Obsession

Obsession
Gavin (42)


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu Gavin dengan rutin meminum vitamin yang diberikan biasanya dia minum ketika akan tidur dan tentu saja di kamar agar Diandra tidak tau. Sampai saat ini Gavin belum merokok lagi dia bisa menahannya, tentu asalkan tidak ada hal yang membuat dia kesal hingga harus menyentuh benda itu lagi.


Hari ini ada jadwal olahraga Gavin sudah siap dengan baju olahraganya dan duduk di lapangan bersama dengan Arsaka juga Rama. Sebenarnya Gibran selalu meminta pada Gavin agar dia izin atau minta tugas saja ketika sedang pelajaran olahraga, tapi jelas saja Gavin tidak mau.


Mereka masih menunggu teman sekelas lainnya yang masih mengganti pakaian dan ya hari ini mereka akan bermain basket.


"Gimana sama Alexa lo Vin?"


Gavin menoleh ketika mendengar perkataan Arsaka lalu mengangkat bahunya.


"Baik, tapi gue rasa bokapnya enggak terlalu suka sama gue." Kata Gavin sambil tersenyum tipis


"Kenapa? Bukannya lo bilang nyokapnya baik banget." Kata Rama


"Ya Tante Anetta memang baik dia juga dukung gue sama Alexa, tapi bokapnya gue rasa dia lebih suka Nicholas." Kata Gavin


"Lah kenal?" Kata Arsaka


"Kenal, lo tau kenapa Alexa kadang berangkat sama dia? Ya karena bokapnya yang minta, tapi untungnya sekarang udah enggak lagi." Kata Gavin


"Gila"


"Gue mau melarang juga gimana, mau jemput Alexa tiap hari pun gak mungkin gue punya tiga adik kadang mereka berangkat sama gue apalagi Danira tiap hari gue harus berangkat sama dia." Kata Gavin sambil menyandarkan tubuhnya di kursi yang dia duduki


"Ada Arsaka." Kata Rama


"Kakaknya masih ada, kenapa dia harus berangkat sama orang lain? Gue juga kadang berangkat sama Galen dan Davin kalau untuk antar balik, oke gue bisa, tapi berangkat ah susah." Kata Gavin


"Tapi, lo sama Alexa baik kan?" Kata Arsaka


Jelas Arsaka mau Gavin merasakan kebahagiaan bersama dengan Alexa.


"Baik, mungkin gue harus sering ke rumah dia kali biar bisa ketemu bokapnya." Kata Gavin


Rama menepuk pelan pundak temannya itu membuat Gavin tersenyum dan tak lama teman sekelasnya datang membuat ketiganya langsung bangun. Mereka berbaris dengan rapih di lapangan dan menunggu Pak Banu untuk memberikan arahan lainnya.


Sebelum memulai permainan mereka lebih dulu melakukan pemanasan agar tidak terjadi cedera ketika bermain. Saat tengah fokus pada kegiatannya mata Gavin menangkap sosok Alexa yang tengah berjalan bersama dengan Nadhin sambil membawa buku di tangannya.


Oh dari jauh saja gadis itu terlihat sangat cantik.


Gavin dengan senyuman dan tanpa malu berseru memanggil Alexa membuat semua mata langsung menatap ke arahnya.


"ALEXA"

__ADS_1


Begitu Alexa menoleh Gavin tersenyum dan melambaikan tangannya pelan membuat banyak gadis merasa iri melihatnya, tapi setelahnya mereka dibuat tertawa ketika Pak Banu menoyor kepalanya.


"Gak usah pacaran kamu!"


Gavin tertawa pelan dan kembali melakukan pemanasan masih sambil menatap Alexa yang melihat ke arahnya lalu melambaikan tangan padanya juga.


Ah dasar bucin.


°°°°


Diandra masuk ke dalam kamar anaknya untuk membersihkan kamar Gavin karena rasanya sudah lama sekali dia tidak membersihkan kamar anaknya yang biasanya selalu berantakan. Hari ini Diandra benar-benar tidak ada kerjaan apapun makanya dia mencari kegiatan dan merapihkan kamar anak-anaknya.


Menggelengkan kepalanya pelan Diandra melihat ke arah meja yang begitu berantakan bahkan selimut saja ada di lantai. Dengan senyuman Diandra merapihkan kamar anaknya dia menaruh semua buku di tempatnya lalu melipat selimut dengan benar dan merapihkan kasurnya yang sebenarnya tidak terlalu berantakan.


Gavin mungkin merapihkan kamarnya dengan asal.


Baru akan keluar Diandra melihat sesuatu di nakas yang membuat dia menghentikan langkah kakinya. Benda itu terlihat seperti kotak obat jadi Diandra langsung mengambilnya.


"Ini apa?"


Diandra membukanya dan melihat ada obat di dalam sana membuat dahinya berkerut bingung.


Mendadak rasa cemas menyelimuti dirinya dan dia jadi teringat lagi saat dimana Gavin sedang sakit.


Diandra merasa tidak ada yang aneh anaknya juga terlihat sehat-sehat saja.


Dia akan bertanya pada suaminya nanti.


°°°°


Gavin menyandarkan tubuhnya di kursi begitu mereka sampai kantin ketika jam istirahat, dia berusaha menetralkan deru nafasnya yang tak beraturan. Membuka botol minum yang dia beli Gavin langsung meminumnya hingga habis dan memejamkan matanya untuk sesaat.


Lelah


Gavin merasa lelah sekali padahal biasanya tidak apa lagi ini hanya beberapa jam saja mereka bermain ah bahkan satu jam saja tidak sampai. Begitu minumnya habis Gavin meremas kuat benda itu lalu melemparnya ke tempat sampah yang berada tidak jauh darinya.


"Makan gak?" Tanya Arsaka sambil meminum es teh miliknya


"Bakso gih Ka." Kata Gavin


"Mau apa lo Ram?" Tanya Arsaka


"Samain aja lah." Kata Rama

__ADS_1


Arsaka mengangguk singkat lalu pergi memesan dan kembali duduk bersama kedua temannya.


"Gak papa lo Vin?" Tanya Arsaka


Gavin mendongak lalu mendengus kesal.


"Memang gue kenapa?" Kata Gavin ketus


"Elah santai." Kekeh Arsaka


Gavin berdecak pelan lalu mengalihkan pandangannya dan senyumnya terbit kala Alexa terlihat masuk ke area kantin.


"ALEXAA"


Alexa mendengar itu dia tersenyum dan mengajak Nadhin untuk bergabung bersama mereka di sana.


"Sini"


Gavin menepuk pelan tempat di samping nya membuat Alexa langsung duduk di sana dengan Nadhin yang juga duduk di dekatnya.


"Mau pesan apa?" Tanya Gavin


"Em belum tau, nanti deh aku pesan dulu sama Nadhin." Kata Alexa


Alexa meletakkan ponselnya di meja lalu mengajak Nadhin untuk memesan makan dulu membuat Gavin menatapnya dengan senyuman.


Begitu Alexa pergi Gavin mengambil ponsel gadis itu di atas meja dan membukanya karena ponsel itu sama sekali tidak di kunci. Hal yang pertama Gavin lihat adalah chat dan dia merasa lega karena hanya ada chat dengan teman-teman Alexa sendiri bahkan ada beberapa chat yang tidak ada nama.


Tapi, raut wajah Gavin berubah muram melihat chat teratas yang baru saja masuk.


Kata Papa nanti lo balik sama gue Lex


Oh sial rasanya Gavin ingin melempar ponsel yang ada ditangannya karena merasa kesal.


Gavin langsung membuka pesan itu dan membalasnya dengan rahang mengeras karena menahan amarah.


Alexa balik sama pacarnya, berhenti deketin cewek gue apa lagi gunain bokapnya cuman buat dekat sama dia


Pengecut lo


Masa bodo Gavin sudah sangat sangat kesal!


°°°°

__ADS_1


Aku updateeeee🥰😎


__ADS_2