"
"Iyalah apa aja yang Ila mau." Kata Gavin
"Bohong enggak?" Tanya Danira dengan mata memicing
Gavin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Serius ini mah La, mau gak?" Tanya Gavin
Danira terdiam sejenak sambil menatap Kakaknya.
"Beneran gak bohong asalkan Ila maafin Kakak." Kata Gavin
Danira tersenyum lalu mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji dulu." Kata Danira
Tersenyum senang Gavin langsung menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking adiknya.
"Sana siap-siap dulu." Kata Gavin sambil mengusap pipi adiknya dengan sayang
Mengangguk dengan semangat Danira bangun lalu pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian meninggalkan Gavin yang langsung menghela nafasnya lega.
Akhirnya adiknya itu mau berbaikan juga.
Cukup lama Danira bersiap hingga akhirnya dia keluar juga dari kamar dan menghampiri Gavin yang menunggu di ruang tengah. Senyuman Danira mengembang dengan sempurna membuat Gavin ikut tersenyum melihatnya.
__ADS_1
"Wih mau kemana? Udah baikan ya?" Tanya Davin
"Udah baikan Kak?" Tanya Galen juga ketika melihat kedua Kakaknya yang ingin keluar rumah
Danira hanya tersenyum, tapi Gavin tanpa suara mengatakan hal yang membuat kedua adiknya mengangguk faham.
'Mau nyogok Danira biar dimaafin'
Gavin tersenyum manis dia merangkul adiknya dan mengajaknya keluar rumah, tadi dia bertanya pada Gibran dan diberikan saran ini. Keluar rumah Danira langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Kakaknya.
"Ayo Kakkk"
Danira terlihat sangat bersemangat membuat Gavin tersenyum karena berhasil membujuk adiknya.
Sekitar tiga puluh menit mungkin di perjalanan hingga keduanya sampai di galeri dan senyum Danira semakin terlihat. Sangking senangnya Danira langsung memeluk lengan Gavin dan mengajaknya masuk ke dalam.
Gavin ikut tersenyum melihatnya kalau tau begini sudah dari kemarin dia bujuk adiknya.
"Ila boleh pilih yang mana aja kan?" Kata Danira sambil menatap Kakaknya dengan senyuman
Gavin hanya mengangguk membuat Danira tersenyum senang sambil menatap Danira yang terlihat asik menatap banyak lukisan di sana.
Mungkin Gavin tidak tau satu lukisan itu bisa menghabiskan uang jajannya satu bulan.
Dia fikir murah kali ya?
°°°°
Ternyata harga sebuah lukisan itu mahal ya?!
Gavin benar-benar terkejut melihat sebuah lukisan yang Danira pilih dengan harga yang berhasil membuat Gavin melongo sendiri, mau membatalkan bisa-bisa adiknya semakin marah. Akhirnya Gavin menuruti kemauan Danira dan membelikan lukisan yang dia mau meskipun harus menguras uang bulanannya.
Sepanjang perjalanan pulang Danira terlihat senang berbeda dengan Gavin yang nampak tertekan, uang bulanannya habis sudah kalau begini dia gak bisa ajak Alexa ngedate. Sampai di rumah Danira juga meminta Gavin membawakan lukisannya ke kamar karena Danira ingin memajangnya di kamar.
Danira tersenyum ketika Mommy nya mengatakan hal itu.
"Iya Kakak beliin." Kata Danira senang
Diandra menatap Gavin yang tersenyum dengan raut wajah pasrah membuat dia menahan tawanya.
"Mau di taruh mana sayang?" Tanya Diandra
"Kamar hehe ayuk Kakk taruh di kamar." Kata Danira dengan penuh semangat
Diandra menatap kedua anaknya itu lalu tertawa pelan dia yakin habis ini Gavin akan merengek pada Gibran karena uangnya habis.
Aduh kedua anaknya itu ada saja tingkahnya.
Di kamar Danira langsung meminta Gavin menggantung lukisannya itu di dinding dan Gavin menurut.
"Yeee makasih Kakakk." Kata Danira
Begitu Gavin turun dari kursi Danira langsung memeluknya dengan sayang lalu berjinjit dan mencium pipi Gavin.
"Sayang Kakakk"
Gavin tersenyum, dia tidak bohong hatinya menghangat, dia merasa senang.
Yah baiklah uang bisa minta lagi kalau maaf Danira mana bisa.
°°°°°°
"Yaaa Dad pleaseee"
__ADS_1
Gibran menghela nafasnya pelan karena Gavin terus mengikutinya hingga ke ruang kerja untuk meminta uang tambahan karena uangnya sudah habis. Di dalam ruang kerja Gibran juga ada Diandra yang membawakan kopi untuk suaminya lalu tertawa melihat anaknya.
Hal ini sudah dia duga akan terjadi dan benar saja Gavin merengek minta uang tambahan membuat Gibran geleng-geleng kepala melihatnya. Wajah Gavin memelas dia memeluk Gibran tanpa malu membuat Gibran seperti melihat Gavin kecil yang dulu.
"Yaa Dadd"
"Enggak, salah kamu kan udah rusakin lukisan adiknya." Kata Gibran
Sebenarnya dia bercanda pasti akan Gibran berikan, tapi sedikit candaan akan lucu, dia suka mengganggu Gavin.
"Daddd, masa uang Gavin habis nanti gak bisa pacaran kalau gak ada uang." Kata Gavin
"Heh"
"Dadd yaa? Kasih ya? Ayolah Daddy kita belum lukisannya patungan." Kata Gavin
"Enggak, kamu yang salah kok Daddy ikutan." Kata Gibran
"Daddy pleaseee nanti Gavin gak bisa ajak ngedate Alexa kalau gini." Kata Gavin
"Gavin udah ah sana ke kamar." Kata Diandra
"Mommyyy"
Diandra tertawa membuat Gavin langsung memeluknya dan menatap wajah Mommy nya dengan raut wajah sendu.
"Tambahin ya Mom kali ini aja dehh beneran." Kata Gavin
Diandra menatap Gibran yang seperti menahan tawanya.
"Iya iya"
Wajah Gavin langsung berubah dia menatap Diandra dengan binar penuh kebahagiaan.
"Bener kan?" Kata Gavin
"Kali ini aja ya? Kamu jangan jahil lagi makanya sama adik sendiri." Kata Diandra
Gavin mengangguk dia langsung memeluk Diandra dengan erat dan mencium pipinya.
"Sayang banget sama Mommy sama Daddy enggak." Kata Gavin sebal
"Kamu kira Mommy dapat duit dari siapa memangnya?" Sinis Gibran
"Iya iya sayang Daddy juga." Kata Gavin
"Udah sana ke kamar." Kata Gibran
"Sini peluk dulu Dad." Kata Gavin
"Enggak usah udah sana." Kata Gibran
"Ah Daddy sok malu." Kata Gavin
"Enggak, sana ke kamar kamu Daddy banyak kerjaan." Kata Gibran
"Yaudah, besok yaaa kasih uang tambahannya?" Kata Gavin
Gibran bergumam pelan membuat Gavin tersenyum senang lalu memeluk Gibran juga untuk beberapa saat.
"Selamat malam Mom Dad"
Setelah itu Gavin keluar kamar dengan perasaan senang, uangnya kembali dan maaf Danira sudah dia dapatkan.
Senang sekali rasanya.
__ADS_1
°°°°
Yuhuu aku updateee😍